Body Mass Index

Setelah makan siang saya tidak sengaja membaca artikel di salah satu majalah tentang masalah kegemukan. Di situ cara menghitung BMI (body mass index). Body Mass Index biasa digunakan untuk mengukur keidealan berat badan seseorang. Rumusnya sederhana : berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (kg)….(hmm WordPress ini belum punya LaTeX jadi susah mau tulis persamaan matematika). Kalau sudah dapat angkanya, tinggal lihat daftar berikut ini :

  • < 18,5 : underweight
  • 18,6 – 24.9 : normal 
  • 25 – 29.9 : overweight
  • > 30 : obese

Jadi penasaran langsung saya ambil ponsel, mau hitung BMI saya. Tinggi saya 160cm, berat saya 66kg jadi BMi saya 25,7. Hore saya masuk kategori overweight =)) .

Instal Ubuntu Lagi

Seminggu kemarin saya benar-benar berhenti ngeblog. Banyak ide di kepala saya tapi malas menuliskannya ke blog, padahal sudah ada beberapa topik yang saya tulis draft-nya di komputer saya. Mungkin karena sibuk sampai-sampai rasanya malas memposting dokumen saat sampai di rumah. Seminggu kemarin saya berkutat dengan banyak flowchart dan dokumen di kantor…mungkin karena ini juga saya bosan berada di depan laptop :-p .

Sabtu lalu aktivitas saya di rumah adalah menginstal ulang Ubuntu di PC saya. Entah ini sudah jadi instalasi keberapa selama saya mengenal Ubuntu 😀 . Saya memang cepat bosan, jadi sedikit-sedikit instal ulang. Tidak hanya instal ulang Windows, sekarang juga setelah jadi pengguna GNU/Linux saya pun sering menginstal ulang walau frekuensinya jauh lebih jarang dibandingkan waktu saya menggunakan Windows. Rasanya “segar” sekali PC saya setelah Ubuntunya diinstal ulang…(gila gak sih saya :)) ) Mula-mula saya pindahkan dulu semua data ke dalam harddisk external, baru kemudian saya instal ulang Ubuntunya.

Padahal rencananya saya akan instal ulang PC setelah dapat CD Ubuntu 7.10 tapi belum dapat juga sih. Jadi sementara saya instal ulang saja dengan Ubuntu 7.04. Hmm… lihat deh screenshot desktop saya sekarang :

ubuntu reinstall

Selain bosanan, saya juga mungkin bisa dikategorikan “distro freak“, selalu ingin mencoba menggunakan distro Linux yang baru saya kenal. Jangan heran kalau notebook saya berulang kali diinstal berbagai macam distro Linux. Walaupun sebenarnya saya tahu ujung-ujungnya ya begitu-begitu saja desktopnya tapi bagi saya ini adalah hiburan yang menyenangkan. Untuk hobi saya yang satu ini sebenarnya saya bisa saja menggunakan VMWare untuk mencoba-coba berbagai distro. Tapi saya kurang sreg saja menggunakan tools yang satu ini. Saya lebih senang menyediakan sebuah partisi kosong di harddisk notebook untuk jadi tempat testing macam-macam distro.

Rata-rata yang saya coba adalah distro yang menyediakan menu grafis untuk instalasinya. Begitu-begitu saja sih instalasinya, tinggal Next, Next, setting ini itu, Next lagi, instal dan Finish. Ada satu distro yang belum saya coba yang katanya susah dan ribet untuk diinstal…Gentoo. Nanti lah kalau ada waktu senggang panjang saya coba, itu pun kalau sudah dapat source-nya.

Calibri di Ubuntu Linux

Microsoft Windows Vista sekarang punya beberapa font baru yang dijadikan default font-nya. Dua yang paling gampang saya ingat adalah Calibri dan Cambria. Calibri adalah jenis sans serif (font yang tidak punya kait) sementara Cambria adalah jenis font serif (dengan kait).

Tadi iseng mencari di Google bagaimana cara menginstal kedua macam font baru Windows Vista tersebut ke dalam GNU/Linux. Pas sekali saya menemukan link yang tepat, lihat di sini. Nah berikut ini adalah rangkuman langkah-langkah instalasinya di Ubuntu saya :

