Vim : Copy Paste Beberapa Baris Teks

Vim (Vi IMproved) adalah CLI teks editor yang tersedia hampir di semua varian Unix. CLI maksudnya Command Line Interface. Vim diakses dari konsol/terminal. Karena berjalan di terminal, semua pengoperasiannya diatur dari keyboard. Artikel ini akan menunjukkan cara mudah untuk menyalin berberapa baris teks sekaligus saat Anda sedang menggunakan Vim.

  1. Misalnya saya sedang mengedit file smb.conf & ingin menyalin beberapa baris sekaligus seperti ditunjukkan pada gambar berikut :
  2. Pertama saya pindahkan dulu kursor ke baris pertama blok teks yang akan disalin. Di Vim pergerakkan kursor diatur dengan tombol panah atas/bawah.
  3. Masih di posisi kursor yang sama saya ketikkan mk (mark k). Dua huruf tadi digunakan untuk menandai bagian awal blok teks.
  4. Lalu saya pindahkan kursor ke baris akhir blok teks tersebut.
  5. Di baris akhir blok teks tersebut saya ketikkan y’k . Ini maksudnya salin semua baris dari tanda k sampai di baris saat ini.

    Akan muncul tulisan “8 lines yanked”, ini artinya ada 8 baris dalam blok teks tadi yang sudah siap disalin.
  6. Terakhir saya pindahkan lagi kursornya ke lokasi baru tempat saya ingin meletakkan salinan blok teks tadi. Di sana saya ketikkan pp . Ini maksudnya salinlah semua teks yang tadi sudah dipilih, ini sama dengan fungsi Paste pada Microsoft Word.

Lock Folder Dengan Password Di Mac OSX

Di Mac saya bisa mengamankan folder dengan password tanpa perlu ada tambahan software khusus. Ini mengingatkan saya pada software Folder Lock di Windows. Cukup dengan Disk Utility saya bisa memiliki folder yang terenkripsi dengan password. Folder tersebut akan dienkripsi & diubah formatnya menjadi format Disk Image (dmg).

Berikut adalah langkah-langkah mudah yang bisa Anda ikuti untuk mengamankan folder dengan bantuan Disk Utility.

  1. Untuk mengakses Disk Utility biasanya saya menggunakan Spotlight, menekan tombol ⌘ & Space lalu tinggal ketik Disk Utility & akhiri dengan tombol Enter. Ini adalah tampilan Disk Utility di Mac OSX 10.9 (Mavericks).  photo Image1-11-14at512PM_zpsf6fc9f6a.jpg
  2. Untuk memilih folder yang akan “diamankan”, klik FileNewDisk Image From Folder seperti pada contoh berikut ini : Photobucket Pictures, Images and Photos
  3. Disk Utility akan menampilkan jendela baru untuk memilih folder yang akan dienkripsi. Photobucket Pictures, Images and Photos
  4. Pada gambar di bawah ini misalnya saya ingin mengamankan folder “Important_Data” yang berada di dalam folder DATA : Photobucket Pictures, Images and Photos
  5. Pada pilihan Image Format Anda bisa memilih mode read/write bila ingin tetap bisa mengubah isi folder tadi. Bila Anda yakin tidak akan mengubah-ubah isi folder tadi selamanya, maka Anda bisa memilih mode read-only. Saya pilih read/write karena mungkin saya perlu mengubah isi folder tadi. Photobucket Pictures, Images and Photos
  6. Supaya bisa memberi password, Anda harus mengaktifkan opsi Encryption. Anda bisa memilih mode Encryptionnya 128-bit atau 256-bit, ini maksudnya tingkat kesulitan algoritma pengacakan datanya. Makin tinggi angkanya, teorinya isi datanya lebih sulit dibaca (di-hack?). Saya pilih 128bit saja karena memilih 256bit memerlukan pemrosesan CPU yang lebih lama saat ingin membuka folder tersebut. Photobucket Pictures, Images and Photos
    Bila sudah menentukan Encryption tinggal lanjutkan proses dengan klik tombol Save.
  7. Disk Utility akan segera memproses folder tadi & memberinya perlindungan dengan akses password. Disk Utility akan meminta Anda untuk memasukkan password yang ingin dipakai untuk melindungi folder tersebut. Untuk memastikan Anda benar-benar yakin dengan password tersebut, Anda akan diminta untuk memasukkan password yang sama dua kali.
     photo Image1-11-14at538PM2_zpsaec0bd00.png
    Ada indikator di bagian bawah (Password Strength) yang menunjukkan seberapa mudah ditebaknya password yang sudah dimasukkan. Anda bisa memilih untuk menyimpan password tersebut ke dalam Mac Keychain. Untuk keamanan maksimum tentu sebaiknya jangan pilih opsi ini.
  8. Perlu waktu beberapa saat bagi Disk Utility untuk membuat disk image dari folder tersebut. Nama disk image-nya sama dengan nama folder aslinya. Lamanya tergantung besarnya ukuran folder.
     photo Image1-11-14at539PM_zps00415294.png
  9. Bila sudah selesai disk image akan muncul di bagian kiri Disk Utility :
     photo Image1-11-14at539PM2_zpsf3a963da.png
  10. Anda bisa cek juga dari Finder bahwa disk image tadi sudah terbentuk sempurna. Pada contoh saya tadi, disk image-nya bernama “Important_Data.dmg”.
     photo Image1-11-14at539PM3_zps7e3b7e5a.png
  11. Sampai tahap ini Anda bisa hapus folder aslinya dan beralih menggunakan disk image tadi untuk menyimpan data. Setiap saat Anda membuka disk image, Finder akan meminta Anda memasukkan password (asumsi Anda tidak menyimpan password-nya di dalam Keychain).
     photo Image1-11-14at540PM_zpseb72d680.png
  12. Karena berbentuk disk image, saat sukses dibuka dengan password yang benar, folder tadi akan tampil seolah-olah seperti harddisk & USB flashdisk.
     photo Image1-11-14at540PM1_zps4bc82f51.jpg
    Bila sudah selesai digunakan, Anda perlu mengklik tombol ⏏ (Eject) yang ada di sisi kanan nama folder tadi.

