Tambah Memori
Minggu lalu saya menambah kapasitas memori notebook Fujitsu Lifebook S6410 saya. Notebook kantor ini sebenarnya sudah dilengkapi dengan 1GB memori, tapi selalu terasa kurang…masih terasa lambat
Jadilah Kamis minggu lalu saya pergi ke Mal Ambassador membeli memori notebook. Pagi harinya saya bongkar dulu tutup memori untuk memeriksa tipe memori yang terpasang di notebook ini. Sebenarnya tanpa melihat secara langsung, saya juga bisa memeriksa tipe memori yang terpasang lewat command line.
tedy@tedy-laptop:~$ sudo lshw -short | grep memory
/0/0 memory 128KiB BIOS
/0/4/8 memory 128KiB L1 cache
/0/4/9 memory 3MiB L2 cache
/0/f memory 2GiB System Memory
/0/f/0 memory 1GiB SODIMM DDR2 Synchronous 333 MHz (3.0 ns)
/0/f/1 memory 1GiB SODIMM DDR2 Synchronous 333 MHz (3.0 ns)
tedy@tedy-laptop:~$
Tapi saya masih kurang yakin dengan informasi tadi. Memori yang terpasang adalah keping DDR2 1GB PC5300 667MHz. Di salah satu toko di Mal Ambassador, 1 keping memori DDR2 1GB PC5300 merek VGen harganya Rp210.000,-. VGen berani memberi garansi seumur hidup (lifetime waranty). Berikut adalah foto-foto ilustrasi bagaimana cara memasang memori tambahan ke dalam sebuah notebook. Video bermacam cara memasang memori tersedia juga di YouTube. Prinsipnya sama untuk kebanyakan notebook yang ada di pasaran, yang membedakan mungkin hanya letak slot memorinya
- Slot memori ada di bagian bawah notebook. Rata-rata notebok yang dijual saat ini memiliki 2 slot memori, satu slot sudah terpakai dan 1 slot kosong untuk cadangan tambahan memori. Balik notebook Anda dan cari tutup persegi yang dipasang dengan sekrup. Untuk notebook yang masih bergaransi, biasanya salah satu sekrup diberi stiker oleh penjualnya sebagai bukti garansi. Cek dulu apakah garansi masih berlaku, sayang kan kalau garansi notebook Anda jadi hilang hanya karena ingin mencoba memasang memori sendiri.
- Sebelum membuka tutup slot memori, sangat disarankan untuk melepaskan batere notebook terlebih dahulu. Hmm melepaskan charger tentu harus sudah dilakukan terlebih dulu
. Jangan nekat memasang notebook dengan charger terhubung ke listrik PLN. Langkah ini sebagai antisipasi terjadi konslet (short circuit). Di salah satu video cara memasang memori yang saya lihat di YouTube, bahkan disarankan untuk menekan tombol power setelah batere dilepaskan. Mungkin tujuannya untuk menghilangkan daya listrik yang masih ada dalam elemen-elemen kapasitif notebook. Juga disarankan untuk membuat tubuh Anda bebas listrik statis, misalnya dengan cara memegang gagang pintu yang terbuat dari logam.
- Untuk membuka sekrup penutup slot memori, saya menggunakan obeng plus yang sangat kecil. Karena sekrup-sekrup penutup tersebut sangat kecil hati-hati jangan sampai jatuh/hilang.
- Dua slot memori terletak saling menumpuk. Slot yang kosong berada di atas sehingga memudahkan kita untuk memasang memori baru. Pasangkan memori pada slot yang tersedia dengan mencocokkan slot dengan konektor memorinya. Konektor memori adalah bagian yang dilapisi kuningan yang akan masuk ke dalam slot. Kita tidak mungkin salah memasang memori (terbalik pemasangannya) karena konektornya sudah dirancang sedemikian rupa. Konektornya terbagi jadi 2 bagian (satu panjang dan satu pendek), begitu pula slotnya. Hanya dengan mencocokan konektor & slotnya kita bisa memasangkan memori ke dalam slot.
- Di kiri dan kanan slot ada 2 buah kunci yang bisa membuka ke kanan dan ke kiri (lihat gambar, pin putih di sisi kiri dan kanan memori adalah kuncinya). Saat memori ditekan, kedua kunci akan membuka ke kanan dan ke kiri. Kunci tersebut akan kembali lagi ke posisi semula setelah memori melewatinya.
Tekan memori untuk memaksa memori masuk ke bawah kunci. Setelah konektor memori bisa masuk ke dalam slot, tekan kedua sisi memori untuk mengunci memori. Selesai sudah memori sudah terpasang & terkunci dengan baik.
- Pasang kembali tutup memori, kencangkan sekrupnya, pasang baterenya kembali.
- Nyalakan notebook untuk memeriksa apakah memori baru sudah terpasang. Dari BIOS saja sudah bisa terlihat memori baru sudah terpasang atau belum.
