Cue Stick Stabilizer

Tiap cue stick dilengkapi oleh karet pada bagian bawah butt-nya. Karet itu lazim dikenal sebagai bumper. Bumper berfungsi untuk melindungi bagian bawah stik (butt) ketika stik sedang diletakkan dengan posisi berdiri atau ketika pemain sedang memegang stiknya sambil berdiri (bumper-lah yang akan bersentuhan dengan lantai). Foto di bawah ini adalah foto cue stick Joss 101 milik saya (bumper-nya adalah bagian berwarna hitam di bawah tulisan Joss).

Bumper tersebut bisa dilepas-pasang. Wujud dari bumper itu sendiri adalah seperti ini ketika sudah dilepas dari butt.

Bentuknya bulat dilengkapi dengan bagian berulir, persis seperti sebuah baut karet berpayung lebar. Nah ceritanya beberapa minggu lalu saya mengganti bumper standar bawaan Joss 101 dengan aksesori stabilizer.  Aksesori itu bermerek Limbsaver tipe X-1 Cue Stick Stabilizer. Wujudnya setelah dipasang adalah seperti berikut ini :

Dengan tambahan Limbsaver ini, bumper Joss 101 saya jadi lebih panjang. Katanya sih aksesori ini berguna untuk mengurangi goncangan, membuat kestabilan pukulan kita. Saat kita melakukan ayunan sebelum memukul bola, gerakan stik kita jadi terasa lebih mantap. Sugesti apa memang benar ya? Halah pikir-pikir bohong juga sih…kalau main biliarnya masih pas-pasan seperti saya, biarpun dipasangi stabilizer tetap saja masih jelek pukulannya :)). Lah kalau gitu ngapain saya beli? Ya biar bagus aja ditambahi aksesori, sukur-sukur kalau permainan saya jadi tambah bagus ;)) Kalau Anda berminat memasang stabilizer pada stik biliar, bisa beli di rekan saya Ferry Danuarta yang punya IB Pro Shop.

Banjarmasin (satu part aja) – Soal Taksi

Biasanya tiap kali pergi tugas keluar kota, saya banyak menuliskan ceritanya ke dalam blog ini. Perjalanan saya kemarin ke Banjarmasin luput tertuang ceritanya. Jujurnya saya sedang kehilangan mood menulis & meng-update blog ini. Sibuk? Gak sih, cuma lagi kehilangan mood aja. Ok, saya tulis saja cerita saya Jumat & Sabtu kemarin…lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali 😀 . Jadi ceritanya Jumat sore saya berangkat ke Banjarmasin untuk melakukan penggantian tape library-nya Telkomsel. Tape library emangnya apaan sih ? Gampangnya tape library ini adalah alat untuk mengamankan (backup & restore) data. Lihat fotonya di atas. Data akan ditulis ke dalam media tape. Tape-nya seperti apa, sayang saya tidak punya fotonya 🙁 Kenapa saya gak pernah ambil foto tape-nya ya?

Saya keluar dari Telkomsel sekitar pukul 1 pagi. Sepi sekali jalan raya Ahmad Yani Banjarmasin ini. Saya tunggu-tunggu tidak ada taksi yang lewat, tukang ojek yang biasa gampang ditemui di sekitar gedung Telkomsel pun tidak ada sama sekali. Selidik punya selidik (tanya resepsionis hotel), di Banjarmasin memang tidak ada taksi yang beroperasi 24 jam. Ada 2 nomor taksi di Banjarmasin yang saya coba hubungi pun tidak ada yang menjawab. Halah…repot kalau mau pergi malam-malam. Saya coba telepon hotel Arum minta dikirim taksi hotel, hasilnya sama : tidak ada taksi :(( Posisi saya sudah lelah sekali. Perut lapar sejak tadi sore belum makan malam. Saya coba telepon supir taksi kenalan saya, dia sudah pulang ke rumah dan menolak untuk menjemput saya. Tapi dia bilang pada saya coba saja susuri jalan Ahmad Yani, pasti ketemu ojek. Jadilah saya malam-malam jalan kaki dengan perut lapar. Untung akhirnya ketemu tukang ojek.

Saya baru sampai hotel Arum pukul setengah 2 pagi (sudah hari Sabtu berarti). Setelah check in cepat-cepat pesan makan, sekitar jam 2 malam saya baru makan malam 🙁 . Mungkin karena tingkat lapar saya sudah tinggi sekali, makan malam ini terasa enak sekali. Malam itu saya pesan udang goreng asam manis seperti ini :

Selesai makan nonton TV sebentar lalu segera tidur sekitar pukul 2.30. Karena saya sudah pegang tiket Garuda penerbangan jam 9.25 Sabtu pagi mau tidak mau saya harus bangun pagi. Jam setengah 8 saya berangkat ke airport setelah breakfast & check out. Hitung-hitung saya cuma tinggal di hotel Arum selama 6 jam 🙁  Untung pesawat saya kemarin tidak delay, jam 10 lebih saya sudah sampai di Jakarta.

