Kecelakaan Pesawat Di Phuket

Kemarin terjadi kecelakaan pesawat di Bandara Phuket Thailand. Pesawat dari maskapai One Two Go dengan nomor penerbangan OG 269 tersebut jatuh menghantam landasan pacu saat hendak mendarat (ada juga versi yang mengatakan pesawat tergelincir dari landasan pacu, masuk ke tanggul, sayapnya menghantam pohon, dan akhirnya badan pesawat terbelah dua lalu terbakar). Terakhir saya cek di Detik.com 88 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, dari 88 yang tewas 55 adalah warga negara asing. Empat puluh dua dikabarkan selamat. Dari total penumpang 45 adalah warga negara Thailand, 78 penumpang lainnya adalah warga negara asing. Pesawat sendiri diawaki oleh 7 orang. Pesawat yang jatuh adalah jenis MD-82. Cuaca buruk saat kejadian diduga sebagai penyebab utama kecelakaan ini.

Pagi ini saya baru tahu dari Detik.com kalau ternyata pilot pesawat tersebut adalah orang Indonesia Letkol Purnawirawan Arief Mulyadi. Turut berduka cita bagi para keluarga korban kecelakaan pesawat ini.

DHCP Restart

Di rumah saya menggunakan Speedy. Kadang Ubuntu saya sering susah mendapat IP DHCP..entah kenapa padahal sudah dapat PPP. Biasanya kalau sudah begitu saya restart modemnya dan kalau masih belum dapat IP saya restart juga servis dhcpnya. Di Ubuntu saya menggunakan perintah ini untuk mereset servis networking supaya Linux saya segera mendapat IP :

# sudo /etc/init.d/networking restart

atau ini :

# sudo /etc/init.d/networking force-reload

Biasanya sukses langsung dapat IP begitu perintah ini dijalankan. Kalau saya menggunakan Windows, cepat sekali dapat IPnya (asumsi PPP sudah dapat – kelihatan dari lampu WAN di modem ADSL saya sudah menyala). Kenapa ya Ubuntu sering begitu?

Tentang Wimode

Pintarnya Bakrie Telecom mengemas produknya. Tulisan ini gara-gara banyak orang menanyakan pada saya apa sih Wimode? Sekencang apakah Wimode? Apa Wimode itu HSDPA? Kencang mana sama 3G?

Wimode adalah salah satu produk Bakrie Telecom. Wimode adalah layanan internet via jaringan CDMA. Sebenarnya tidak ada beda koneksi internet Wimode dengan Esia (ponsel CDMA yang menggunakan ESIA sebagai providernya). Orang sering salah sangka kalau Wimode menggunakan teknologi yang lain. Padahal Wimode sendiri adalah layanan internet melalui jaringan telekomunikasi CDMA.

Jadi yang sudah punya ponsel CDMA saya rasa lebih baik mencoba menggunakannya sebagai modem daripada harus membeli lagi Wimode. Tulisan saya tentang Internet Via Handphone CDMA bisa Anda jadikan panduan untuk berinternet dengan ponsel CDMA.

Kembali lagi ke masalah pintarnya Bakrie Telecom (singkat BT aja yacape ngetiknya), yang saya sebut di atas, contoh lainnya adalah Wifone. Wifone adalah produk lain dari BT yang diposisikan sebagai telepon rumah instan. Dalam iklannya beli pesawat Wifone, langsung kring. Mungkin ada ribuan orang yang “terkecoh” dengan Wifone. Ketika tahu bahwa Wifone adalah produknya BT, ah saya langsung berpikir bahwa Wifone adalah Esia yang diberi kemasan pesawat telepon rumahan — itu loh pesawat telepon ada handled device dan ada desktop device-nya….ha..ha..ha..jadi ngakak sendiri bikin istilah ini =)) apa ya istilah tepatnya untuk pesawat telepon yang dipakai di rumah itu?

Dari awal CDMA berkembang di Indonesia, pesawat telepon bentuk rumahan juga banyak dipakai. Telkom Flexi misalnya, dipasarkan juga dalam bentuk pesawat telepon rumah. Yang menarik di sini adalah terobosan yang dibuat BT dengan mengenalkan produk yang sudah ada dengan nama lain. Mungkin respon pasar tidak akan seramai ini kalau BT memperkenalkan Esia dengan pesawat telepon rumahan. Orang kebanyakan mungkin tahunya Esia adalah SIM Card untuk ponsel CDMA. Tapi dengan mengemasnya sebagai telepon bentuk lain respon pasar akan menjadi berbeda. Apalagi kecenderungan masyarakat yang konsumtif akan cenderung menanti-nanti produk teknologi teranyar.

Baik Wifone atau Wimode sama-sama memaksa konsumen untuk membeli perangkat dan layanan dalam 1 atap. BT menyediakan perangkat yang sudah dilengkapi dengan servisnya (layanan telepon atau internetnya). Nah sekarang masalahnya kembali ke konsumen. Tinggal pilih mana pilih provider sendiri atau beli yang sudah bundled seperti itu?

Terimakasih Untuk Yang Puasa

Sudah dua hari saya selalu pulang cepat dari kantor.  HRD di kantor saya memberlakukan aturan jam kerja baru spesial di bulan puasa ini. Yang tadinya masuk pukul 8.00 sekarang masuk pukul 07.30; yang biasanya pulang pukul 17.00 sekarang bisa pulang pukul 16.00.  He..he..he…enak euy pulang cepat :D. Jam setengah 5an sore saya sudah bisa di rumah lagi. Biasanya paling tidak jam setengah 7 baru tiba di rumah. Biasanya sampai rumah langit sudah gelap sekarang masih terang sudah sampai rumah. Pokoknya enak lah….

Terimakasih kepada kalian yang berpuasa…berkat kalian saya merasakan enaknya pulang kantor lebih awal :))

IP Messenger

IP Messenger adalah sebuah program local instant messaging (digunakan dalam Local Area Network saja). Dengan program ini kita bisa “chatting” dan bertukar file dengan cepat dengan orang-orang yang berada dalam 1 LAN dengan kita. Saya sendiri kenal program ini di tempat kerja untuk bertukar dokumen/file. Praktis, kalau butuh file tinggal transfer saja via IP Messenger; daripada harus bawa USB flash disk kalau mau minta/menyerahkan dokumen 😀 Atau daripada repot harus attach dulu filenya ke dalam email.

IP Messenger kecil sekali ukurannya, hanya hitungan ratusan kilobyte (kalau tidak salah sekitar 104KB). Dengan metode broadcast, semua orang yang berada di dalam network kita dan menggunakan IP Messenger akan terdaftar. Cukup pilih siapa yang akan dituju, ketik pesan atau attach file…langsung kirim. Cepat sekali kan?

IP Messenger ini adalah aplikasi yang multiplatform, alias bisa berjalan di macam-macam sistem operasi komputer. Di rumah saya masih sedang mencoba menginstal IP Messenger di Ubuntu saya. Sekarang masih berkutat di instalasi GTK+nya dulu. Mainan baru di akhir pekan ini 😀 Sudah ada screenshot nih…

ip messenger