Waktu saya beli memori di Mal Ambassador, harganya sudah termasuk ongkos pasang. Dan foto-foto di atas hanya ilustrasi saja
Memori yang ada di notebook saya ini dipasangkan oleh karyawan tokonya
Saya hanya melakukan rekonstruksi untuk dapat menghasilkan foto-foto tadi. Hmm tapi setelah sesi foto-foto tadi, saya juga sempat memasangkan 1 memori yang sama di notebook teman saya yang kebetulan 1 tipe Fujitsu S6410. Sekarang semuanya terasa lebih cepat, menjalankan VirtualBox dalam Ubuntu juga lebih nyaman. VirtualBox dengan jatah 512MB sudah cukup untuk menjalankan Windows XP.
Oh ya tambahan saran, sebelum menambah memori sebaiknya Anda cari tahu dulu apakah notebook Anda memiliki kemampuan dual channel memori atau hanya single channel memori. Dengan teknologi dual channel, notebook hanya bisa optimal jika memiliki 2 keping memori berkapasitas sama besar. Misalnya memori yang terpasang sebesar 1GB, lalu ditambahkan 1 keping memori berukuran 2GB…maka kapasitas optimal yang dipakai hanyalah sebesar 2GB bukan 3GB. Lain ceritanya kalau notebook menggunakan teknologi single channel.
Pemadaman Listrik PLN & Layanan Tanpa Saingan
Pagi ini saya bangun tidur dan mendapati kamar gelap gulita. TV sudah mati dan AC tidak lagi mengeluarkan hawa dingin. Ada pemadaman listrik (a.k.a. mati lampu) lagi. Minggu ini setidaknya sudah 6 kali pemadaman listrik di wilayah Tomang. Hari Senin lalu (2 November 2009) listrik padam sejak pukul 11 malam. Untungnya saya sudah berangkat kerja malam dan tidak merasakan efeknya. Selasa 3 November 2009, listrik padam sejak pukul 14.00 sampe pukul 20.30. Betapa kesalnya saya, saya baru pulang kantor sekitar pukul 6 pagi dan ingin menghabiskan Selasa siang untuk tidur beristirahat tapi apa daya mati lampu mengganggu istirahat saya. Mana bisa menikmati tidur kalau kamar gelap, pengap dan gerah tanpa AC. Rabu 4 November listrik padam 2 kali di siang hari. Pertama sekitar pukul sebelas siang, kedua sekitar pukul 3 sore. Lagi-lagi saya dibuat kesal. Minggu ini saya beberapa kali kerja malam, efeknya saya baru pulang di pagi hari. Siang hari yang harusnya bisa dilewati dengan tidur nyenyak malah terganggu padamnya listrik. Kamis 5 November saya masuk kantor seperti biasa, tapi kabarnya di Tomang terjadi 2x lagi pemadaman listrik.
Efek monopoli suatu layanan, provider jadi tidak punya rasa takut kehilangan pelanggan. Coba saja kalau misalnya masyarakat diberi beberapa pilihan perusahaan listrik (tidak peduli swasta atau BUMN), tentu tiap provider akan berusaha maksimal memberikan layanan terbaiknya. Ambil contoh gampang masalah layanan telepon selular. Sekarang dengan adanya beberapa perusahaan penyedia layanan telepon selular, konsumen sudah pasti akan gampang berpindah layanan bilamana mendapati gangguan yang cukup berarti dari provider yang digunakannya. Contoh pasti, rekan saya menggunakan layanan Blackberry dari XL, menjelang lebaran kemarin ada ganggunan layanan Blackberry. Beberapa hari layanan Blackberry XL mati total. Tidak butuh pemikiran lama-lama, teman saya langsung mengganti layanan Blackberry-nya dengan Indosat Blackberry. Apa jadinya kalau misalnya hanya XL yang punya layanan Blackberry? Saya bisa jamin teman saya akan tetep bertahan menggunakan layanannya meskipun dengan ngomel-ngomel saat ada gangguan.
Contoh lain misalnya layanan internet Telkomsel Flash, ada cerita di internet tentang bagaimana Telkomsel mengubah kebijakan bandwidth pelanggan Telkomsel Flash. Saya lupa persisnya bagaimana, yang jelas beberapa kali saya membaca tulisan di blog tentang keluhan layanan Telkomsel Flash. Dengan adanya beberapa pilihan layanan internet HSDPA dari perusahaan telekomunikasi lain, konsumen dapat dipastikan pindah layanan. Selama pesaing punya layanan lebih baik mengapa harus bertahan dengan layanan yang pas-pasan. Apalagi jika konsumennya bukan individu perseorangan tapi misalnya sebuah institusi (katakan sebuah perusahaan). Konsumen kelas korporat tentu punya ekspektasi yang lebih tinggi. Misalnya sebuah perusahaan menggunakan layanan internet leased line dari sebuah ISP. Anda bisa bayangkan kalau layanan ini terganggu beberapa jam dalam sehari (di jam sibuk pula). Perusahaan bisa dengan mudah menutup kontraknya dan mencari alternatif ISP lainnya yang bisa menyediakan layanan leased line tanpa gangguan. Biasanya untuk kelas korporat, sudah ada SLA (service level agreement) yang jelas. Di dalam SLA disebutkan layanan yang dijamin oleh provider komplet dengan penalti yang akan dikenakan kalau provider gagal menyediakan layanan tersebut.
