Minggu Kerja atau Libur ya?

Ini cerita lain saya tentang kerja di hari libur. Sebenarnya Minggu itu harusnya kerja atau gak sih?

Kemarin saya tidak sempat mengupdate blog ini untuk cerita soal kerja di hari Minggu. Berangkat pagi dari rumah jam 7.30, saya baru pulang lagi ke rumah setengah 11 malam. Nguantuknya…terakumulasi deh kekurangan tidur saya dua hari ini. Minggu pagi kemarin saya berangkat ke Bintaro dengan menumpang mobil kantor. Kali ini saya berangkat ke Bank Niaga. Minggu kemarin cuaca kurang bersahabat…gerimis terus. Pulangnya pun demikian.

libur kerja lagi

Di sana pekerjaan saya adalah memindahkan data dari 2 buah Fujitsu Eternus 4000. Ceritanya Bank Niaga baru saja membeli beberapa buah server Fujitsu Primepower (seri 650 & 250) dan juga membeli storage Eternus 4000. Karena keterlambatan order, Eternus 4000 yang dipesan datang terlambat dari jadwal pemasangan. Mereka terpaksa melakukan implementasi database di Eternus 4000 pinjaman dari kantor saya. Setelah Eternus barunya datang, kami terpaksa harus membantu mereka memindahkan data-datanya.

Eternus pengganti sudah dipasangkan ke dalam rak oleh rekan saya, Manggar. Tugas saya kemarin cuma memindahkan data dari Eternus lama ke Eternus baru. Kedua Eternus sudah dikenali oleh server. Untuk menyalin data dari Eternus lama ke Eternus baru saya menggunakan perintah ufsdump dan ufsrestore. Lihat script yang saya buat untuk mempermudah proses migrasi tadi :

migrasi data

Proses menyalin data yang besarnya kurang lebih 200GB ini butuh waktu kurang lebih 2 jam. Setelah dua Eternus memiliki data yang sama, engineer Bank Niaga memeriksa integritas data dan memeriksa apakah aplikasi mereka bisa berjalan dengan normal. Setelah mereka selesai, pekerjaan saya berikutnya adalah mematikan Eternus lama, memindahkan kabel fiber optic-nya ke Eternus baru. Dengan demikian Eternus baru sekarang terhubung melalui 2 buah kabel fiber. Setelah saya set beberapa parameter di Eternus baru dan di SAN Switchnya, sekarang server mengenali Eternus baru sebagai 2 disk yang berbeda….tinggal diset multipathing-nya.

Kemarin saya sebenarnya banyak bengong karena pekerjaan saya tertunda oleh pekerjaan tim aplikasi/database Bank Niaga. Mereka masih mengerjakan aplikasinya, jadi saya terhambat melakukan migrasi data. Banyak bengong tapi disuguhi makanan sih…jadi banyak maklumnya nih ;)) Datang jam 9, saya baru bisa mulai proses migrasi jam 2 siang. Pekerjaan saya beres hampir jam setengah 10 malam. Kepala saya sudah senut-senut saat itu. Heran ya…duduk saja seharian bisa bikin kepala senut-senut. Diantarkan mobil kantor, saya sampai di rumah sekitar setengah 11…thanks to Pak Djaini yang standby mengantarkan saya pulang.

Kerja Malam Lagi

Sudah lama saya tidak pergi kerja malam hari. Tadi saya baru saja pulang dari sedikit pekerjaan di kantor Telkom Semanggi. Ada penggantian memori di server Fujitsu Primepower 1500. Mesin besar ini milik Telkomsel, fungsinya untuk mengontrol pemakaian pulsa dan tagihan bulanan para pelanggan Telkomsel.

Dulu di kantor sebelumnya, saya sering sekali pergi kerja malam hari. Itu rutin 3 bulan sekali, belum tambahan kerjaan lain-lain. Satu minggu bisa berturut-turut kerja dini hari. Biasanya yang paling sering adalah saat ada pekerjaan maintenance frame relay. Di kantor sekarang, tidak ada jadwal rutin kerja lembur. Dulu saja saat implementasi server di Toyota saya sering pulang malam. Kalau sekarang kerja lembur paling kalau ada masalah penggantian spare part server pada mesin-mesin critical saja. Atau kalau instalasi dari sore belum selesai sampai malam.

Dulu di kantor lama pun, saya sempat senang kerja malam karena dengan begitu saya tidak perlu ngantor normal. Gimana mau ngantor normal, lah orang normal berangkat kerja saya baru sampai rumah :)) Enak kan, tidak terbelenggu aturan jam kerja kantor. Pulang pagi, tidur, bangun siang di rumah bisa santai gak perlu ke kantor (meskipun bos saya dulu sering minta saya ngantor siang…cuekin aja :-p ). Gara-gara hal ini saya pun jadi kecanduan biliar. Loh apa hubungannya dengan biliar? Karena siang di rumah nganggur, saya main biliar…gitu loh hubungannya ;))

Sekarang saya jadi sedikit lupa bagaimana enaknya kerja malam. Jadi memang kebiasaan itu bisa mempengaruhi perilaku. Tapi pada dasarnya saya memang orang yang lebih senang pergi-pergi daripada kerja dengan terbelenggu aturan jam kantor. Meskipun faktanya di kantor pun tidak jarang bengong kurang kerjaan. Makanya saya lebih senang kalau saya sudah tahu apa yang akan saya lakukan besok. Misal : besok ganti memori di kantor A atau besok pasang kabel network di kantor B. Kalau sudah jelas kan enak, saya bisa berangkat langsung dari rumah ke kantor A atau B. Pagi bisa bangun agak siangan, tidak perlu melek pagi-pagi supaya tidak terlambat absen kantor. Ah dasar karyawan malas…..=))

Bagaimana dengan Anda? Lebih senang kerja siang atau kerja malam?

