Ternyata di Surabaya ada lembaran US Dollar yang mendapat perlakuan khusus. Dollar dengan nomor seri berawalan : FB,FC, dan FL tidak gampang ditukar di semua money changer di Surabaya. Kabarnya dollar dengan nomor seri berawalan tersebut paling sering dipalsukan. Kabarnya sejak akhir 2005, semua bank dan money chenger di Surabaya menolak untuk menerima penukaran dollar yang bernomor seri dengan awalan FB, FC, atau FL. Kalaupun menerima, mereka akan mengenakan potongan. Selain nomor seri dengan awalan FB, FC, dan FL, beberapa nomor seri dengan awalan A,B sampai H (kalau tidak salah ingat) juga sudah tidak diterima lagi di sana. Ada-ada saja aturan macam ini. Kalau karena kuatir uangnya palsu, pakai donk scanner yang canggih supaya bisa membedakan dollar asli atau palsu. Kata si mbak pegawai ABN Amro, kalau di Jakarta atau Bali mungkin menukar dollar dengan nomor seri seperti tadi tidak akan jadi masalah.
Tadi ABN Amro Bank mengenakan potongan 0,75% saat saya ingin menukarkan selembar seratus dollar Amerika. Sial…baru tahu saya kalau ada nomor seri tertentu yang dikenakan perlakuan khusus. Sudah kena potongan 0.75%, saya masih dikenakan potongan 0.5% karena lembaran dollar tadi dianggap tidak mulus (ada bekas lipatan karena kelamaan ditaruh di dalam dompet. Memang rate penukaran mata uang di bank lebih mahal daripada di money changer. Tapi kalau dihitung-hitung, untuk menukarkan uang sebesar US$100 bedanya tidak seberapa (mungkin kalau saya menukar ribuan dollar saya akan berpikir ulang). Saya tadi memutuskan untuk menukar di ABN Amro karena letaknya persis di seberang Garden Hotel tempat saya menginap. Saya pikir kalaupun saya pergi ke money changer dan mendapat rate lebih bagus, tetap saja saya kena potongan karena nomor seri dollarnya termasuk yang di-black list. Belum berapa ongkos taksi yang harus saya bayar untuk pergi ke money changer.

Kemarin pagi saya naik taksi Bluebird dari rumah ke kantor. Seperti biasa saya pesan Bluebird lewat telepon (7941234). Sampai di gedung kantor (Wisma Kyoei Prince, Sudirman), tarif argo taksi menunjukan angka Rp27000,- (lebih sedikit sih). Saya serahkan uang Rp50000,- pada si supir. Eh ternyata sopir tadi tidak punya uang kembalian. Saya minta kembali Rp20000,- saja, tapi dia tidak pegang uang kecil. Katanya sih dari pagi semua penumpangnya membayar dengan uang pecahan besar.