Bukan untuk mendeskriditkan institusi manapun, tapi sekadar contoh bahwa layanan jasa dengan banyak provider membuat konsumen mudah mengganti layanannya bila kepuasannya terganggu. Ada bagusnya persaingan dalam dunia layanan jasa macam itu, provider jadi lebih terpacu untuk memberikan layanan terbaiknya. Mau tidak mau, suka tidak suka, provider akan berusaha semaksimal mungkin memikirkan layanannya; pilihannya jelas : layanan terbaik atau kehilangan konsumen. Semua mengacu pada yang namanya kepuasan pelanggan. Ambil contoh jelas, Pertamina. Saya sudah lihat bagaimana Pertamina bebenah, meningkatkan mutu layanannya. Kapan terjadinya? Setelah beberapa perusahaan asing masuk dan menggelar layanan SPBU di Indonesia (Jakarta pada awalnya). Ada Shell, ada Petronas yang membuka SPBU di beberapa titik di Jakarta. Pertamina berbenah, mengeluarkan slogan baru Pasti Pas. Dulu rasanya cuma Shell yang karyawannya menyapa dengan ramah tiap pengisi bahan bakar yang mampir ke SPBU. Menyapa dengan ramah, menunjukkan angka meter mulai dari angka 0, memberikan layanan cuci kaca mobil. Sudah makin jelas kan, saat operator lain memberikan layanan lebih baik, saatnya konsumen bisa berpaling. Harga lebih mahal mungkin sudah bukan pertimbangan lagi kalau sudah bicara kepuasan pelanggan.
Ok balik lagi ke cerita soal mati lampu. Masyarakat tidak punya pilihan, PLN satu-satunya penyedia layanan listrik untuk umum di Indonesia. Alternatifnya silakan sediakan sumber energi swadaya, beli genset misalnya. Tidak ada layanan yang bisa dijadikan pembanding, tidak ada operator lain yang bisa dilirik. Jadi sejauh ini masyarakat (seperti saya) cuma bisa mengeluh dan menerima keadaan…menunggu sampai listrik hidup kembali. Saya baru tahu sekarang bagaimana tidak enaknya daerah-daerah yang mengalami pemadaman listrik rutin. Konon kabarnya di beberapa daerah seperti Medan, Manado, Kalimantan, Pekanbaru, pemadaman listrik menjadi sesuatu yang rutin. Mungkin sampai mereka lupa untuk komplain karena menganggap itu menjadi hal yang lumrah. Di Kalimantan katanya listrik bisa padam belasan jam sehari. Seperti balik lagi ke masa lalu kalau begitu ceritanya. Saya juga baca berita beberapa waktu lalu Bali kekurangan pasokan energi listrik, pemadaman listrik hampir menjangkau seluruh bali. Ironis, Jakarta sebagai pusat pemerintahan, kota di mana katanya semua ada, kota yang digelari kota metropolitan, di sini masih ada yang namanya pemadaman listrik.
Bulan lalu kalau tidak salah gardu PLN di Kembangan mengalami gangguan, disusul garu PLN di Cawang yang terbakar. Saya masih ingat sepanjang jalan Rasuna Said banyak sekali lampu jalan yang mati. Sampai PLN mengeluarkan kebijakan pemadaman listrik bergilir, lihat saja dulu jadwalnya dipasang di website-nya PLN (http://www.plnjaya.co.id/). Tiap daerah kena getahnya, paling tidak 5 jam sehari tidak ada pasokan listrik. Apa yang bisa dilakukan PLN selain minta maaf? Sampai sekarang masih ada jadwal pemadaman listrik begilir, tapi kali ini tidak ada informasi yang jelas di websitenya PLN tentang daerah mana yang bakal kena giliran. Minggu ini gantian pembangkit listrik di Muara Karang yang kena gangguan.
Ada fenomena lain yang saya perhatikan, masyarakat mungkin lebih senang membahas sesuatu yang lebih heboh. Kasus Bibit-Chandra lebih meledak popularitasnya daripada urusan sepele mati lampu. Sudah beberapa hari ini, tiap kali membuka Detik.com yang banyak adalah berita kasus KPK itu. Sampai ada yang membuat grup di Facebook untuk menunjukkan dukungan pada kasus ini. Katanya sudah hampir menembus angka 1 juta pengguna Facebook yang tergabung dalam grup tersebut. Hah? Apa itu bisa dijadikan acuan pasti? Saya berani jamin tidak semua orang yang join itu tahu pasti dan mengerti duduk persoalannya. Saya termasuk orang yang mengabaikan tawaran untuk bergabung dengan grup itu. Bukan karena saya tidak mendukung aksi berantas korupsi, tapi karena saya rasa bukan porsi saya untuk ikut-ikutan.
