Mencoba IBM Lotus Symphony

IBM belum lama ini merilis IBM Lotus Symphony. Lotus Symphony adalah “aplikasi kantoran”; seperti Microsoft Office. Di dalamnya ada aplikasi pengolah kata (word processor), spreadsheet, aplikasi presentasi. Lotus Symphony dapat didownload secara gratis di sini. Ada versi untuk Windows dan juga ada versi untuk Linux yang bisa Anda download di situsnya IBM tadi. Ukuran file installer IBM Lotus Symphony untuk Windows sekitar 136 MB.

Tadi saya mencoba aplikasi ini di komputer kantor (Pentium IV 1.7GHz, memori 256 MB) dan rasanya berat sekali Lotus Symphony ini. Nanti saya coba lagi di komputer pribadi saya di rumah. Sepertinya aplikasi ini membutukan spesifikasi hardware yang cukup tinggi. Berikut adalah screenshot dari Lotus Symphony Documents :

lotus symphony

Puasa Kok Ribut

Dua berita yang membuat saya geleng-geleng pagi ini saat melihat berita di televisi. Yang pertama adalah berita tentang aksi anarkis Front Pembela Islam di Ciamis. Mereka melakukan sweeping terhadap warung makan dan minuman yang masih beroperasi di bulan puasa ini. Aksi ini diwarnai aksi anarkis dengan memecahkan kaca warung, memukuli warga yang tertangkap basah sedang berada di warung tersebut (kabarnya yang satu ini adalah preman yang kedapatan sedang teler). Terus terang saya kesal melihat aksi pengrusakan yang dilakukan grup ini.

Seorang rekan saya yang muslim pernah bercerita pada saya bahwa tidak makan dan minum selama bulan puasa adalah hanya sebagian kecil dari ibadah puasa yang sesungguhnya. Menurut rekan saya lagi, orang kadang lebih melihat puasa sebagai tidak makan dan tidak minum. Padahal jauh lebih banyak hal yang harus “dipuasakan” selama bulan puasa, mulai dari memuasakan pikiran dari hal-hal negatif, mengendalikan hawa nafsu, dll. Saya memang bukan orang yang berpuasa tapi saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan teman saya. Ada juga slogan di masyrakat kita bahwa hormatilah orang yang berpuasa. Jangan makan minum di depan orang yang berpuasa. Bagaimana dengan sebaliknya? Mengapa orang yang berpuasa tidak menghormati orang yang tidak berpuasa? Ini saya dapat waktu melihat Tukul di televisi. Ada satu pernyataan Tukul yang bagus sekali menurut saya, katanya kita yang puasa justru harus menghormati yang tidak puasa. Mengapa mereka malah mengganggu orang yang sedang berdagang? Mungkin saja kan orang yang sedang berdagang makanan itu sedang berusaha mengumpulkan uang untuk Lebaran misalnya.

Menurut saya ibadah puasa tentu baru terasa kalau di saat orang makan minum di depan Anda tapi Anda tetap bertahan menjalankan ibadah tidak makan dan minum. Kalau Anda sebatas menahan makan minum, dan melarang orang-orang makan minum, melarang orang membuka warung karena takut mengganggu orang yang puasa, dimana arti puasanya? Orang yang melarat tidak punya uang sepeser pun sering melakukannya, tidak makan dan tidak minum karena memang tidak ada uang untuk membeli makanan. Kalau memang niatnya puasa, puluhan makanan dan minuman tersaji di depan mata Anda tentu tidak akan membatalkan niat Anda berpuasa. Tolong jangan bilang kalau saya bukan muslim maka saya tidak layak membicarakan hal ini….saya menuliskan ini dari sudut pandang hati nurani. Ada yang tidak “klik” dengan logika saya melihat aksi sweeping terhadap warung-warung makan.