Unmirroring RAID 1 di Solaris 10

Tulisan ini saya buat untuk menjawab pertanyaan mas Taufik tentang bagaimana cara melepas mirror file system di Solaris. Dulu saya pernah menulis tentang bagaimana membuat mirror file system di Solaris 10. Proses mirroring yang sudah pernah saya tuliskan tersebut menggunakan Solaris Volume Manager. Ok supaya lebih jelas saya tulis sekali lagi tentang apa itu mirror file system (RAID 1). Singkat saja hanya untuk memberi gambaran umum.

Ketika kita menginstal Solaris ke dalam sebuah komputer/server, kita menginstal Solaris ke dalam harddisk yang selanjutnya kita sebut sebagai boot disk. Untuk meningkatkan redundansi/keamanan data, sebaiknya harddisk tersebut kita buat copy-nya atau dengan kata lain mirror-nya. Solaris sebagai operating system tidak tahu bahwa harddisk yang digunakan ada 2 (boot disk & mirror-nya). Solaris tetap akan menganggap bahwa sistemnya diletakkan pada sebuah harddisk. Padahal yang sebenarnya terjadi setelah proses mirroring adalah Solaris sebenarnya melihat sebuah virtual disk yang merupakan gabungan antara boot disk dan mirror-nya. Dengan kata lain hardisk pertama akan menjadi submirror 1 dan harddisk kedua akan menjadi submirror 2. Baik submirror 1 dan submirror 2 menyimpan informasi yang sama dan terus menerus melakukan sinkronisasi. Tiap kali booting, submirror 1 (harddisk pertama) yang akan bekerja. Submirror 2 akan bekerja bilamana submirror 2 mengalami masalah (baik secara logical maupun secara physical). Kita pun bisa memaksa Solaris untuk melakukan booting dari submirror  2. Dengan adanya mirror, operating system dan data akan tetap aman bilamana salah satu harddisk mengalami kerusakan.

Kok mau singkat tetap saja jadi panjang ya :-p , saya coba ringkas lagi prinsip mirroring file system jadi seperti ini (mudah-mudahan jauh lebih ringkas) :

  1. Instal OS ke dalam harddisk A.
  2. Jadikan harddisk A sebagai submirror 1.
  3. Tambahkan harddisk B sebagai submirror 2.
  4. Gabungkan submirror 1 dan submirror 2 sebagai sebuah virtual boot disk. Gabungan ini kita sebut sebagai mirror C.
  5. Atur Solaris supaya mengenali mirror C tadi sebagai system disk. Alih-alih menulis data hanya ke dalam hardisk A yang terjadi sekarang  adalah setiap kali menulis data Solaris akan menulis ke dalam mirror C, data yang ditulis akan tercantum baik di harddisk A maupun di harddisk B.

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana mengembalikan konfigurasi harddisk seperti awal sesaat setelah proses instalasi (menghapus mirroring tadi). Misalkan kita ingin mengembalikan harddisk A sebagai satu-satunya file system disk Solaris, caranya adalah sebagai berikut (saya akan menggunakan contoh mirror yang sudah ada di tulisan sebelumnya)  :

  1. Jalankan perintah metastat untuk memeriksa semua submirror dalam kondisi OK.
  2. Untuk melepas masing-masing submirror, perintahnya adalah seperti berikut ini :

    # metadetach d10 d12
    # metadetach d20 d22
    # metadetach d30 d32
    # metadetach d40 d42
    # metadetach d50 d52

  3. Jalankan perintah metaroot lagi untuk mengembalikan konfigurasi direktori root, kali ini format perintah yang digunakan adalah seperti berikut :

    # metaroot -r /dev/dsk/c0t0d0s0

  4. Edit file  /etc/vfstab supaya menggunakan konfigurasi awal (seperti awal setelah instalasi).

    # more /etc/vfstab
    /dev/dsk/c0t0d0s0 /dev/rdsk/c0t0d0s0 /            ufs  1  no   -
    /dev/dsk/c0t0d0s1                    swap         -    -  -    -
    /dev/dsk/c0t0d0s3 /dev/rdsk/c0t0d0s3 /var         ufs  1  no   -
    /dev/dsk/c0t0d0s4 /dev/rdsk/c0t0d0s4 /opt         ufs  2  yes  -
    /dev/dsk/c0t0d0s5 /dev/rdsk/c0t0d0s5 /export/home ufs  2  yes  -

  5. Reboot server dengan perintah berikut ini :

    # shutdown -i6 -y -g0

  6. Setelah reboot dan Solaris sudah up kembali, jalankan perintah berikut ini :

    # metaclear -r d10
    # metaclear -r d12
    # metaclear -r d20
    # metaclear -r d22
    # metaclear -r d30
    # metaclear -r d32
    # metaclear -r d40
    # metaclear -r d42
    # metaclear -r d50
    # metaclear -r d52

Jangan lupa sebaiknya Anda melakukan backup data terlebih dahulu sebelum melakukan proses unmirroring ini. Untuk jaga-jaga jangan-jangan tutorial yang saya tulis ini salah =))