  1. Download dulu file PowerPointViewer.exe dari webnya Microsoft (di sini) untuk mendapat source font Calibri dkk.
  2. Instal package cabextract untuk membaca file *.cab (cabinet file Microsoft). Caranya dengan perintah :
    # sudo apt-get install cabextract
  3. Jalankan cabextract pada file PowerPointViewer.exe yang sudah didapat. Perintahnya adalah :
    # cabextract PowerPointViewer.exe
    # cabextract ppviewer.cab
  4. Dari perintah sebelumnya kita sudah bisa mendapat beberapa source font berupa file dengan ekstensi TTF. Pindahkan semua file tersebut ke dalam /usr/share/fonts/TTF dengan perintah berikut :
    # sudo mkdir /usr/share/fonts/TTF
    # sudo cp *TTF /usr/share/fonts/TTF
  5. Lalu jalankan perintah-perintah berikut ini :
    # sudo xset fp+ /usr/share/fonts/TTF
    # sudo xset fp rehash
    # sudo mkfontdir
    # sudo mkfontscale
    # sudo fc-cache -f -vv

Nah gampang kan….sekarang saya bisa membuka dokumen yang dibuat dengan Microsoft Office 2007 dengan Ubuntu saya tanpa harus kehilangan font-font terbarunya Microsoft tadi.

Memutar Layar

rotasi kanan

Tampilan gambar di atas bukan karena keisengan saya meng-upload gambar secara terbalik. Gambar di atas memang betul hasil tangkapan layar Ubuntu di PC saya. Tadinya layar di komputer saya seperti ini tampilannya :

GNU/Linux memang dilengkapi dengan fitur rotasi tampilan desktop seperti di atas. Saya juga baru tahu fitur ini gara-gara baca postingannya Pak Andika :-p. Di Ubuntu saya perintahnya seperti ini :

# xrandr -o right
# xrandr -o left
# xrandr -o inverted
# xrandr -o normal

Opsi -o itu untuk mengatur arah rotasi layar. Nah gambar yang pertama itu hasil perintah # xrandr -o right. Malam ini iseng saya kumat lagi, saya putar-putar lagi tampilan layar desktop Ubuntu saya. Masih belum habis kekaguman saya pada fitur ini…terkesan ndeso? Biarin yang penting keren…bisakah Windows Anda seperti ini? :-p (loh kok malah ngompor-ngomporin yang pakai Windows =)) … maaf maaf saya juga masih sering pakai Windows kok 😀 )

Bagus juga nih untuk iseng pamer di PC kantor. Sebelum meninggalkan komputer balik dulu layarnya 180 derajat dengan perintah # xrandr -o right biarkan orang lain terbingung-bingung (bingung liat PC kok terbalik tampilannya & bingung mau iseng ngintip isi desktop orang =)) )

Mailbox Telkom Flexi

Sudah cukup lama saya jadi pengguna Telkom Flexi (dulu di Bandung dulu dan sekarang di Jakarta). Ada satu fitur yang sampai sekarang belum pernah saya gunakan dari Telkom Flexi, voice mailbox-nya. Layanan pesan suara ini secara otomatis aktif bila nomor kita sedang tidak aktif atau sedang sibuk. Kalau anda pengguna Flexi atau pernah menelepon ke nomor Flexi, pasti tidak asing dengan sapaan “Mailbox Telkom Flexi, untuk meninggalkan pesan…………….”.

Pagi ini saya melihat ada tanda pesan suara di Nokia 6585 saya. Hmm…baru kali ini ada yang meninggalkan pesan suara di Flexi saya. Selama ini ponsel saya jarang mati, kalaupun mati tidak ada yang menelpon :-p ….jadi wajar kalau saya tidak pernah dapat voice message. Rupanya ini gara-gara kemarin waktu saya sakit, saya tidak sadar kalau ponsel mati kehabisan baterai & waktu sadar pun saya masih malas men-charge ponsel.

Iseng (campur penasaran siapa yang titip pesan) saya buka voice mailbox (kotak masuk pesan suara), eh ternyata saya langsung diantarkan menelepon #88 secara otomatis….redirect gitu lah bahasa kerennya. Mesin penjawab di ujung telepon meminta saya memasukkan password untuk mendengarkan pesan suara yang ada. Waduh…bingung juga, tidak pernah pakai layanan ini, merasa tidak pernah merasa memasukkan password kok dimintai password? Saya coba berbagai kombinasi nomor yang sering saya jadikan password tapi gagal. Putus asa, saya telepon 147. Untungnya kali ini operator yang menjawab bisa memberi saya solusi. Katanya saya harus memasukkan 0000 sebagai nomor PIN. Nomor 0000 adalah default password untuk mendengarkan pesan suara yang masuk ke dalam kotak suara Telkom Flexi.

Hmm…syukurlah saya jadi bisa mendengarkan pesan yang masuk. Tidak penting memang pesan-pesan yang tadi saya dengarkan, tapi rasa penasaran itu yang lebih penting untuk dipuaskan 😀