Komputer saya diisi oleh Ubuntu 7.04. Tadi sore saya iseng ingin memasang Solaris 10 versi x86 ke dalam komputer saya. Saya pernah menulis tentang Solaris 10 x86 di sini. Niatnya saya buat double boot Solaris bersama dengan Ubuntu. Ternyata saya baru tahu Solaris tidak bisa diinstal ke dalam harddisk yang mengadung file system-nya Linux (ext 3). Kecewa nih :(..eksklusif sekali Solaris ini. Jadi kalau mau main-main dengan Solaris ini paling saya harus menjalankannya di VMware, tapi itu pasti akan lebih lambat dibandingkan bila diinstal langsung ke dalam harddisk.
Author Archives: Tedy Tirtawidjaja
Gempa Jakarta Pagi Ini
Pagi ini sekitar pukul 00.00 saya mendengar penyiar radio Sonora FM 92 Jakarta mengabarkan studio mereka bergoyang akibat gempa. Saya yang hampir tidur jadi terjaga, mencoba merasakan apakah ada gempa. Tapi saya tidak merasakan apa-apa. Tidak lama penyiar yang sama memberitakan informasi baru dari BMG bahwa memang benar telah terjadi gempa bumi. Gempa ini terjadi di 75 km arah barat laut dari kota Indramayu dengan kekuatan 7 skala Richter pada pukul 00:04:58. Ukuran yang cukup besar untuk gempa bumi. Katanya Cirebon dan Bandung juga merasakan gempa yang sama. Hmm..mudah-mudahan tidak ada kerusakan dan korban akibat gempa ini.
Update :
Pusat gempa berada pada kedalaman 275km di bawah muka bumi. Inilah yang menyebabkan cakupan daerah yang merasakan getaran sangat luas. Sebagian wilayah Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan beberapa tempat di Bali juga merasakan efek gempa ini. Menurut staf BMG, gempa yang bisa dirasakan dalam radius yang jauh ini merupakan salah satu bukti bahwa sumber gempa berada pada jarak cukup dalam. Selain itu, gempa semacam ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Mengenai adanya gempa susulan, BMG tidak bisa memprediksi karena posisi Indonesia yang memang berada pada pertemuan beberapa lempeng tektonik. Jadi kemungkinan terjadi gempa memang besar, karena lempeng-lempeng bumi tersebut terus bergerak selama bumi ini masih berputar.
Statistik Blog Lama
Saya cukup senang, blog lama saya di WordPress.com masih saja ramai dibaca orang. Perharinya masih ada saja orang yang mau membaca blog itu sampai 50 pengunjung lebih perharinya. Tidak sebanyak blognya para seleb blog sih. Hari ini saya melihat statistiknya seperti berikut ini :
Sejak 21 Juli lalu saya mulai menulis di blog baru ini. Tapi, mudah-mudahan banyak artikel di blog lama saya yang bisa jadi informasi bagi orang yang membaca blog saya itu. Blog baru dengan domain saya ini, sebenarnya adalah lanjutan dari blog yang dulu. Saya sendiri masih belum tahu core utama apa yang akan saya jadikan panduan menulis di blog baru ini. Pokoknya sekarang yang penting menulis. Mungkin tidak ada topik yang pasti, semuanya campur-campur mulai dari pengalaman pribadi, pandangan saya tentangkeadaan sosial, sharing ilmu pengetahuan, dll.