Ya mungkin karena saya termasuk orang yang egosi, tidak care terhadap sekitar. Mbok ya kalau mau diributin, ributkan lah layanan PLN yang makin ga jelas ini. Lebih nyata efeknya. Detik.com misalnya lebih senang menampilkan berita tentang kasus Bibit-Chandra daripada pemadaman listrik yang melanda sebagian kawasan Jakarta. Hmm ya Anda bisa mengabaikan opini saya ini dan berkata ya itu karena kamu kena giliran mati lampu jadi bisa mikir seperti itu. Tapi poinnya bukan di situ, poinnya adalah lebih baik meribukan sesuatu yang jelas hasilnya dan dapat dinikmati secara langsung oleh masyrakat. Misalnya bikin grup menggugat PLN, menyerukan ganti dewan direksi PLN kalau layanannya tidak bisa diperbaiki secara cepat. Ah tapi bisa jadi karena pemadaman listrik sudah terlalu sering terjadi, sampai-sampai orang menganggapnya hal yang lumrah dan tidak perlu diributkan
Tapi apa daya, siapa orang yang mau mendengar opini saya.
Halo PLN….sampai kapan mati lampu terus berlangsung???
**Batere notebook sudah menipis, harus segera menuntaskan postingan ini sebelum keburu mati. Untung ada modem HSDPA kantor yang saya bawa pulang jadi masih bisa ngeblog di tengah panas dan gelapnya ruangan ini**
Update : tepat pukul 17:30 listrik mengalir kembali. Jadi hari ini listrik padam selama 8 jam 15 menit…what a bad day ![]()
Tambahan ilustrasi foto, dijepret Februari tahun lalu saat melintasi PLN Gandul. Ternyata saya pernah juga posting gambar PLN Gandul tahun lalu di sini.
Update Nov 9, 2009 : pagi-pagi listrik sudah padam lagi sejak pukul 06.30
Gosipnya pemadaman hari ini akan berlangsung sampai sore hari.
Ternyata pemberitahuan tentang pemadaman listrik ada di webnya PLN :
http://www.plnjaya.co.id/pemadaman/info_padam.asp?idM=33&idSM=4&whichpage=1
Berikut cuplikannya untuk jadwal pemadaman pagi tadi :
Senin, 9 November 2009
(08.00-12.00 WIB) Hero Supermarket Pondok Bambu, Pisangan Timur, Jl. A Yani Duren Sawit Sawah Barat, Cilungup, Jl Radin Inten dan sekitarnya Jl. Nambru Raya, Jl. Kb. Kelapa, Cipinang & sebagian Rw.mangun Jl. Cipinang Elok, Cipinang Jaya, Jl.DI Panjaitan, Samsat Jakarta Timur dsk. Arion Plaza, Jl. Lodan, Jl. Pemuda, Terminal Rawamangun dsk Jl. Cipinang Kebembem, Perum Bangun Cipta, Komplek PLN Klender. Jl. Raya Bypass, Rawamangun, Kayu Manis dan sekitarnya. Jl. Duren Sawit, Pondok Bambu,Kp Pertanian Timur. Perusahaan Daerah Air Minum Pulogadung Jl. Cipinang, Komplek Cipinang Elok, Cipinang Muara, Cip.Indah. Jl. Matraman Raya, Lapangan Jend. Urip Jatinegara, Pisangan Baru dsk. PT IGI Jl. Raya Bekasi Pulogadung. PT Wahana Garuda Lestari Pulo Gadung Jl. Raya Bekasi, Tipar Cakung dan sekitarnya. PT Logam Brasindo Jl. Pegangsaan raya
Daerah Tomang tidak ada dalam daftar lokasi yang dapat giliran pemadaman listrik, tapi tetap saja kena giliran pemadaman listrik. Apa gunanya mempublikasikan jadwal kalau tidak untuk ditepati?
Gempa Jakarta
Ah siang ini saya terpaksa “berolahraga” lari-lari turun tangga darurat karena gempa. Sekitar pukul 3 sore ruangan kantor saya bergoyang cukup keras. Suara berderit terdengar, entah dari tembok atau dari jendela. Refleks semua orang di kantor bangun dan berlari keluar kantor. Kantor saya di lantai 8 dan akibatnya cukup melelahkan menuruni 8 lantai lewat tangga darurat. Bukan hanya melelahkan tapi juga pusing rasanya. Kabarnya pusat gempa di dekat Tasikmalaya dengan kekuatan 7.3 skala Richter. Sepanjang Mega Kuningan orang-orang berkerumun di tepi jalan, banyak gedung perkantoran.
Don’t Disturb My Sleep
I really hate when something disturb my sleep. Like this morning, I just woke with bad mood because my neighbour play the damn Diana Krall’s music so loud. I like jazz music, but it was so irrittatting to hear it in the sleeping time. Especially I just go to bed this morning around 5 am. Stupid Diana Krall … I really really hate any disturbance to my sleeping time. Not only loud music like this morning, any noisy thing in the morning could make me awake….yeah maybe I’m to selfish but I don’t want my sleep terminate because things like people making conversation in front of my room with damn loud voice, or the crazy maid sings dangdut in the morning, or somebody turn the TV on with loud volume. Maybe I must put the large sign at my doorabout : KEEP IT SILENT, STUPID!!!
