Semarang – part 3 (end)

Sore ini saya pulang ke Jakarta. Check out dari hotel pukul 12 siang. Heu..tidak ada taksi yang beroperasi siang ini. Penyebabnya seperti yang sudah saya ceritakan pada postingan sebelumnya, semua taksi berdemo menentang masuknya Blue Bird ke Semarang. Untungnya pihak hotel mau membantu mengantarkan saya dengan mobil operasionalnya…free tanpa biaya tambahan. Sampai di airport jam 1 siang, saya terpaksa menunggu di rumah makan sampai pukul 3 sore.Benar-benar membosankan, batere notebook sudah lemah membuat saya tidak bisa apa-apa. Susah mencari power outlet untuk menambah power batere. Koran Kompas 2 buah yang saya dapat dari hotel sudah habis saya baca. Jam 3 sore saya check in ke loket bandara. Jam 5 kurang 10 saya baru bisa masuk ke pesawat. Terlambat sepuluh menit dari jadwal seharusnya pukul 17.00, akhirnya berangkat juga pesawat GA243 membawa saya pulang ke Jakarta. Mendarat di Jakarta jam 6 kurang 10. Keluar bandara jam 6.20 langsung mencari taksi pulang ke kos. Ngantuk sekali rasanya, hari ini belum minum kopi plus berjam-jam menunggu membuat mata mengantuk.

Biliar di Semarang

Sulit sekali mencari tempat biliar di Semarang. Orang pertama yang saya tanya tentang lokasi tempat biliar adalah resepsionis hotel, sayang dia tidak tahu. Keluar hotel saya memilih naik taksi. Sopir taksi pun kebingungan mencarikan saya tempat biliar. Menurutnya di Semarang memang sedikit sekali tempat hiburan, diskotik pun katanya cuma 1. Si sopir awalnya cuma tahu 2 tempat, satu di jalan Diponegoro satu lagi di jalan Depok. Edan…ternyata dua-duanya sudah tutup, bangkrut. Entah saya yang di-“kadal”-i oleh si sopir atau memang benar begitu keadaannya.

Sebenarnya tadi waktu melintas di Simpang Lima saya melihat tulisan “pool” di E-plasa, jadi saya memutuskan untuk mencoba ke sana. Balik lagi ke Simpang Lima, bayar taksi, langsung naik ke kafe tadi. Di pintu bertemu petugas sekuriti, dan katanya tempat biliarnya sudah tidak ada :(( Untungnya Bapak tadi baik memberitahu saya kalau ada tempat biliar di atas gedung Ramayana yang letaknya masih di kawasan Simpang Lima, tidak jauh dari cafe tersebut. Jalan lah saya menuju Ramayana.

Di dalam Ramayana saya sudah melihat beberapa papan petujuk lokasi pool house yang namanya “Side Pocket”. Akhirnya saya main di Side Pocket yang berada di lantai 5 gedung Ramayana Simpang Lima. Gedung berlantai lima tidak ada lift :(, eskalator pun hanya berfungsi sampai lantai 4; sisanya naik tangga eskalator mati. Tempatnya cukup luas, mejanya cukup banyak, lakennya cukup licin. Sayang tidak bawa cue stick sendiri. Saya sendirian bermain dari jam setengah 9 sampai jam 10…main 9 ball sendirian. Satu setengah jam bermain kurang lebih 15 frame sendirian…cukup membuat badan berkeringat walaupun AC cukup dingin. Di sini tarif per jam untuk tiap meja cuma Rp 17000,-.

Jam 10 saya pulang. Berjalan kaki menyusuri Simpang Lima, mencari taksi yang sedang mangkal. Dapat taksinya di depan Pizza Hut. Murahnya naik taksi di sini, dari Simpang Lima ke Santika tidak sampai Rp6000,- Ya segitu lah secuplik cerita saya mencari-cari tempat biliar di Semarang malam tadi :D.

BlueBird Masuk Semarang

Dari hasil obrolan ringan dengan sopir taksi, saya jadi tahu kalau Blue Bird akan mulai beroperasi di kota Semarang mulai Senin besok. Si sopir bercerita tentang yang jelek-jelek soal Blue Bird; misalnya katanya Blue Bird itu nyogok walikota Semarang, Blue Bird itu didanai pemerintah, Blue Bird bakal hancur lah kalau masuk Semarang karena kekurangan konsumen, dll.  Saya cuma senyum-senyum saja..saya kan konsumen Blue Bird :). Baguslah kalau memang BlueBird sudah melebarkan sayap ke Semarang..jadi kapan-kapan kalau ke Semarang lagi saya bisa pakai jasanya. Oh ya kata si sopir lagi, besok akan ada demo besar yang dilakukan oleh semua sopir taksi di Semarang.

Lain halnya tadi sore waktu naik taksi pulang ke hotel. Sopirnya cukup fair pendapatnya ketika ditanya soal Blue Bird. Dia bilang Blue Bird memang bagus..dia juga memberi pendapat kalau taksi di Semarang harus kasih servis yang lebih baik daripada BlueBird. Entah karena dipicu akan masuknya Blue Bird ke Semarang atau memang si sopir ini memang dididik untuk berlaku sopan pada setiap penumpang. Tingkahnya yang ala “Blue Bird” membuat saya jadi menerka-nerka negatif. Jangan-jangan karena Blue Bird mau masuk jadi sopan begini…mudah-mudahan salah ya analisis saya :D.

