Kemasan Kornet

Sama seperti tulisan sebelumnya, ini soal kemasan produk lagi. Awalnya saya heran mengapa di deretan kaleng kornet di supermarket ada kemasan plastik. Sepintas terlihat seperti kemasan bumbu instant. Ternyata itu kemasan kornet Pronas, astaga baru tahu saya kalau kornet daging sapi sekarang tersedia dalam kemasan plastik macam ini.

image

Dari kecil saya selalu lihat kemasan kornet ya kaleng, cuma beda ukuran & dan bentuk saja. Mungkin sekarang teknologi pengemasan makanan sudah makin canggih, mungkin juga strategi penetrasi pasar karena kornet kemasan plastik ini lebih murah (karena porsinya yang mini).

Kemasan Tepat Guna

Beberapa hari lalu saya perlu beli gula pasir. Mampir sebentar ke minimarket langsung ambil gula pasir merek Gulaku. Sampai rumah saya cari-cari toples untuk wadah gula…dan tidak ketemu. Ya sudah lah saya pikir nanti saja cari toplesnya, sementara ambil langsung saja dari kemasannya lalu tutup lagi dengan karet gelang. Ambil gunting untuk membuka plastik kemasan Gulaku & baru sadar kalau kemasan berwana oranye ini sudah dilengkapi tutup plastik mirip tutupnya odol.

image

Wah canggih, jadi tidak perlu repot menuangkan gula ke dalam toples, atau mencari-cari sendok gula saat membuat kopi tubruk. Benar-benar desain yang mengerti kebutuhan konsumen…khususnya konsumen macam anak kos seperti saya yang keseringan lupa di mana toples gulanya berada 😉

Posted from WordPress for Android

Kartu Perdana XL

Untuk keperluan kerja, saya perlu punya kartu XL paska bayar. Selama ini saya hanya pakai kartu prabayar dari XL saja. Tadi siang saya pergi ke XL Center Menara Rajawali untuk mendaftar sebagai pelanggan paska bayar. Ternyata untuk jadi pelanggan kartu paska bayar XL, calon pelanggan harus memiliki kartu kredit. Itu karena sistem pembayaran kartu paska bayar XL menggunakan fasilitas auto debet. Kalau istilah customer care tadi, proses langsung kring.

image

Tentu saya lantas bertanya bagaimana kalau seseorang tidak punya kartu kredit? Mau tidak mau dia harus pinjam kartu kredit ke rekan atau saudara. Orang yang kartu kreditnya dipinjam tadi, harus datang juga saat pendaftaran. Di satu sisi kebijakan ini agak menyulitkan orang yang tidak punya kartu kredit. Tapi di sisi lain ini membuat proses pendaftaran kartu paska bayar jadi lebih cepat. Dulu harus diadakan survey dulu oleh pihak operator untuk memastikan identitas calon pelanggan. Sekarang jadi lebih cepat… jam 1 saya daftar, jam 3 sore kartu saya sudah dapat digunakan.

Posted from WordPress for Android

Soal Alat Motret

Tadi siang saya ngobrol dengan 2 rekan soal motret. Topik utamanya tentang alat apa sih yang perlu dipakai supaya foto yang kita ambil bagus? Supaya tampak seperti lukisan, teman saya bilang foto pemandangan yang bagus itu terlihat seperti lukisan. Apakah perlu lensa mahal? Atau beli filter-filter dulu? Atau perlu tripod dulu?

image

Pertanyaan yang sering sekali dari orang yang baru mulai mempelajari fotografi, bagian dari proses pembelajaran. Menurut saya semuanya penting, semua alat bisa berkontribusi pada bagus jeleknya sebuah foto. Tapi adalah jauh lebih penting mempelajari & menguasai teknik memotretnya dulu; misalnya soal metering untuk mendapat eksposure yang tepat. Bahasa lainnya supaya foto kita tidak terlalu terang di bagian yang cerah dan tidak terlalu gelap sampai kehilangan detil di bagian yang kurang terang.

Salah satu guru motret saya punya statement yang cukup menggelitik : upgrade otak itu jauh lebih murah & lebih terasa hasilnya daripada upgrade alat. 😀

Posted from WordPress for Android

Speedy 1 Mbps

Ini hasil speedtest Speedy setelah upgrade ke paket unlimited 1Mbps.

image

Yang paling terasa adalah nonton video streaming di Youtube tidak putus-putus lagi. Tapi dasar manusia tidak ada puasnya, sudah dapat 1 Mbps saya masih ngimpi punya akses Internet seperti di luar negri…yang katanya bisa dipakai download sebuah DVD kurang dari 10 menit :p .