Gagal Mounting Partisi Windows

Saya sehari-hari menggunakan Windows XP di dalam notebook untuk urusan kantor. Tapi saya juga menginstal Ubuntu Linux juga di dalam notebook ini. Kalau saya menggunakan Ubuntu, semua partisi Windows saya mount read write ke dengan bantuan paket ntfs-3g. Supaya tiap kali boot ke dalam Ubuntu semua partisi Windows saya ter-mount (apa bahasa Indonesianya ya?), maka saya daftarkan ke dalam file /etc/fstab. Dengan demikian semua partisi otomatis ter-mount.Hari ini saya baru tahu kalau Ubuntu tidak mau melakukan mount pada partisi Windows jika Windows berada dalam mode hibernate. Awalnya saya heran mengapa ketika saya menyalakan notebook dan masuk ke dalam Ubuntu, partisi Windowsnya tidak otomatis ter-mounting. Ketika saya mount secara manual, saya malah tidak bisa masuk ke dalam mount point-nya. Pesan erornya adalah Permission denied. Aneh.

Saya berpikir jangan-jangan karena tadi saya mematikan komputer (ketika sedang menggunakan Windows) dengan cara hibernate. Jadi saya coba untuk masuk lagi ke dalam Windows lalu melakukan shutdown secara baik-baik. Ah ternyata benar dugaan saya. Setelah restart dan masuk lagi ke Ubuntu, semua partisinya Windows bisa ter-mount lagi secara otomatis.

Jadi kesimpulan sementara adalah partisi ntfs yang masih berada dalam mode hibernate tidak bisa di-mount oleh Linux. Masuk akal juga sih, hibernate kan menyimpan semua kondisi yang aktif sesaat sebelum Windows dimatikan (program yang sedang jalan, dokumen yang belum disimpan, dll). Kalau partisi lain melakukan mounting bisa-bisa semua yang sedang disimpan tersebut hilang (data corrupt??) dan proses berarti proses hibernate-nya gagal.

Tapi saya tidak tahu persisnya bagaimana proses hibernate Windows memberi peringatan kepada aplikasi lain yang ingin melakukan mounting. Maksud saya kok Linux bisa tahu ya bahwa partisi tersebut sedang digunakan oleh aplikasi lain? Ada yang bisa beri pencerahan?

Pulang Kampung

Jumat kemarin saya pulang ke Cirebon. Sudah cukup lama saya tidak pulang ke rumah di Cirebon. Kemarin nebeng rekan saya Edi yang mau pulang ke Jawa Tengah. Dari Jakarta kami berangkat pukul 4 pagi; tiba di Cirebon pukul 7 pagi. Langsung cari sarapan nasi jamblang 😀 sayang warung nasi Jamblang Mang Doel masih tutup (libur 3 hari katanya). Jadi kami makan di warung nasi Jamblang di depan Mal Grage. Cuaca Cirebon sedang tidak terlalu panas. Kemarin ketika saya datang rupanya baru turun hujan. Sore harinya pun turun hujan lagi. Tapi sayang Sabtu ini belum turun hujan lagi.

Ngomong-ngomong saya sedang kesulitan internet nih, berinternet dengan Telkomnet Instan. Di sini Telkomnet Instannya terasa lebih lambat daripada di Jakarta. Mungkin karena kos saya di Jakarta letaknya dekat dengan kantor Telkom Jakarta Barat kali ya. Di Jakarta pun saya menggunakan Telkomnet Instan kalau kepepet saja, misalnya saat Speedy sedang bermasalah.

Selain bermasalah dengan akses internet, Flexi saya pun ikut-ikutan menambah masalah. Dari sejak saya datang sampai sekarang Flexi Combo tidak aktif. Bosan saya menelepon 147 minta tolong supaya Flexi Combonya diaktifkan. Katanya sih banyak sekali yang menggunakan Combo saat ini. Hmm…masuk akal juga sih musim liburan seperti ini banyak yang pulang atau berkunjung ke Cirebon; dan dari sekian banyak orang tersebut banyak juga rupanya yang menggunakan Telkom Flexi.

Ada satu tulisan saya yang ingin saya upload ke blog ini. Tulisan itu adalah tutorial singkat bagaimana mengatur komputer ber-wifi untuk saling bertukar data. Sayang tulisan saya dalam format PDF itu terlalu besar untuk diupload via Telkomnet Instan. Padahal ukurannya cuma 1.3 MB…ah kalau di Jakarta pasti sudah wus wus wus upload langsung. Nantilah secepatnya saya taruh di blog ini tutorial tadi.

Libur Panjang Lagi

Mulai besok saya libur sampai tahun depan 🙂 Tanggal 27 dan 28 Desember sebenarnya kantor tetap beroperasi, tapi saya ambil cuti di dua hari tersebut. Jadi bisa terus libur sampai tahun 2008 nanti..potong jatah cuti juga nih waktu libur cuti bersama nanti.

Ah sayang malam ini saya masih berkutat di kantor client, padahal siang tadi saya sudah berharap bisa pulang ke rumah lebih cepat. Sore ini saya memasang storage lagi di Lembaga Sandi Negara di daerah Ragunan Jakarta Selatan. Seperti cerita saya tempo hari tentang Semarang, kali ini storage yang saya pasang pun mirip seperti di Semarang : Fujitsu Eternus 4000 model 300.

Dari siang saya belum pulang lagi ke kantor. Storage sukses dipasang dan dinyalakan sekitar pukul 6…Sekarang tinggal menunggu rekan saya menyeting blade server yang akan dihubungkan ke storage. Sore ini di daerah Ragunan, Cilandak hujan turun cukup deras. Beberapa jalan di Cilandak juga digenangi air. Tadi sempat makan siang dulu di Cilandak Mall. Heu…lama euy yang sedang utak-atik server. Begini nih gak enaknya kalau server-nya bukan Unix server (kalau Unix server kan pasti saya yang kerjakan :-p ) Ya sudah lah…sabar menanti sambil ngeblog dulu..

Update : pulang malam nih akhirnya, jam 1.30 pagi saya baru sampai kos 🙁

22-06 KHL

Katanya di beberapa wilayah ibukota sekarang ada rambu lalu lintas yang bunyinya “22-06 KHL” (diletakkan setelah nama jalan yang ditunjukkan oleh rambu tersebut). Jujur saya baru dengar tentang rambu semacam ini, itupun karena membaca Detik.com hari ini. Saya memang belum pernah melihat rambu seperti itu. Tapi saya pasti akan bingung kalau sampai membaca rambu yang tidak informatif tersebut. Rupanya “22-06 KHL” artinya pukul 22.00 sampai pukul 06.00 kecuali hari libur. Entah apa maksudnya pihak terkait (Dinas Perhubungan sepertinya) membiarkan/mengeluarkan rambu lalu-lintas yang tidak jelas seperti itu. Sengaja menjaring banyak pelanggar kah?