Simpel dan tidak perlu ekstra software untuk mengunci folder.

Menyimpan Password dalam KeePassX

Sampai saat ini saya punya banyak password yang perlu saya ingat-ingat. Mulai dari password beberapa akun email, login ke banyak website, Paypal, iTunes, VPN, dsb. Memang paling gampang menggunakan 1 macam passsword untuk segala kebutuhan. Tapi cara ini kurang bijaksana & berbahaya. Karena begitu banyak password yang perlu saya hafalkan, saya kerap lupa password apa yang harus saya pakai saat login ke suatu website. Belum lagi kalau websitenya jarang saya akses, kemungkinan besar akan lupa password login-nya. Atau misalnya saat password sebuah website-nya sudah disimpan otomatis oleh web browser, sehingga saya lupa total apa password loginnya saat saya mengakses web tersebut dari komputer lain.

Saya memilih untuk menggunakan KeePassX untuk menyimpan semua password saya. KeePassX ini adalah aplikasi yang dibuat untuk menyimpan banyak password dalam sebuah database terenkripsi. Idenya adalah kita buat database password, lalu kita beri password (lagi-lagi password..hehehe…). Sehingga kita cukup mengingat-ingat 1 password untuk membuka database tersebut. Database-nya berupa 1 file dengan ekstensi *.kdb yang ukurannya tidak terlalu besar. Hmmm mungkin ukurannya bisa membengkak bila menyimpan sampai ribuan password. File database KeePass saya cuma berukuran 16KB.

KeePassX ini tersedia secara gratis untuk Mac OSX, Windows, & juga untuk Linux.

Ini contoh langkah-langkah menggunakan KeePassX di Ubuntu Linux (langkah ini sama bisa dipakai juga di Windows atau Mac OSX).

