GFF Silver

Pulang dari kantor sore tadi, ada surat dari Garuda di depan kamar saya. Kiriman kartu baru rupanya. Garuda mengirimi saya kartu Garuda Frequent Flyer Silver. Ini karena tier milleage saya sudah melampaui angka 5000. Jadi setiap kali pemegang kartu GFF terbang dengan menggunakan Garuda, dia berhak memperoleh poin. Poin itu dalam istilahnya Garuda Indonesia, disebut sebagai milleage. Ada 2 jenis milleage yang diberikan oleh Garuda kepada setiap member GFF. Pertama adalah award milleage, kedua adalah tier milleage.

Award milleage adalah poin yang bila diakumulasi sampai jumlah tertentu dapat ditukar dengan tiket terbang gratis. Terbang gratis di kelas ekonomi untuk rute Jakarta Surabaya misalnya, perlu 9000 award milleage. Nah tiap kali terbang dengan Garuda, pemegang kartu GFF memperoleh award

milleage yang berbeda-beda besarnya tergantung jarak tempuh dan tergantung di kelas apa terbangnya. Terbang dengan kelas Ekonomi V tidak ada award milleage-nya. Oh ya Anda sudah tahu kan kalau kelas Ekonomi pun masih dibagi-bagi lagi ke dalam beberapa kelas (B, C, V, ….. , & paling tinggi adalah Y). Sampai sekarang saya masih gak ngerti apa bedanya naik Ekonomi yang beda-beda itu, fasilitas sama saja kok. Mungkin pengaturan kursi saja. Award milleage itu dapat diakumulasi terus sepanjang Anda masih menjadi anggota Garuda Frequent Flyer.

Tier milleage mengukur level keanggotaan GFF Anda. Tiap tahun tier milleage akan direset kembali menjadi nol. Jadi misalnya saya sekarang ini sebagai pemegang GFF Silver, saya harus mengumpulkan setidaknya 5000 tier milleage sampai batas waktu Desember 2009. Kalau sampai Desember 2009 tier milleage yang saya kumpulkan kurang dari 5000, keanggotaan GFF saya akan balik lagi jadi Blue.

Gitu loh sedikit cerita tentang Garuda Frequent Flyer. Lalu apa keuntungannya jadi Garuda Frequent Flyer? Ya salah satunya itu tadi, bisa terbang gratis kalau award milleage-nya cukup. Keuntungan lain? Silakan baca sendiri di webnya Garuda (yang lambat sekali dibukanya).

Expired

Tidak hanya domain saya yang expired Jumat lalu, kontrak kerja saya juga expired akhir Mei kemarin. Expired = basi = kadaluwarsa. Lihat buktinya :

Dengan status yang tidak jelas, besok saya pergi ngantor atau di rumah saja tunggu kepastian? Kalau saya di rumah saja, saya salah gak sih? Jawabannya sepertinya ada 2, tinggal seberapa waras otak saya menimbang-nimbangnya sampai nanti pagi :

  1. SALAH : karena kamu masih bawa notebook kantor, ID card, obeng & spare part rusak (harddisk, memori) dari Surabaya. Kamu bakal rugi karena biaya perjalanan kamu ke Bandung (2x), Pekanbaru, Surabaya belum dibayar oleh kantor. Jaketmu masih ada di kantor. Kamu juga rugi karena teman kantormu masih ngutang sekian puluh ribu rupiah 😀
  2. GAK SALAH : mengacu pada gambar di atas.

update = otak saya mungkin sudah gak waras, jadi pagi ini saya gak ke kantor 🙂 Jam 9.24 juga baru bangun…tenang aja nanti saya balikin kok notebook dll-nya    

update 17:50 = tadi siang akhirnya saya datang ke kantor atas anjuran manajer saya 😀 membereskan uang perjalanan saya minggu lalu sekalian ambil piutang =))

Ubuntu 8.04

Dapat kiriman baru tadi pagi :

Dapat 5 CD Ubuntu 8.04 (Hardy Heron) Live CD edition, plus dapat 10 stiker 🙂 . Langsung coba boot dengan CD tadi. Yang langsung terasa beda di versi 8.04 ini : sekarang semua drive internal di-mount read-write. Seperti biasa, tidak bisa langsung membuka MP3 (untuk urusan MP3, OpenSUSE lebih bersahabat). Repositori Ubuntu 7.04 bisa gak ya dipakai untuk Ubuntu 8.04 ini? Kayanya sih gak bisa…pakai Ubuntu tanpa punya DVD repositori benar-benar menyiksa.

Satu CD + stiker langsung saya kasih ke teman saya Toto (“meracuni” orang pakai Linux).