Bagus sekali jadinya kalau adanya persaingan membuat sesama pelaku jadi berlomba-lomba meningkatkan kualitas servis pada kustomer. Jangan sampai seperti yang terjadi di Bandung, ketika Blue Bird masuk ke sana banyak sekali aksi kriminalitas terhadap armada Blue Bird. Mulai dari taksi dilempari sampai dirusak oleh oknum pengemudi armada taksi lain yang beroperasi di Bandung. Terlalu lama terlena oleh monopoli kadang membuat produsen memberikan servis seenaknya. Lihat saja Pertamina, Telkom, PT Kereta api; puluhan tahun beroperasi tanpa kompetitor hasilnya Anda bisa lihat sendiri. Di situ arti penting kompetisi terlihat. Lihat sekarang Pertamina mulai berbenah, berusaha meningkatkan servis sejak penyedia BBM seperti Shell, Petronas masuk ke Indonesia. Meskipun kadang lucu melihat mereka cenderung “meniru-niru” servis yang diberikan oleh kompetitornya. Coba kalau pemerintah mengijinkan perusahaan swasta untuk mengoperasikan kereta api, pasti akan memicu PT KAI memperbaiki pelayannya pada masyarakat. Tapi sayangnya tidak mungkin.

Siapa yang senang dengan persaingan sehat antara sesama produsen/penyedia jasa? Tentunya masyarakat sebagai konsumen yang akan menikmati perbaikan pelayanan.

Semarang part 2

Ah selesai juga pekerjaan saya hari ini..lega rasanya. Tinggal menikmati waktu di Semarang sampai terbang kembali ke Jakarta besok sore :D. Datang di lokasi pagi ini jam 10 lebih, saya langsung mengerjakan sisa pekerjaan kemarin. Tidak ada pekerjaan fisik lagi hari ini. Server dan storage sudah di rak. Keduanya sudah terhubung melalui SAN Switch. Konfigurasi semuanya bisa dilakukan dengan duduk santai menghadapi notebook (enak kerja begini daripada angkat-angkat seperti kemarin…he..he..he..).

SAN Switch adalah sebuah switch yang memiliki port fibre optic yang berfungsi untuk menghubungkan 1 atau beberapa storage dengan 1 atau lebih server...SAN itu maksudnya Storage Area Network. Koneksi server/storage ke SAN switch menggunakan kabel fiber optic. Eh storage itu maksudnya kumpulan harddisk yang dikendalikan oleh 1 atau lebih controller. Server pasti Anda sudah tahu…ya betul…komputer; jadi sebenarnya simpel kan pekerjaan saya, menambah harddisk pada komputer =))

Semua volume sudah siap di sisi server, setting sedikit di SAN Switch, lakukan konfigurasi di server supaya mengenali volume yang dibuat di storage, jalankan setting multipath pada server dan selesai. Server sekarang memiliki tambahan eksternal harddisk dari storage. Setelah target pekerjaan selesai saya lalu mengerjakan user acceptance test (UAT) bersama dengan Pak Djainul (person in charge dari Icon+). UAT adalah dokumen yang isinya adalah beberapa check list yang harus diisi oleh client untuk membuktikan bahwa semua barang sudah diantarkan dalam keadaan baik, semua hardware dalam keadaan normal, dan semua konfigurasi sudah benar. Dokumen UAT tersebut saya buat buat Jumat malam kemarin…tinggal nyontek UAT yang sudah pernah dibuat rekan saya sebenarnya :-p.

Sambil mengisi UAT, saya juga sedikit transfer knowledge tentang server dan storage yang sedang dites. Semuanya beres sekitar pukul 3 sore. Mohon maaf bagi Pak Djainul, mas Lukman, dan mas Andre yang terpaksa menemani saya, libur akhir pekan kalian jadi terganggu. See you all next time 🙂

Semarang part 1

Kemarin pagi saya berangkat dari Jakarta ke Semarang. Berangkat pukul 7.40 dengan GA232, saya sampai di Semarang pukul 8.30. Seperti biasa keberangkatan kali ini juga untuk pekerjaan kantor; memasang server dan storage (Fujisu Primepower 450 & Fujitsu Eternus 4000). Menyebalkan memang pergi untuk urusan kantor di weekend seperti ini. Berangkat Sabtu pagi membuat saya harus sudah bangun jam 5 pagi supaya tidak ketinggalan pesawat. Padahal semalam saya baru tidur pukul 1 dini hari karena main biliar (salah sendiri ya main biliar padahal besok mau keluar kota :-p )

Sabtu ini saya bekerja di kantor client (kali ini clientnya adalah PT Icon+..salah satu anak perusahaan PLN yang bergerak dibidang IT) seharian penuh, karena itu saya jadi tidak ada waktu untuk meng-update blog ini. Sampai di hotel sudah malam, badan lelah jadi langsung mandi dan merebahkan diri di kasur.

Pagi ini jam 6 saya sudah bangun lagi, tidak tenang rasanya tidur karena masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan malam kemarin. Minggu pagi ini saya sudah harus ke kantor client lagi untuk meneruskan konfigurasi yang belum selesai. Kemarin pekerjaan saya memasang server dan storage ke dalam rak, tinggal tahap konfigurasinya saja yang belum selesai.

Mudah-mudahan hari ini pekerjaan saya lancar dan sebelum sore hari saya sudah bisa balik lagi ke hotel. Mata masih mengantuk dan badan masih pegal-pegal gara-gara kemarin angkat-angkat server dan storage yang beratnya “wuaduh”. Untung kemarin saya dibantu oleh beberapa rekan dari Icon+ yang cukup friendly dan mau bantu saya melakukan pekerjaan yang berat-berat..ya itu tadi angkat server dan storage. Wish me luck biar saya bisa cepat membereskan pekerjaan saya. Nanti saya pasti update lagi blog ini untuk menyambung cerita yang belum selesai ini.

Oh ya tulisan ini di-posting di kantor Icon+ dengan memanfaatkan wireless access-nya :-p