Linux Backup Script

Di bawah ini adalah script untuk proses backup sehari-hari server kami di kantor :

script backup

Script di atas dibuat untuk mengotomatisasi proses backup file server yang dipakai oleh kami yang ada di tim UNIX. Server ini sebenarnya PC Fujitsu Deskpower yang dijadikan file server dengan OpenSUSE 10.3 sebagai sistem operasinya. Sebenarnya ada beberapa Fujitsu Primepower server yang bisa dipakai. Cuma entah mengapa bos saya memutuskan untuk menggunakan desktop ini sebagai file server. Dulu saya dan rekan saya, Ramdhan, yang menginstal OpenSUSEnya. Lalu saya yang mengkonfigurasi Samba supaya kami yang sehari-hari menggunakan Windows di notebook bisa dengan mudah mengakses file server tadi.

Setelah file yang ditaruh semakin banyak, jadi timbul kebutuhan untuk mengamankan data-data yang ada. Saya lalu memanfaatkan sebuah Fujitsu Primepower 450 sebagai NFS server untuk menjadi tempat menaruh backup-nya. Supaya gampang saya menggunakan perintah tar untuk melakukan backup. Supaya proses backup-nya otomatis, maka saya buatkan script di atas lalu saya daftarkan di crontab OpenSUSE. Saya jadwalkan proses backup berjalan jam 8 malam. Benar-benar script bodoh-bodohan untuk membuat pekerjaan backup jadi otomatis :)) Script itu saya buat di sela-sela pekerjaan saya yang lain. Lumayan lah, saya puas dengan hasilnya. Puasnya karena saya jadi terpacu untuk belajar bash scripting lagi 😀

Awalnya saya hanya buat script untuk mem-backup saja. Tapi dipikir-pikir bisa penuh lama-lama NFS server-nya. Maka saya tambahkan script untuk membatasi jumlah backup file hanya 3 hari ke belakang saja. Sudah beberapa minggu ini saya pantau terus hasilnya tiap pagi saat datang kantor. Memeriksa apakah backup sudah sukses semalam. Satu bagian yang kurang, membuat script ini mengirimkan email ke saya secara otomatis untuk melaporkan hasil proses backup tiap malam. Ini tentu akan memudahkan saya untuk memantau hasil backup, tinggal lihat email report-nya saja.

Ke Kedutaan

Hari ini saya pergi ke kedutaan Jerman mengurus visa. Katanya saya akan dikirim training ke Jerman oleh kantor. Ini pertama kalinya saya masuk gedung kedutaan asing. Kedutaan Besar Jerman itu letaknya di Jalan Jend.Sudirman tepat di samping hotel Mandarin Oriental. Benar-benar ketat pemeriksaan keamanan di sana. Baru datang di gerbang depan saja sudah ditanyai mana paspornya. Lalu di pos satpam diminta mengeluarkan semua barang yang ada di saku. Ponsel pun harus dititipkan di pos satpam. Kita (saya dan rekan kantor) diberi 1 loker untuk menaruh ponsel-ponsel kita.

Tapi sayang visa belum bisa diajukan karena ada dokumen yang masih kurang. Surat pengantar dari kantor yang belum dibuat….sialan, padahal di webnya kedutaan besar Jerman tidak disebutkan harus menyertakan surat pengantar dari kantor. Yang dicantumkan di sana hanya formulir pengajuan visa, paspor, foto berwarna, tiket (order booking-nya), asuransi perjalanan, & dalam kasus saya surat undangan dari tempat penyelenggara training. Ya sudah terpaksa balik lagi ke kantor, besok kembali lagi. Pelayanan visa di kedutaan besar Jerman ini dibuka sampai jam setengah 12 siang saja, jadi tidak mungkin balik lagi hari ini juga.

KBBI Online

Saya baru tahu kalau ternyata Pusat Bahasa membuat versi online dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Anda dapat lihat versi online kamus yang tebalnya minta ampun tersebut di : http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php

Saya tidak tahu apakah versi online ini sudah mencakup semua entri yang ada di versi cetaknya. Tapi lumayan sajalah kalaupun memang belum lengkap. Sekarang tinggal tunggu versi CDnya :)) …jadi keren kan macam Cambridge Dictionary yang bagus sekali CD instalasinya.

KBBI Online

Contoh di atas adalah salah satu keisengan saya mencoba KBBI online ini. Penjelasan yang aneh tentang mouseeh salah…tetikus maksudnya 🙁 .