Ledakan di Ritz Carlton
Beberapa saat setelah bangun tidur tadi sekitar jam 8, saya terima SMS dari bos saya :
It looks like there was a bomb very close to the office. Better everybody works from home today for the one who can.
Langsung saya nyalakan TV dan mencari Metro TV. Saat itu Metro TV masih menyiarkan Headline News, tidak lama kemudian ada Breaking News yang memberitakan ledakan di hotel Ritz Carton. Halah halah….bom lagi?
Di samping ini foto yang saya terima dari rekan saya Deny yang berada di dekat lokasi kejadian. Kantor saya di Plasa Mutiara letaknya persis di depan hotel Ritz Carlton. Deny tadi pagi sudah datang di kantor saat kejadian…hmm karyawan yang rajin padahal jam kantor baru mulai jam 9 pagi
Deny yang segera keluar kantor, kasihan juga dia karena tidak bisa pulang. Motornya diparkir di parkiran gedung dan parkiran gedung adalah salah satu titik yang mengalami ledakan. Katanya tidak ada orang yang diperbolehkan mendekat. Foto di atas adalah foto gedung Ritz Carlton (halaman depan restoran Airlangga). Terlihat kaca-kaca sudah pecah berantakan.
Dari laporan pandangan mata Deny, katanya ada 2 titik terjadinya ledakan dan mengalami kerusakan parah. Satu di hotel Ritz Carton (di lokasi restoran Airlangga), dan satu lagi di hotel JW Marriot (sebelah gedung kantor saya). Belum jelas apa penyebab ledakan ini. Semua rekan kantor saya diminta tidak datang ke kantor. Hanya Deny yang masih berada di dekat lokasi karena tidak bisa pulang
Naik taksi aja deh Mas Deny….
Soal Potong Rambut
Foto ini diambil tadi siang oleh rekan kantor saya, Bu Timmie. Ceritanya hari ini saya bawa kamera DSLR ke kantor karena permintaan manajer saya, Bu Titi. Beliau punya ide untuk memotret semua karyawan Eservglobal untuk dijadikan album foto. Album foto itu nantinya akan dijadikan hadiah kenang-kenangan untuk Laurence, salah satu karyawan Eservglobal yang kena perampingan karyawan, bahasa halus untuk PHK (lah kalau PHK itu bahasa halus untuk apa?). Sayang tidak semua karyawan datang ke kantor, sebagian pergi ke customer sementara yang lain sedang cuti. Jepret sana jepret sini, tapi tidak ada yang memotret saya
Bu Timmie berbaik hati memotretkan.
Karena saya upload di Flickr, Jennifer teman saya berkomentar tentang foto ini. katanya sudah saatnya saya potong rambut. Ah iya rupanya cukup banyak orang yang memperhatikan kalau rambut saya sudah mulai gondrong. Pulang ke Cirebon akhir pekan lalu pun tidak sedikit orang yang berkomentar soal rambut saya, kenapa belum potong rambut. Terakhir saya potong rambut 2 November 2008 lalu, lebih dari 8 bulan lalu. Kok ingat? Soalnya saya masih simpan fotonya, terdokumentasi dengan baik kapan saya potong rambut di 2008
Tahun lalu saya beberapa kali potong rambut sampai botak. Tidak sampai botak licin, tapi cukup “memalukan”, tapi saya pede aja tuh botak juga. Keliling Indonesia juga berbotak ria. Foto ini misalnya, masih botak dipotret di Surabaya Mei tahun lalu. Tahun 2009 ini saya malah belum pernah potong rambut. Alasannya simpel….malas pergi potong rambut. Bukan pergi ke Jhonny Andrean atau Joni Danuarta sih, cuma pergi ke tukang pangkas rambut di Pasar Timbul (beberapa ratus meter dari kos saya). Murah meriah Rp8000,- daripada ke Jhonny Andrean harus bayar Rp50.000,- ![]()
Beberapa hari lalu saya jadi iseng berpikir bagaimana jadinya kalau 2009 ini saya tidak potong rambut sama sekali. Seumur-umur saya belum pernah memanjangkan rambut. Pasti ada saja yang menegur, entah guru di sekolah atau orang tua di rumah. Di kantor saya sepertinya tidak ada larangan memanjangkan rambut. Mungkin ada tapi sebatas etika sopan santun dan kepantasan. Eh tapi apakah berambut gondrong itu sama dengan tidak sopan? Ah tapi rasanya saya masih rapih…masih rajin pula menyisir rambut, meskipun ketombe masih di mana-mana
Let’s see…akankah saya bertahan tidak potong rambut sampai 31 Desember 2009 nanti.