  1. Setelah membuka aplikasi KeePassX, tampilan yang muncul seperti berikut ini :Untuk mulai membuat database, klik ikon New di pojok kiri atas seperti ditunjukkan oleh tanda panah.
  2. Kita akan diminta untuk memasukkan master password untuk database baru ini :Ini langkah yang penting, jangan sampai lupa master password ini.
  3. Setelah itu kita bisa mulai memasukkan data-data password yang ingin kita simpan dalam KeePassX. Caranya tinggal klik kanan di area yang kosong atau klik ikon “Add New Entry” seperti yang ditunjukkan oleh tanda panah berikut ini :
  4. Akan muncul jendela baru seperti tampilan berikut ini :Di sini kita akan menyimpan data-data seperti misalnya username, password, URL website, keterangan, dsb.
  5. Di sebelah kanan kolom password ada ikon bergambar mata. Ikon ini dipakai untuk menampilkan/menyembunyikan password yang kita masukkan.
  6. Di sebelah kanan kolom password, ada juga ikon bertulisan Gen. Ikon ini fungsinya untuk menampilkan menu password generator. KeePassX bisa membantu kita membuatkan password yang rumit.Kita bisa memilih berapa panjang password yang diinginkan, lalu kombinasi karakter apa saja yang ingin dipakai. Tinggal klik tombol Generate untuk mendapatkan password baru. Akhiri dengan mengklik tombol OK.
  7. Bila semua data yang ingin disimpan sudah dimasukkkan, akhiri dengan menekan tombol OK pada tampilan berikut ini :
  8. Kita bisa mengulang langkah-langkah tadi untuk menyimpan semua password yang ingin kita simpan. Bila sudah selesai kita perlu menyimpan database KeePassX ini. Klik tombol Save seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini :
  9. Kita tinggal mendefinisikan nama file database ini & mengakhiri dengan menekan tombol Save :
  10. Tadi saya memilih nama mypassword, KeePassX akan otomatis menambahkan ekstensi *kdb seperti terlihat di bawah ini :

Supaya bisa diakses dari komputer & handphone, saya menyimpan database file tadi ke dalam folder-nya Dropbox. Ini contoh di Mac OSX, saya bisa akses database file tadi dari Dropbox.Saya bisa langsung membukanya dengan aplikasi KeePassX :Tentu saya perlu memasukkan master password yang tadi saya set saat membuat database-nya. Bila saya memasukkan master password yang tepat maka saya bisa mengakses isi database tadi :File database KeePass tersebut bisa dibuka juga di Android dan di IOS. Saya pakai aplikasi KeePassDroid, sementara di IOS ada aplikasi iKeepPass yang bisa membuka file database yang sudah kita buat. iKeePass di IOS perlu dibayar dengan harga $0.99.

Ini contoh saat saya mencoba mengakses database password tadi dengan menggunakan iKeePass di iPhone.

  1. Saat pertama diinstal ada database bawaan yaitu “Test database”.
  2. Untuk menambah database yang tadi ada di Dropbox, tap pada menu Setting – Databases. Lalu tap menu Add yang ada di kanan atas :
  3. Lalu kita pilih Type-nya Dropbox & pilih file database tadi :
  4. Kita bisa memasukkan master password sekarang pada kolom Password & akhiri dengan tap menu Ok :
  5. KeePassX akan melakukan sinkronisasi file database tersebut dengan Dropbox :
  6. Tidak lama kemudian KeePassX akan menampilkan isi database password :

Mirip caranya di Android saat menggunakan KeePassDroid :
KeePassDroid juga bisa mengakses database file yang disimpan dalam Dropbox :
Dengan memasukkan master password yang tepat, kita bisa membaca semua isi password yang tersimpan dalam database tadi :

Kira-kira begitu alternatif menyimpan banyak password yang saya pakai sekarang.

Sinkronisasi Data Antara 2 Mac

Sehari-hari di rumah saya bekerja menggunakan Mac mini. Namun bila pergi ke kantor atau ke tempat client, saya membawa Macbook Air. Bekerja dengan dua komputer menimbulkan masalah sinkronisasi data. Sehari-hari saya melakukan 2x sinkronisasi secara manual. Sebelum berangkat kerja saya melakukan sinkronsasi dari Mac mini ke Macbook Air dan sepulang kerja saya melakukan sinkronisasi balik dari Macbook Air & Mac mini. Repot? Resiko bekerja dengan 2 komputer yang berbeda.

 photo IMG_1899_zps3d38ea42.jpg

Saya memilih untuk menggunakan rsync untuk melakukan sinkronisasi. Perintah yang dipakai seperti berikut :

rsync -tarv --delete  ~/ORACLE-Stuff/ 192.168.10.13:~/ORACLE-Stuff/

Perintah ini dilakukan dari Macbook Air, untuk melakukan sinkronisasi ke Mac mini. Folder ORACLE-Stuff adalah tempat saya menyimpan semua berkas pekerjaan. Sementara IP 192.168.10.13 adalah IP statik Mac mini saya. Opsi --delete itu maksudnya semua berkas yang ada di Mac mini namun tidak ada di Macbook akan dihapus sebelum proses sinkronisasi berjalan. Opsi -t dipakai untuk mempertahankan modification date semua berkas yang disinkronisasi.

