Terbalik
Pasang Server & Storage
Hari Selasa dan Rabu kemarin saya ditugaskan bos memasang Fujitsu Primepower 450 dan Fujitsu Eternus 2000 di kantornya Icon+. Icon+ kantornya terletak di kompleks gardu PLN Gandul. Bener-bener jauh tempatnya….tempat jin buang anak nih =)) . Dari kantor saya di Sudirman, saya butuh waktu hampir 1.5 jam perjalanan. Ini gambar papan nama PLN yang saya ambil saat pulang siang kemarin.
Server Primepower yang saya pasang sudah dipasangi Solaris 9 (pernah saya cerita di sini). Hari Selasa saya mounting 4 server dan 2 Eternus ke dalam rak. Berdua dengan rekan saya, Wira, pekerjaan mounting ini cukup melelahkan…berat euy servernya. Setelah terpasang ke dalam rak, tugas saya berikutnya adalah mengubah ukuran RAID group di dalam Eternus lalu menghubungkannya dengan server. Ini gambar yang saya ambil di salah satu rak :
Karena proses format disknya Eternus butuh waktu berjam-jam, hari Selasa malam saya tinggal pulang saja. Waktu juga sudah jam 8 malam lebih. Rabu pagi saya balik lagi ke PLN Gandul. Tinggal menghubungkan Eternus dengan server supaya server bisa dapat harddisk. Ini sih cepat, mulai kerja jam 11 siang, sebelum jam 1 sudah beres. Pulang deh ke kantor, sebelumnya mampir dulu di mal Cinere makan siang di sana. Belum selesai tugas saya Selasa sore kemarin. Tugas berikutnya adalah pergi ke Toyota, mengganti internal disk yang rusak di server SunFire V890. Di postingan berikutnya saja ceritanya.
Makan Besar
Malam ini saya dan rekan-rekan di kos makan-makan di Pulau Dua restoran. Pulau Dua ada di Jalan Gatot Subroto, berada di dekat gedung DPR MPR. Ini foto saya setelah menghabiskan banyak makanan malam ini ;)) :
Kami berenam ceritanya ditraktir Edi rekan saya, katanya Edi baru dapat project besar..(he..he..he..thanks to Edi, good luck with your next project). Berenam kami pesan sup kepiting hisit asparagus, kepiting saus pedas, ayam goreng khas Pulau Dua, udang bakar, udang asam manis, gurami goreng kering, kangkung cah sapi, buncis cah (lupa dimasak apa buncisnya). Pelayannya senyum-senyum saja saat kami memesan begitu banyak makanan. Saking herannya sampai si mas pelayan tadi bertanya : ini mau porsi besar semua? 😀 mungkin mas pelayan tadi mikir ini orang kelaparan atau kesurupan =)) Foto di atas diambil saat kami sudah selesai makan, piring saya penuh kulit kepiting & udang; lihat di sampingnya : ada 1 piring yang juga penuh sisa makanan saya :-p
Pulau Dua tempatnya memang asik untuk kumpul-kumpul. Saung-saung yang menghadap danau cukup menyenangkan kalau dijadikan tempat ngobrol. Makanan di sana sebenarnya tidak terlalu spesial. Dari sekian menu yang disajikan yang menurut saya enak adalah ayam goreng khas Pulau Dua dan udang bakarnya. Yang tidak enak adalah kangkung cah sapi….datar sekali rasanya. Minuman yang kami pesan pun tidak seperti yang diharapkan. Pesan fresh orange juice dan jus jambu, minuman yang datang kok rasanya sepertinya jus botolan merek Berry. Eh tapi Berry juga jus asli kan ya?
Jakarta masih diguyur hujan terus sedari sore tadi. Saya datang ke rumah terlambat. Pulang dari Siemens jam hampir setengah tujuh. Setelah mengantarkan rekan kantor saya dulu, Bluebird yang saya tumpangi saya suruh ngebut sampai rumah. Hujan makin deras. Rencana awal kami semua mau pergi makan malam pukul setengah 8. Eh akhirnya baru jam 8 kami berangkat. Tidak semua rekan kos bisa ikut makan-makan. Ada yang belum pulang dari kantor, ada juga yang ditelepon bosnya untuk ikutan meeting mendadak. Padahal awalnya kami sudah siapkan rencana ini jauh-jauh hari sebelum hari ini. Ya memang sudah mengumpulkan banyak orang apalagi yang semuanya punya kesibukan masing-masing. Dari sore saya sudah lapar, jadi harap maklum kalau malam ini saya makan banyak :-p Once again, thanks Mr Edi for your treat.
Nikon Coolpix L14
Introducing my new camera…..Nikon Coolpix L14.
(above photo is courtesy of Letsgodigital.org)
Last Saturday, finally I bought this camera. Since decide to buy a new digital camera, I got stuck with several choices. There are several Nikon camera that being candidate for me. Nikon Coolpix L14, L15, and P50. So confuse to pick one of those things. Why Nikon be my choise? Because I’ve some experiences with Nikon, and I was satisfied with Nikon’s image quality.
I decided to skip Nikon Coolpix L15 and P50 from the list because some reason. L15 didn’t have good review from many site that I’ve read before. P50 was my target but what a pity, Coolpix P50 didn’t use AA battery. I think AA battery has main advantage…portability. We can buy AA battery in many stores, so we havenot be affraid to lose camera power for example in the middle of journey.
Nikon Coolpix L14 has many good review and it’s cheap enough. I bought this one and I also bought SanDisk Ultra II 1GB storage, 1 AA rechargeable battery (including charger), and 1 Lowerpro bags. It’s about two millions rupiahs I’ve must pay for all those things. Until now I’ve satisfied with L14 photo result. The lack is in the LCD, it’s not clearly enough to display the photo result. But after see the photo in my notebook, it’s produced very sharp images.
Thanks to Budy for help me decide to buy this gadget….






