Ngantor Paling Singkat

Sudah 2 hari ini saya hanya berbaring saja di kamar..sakit euy. Badan panas, kepala pusing, pegel-pegel…begini awal ceritanya :

Kamis lalu saya tetap pergi ke kantor seperti biasa. Jam 7 pagi saya sudah sampai di kantor. Kantor masih sepi, saya sudah buka laptop lalu browsing sambil minum kopi. Sekitar jam 8 kepala mulai terasa pusing. Leher saya terasa pegal sekali. Badan juga berasa “menghangat”…persis rasanya kalau demam. Awalnya saya menduga ah mungkin ini karena AC di ruang kantor terlalu dingin. Saya pun keluar sebentar ke smoking area di lantai dasar. Sampai di bawah tetap saja badan masih berasa demam. Waduh lama-lama kok badan makin gak karuan rasanya…meriang demam, susah juga mendeskripsikan rasa tidak enak badan ini. Sampai sekarang saya gak habis pikir kok bisa cepat sekali demam itu datang.

Akhirnya saya batalkan rencana pergi ke client (tadinya saya sudah mau berangkat jam 9 pagi). Segera saya ijin pulang ke atasan saya. Untungnya atasan saya mau mengerti kalau saya benar-benar sakit. Langsung saya bereskan laptop, ambil jaket dan bergegas keluar kantor. Ingin cepat sampai rumah, saya langsung mencegat BlueBird yang melintas di depan kantor. Jam menunjukkan pukul 8.50 ketika saya di taksi. Gila juga, praktis pagi ini saya ngantor cuma 50 menit. Sakit memang tidak pernah permisi, coba kalau tadi pagi permisi dulu, pasti saya tidak perlu bangun pagi dan pergi ke kantor :-p

Perjalanan Sudirman menuju Tomang terasa lebih lama dari biasanya. Sampai di rumah, saya langsung masuk kamar dan merebahkan diri di kasur. Sekujur badan rasanya panas, kepala pun berat sekali rasanya. AC tidak saya nyalakan, saya tidur dengan berselimut berharap keringat cepat keluar dan panas badan cepat turun.

Sabtu pagi ini badan saya sudah kembali normal. Tinggal kepala yang masih sedikit pusing..ngeblog dulu ah. Oh ya selama sakit ini, saya cuma minum antibiotik, Panadol, dan minum Tolak Angin cair.

Remote Desktop Connections

Agar sebuah server dengan sistem operasi Windows Server 2003 dapat diakses melalui Remote Desktop Connections, ada salah satu hal penting yang bisa dikonfigurasi; lihat gambar berikut :

Jangan lupa memberi tanda cek pada bagian “Allow users to connect remotely to this computer”.

Sebenarnya ceritanya panjang tapi berhubung sedang gak mood menulis 🙁 , nanti saja cerita lengkapnya…

Melotot & Menangis

Tadi malam saya pergi bermain biliar di Batavia Sport di jalan Panjang Green Garden. Ini memang tempat favorit kami bermain biliar. Di beberapa sudut ruang ditempatkan televisi yang ukurannya cukup besar, mungkin 20″ atau 21″. Kami sendiri malah tidak menikmati televisi tersebut, yang menikmati malah si Mbak penjaga meja. Anda bisa menebak apa yang ditonton oleh si Mbak? Tepat kalau Anda menjawab SINETRON.

Kami bermain dari sekitar pukul 7 malam sampai pukul 10. Dan sepanjang itu pula si Mbak menikmati beberapa tayangan sinetron yang ada di salah satu stasiun televisi swasta, RCTI kalau tidak salah. Karena saya datang ke situ bukan untuk nonton televisi, saya memilih untuk bermain saja memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Poin cerita saya kali ini adalah mau mengomentari tayangan sinetron yang semalaman menghiasi layar televisi di tempat biliar tadi.