Memang sekarang layanan cloud sudah banyak dan mudah digunakan seperti misalnya Dropbox. Saya bisa saja menaruh semua data pekerjaan di folder Dropbox sehingga tidak perlu lagi melakukan sinkronisasi manual seperti di atas. Tapi dengan kondisi akses internet sekarang rasanya menggunakan Dropbox tidak efisien. Folder kerja saya ukurannya cukup besar, mencapai 27GB. Memang saya punya space kosong di Dropbox mencapai puluhan Gigabyte, tapi bukan itu kendala utamanya. Kendala utamanya menurut saya adalah memindahkan semuanya ke Dropbox mungkin perlu waktu berhari-hari untuk menyelesaikan proses upload & sinkronisasinya.

Balik lagi ke soal rsync tadi, daripada mengetik perintah yang sama berulang-ulang saya simpan kedua perintah tadi dalam file .bashrc di Macbook Air.

ttirtawi@macbook-air:~$ cat .bashrc 
syncmacbooktomacmini(){
    echo "    rsync -tarv --exclude=OracleLinux_6_OCCN.ova ~/ORACLE-Stuff/  192.168.10.13:~/ORACLE-Stuff/ "
    echo "Syncronize MacBook data to MacMini :"
    echo "  rsync -tarv --delete --exclude=OracleLinux_6_OCCN.ova ~/ORACLE-Stuff/ 192.168.10.13:~/ORACLE-Stuff/"
    while true; do
        read -p "Are you serious to sync MacBook to MacMini? " yn
        case $yn in
            [Yy]* ) echo "Starting to sync..."; rsync -tarv --delete --exclude=OracleLinux_6_OCCN.ova ~/ORACLE-Stuff/ 192.168.10.13:~/ORACLE-Stuff/; break;;
            [Nn]* ) exit;;
            * ) echo "Please answer yes or no.";;
        esac
    done
}

syncmacminitomacbook(){
    echo "Syncronize MacMini data to Macbook :"
    echo "  rsync -tarv --delete --exclude=OracleLinux_6_OCCN.ova  192.168.10.13:~/ORACLE-Stuff/ ~/ORACLE-Stuff/"
    while true; do
        read -p "Are you serious to sync MacMini to Macbook? " yn
        case $yn in
            [Yy]* ) echo "Starting to sync..."; rsync -tarv --delete --exclude=OracleLinux_6_OCCN.ova  192.168.10.13:~/ORACLE-Stuff/ ~/ORACLE-Stuff/; break;;
            [Nn]* ) exit;;
            * ) echo "Please answer yes or no.";;
        esac
    done
}
ttirtawi@macbook-air:~$

Jadi saya tinggal jalankan fungsi syncmacminitomacbook atau syncmacbooktomacmini, lumayan menghemat mengetik perintah rsync yang cukup panjang tadi.

Fungsi sinkronisasi tadi bisa juga saya gunakan saat saya ingin menyamakan data dari Macbook ke laptop kantor (Lenovo X220). Saya menggunakan ElementaryOS Linux di Lenovo x220, selama rsync terinstal di komputer tersebut proses sinkronisasi data jadi mudah.

Solusi lain yang lebih mudah mungkin dengan memindahkan semua data pekerjaan yang dipakai oleh beberapa komputer ke dalam external harddisk. Semua data di simpan dalam external harddisk, tinggal colok ke komputer mana saat diperlukan. Meskipun sederhana tapi saya rasa cara ini kurang efisien, malah cenderung ribet. Bagaimana dengan Anda? Apa metode Anda untuk sharing data antara beberapa komputer?

Mechanical Keyboard

Beberapa bulan lalu saya penasaran sekali dengan yang namanya “Mechanical Keyboard”. Awalnya saya penasaran setelah membaca salah satu artikel tentang kecepatan mengetik. Konon katanya menggunakan mechanical keyboard bisa membantu meningkatkan kemampuan mengetik. Entah benar atau tidak.