Soal Potong Kuku
Dari kecil salah satu hal yang saya benci adalah soal potong kuku. Rasanya malas sekali potong kuku. Setelah potong kuku, ujung jari terasa tidak enak…gatal dan sedikit perih. Mungkin cara potong kuku yang salah, pokoknya dulu saya malas sekali potong kuku. Katanya guru-guru sekolah sering memeriksa kuku, tapi jaman saya sekolah dulu tidak ada pemeriksaan kuku loh. Entah sekarang bagaimana, apakah masih ada budaya memeriksa kuku oleh ibu guru di sekolah dasar. Jadi dulu saya potong kuku kalau orang tua saya sudah ribut soal kuku yang panjang dan kotor.
Sekarang saya punya “alarm” sendiri tentang kapan harus potong kuku. Kalau kuku saya sudah mulai memanjang, kegiatan mengetik di keyboard jadi terganggu. Saat itulah saya harus segera potong kuku. Kecepatan mengetik jadi terganggu kalau kuku mulai panjang. Ada kalanya kuku yang panjang nyangkut di sela tombol-tombol keyboard. Kecepatan mengetik jelas menurun karena yang sering menyentuh tombol keyboard bukan ujung jari melainkan ujung kuku. Ah sudah saatnya potong kuku kalau sudah begitu. Apalagi kalau mengetik di keyboard-nya Lenovo Ideapad yang kecil itu. Rasanya enak sekali mengetik di keyboard setelah potong kuku
Biarpun sedikit sakit setelah potong kuku, tapi namanya kebutuhan ya mau gimana lagi. Hal yang sama seperti ini kemungkinan besar juga dialami oleh pemain gitar. Cuma mungkin pemain gitar hanya kuku-kuku di salah satu tangannya saja yang bisa jadi alarm. Alangkah susahnya bermain gitar dengan kuku panjang, pasti sulit menekan string dengan kuku panjang.
Mungkin kegiatan potong kuku ini memang butuh treatment khusus. Sampai-sampai ada perawatan manicure padicure. Sering dengar istilah ini tapi saya baru tahu (baru saja setelah buka Wikipedia
) bedanya manicure dan pedicure. Di Wikipedia dijelaskan kalau manicure adalah kegiatan kosmetik untuk perawatan tangan dan kuku. Sementara pedicure adalah perawatan semacam manicure hanya saja objeknya adalah kaki dan kuku-kuku kaki. Keduanya sama-sama berasal dari bahasa Latin. Manicure berasal dari kata manus (yang artinya tangan) dan cura (yang artinya perawatan). Pedicure berasal dari kata pedis (kaki) dan cura. Entah apakah perawatan semacam ini hanya untuk wanita saja. Ada gak ya laki-laki yang pergi mencari perawatan manicure/padicure di salon?
Kalau saya sih yang penting dapat gunting kuku habis perkara
.
SMS Iklan
Belakangan saya sering sekali menerima pesan singkat dari Telkomsel tentang penawaran Iphone (produknya Apple). Hampir setiap hari ada saja SMS iklan ini. Mungkin Telkomsel sedang gencar-gencarnya memasarkan Iphone. Apa saya dianggap potential buyer oleh Telkomsel, sampai-sampai saya dikirimi SMS ini terus menerus. Kalau saya pikir-pikir ngeledek juga kalau terus menerus terima penawaran Iphone ini. Gaji cukup makan di Warteg saja kok ditawari beli Iphone sekian juta rupiah….ngeledek kan namanya
Tidak masalah tapi cukup menyebalkan. Orang bule bilang “annoying“. Apalagi saat mood sedang jelek seperti sore ini.
Sebenarnya sudah dari minggu lalu saya merasa cukup terganggu dengan SMS ini. Tadi baru saja saya terima lagi SMS yang sama seperti yang ada di foto ini. Langsung saya telepon 111 customer service-nya Telkomsel. Saya komplain tentang SMS tersebut. Saya minta diblok saja SMS iklan semacam itu. Saya disuruh menunggu sekitar 4 menit setelah saya ceritakan komplain saya itu. Entah apa yang dilakukan si Mbak customer service itu. Mungkin dia menanyakan prosedur untuk melayani laporan pelanggan ini. Saya tidak tahu apa banyak juga di antara Anda yang kesal tiap kali menerima SMS iklan semacam itu. Setelah disuruh menunggu lama akhirnya si Mbak terdengar lagi suaranya, katanya laporan saya akan diproses 3×24 jam di hari kerja. Si Mbak lalu bilang dengan permintaan seperti ini saya tidak akan dikirimi lagi SMS pemberitahuan tentang even-evennya Telkomsel. Langsung saya jawab : “ya tidak apa, lama-lama nyebelin juga terima SMS macam itu”.