Mencoba Ber-“Safari”
Safari adalah nama web browser buatan Apple yang digunakan dalam sistem operasi Mac OS X. Beberapa waktu lalu Apple meluncurkan Safari versi Windows. Apple mengklaim browser buatannya adalah browser yang mampu bekerja lebih cepat daripada browser-browser lain yang ada sekarang (Opera, IE, Firefox, dll). Tadi saya mencoba mendownload dan memasang Safari di Windows XP. Setelah Safari terinstal saya mencoba menggunakannya untuk membuka blog ini. Sebelumnya saya ingin mengatur dulu proxy sebelum mencoba Safari. Tapi ternyata menu pengaturan proxy tidak dapat digunakan (tidak bisa diklik). Lihat tampilan berikut ini :
Dengan kata lain saya tidak bisa menggunakan Safari jika sedang berada dalam jaringan yang menggunakan proxy. Padahal saya sekarang sedang berada di kantor yang menggunakan proxy. Akhirnya saya coba saja membuka blog ini tanpa mengatur proxynya terlebih dulu. Saya pikir browser ini tidak akan bisa menampilkan halaman web. Eh tapi ternyata setelah beberapa saat, browser bisa menangkap alamat blog saya. Tapi setelah cukup lama halaman blog saya tidak kunjung keluar. Lihat tampilan Safari saat mencoba blog saya ini :
Saya pun segera membuka Google mencari tahu sebabnya. Ternyata memang benar Safari versi Windows tidak menyertakan menu pengaturan proxy di dalamnya. Informasi lain yang saya dapat adalah ternyata Safari membaca pengaturan proxy yang ada di dalam Internet Explorer-nya Windows. Karena tidak pernah menggunakan IE untuk internetan, sebelumnya saya tidak pernah mengatur proxy di dalam IE. Setelah saya mengatur dulu proxy di dalam IE, barulah Safari bisa digunakan. Tapi kok rasa-rasanya masih lebih cepat Firefox kecepatan browsing internetnya. Entah lah. Nanti saya coba lagi dengan koneksi internet di rumah, karena koneksi internet yang saya gunakan di rumah tidak memerlukan pengaturan proxy terlebih dulu.
Tedy Dengan 1 “D” dan 1″Y”
Di banyak kesempatan saya melihat orang salah menuliskan nama saya. Yang cukup sering terjadi adalah kesalahan menuliskan “tedy” menjadi “teddy” (salah satu contohnya ini 😀 ). Ini belum seberapa, yang paling parah adalah kalau orang menuliskan nama saya menjadi “tedi”. Di salah satu milis yang saya ikuti pun, banyak orang yang menyebut (menulis) nama saya menjadi “teddy”. Ini lucu, karena mereka tahu alamat email saya. Di alamat email saya jelas mengandung kata “tedy” kok mereka bisa juga salah. Pernah juga saya mendaftar sebuah acara dan diminta mengisi formulir pendaftaran. Saya isi dengan benar nama saya di formulir tersebut. Tapi eh ternyata setelah daftar peserta keluar nama saya ditulis “teddy”. Biasanya saya berseloroh kalau “tedy” yang “d”nya dua itu “teddy bear” =))
Saya termasuk orang yang memperhatikan betul masalah penulisan nama seseorang. Misalnya ketika bertukar nomor handphone dan akan menyimpannya ke dalam memori, sekiranya nama orang tsb memiliki beberapa kemungkinan penulisan saya pasti akan konfirmasi dulu sebelumnya. Contoh nama yaang punya beberapa kemungkinan penulisan :
- Nama yang diakhiri dengan bunyi “i” misalnya : “budi”, “rudi”, “joni”. Saya pasti bertanya, pakai “i” atau pakai “y”. Karena mungkin saja penulisan namanya bukan seperti itu tapi seperti ini : “budy”, “rudy”, “jony”.
- Nama yang mengandung bunyi “h” di tengah-tengah; misalnya : “ahmad”, “rahmat”. Dua contoh nama tersebut punya banyak variasi penulisan; misalnya ditulis seperti ini : “akhmad”, “rakhmat”, “rachmad”.
- Nama yang diawali suku kata “su”; mislanya “sugi, sumaryadi”, “sutrisno”. Ini penting jangan-jangan yang bersangkutan masih menggunakan ejaan lama : “soegi”, “soemaryadi”, “soetrisno”.
Di antara contoh-contoh di atas, yang paling sering terjadi adalah penulisan nama dengan akhiran “i” atau “y”. Ini yang paling banyak terjadi, karena mungkin banyak nama orang yang diakhiri dengan bunyi “i”. Jadi menurut saya, hal yang mungkin bagi banyak orang dianggap sepele ini adalah suatu hal yang penting. Bahkan menurut saya, menuliskan nama orang dengan benar adalah bentuk penghargaan kepada orang tersebut.
UPDATE : nama belakang saya juga susah untuk ditulis dengan benar oleh orang lain. Makanya kalau ada yang menanyakan nama lengkap saya saya selalu bilang : ” Tedy Tirtawidjaja, pake 1 d, pake y, widjajanya pake ejaan lama dja-ja” 😀