Yang kedua adalah demo warga Pluit menentang pembangunan jalur busway yang melintas di Pluit. Kalau tidak salah ini adalah jalur busway koridor IX. Saya sekarang jadi sering heran melihat demo semacam ini. Minggu-minggu lalu juga ada demo serupa di daerah Pondok Indah. Warga Pondok Indah menentang pembangunan jalur busway yang melintasi kawasan Pondok Indah. Warga Pluit menolak busway alasannya karena akan menimbulkan kemacetan, kesemrawutan di daerahnya, lebih-lebih dikhawatirkan akan mengundang banjir. Warga Pondok Indah beralasan bahwa pembangunan jalur busway akan menghilangkan pepohonan yang ada di sepanjang jalan Pondok Indah. Kabarnya juga jalan raya Pondok Indah itu adalah jalur pribadi yang dibangun oleh pengembang wilayah tersebut yang kemudian dihibahkan kepada Pemda DKI Jakarta. Lucunya warga Pondok Indah mengklaim lebih dari 70% penghuni Pondok Indah adalah kaum ekspatriat yang notabene bukan termasuk calon konsumen busway…lucu kan? Pemerintah sekarang seperti kehilangan wibawa di depan masyarakatnya. Masyarakat yang katanya semakin demokratis menurut saya malah sedikit kebablasan, kesannya kok mereka eksklusif.

Firefox 2.0.0.7 (part 2)

Ups…setelah upgrade dari Firefox 2.0.0.3 ke Firefox 2.0.0.7 ada sedikit masalah dengan blog ini. Plugin Browser Sniff gagal mengenali Ubuntu Linux saya (hanya dikenal sebagai Pinguin doank 🙁 ). Ini screenshot dari 2 komen sebelum dan sesudah upgrade Firefox :

Firefox 2.0.0.7 PART 2

Tapi wajar saja sih, Browser Sniff sebagai salah satu plugin WordPress favorit saya kan dibuat sebelum Firefox 2.0.0.7 rilis. Mungkin nanti Mas Priyadi akan keluarkan update plugin buatannya ini. Wajar memang tapi sebel aja liat tampilan comment sendiri jadi tidak seperti biasanya.

Firefox 2.0.0.7

Dua hari yang lalu saya mendapat komentar di blog dari Mas Lilik tentang Firefox. Menurut Mas Lilik Firefox yang berjalan di Ubuntu saya sebaiknya di-upgrade dari versi 2.0.0.3 ke versi 2.0.0.7. Versi 2.0.0.3 katanya banyak lubang keamanannya. Baru sore ini saya meng-upgrade Firefox saya, padahal sudah dua hari yang lalu saya download source-nya Firefox (download di sini). Langkah-langkah untuk meng-upgrade Firefox yang ada di Ubuntu bisa dibaca di sini. Setelah semua tahap selesai restart Firefoxnya. Saat Firefox yang baru sudah muncul cek versinya di Help-About Mozilla Firefox….akan muncul jendela seperti ini :

firefox baru

SUDO Di Windows

Di lingkungan sistem operasi Linux maupun Unix ada perintah su atau sudo untuk menjalankan perintah sebagai user root. Misalnya, untuk mengubah konfigurasi IP kita harus login sebagai root. Bila kita login ke dalam sistem sebagai user biasa, kita juga bisa mengubah IP tanpa harus keluar dulu dan login kembali sebagai root; cukup jalankan perintah :

# sudo ifconfig eth0 192.168.1.6 netmask 255.255.255.0
Password :

Sistem akan meminta kita memasukkan password root. Dengan cara seperti ini kita tidak perlu logout dulu dan login kembali sebagai root untuk menjalankan sebuah program.

Di Windows, user yang sama fungsinya dengan root adalah Administrator. User Administrator adalah user dengan hak akses paling tinggi (dia memiliki akses untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan sistem). Salah satu yang bisa dikerjakan oleh Administrator adalah menginstal sebuah program. Selama ini jika ingin menginstal sebuah program ke dalam Windows, saya harus keluar dulu dan login kembali sebagai Administrator…rasanya merepotkan. Saya berpikir enak di Unix, bisa kerja sebagai user lain tanpa harus login ulang.

Tadi saya baru tahu setelah Googling bahwa perintah yang sama dengan sudo adalah runas. Misalnya saat login sebagai user biasa, kita ingin menginstal sebuah program dengan nama contoh.exe maka melalui command prompt kita bisa menginstal program tersebut. Perintahnya seperti ini :

E:\> runas /user:Administrator contoh.exe
Enter the password for Administrator:

Pada contoh di atas saya menjalankan instaler contoh.exe sebagai Administrator. Baik di Unix maupun Linux yang lebih penting adalah kita harus tahu dulu password Administratornya atau password root 😀 Kalau tidak tahu, tidak ada gunanya kedua perintah tadi…he..he..he..