Sulit sekali mencari tempat biliar di Semarang. Orang pertama yang saya tanya tentang lokasi tempat biliar adalah resepsionis hotel, sayang dia tidak tahu. Keluar hotel saya memilih naik taksi. Sopir taksi pun kebingungan mencarikan saya tempat biliar. Menurutnya di Semarang memang sedikit sekali tempat hiburan, diskotik pun katanya cuma 1. Si sopir awalnya cuma tahu 2 tempat, satu di jalan Diponegoro satu lagi di jalan Depok. Edan…ternyata dua-duanya sudah tutup, bangkrut. Entah saya yang di-“kadal”-i oleh si sopir atau memang benar begitu keadaannya.
Sebenarnya tadi waktu melintas di Simpang Lima saya melihat tulisan “pool” di E-plasa, jadi saya memutuskan untuk mencoba ke sana. Balik lagi ke Simpang Lima, bayar taksi, langsung naik ke kafe tadi. Di pintu bertemu petugas sekuriti, dan katanya tempat biliarnya sudah tidak ada :(( Untungnya Bapak tadi baik memberitahu saya kalau ada tempat biliar di atas gedung Ramayana yang letaknya masih di kawasan Simpang Lima, tidak jauh dari cafe tersebut. Jalan lah saya menuju Ramayana.
Di dalam Ramayana saya sudah melihat beberapa papan petujuk lokasi pool house yang namanya “Side Pocket”. Akhirnya saya main di Side Pocket yang berada di lantai 5 gedung Ramayana Simpang Lima. Gedung berlantai lima tidak ada lift :(, eskalator pun hanya berfungsi sampai lantai 4; sisanya naik tangga eskalator mati. Tempatnya cukup luas, mejanya cukup banyak, lakennya cukup licin. Sayang tidak bawa cue stick sendiri. Saya sendirian bermain dari jam setengah 9 sampai jam 10…main 9 ball sendirian. Satu setengah jam bermain kurang lebih 15 frame sendirian…cukup membuat badan berkeringat walaupun AC cukup dingin. Di sini tarif per jam untuk tiap meja cuma Rp 17000,-.
Jam 10 saya pulang. Berjalan kaki menyusuri Simpang Lima, mencari taksi yang sedang mangkal. Dapat taksinya di depan Pizza Hut. Murahnya naik taksi di sini, dari Simpang Lima ke Santika tidak sampai Rp6000,- Ya segitu lah secuplik cerita saya mencari-cari tempat biliar di Semarang malam tadi :D.