Domain Expired

Tidak terasa sudah setahun berlalu sejak pertama saya menyewa https://blog.tedytirta.info. Siang tadi saya mendapati blog saya tidak bisa diakses. Saya lihat dari Speed Dial (plugin-nya Firefox), tampilan blog saya berubah. Saya tahu persis tampilan seperti ini adalah tampilan parking domain :

Sial, saya kesal sekali. Dulu saya beli domain ini dari Qwords.com. Kekesalan saya kenapa saya tidak dikirimi invoice dari kemarin-kemarin. Terakhir saya buka blog saya hari Jumat pagi di Surabaya. Sejak pulang dari Surabaya kemarin, saya memang tidak buka blog saya. Jangka waktu penyewaan domain saya berakhir tanggal 30 Mei 2008. Langsung siang tadi saya transfer Rp80000,- ke rekening BCA milik Qwords.com. Setelah itu saya kontak Qwords.com lewat Yahoo Messenger. Qwords.com menyediakan layanan chat dengan salesnya untuk memudahkan pelanggannya. Saya tanya kepada sales Qwords, apakah domain tedytirta.com dapat segera diaktifkan kembali. Bagaimana pun saya bertanya, jawabannya tetap sama : hari Senin baru bisa diurus Pak, bapak teleponnya setelah jam 12 siang jadi kami baru bisa mengurus nanti hari Senin. Halah.

Saya juga komplain kenapa saya tidak dikabari dan dikirim invoice sebelumnya. Katanya mereka sudah mencoba menghubungi saya lewat telepon beberapa hari lalu tapi mereka hanya bisa bertemu mailbox. Handphone saya hampir tidak pernah mati, kalaupun mati itu kalau saya sedang di pesawat. Tetap saja saya heran, kenapa tidak kirimi saya email. Ya sudah mau diapakan lagi, saya telepon pemilik Qwords.com juga tidak ngefek. Awalnya saya coba minta nomor HP Rendy Maulana Akbar (pemilik Qwords.com) pada salesnya, si sales tidak mau memberikan nomor HP bosnya. He..he..he..dia lupa kalau nomor HP Rendy tercantum juga di invoice lama. Jawaban Rendy senada dengan salesnya, baru bisa diurus Senin depan.

Ya sudah bisa apa saya kalau sudah begini, saya tidur saja. Bangun tidur jam 20.30 saya cek lagi blog saya, eh ternyata sudah bisa diakses 😀 . Kok bisa ya? Domain saya sudah tidak expired lagi.

Update 1 Juni 2008 : pagi ini beberapa teman saya melaporkan bahwa domain saya https://blog.tedytirta.info masih belum bisa dibuka. Masih parking domain…rupanya update DNS masih butuh waktu….

Surabaya (part 4) – Ke Pasuruan

Siang tadi saya keluar dari hotel Ibis sekitar pukul 1 kurang. Saya sudah dijemput driver dari PT Yamaha Electronic Manufacturing Indonesia (YEMI). Yamaha yang ini bukan pabrik motor, tapi produsen active speaker & amplifier. YEMI berkantor di Pasuruan, perjalanan dari Surabaya ke sana ditempuh dalam waktu 1 jam. Tadi sempat lewat di tepi tanggul lumpur Lapindo (daerah Porong). Lumpurnya gak terlihat, hanya asapnya saja yang kelihatan. Ini foto tanggulnya :

Jadi ceritanya ada server tua milik YEMI (Yamaha Electronic Manufacturing Indonesia) yang tidak mau hidup. Servernya adalah Fujitsu GP 7000 model 400. Ini adalah generasi Sparc-based server sebelum generasi server Fujitsu Primepower. Setelah migrasi ke Fujitsu Primepower 450 minggu lalu, server GP 7000nya malah tidak mau hidup lagi setelah dimatikan selama beberapa hari. Mungkin ngambek karena posisinya digantikan dengan server baru. Gambarnya seperti ini nih Fujitsu GP 7000 model 400 :

Di server ini diinstal Solaris 7, proses booting berhenti ketika sistem mencari hostname dari server tersebut. Jadi saya coba boot servernya dengan menggunakan CD instalasi Solaris 7 (masih pakai CDROM servernya). Saya coba boot dengan perintah :

obp boot cdrom -sw

lalu setelah masuk ke dalam sistem, saya mount semua partisi harddisk internal dengan perintah berikut ini :

# mount /dev/dsk/c0t0d0s0 /a

Setelah cek beberapa file di dalam harddisk, saya menemukan bahwa file /etc/nodename hilang dari dalam /dev/dsk/c0t0d0s0. Astaga…rupanya cuma ini penyebabnya. Jadi saya tulis ulang file /etc/nodename. Oh ya, untuk bisa menggunakan vi (editor teks) dalam lingkungan CDROM seperti itu, saya harus menjalankan perintah ini dulu :

# TERM=sun;
# export TERM;

Perintah di atas mendefinisikan environment yang saya pakai (pakai monitor & keyboard). Kalau saya akses servernya dengan menggunakan serial console, saya harus menggunakan perintah :

# TERM=vt100;
# export TERM;

File /etc/nodename isinya adalah hostname server, dia bisa dibilang sebagai identitas server itu sendiri. Selain /etc/nodename, beberapa file yang memegang peranan dalam menentukan hostname sebuah Solaris server adalah :

  • /etc/nodename
  • /etc/hosts
  • /etc/hostname.hme0 (ini tergantung network interface mana yang dipakai)
  • /etc/net/ticlts/hosts
  • /etc/net/ticots/hosts
  • /etc/net/ticotsord/hosts
  • /etc/inet/ipnodes

Troubleshootnya gak sampai setengah jam, lama di perjalanan doank…2 jam di jalan. Balik dari Pasuruan saya sampai di Surabaya pukul 5 sore. Saya diantar sampai hotel Garden…ganti hotel ceritanya.