DasKeyboard for Mac photo DSC_1627_zps26297e18.jpg

Mechanical keyboard ini masih menggunakan switch mekanik di setiap tombolnya. Salah satu merek switch yang populer dipakai adalah Cherry MX. Cherry MX sendiri memiliki beberapa tipe : Blue, Brown, Black, dan Red. Masing-masing switch memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Blue Switch misalnya dicirikan dengan bunyinya yang cukup keras & jarak tekan yang cukup dalam dengan sensasi clicky pada tekanan tertentu. Di halaman web http://www.daskeyboard.com/blog/mechanical-keyboard-guide/ terdapat penjelasan tentang apa itu mechanical keyboard komplit dengan gambar & animasi untuk ilustrasi.

Setelah browsing banyak artikel di Internet, ternyata saya baru tahu bahwa keyboard tipe ini popular di kalangan gamers. Ada beberapa merek mechanical keyboard yang terkenal dan sering dibahas di forum-forum, misalnya Filco, Ducky, DasKeyboard, Leopold, Razer, dll. Hasil browsing tadi membuat saya tertarik untuk membeli keyboard merek Filco, merek ini mendapat cukup banyak review yang bagus. Di Kaskus ada beberapa penjual mechanical keyboard. Sayangnya tidak ada yang memiliki stok Filco Majestouch Ninja. Saya tertarik dengan tipe Majestouch Ninja karena desain tombolnya yang unik, angka/hurufnya tidak dicetak di bagian atas tombol tapi di sisi depannya. Sehingga sepintas semua tombolnya terlihat hitam semua bila dilihat dari atas.

Setelah melihat-lihat di Kaskus saya akhirnya memutuskan untuk membeli mechanical keyboard merek DasKeyboard di salah satu seller di Kaskus. Kebetulan sekali DasKeyboard punya tipe khusus untuk Mac. Saya pilih yang menggunakan Blue Switch, saya cukup penasaran tentang bunyi click-nya. Setelah dicoba ternyata benar keyboard ini cukup berisik. Saya setuju kalau ada yang berpendapat di Internet tentang ada sensasi “serius bekerja” saat mengetik dengan menggunakan keyboard yang berisik seperti ini 🙂 DasKeyboard ini cukup berisik, hampir seperti berisiknya mesin ketik.

DasKeyboard for Mac, click photo DSC_1573_zps5cfab4eb.jpg

Tag linenya cukup merepresentasikan produknya : “The mechanical keyboard that clicks”. Link di bawah ini adalah rekaman bunyi DasKeyboard saat saya gunakan mengetik :

 

Kualitas DasKeyboard ini sangat baik, kokoh & cukup berat. Untuk menyambungkan ke komputer DasKeyboard menggunakan kabel USB. Ada 2 colokan USB di ujung kabelnya. Satu untuk jalur komunikasi keyboard-nya sendiri, satu lagi untuk keperluan USB Hub karena ada 2 USB Port di sisi kanan. Dua port USB tadi bisa dipakai untuk menyambungkan mouse atau USB flash drive.

Masing-masing tombol pada mechanical keyboard dapat dilepas tutupnya. Bila tutupnya (atau dikenal dengan keycap) dilepas, kita bisa lihat tipe switch yang digunakan. Ini misalnya foto blue switch pada keyboard saya.

CherryMX Blue Switch #2 photo DSC_1591_zpsf0b9fb14.jpg

Uniknya lagi karena masing-masing keycap bisa dilepas, kita bisa menggonta-ganti keycap-nya. Pada foto berikut misalnya, saya sudah mengganti beberapa tombol dengan custom keycap merek Keycool.

Ducky & RSS Keycap photo DSC_1620_zps2b85df23.jpg

RGB Keycap photo DSC_1618_zpsea4fabb4.jpg

Aslinya tombol ⌥ (Option/Alt) di Mac keyboard berada tepat di samping tombol ⌘ (Command/Cmd). Tapi dengan susunan seperti itu di DasKeyboard ini jari kelingking saya agak sulit beradaptasi dengan tombol ⌃ (Control) yang berada jauh di kiri. Saya lebih nyaman bila tombol Control berada lebih dekat dengan tombol ⌘. Jadi saya tukar saja susunan tombol ⌥ & Control, tentu saya perlu melakukan perubahan di OSXnya juga via System Preferences -> Keyboard seperti screenshot berikut :

Mac Keyboard Modifier Keys photo mac-modifier-key_zps1a50ce35.png