Lucunya tiap kali saya melirik ke televisi (oh ya televisinya digantung di dinding, dengan posisi lebih tinggi dari kepala kami), yang saya lihat hanya 2 macam adegan : menangis & melotot. Boleh percaya boleh tidak sepanjang malam tadi (selama kami main) ada setidaknya 3 judul sinetron yang disaksikan si Mbak penjaga meja. Masuk akal juga sebab rata-rata tayangan sinetron berdurasi 1 jam, kami bermain selama lebih kurang 3 jam maka wajar ada 3 judul sinetron yang ditampilkan. Benar-benar heran saya, kok tiap kali saya melirik ke televisi yang ada adalah adegan si tokoh menangis. Adegan menangis ini cukup mendominasi diikuti dengan mata melotot yang dipertontonkan si tokoh. Entah apa isi ceritanya kok banyak menangisnya.

Kalau Anda pecinta sinetron pasti hafal dan tahu persis kalau banyak adegan menangis dan melotot di dalam sinetron. Nah bagi Anda yang belum tahu, coba saja kapan-kapan kalau Anda punya waktu luang dan tidak punya kerjaan lain yang bermanfaat :-p coba Anda duduk manis di depan televisi sekitar pukul 7 sampai 10 malam. Jangan buka Metro TV, CNN, atau Discovery Channel tapi buka dan tonton saja stasiun televisi lokal semacam SCTV, Indosiar, RCTI, atau TPI. Saya jamin dalam waktu beberapa jam Anda akan tahu dan setuju dengan pendapat saya kalau sinetron dipenuhi dengan adegan menangis dan melotot :)) .

Saya termasuk orang yang tidak suka dengan yang namanya sinetron, adegannya kok menangis dan melotot terus. Apa tidak bisa ya membuat sinetron yang agak berbobot seperti Si Doel Anak Sekolahan misalnya. Atau mungkin memang tayangan begitu yang diminati dan dinanti-nanti pecinta sinetron di Indonesia?

Oh ya mungkin ini juga bisa jadi acuan buat para ABG (ibu-ibu juga boleh) yang berminat jadi artis sinetron : latihan dulu nangis dan biasakan diri Anda melotot…dijamin gampang dapat peran di sinetron =))

Ubuntu 7.10 – Gutsy Gibbon

Ubuntu sudah merilis versi terbarunya, Ubuntu 7.10 dengan nama kode Gutsy Gibbon. Lihat cuplikan tampilan webnya ini :

ubuntu gutsy gibbon

Baru saja saya kirim permintaan CD gratisnya di http://shipit.ubuntu.com 😀 Saya penasaran dengan penamaan versi 7.10 ini, apa sih artinya Gutsy Gibbon?

Menurut Cambridge Dictionary terjemahan kata perkatanya adalah :

gutsy (adjective) = brave and determined
gib
bon = a small long-armed ape which lives in trees in the forests of S Asia

Terjemahan bodoh-bodohannya mungkin seperti ini : monyet kecil berlengan panjang yang berani dan diperhitungkan 😀 Kalau menurut Wiki Gibbon itu artinya….baca sendiri ya di sini :-p Saya pun melihat-lihat di Google mencari tahu seperti apa sih wujud monyet yang dimaksud (gak puas dengan gambar yang ada di Wiki), saya dapat banyak sekali gambar; salah satunya adalah ini :

monyet gibbon

(gambar dipinjam dari sini).

Di Indonesia jenis monyet ini apa ya namanya? Kukang?

Back To Office

Here I’m writing this pos in the office. This morning I already came to office at 6.50 am, be the first man who arrive in office. No one at our office’s floor at that time..not even cleaning service guys. Holiday week already finished, it time to go back to the office. Jakarta already back to its normal condition, crowded street everywhere. But I think this morning Jakarta isn’t yet back to it’s really normal conditions…maybe many people still enjoyed their holiday and forgot to back to work today 😀 . I hope I can enjoy first work today after long vacations.