Ada lagi yang serupa, beberapa minggu belakangan saya sering menerima SMS promo dari QBilliard. Yang diskon sekian persen atau pemberitahuan tentang even apalah. QBilliard adalah salah satu tempat biliar (yang muahal) yang ada di EX Plasa Indonesia dan di Senayan City. Tapi kalau yang ini saya sendiri tidak bisa komplain. Ini salah saya sendiri karena memberikan nomor telepon saya pada QBilliard saat main di QBilliard Senayan City tahun lalu. Ceritanya mereka mungkin ingin menjalin keakraban dengan pelanggannya, menanyakan & mencatat nama serta nomor telepon saya. Yah apa boleh buat, terima saja lah iklan-iklan yang dikirimkan itu. Sepertinya masih ada lagi SMS iklan yang pernah mampir ke ponsel saya. Tapi saya lupa siapa pengirimnya, yang saya ingat iklan tentang nonton bareng F1. Seingat saya pula kartu Halo itu jarang ada SMS macam itu, entah mengapa belakangan jadi muncul SMS seperti itu. Kalau kartu prabayar seperti Flexi saya itu masih saya maklumi. Yah namanya juga kartu pra bayar. Telkom Flexi juga sering sekali mengirimkan SMS iklan. Yang sering saya terima adalah SMS tentang undian. Biasanya SMSnya diawali dengan kata-kata “Dapatkan Innova, Yamaha Mio…bla..bla..bla…segera ketik REG…kirim ke…” Gubrak….ternyata ajakan ikut undian.
Dari sisi hubungan customer dan provider, mungkin salah satu cara menjaga hubungan adalah dengan cara memberitakan even semacam itu. Tapi bagaimana ceritanya kalau yang menerima SMS adalah orang seperti saya? Saat sibuk-sibuknya kerja ada SMS masuk, saya pikir SMS penting…eh ternyata cuma iklan (ah tapi masa iya ada orang sibuk sampai baca SMS saja tidak sempat
). Apalagi yang menyebalkan saat tidur ada SMS masuk, begitu dibaca hanya iklan
Teman saya sempat menyarankan matikan saja henpon-mu kalau tidak mau tidurnya terganggu. Tapi saya kok tidak “tega” mematikan ponsel saat ingin tidur. Ponsel menurut saya memang perangkat yang handal, buktinya dari sejak dibeli jarang sekali saya matikan. Kalau dihitung-hitung ponsel saya itu saya matikan kalau naik pesawat saja (dan kalau di tengah jalan kehabisan batere). Nah loh kok jadi ngomongin handphone?? ![]()
Hari Yang Melelahkan
Saya baru pulang ke kos setelah seharian menemani rekan saya pergi ke Tamah Wisata Mekarsari. Ceritanya saya diminta memotret acara wisata karyawan kantor rekan saya itu. Sebagai pehobi foto yang kekurangan model dan objek foto
tentu saya setuju saja dengan ajakan itu. Tapi ternyata Rabu malam saya tidak bisa cepat pulang dari kantor.
Rabu malam kemarin, saya masih berkutat dengan software upgrade di mesin-mesin IN milik XL. Sekitar jam setengah 2 pagi tadi saya baru meninggalkan Graha XL Mega Kuningan. Mata sudah ngantuk. Sampai di kos sekitar pukul 2 pagi. Sampai di rumah saya masih harus membalas beberapa email yang masuk. Sialnya setelah saya rileks mencoba memejamkan mata, saya malah tidak bisa tidur. Saya baru mulai ngantuk saat adzan subuh. Gila, jam hampir setengah 5. Jam 7 pagi saya sudah dibangunkan lewat 9 misscall yang luput tidak terdengar, baru call ke 10 yang bisa membangunkan saya
. Masih sempat ngopi-ngopi dulu mengumpulkan nyawa yang belum terkumpul semua. Jam 8 lebih saya sudah dijemput. Menuju ke Mekarsari, saya sempat mampir ke Alfamart membeli Kratingdaeng untuk sedikit memompa “kesadaran” & semangat saya.
Kami pulang meninggalkan Taman Wisata Mekarsari sekitar pukul setengah 4 sore. Mendung tebal di sana, beberapa ratus meter meninggalkan lokasi hujan deras turun. Efeknya bisa ditebak, macet luar biasa. Gila…macet panjang sepanjang jalan menuju gerbang tol Cibubur. Begitu halnya di jalan tol, padat merayap hampir ngesot
. Foto-fotonya belum sempat saya pindahkan ke notebook saat saya mengetik postingan ini. Cerita soal acara foto-foto di Mekarsari mungkin saya tulis nanti-nanti saja.
Pulang sampai di kos tiba-tiba niat posting muncul, ya sudah lah ketik dulu….sudah beberapa minggu belakangan saya jarang meng-update blog. Mumpung ada niat saya segera ketik. Badan saya mulai terasa pegal; efek kurang tidur dan seharian berjalan-jalan.
Kalau meminjam istilah teman kantor saya yang bule : “what a day???” Hari yang melelahkan.
