Semarang part 2

Ah selesai juga pekerjaan saya hari ini..lega rasanya. Tinggal menikmati waktu di Semarang sampai terbang kembali ke Jakarta besok sore :D. Datang di lokasi pagi ini jam 10 lebih, saya langsung mengerjakan sisa pekerjaan kemarin. Tidak ada pekerjaan fisik lagi hari ini. Server dan storage sudah di rak. Keduanya sudah terhubung melalui SAN Switch. Konfigurasi semuanya bisa dilakukan dengan duduk santai menghadapi notebook (enak kerja begini daripada angkat-angkat seperti kemarin…he..he..he..).

SAN Switch adalah sebuah switch yang memiliki port fibre optic yang berfungsi untuk menghubungkan 1 atau beberapa storage dengan 1 atau lebih server...SAN itu maksudnya Storage Area Network. Koneksi server/storage ke SAN switch menggunakan kabel fiber optic. Eh storage itu maksudnya kumpulan harddisk yang dikendalikan oleh 1 atau lebih controller. Server pasti Anda sudah tahu…ya betul…komputer; jadi sebenarnya simpel kan pekerjaan saya, menambah harddisk pada komputer =))

Semua volume sudah siap di sisi server, setting sedikit di SAN Switch, lakukan konfigurasi di server supaya mengenali volume yang dibuat di storage, jalankan setting multipath pada server dan selesai. Server sekarang memiliki tambahan eksternal harddisk dari storage. Setelah target pekerjaan selesai saya lalu mengerjakan user acceptance test (UAT) bersama dengan Pak Djainul (person in charge dari Icon+). UAT adalah dokumen yang isinya adalah beberapa check list yang harus diisi oleh client untuk membuktikan bahwa semua barang sudah diantarkan dalam keadaan baik, semua hardware dalam keadaan normal, dan semua konfigurasi sudah benar. Dokumen UAT tersebut saya buat buat Jumat malam kemarin…tinggal nyontek UAT yang sudah pernah dibuat rekan saya sebenarnya :-p.

Sambil mengisi UAT, saya juga sedikit transfer knowledge tentang server dan storage yang sedang dites. Semuanya beres sekitar pukul 3 sore. Mohon maaf bagi Pak Djainul, mas Lukman, dan mas Andre yang terpaksa menemani saya, libur akhir pekan kalian jadi terganggu. See you all next time 🙂

Semarang part 1

Kemarin pagi saya berangkat dari Jakarta ke Semarang. Berangkat pukul 7.40 dengan GA232, saya sampai di Semarang pukul 8.30. Seperti biasa keberangkatan kali ini juga untuk pekerjaan kantor; memasang server dan storage (Fujisu Primepower 450 & Fujitsu Eternus 4000). Menyebalkan memang pergi untuk urusan kantor di weekend seperti ini. Berangkat Sabtu pagi membuat saya harus sudah bangun jam 5 pagi supaya tidak ketinggalan pesawat. Padahal semalam saya baru tidur pukul 1 dini hari karena main biliar (salah sendiri ya main biliar padahal besok mau keluar kota :-p )

Sabtu ini saya bekerja di kantor client (kali ini clientnya adalah PT Icon+..salah satu anak perusahaan PLN yang bergerak dibidang IT) seharian penuh, karena itu saya jadi tidak ada waktu untuk meng-update blog ini. Sampai di hotel sudah malam, badan lelah jadi langsung mandi dan merebahkan diri di kasur.

Pagi ini jam 6 saya sudah bangun lagi, tidak tenang rasanya tidur karena masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan malam kemarin. Minggu pagi ini saya sudah harus ke kantor client lagi untuk meneruskan konfigurasi yang belum selesai. Kemarin pekerjaan saya memasang server dan storage ke dalam rak, tinggal tahap konfigurasinya saja yang belum selesai.

Mudah-mudahan hari ini pekerjaan saya lancar dan sebelum sore hari saya sudah bisa balik lagi ke hotel. Mata masih mengantuk dan badan masih pegal-pegal gara-gara kemarin angkat-angkat server dan storage yang beratnya “wuaduh”. Untung kemarin saya dibantu oleh beberapa rekan dari Icon+ yang cukup friendly dan mau bantu saya melakukan pekerjaan yang berat-berat..ya itu tadi angkat server dan storage. Wish me luck biar saya bisa cepat membereskan pekerjaan saya. Nanti saya pasti update lagi blog ini untuk menyambung cerita yang belum selesai ini.

Oh ya tulisan ini di-posting di kantor Icon+ dengan memanfaatkan wireless access-nya :-p

Speedy & 147

Dari Senin lalu sampai tadi malam Speedy saya masih belum online juga. Entah masalahnya di mana. Di modem saya? Ah kayanya gak mungkin…saya tidak merasa pernah mengubah-ubah setting modem kok. Di komputer saya? Ah saya juga gak yakin. Senin malam saya telepon 147 mengadukan masalah ini. Saat menelepon saya tidak berharap mendapat solusi dari si customer service yang menerima panggilan saya. Saya cuma mau tahu apakah jaringan Telkom sedang ada gangguan. Kalau iya kapan beresnya?

Selasa pagi ada teknisi Telkom menelepon saya & menanyakan bagaimana kabar Speedy saya. Hmm…saya sudah di kantor nih Mas; Speedy saya masih sama…sama matinya. Saya hargai niatnya mau datang ke tempat saya, tapi gimana donk? Lah saya kan di kantor; pulang malam, kapan ketemunya kapan beresnya?