Tips Membeli Notebook
Tidak sedikit orang bertanya pada saya saat mereka ingin memilih notebook, hal yang umum ditanya adalah prosesor seperti apa yang bagus….mana yang lebih bagus Core 2 Duo atau Dual Core, bagus mana Toshiba atau Acer, dan aneka pertanyaan sejenis. Jawaban saya biasanya saya kembalikan pertanyaan pada mereka. Berapa budget mereka, untuk apa tujuan mereka membeli notebook. Jika membeli notebook hanya untuk aplikasi kantor (mengetik di Word, mengolah data di Excel, melakukan presentasi), kencangnya prosesor tidak perlu dijadikan pertimbangan utama. Lain ceritanya kalau Anda membeli notebook untuk dipakai bermain game.
Sekarang saja saya bingung dengan bermacam-macam tipe prosesor. Ambil contoh, Intel Core 2 Duo saja punya banyak varian & tiap varian berbeda-beda kecepatan prosesornya. Percayalah, Anda tidak akan terlalu merasa bedanya menggunakan prosesor Dual Core dengan speed 1.6GHz, 2.0GHz, atau 2,4GHz sekalipun. Lain halnya dengan memori, besar kecilnya memori yang terpasang sangat terasa efeknya. Tidak peduli berapapun kecepatan prosesor yang ada, Anda pasti LEBIH BISA merasakan perbedaan performa kerja notebook dengan memori 512MB dengan notebook bermemori 1GB. Dari pengalaman saya, lebih baik menambah kapasitas memori daripada meng-upgrade prosesor dengan speed yang lebih tinggi.
Tidak semua orang akrab dengan dunia IT/komputer, jadi tulisan ini lebih ditujukan bagi orang awam yang tidak terlalu familiar dengan dunia komputer. Bukan mau menggurui tapi sekadar berbagi pengalaman. Biasanya kalau saya ditanya notebook apa yang bagus, saya akan menyarankan tentukan dulu apa prioritas yang jadi pertimbangan. Apakah Anda mencari notebook dengan spesifikasi khusus atau mencari notebook dengan harga tertentu. Jika pertimbangan Anda adalah spesifikasi (asumsi harga tidak terlalu menjadi masalah), tentu hal ini tidak terlalu menjadi masalah. Pilih saja notebook merek terkenal (seperti Fujitsu atau Sony) yang harganya di atas 16juta, pasti bagus. Tapi jika Anda hanya mempertimbangkan harga, saran saya adalah tentukan dulu berapa besar budget yang ingin dianggarkan untuk membeli notebook. Dengan batasan anggaran, setidaknya kita mempersempit pilihan yang ada. Terlalu banyak spesifikasi dan fitur-fitur yang ditawarkan produsen notebook saat ini. Mengikuti teknologi tidak akan ada habisnya. Nambah 1 juta Anda sudah dapat ini itu, nambah 2 juta Anda dapat yang punya fitur ini itu, terus menerus seperti itu. Jadi paling bijaksana, tentukan titik teratas anggaran belanja notebook Anda, baru kita pertimbangkan hal teknis dan lainnya.
Setelah tahu seberapa besar anggaran Anda untuk notebook, baru kita mencari kandidat-kandidat notebook yang harganya masuk dalam anggaran Anda. Website toko komputer seperti Bhinneka.com selalu jadi acuan saya untuk membandingkan merek, fitur, & harga notebook. Dari sekian banyak pilihan merek dan tipe notebook yang ditawarkan, kita bisa mengklasifikasikannya sesuai dengan anggaran. Berikutnya adalah masalah spesifikasi. Menurut saya setidaknya Anda perlu tahu tentang spesifikasi berikut ini, sekali lagi batasan-batasan ini sifatnya fleksibel tergantung kebutuhan Anda sendiri :
- Memori : saran saya belilah notebook dengan memori sedikitnya 1GB
- Harddisk : saat ini rata-rata notebook sudah dilengkapi dengan harddisk berukuran minimum 120GB.
- Koneksi wireless : koneksi wireless yang wajib ada adalah WiFi. Infrared atau Bluetooth sifatnya opsional saja.
- Kenyamanan touchpad & keyboard : ini tidak teknis tapi penting jadi pertimbangan. Ada baiknya Anda mecoba dulu notebook yang Anda ingin beli supaya tahu nyaman tidaknya saat dipakai mengetik.
- Ukuran layar : kalau Anda ingin menggunakan notebook untuk mengolah data di spreadsheet (Excel) maka layar 13″ ke atas lah yang harus Anda pilih. Kalau pertimbangan mobilitas (enteng dibawa-bawa) tentu jangan beli notebook berukuran lebih dari 14″.
- Hal lain yang perlu dipertanyakan adalah masalah garansi & kemudahan layanan purna jualnya.
Saya pribadi termasuk orang yang agak sedikit fanatik terhadap merek. Biasanya kalau ditanya orang, saya selalu merekomendasi notebook-notebook yang sudah terbukti kualitasnya dan jarang punya masalah…sebut saja merek Fujitsu atau Lenovo. Merek abal-abal tidak pernah saya sebut. Ya kurang lebihnya seperti itu tips memilih notebook versi bodoh-bodohan dari saya ![]()