Tadi malam saya telepon lagi 147. Jawabannya tidak jauh berbeda dari kesempatan-kesempatan sebelumnya kalau saya menelepon 147. Standar, sesuai prosedur, runtut, dan tidak menyelesaikan masalah….(iya lah customer service kok wajar lah; dia kan bukan teknisi…saya ngerti itu).

Ini contoh beberapa jawaban dan pertanyaan yang seringkali saya terima kalau saya komplain masalah Speedy ke 147 :

  • Bapak sudah coba reset modemnya?

    Sudah berkali-kali Mas..kalau solusinya reset saja saya pun sudah tahu.

  • Bapak sudah coba restart komputernya?

    Sudah berkali-kali Mas..kalau solusinya restart saja saya juga sudah tahu.

  • Lampu modemnya gimana Pak nyala tidak?
  • Bapak set IPnya berapa?

Kan tadi saya sudah bilang, saya pakai DHCP…automatic gitu loh.

  • Bapak dapat IP berapa?

    Gak dapat IP publik Mas..cuma dapat IP private dari modemnya (192.168.1.2).

  • Bapak bisa ping ke 202.134.0.155 gak?

    Network beda kok mau nge-ping ke sana…mana bisa?

  • Tapi Speedy Bapak di sini kelihatan baik-baik saja Pak…

    So what kalau di sana baik-baik saja? lah saya yang pakai gak bisa connect kok…

  • Ada nomor telepon yang bisa dihubungi?

Menyebalkan…Speedy saya sampai malam tadi belum berfungsi lagi 🙁

Sore Lancar Jakarta

sore ini saat pulang kantor saya perhatikan jalanan di beberapa lokasi di Jakarta cukup lengang dibandingkan hari-hari biasanya. Sudirman dari HI menuju Semanggi lancar, padahal biasanya ampun macetnya.Arah sebaliknya dari Semanggi menuju HI memang biasanya juga tidak terlalu padat, jadi tidak terlalu bagus untuk perbandingan. Tanah Abang menuju Tomang pun sekarang lancar. Di underpass Tanah Abang dari Cideng menuju Casablanca juga lancar (ini biasanya padat). Yang masih terlihat padat seperti biasanya adalah perempatan Pejompongan menuju Casablanca.

Yang lebih mengherankan lagi Tomang Raya – Kyai Caringin….lancar sekali. Gila baru pernah di hari kerja seperti ini Tomang lancar sekali. Jalan Musi yang biasanya padat (diramaikan juga tingkah pak Ogah yang seenaknya mengatur kendaraan) juga lancar sekali. Tidak ada penumpukan kendaraan sama sekali menuju Tomang. Biasanya di Jalan Musi dan Cideng pasti sore hari sekitar pukul 6 adalah jam-jam dimana kendaraan yang menuju Tomang terjebak di sana.

Benar-benar terheran-heran melihat fenomena ini, saya langsung berhipotesis : jangan-jangan akibat hujan deras tadi pagi banyak orang yang tidak masuk kantor hari ini ;)) Masuk akal kan kalau saya menarik hipotesis seperti itu? Lah wong beberapa teman saya di kantor terlambat 1 sampai 2 jam (saya terlambat 40 menit..he..he..he..). Bahkan ada yang baru sampai kantor jam 11 siang. Bagaimana pengalaman Anda sore ini? Merasa Jakarta lebih lengang (sedikit lebih lengang tepatnya) dari hari biasanya..atau ini hanya perasaan saya saja?

Jakarta Hujan Lagi

Semalaman Jakarta diguyur hujan terus menerus. Dari sekitar jam 10 hujan sudah turun, sampai sekarang hampir jam 8 pagi. Awet sekali hujannya, meskipun sesekali mereda tetap saja hujan tidak kunjung berhenti. Semalam air sudah masuk ke teras rumah. Got di jalan depan rumah sudah penuh. Sudah dua hari ini hujan mulai turun di Jakarta. Wah jadi ingat Februari kemarin, banjir besar di Jakarta akibat hujan turun semalaman. Mudah-mudahan hujan semalam ini tidak memicu banjir lagi di Jakarta.

Speedy di rumah sedang gangguan dari kemarin. Padahal saya mau baca Detik.com, mau tahu situasi Jakarta setelah diguyur hujan semalaman. Speedy sampai pagi ini masih eror, terpaksa menggunakan Telkomnet Instan lagi untuk menulis postingan ini. Bernostalgia dengan Telkomnet Instan 😀 sekarang online dengan kecepatan 53,2 Kbps (teorinya sih…yah lumayan lah daripada lumanyun)

Hampir jam 8 tapi saya masih di rumah :-p. Hmm..bagaimana caranya saya berangkat ke kantor ya. Mau jalan keluar naik bis, genangan air dimana-mana (campur malas juga hujan-hujanan). Pagi ini saya mau berangkat ke kantor pun terhambat. Dari tadi saya berniat ke kantor dengan taksi. Tak satu kalipun saya bisa menelepon BlueBird. Jalur telepon BlueBird sibuk semua. Sudah dari jam setengah 7 saya telepon tidak ada yang mengangkat. Ngeblog dulu deh. Bosan juga dari tadi berkali-kali menelepon taksi.

Bagaimana pengalaman Anda pagi ini? Mengalami macet kah? Atau malah kendaraan Anda mogok gara-gara genangan air dimana-mana?