Makassar (part 3) – Family Gathering 2

Menyambung liputan saya sebelumnya soal Fujitsu Family Gathering 2008, saya buat beberapa komik lainnya. Komik berikut ini adalah tentang tarik tambang juga :

Ini adalah liputan dalam komik kegiatan tarik tambang wanita. He..he..he…selalu ada yang lucu saat lomba tarik tambang diadakan. Persaingan di kelompok wanita memang tidak seketat saat pertandingan di kelompok pria. Entah mengapa tarik tambang wanita lebih banyak ketawa-ketiwinya. Ah mungkin mereka lupa kalau saat kita tertawa tenaga jadi terbuang percuma. Lain halnya dengan pertandingan tarik tambang di kelompok pria, di kelompok wanita tim yang menang bukan yang beranggotakan karyawan berbadan besar. Tim wanita dengan anggota-anggota “besar” malah takluk oleh tim-tim lain. Ya iya lah ketawa terus gimana mau menang.

Makassar (part 2) – Family Gathering

Tulisan ini sebenarnya bukan catatan saya di Makassar, tapi merupakan liputan kegiatan saya akhir pekan kemarin. Sabtu Minggu lalu saya ikut acara Family Gathering kantor. Family Gathering Fujitsu Indonesia tahun ini diadakan di hotel Safari Garden Puncak. Kami semua karyawan Fujitsu Indonesia kumpul di kantor hari Sabtu 9 Agustus 2008 jam 7 pagi. Sekitar pukul 9 pagi rombongan kami meninggalkan gedung Kyoei Prince dengan menggunakan 6 buah bis. Tidak semua karyawan ikut bis, ada juga yang naik/nebeng mobil pribadi. Foto di samping ini adalah foto saat orang-orang mulai naik ke bis masing-masing. Ada 6 bis yang ikut dalam rombongan ini. Jam 10an kami sudah tiba di hotel Safari Garden. Ternyata hotel ini luas sekali, mungkin lebih tepat disebut sebagai resort. Review tentang hotel Safari Garden saya susun dalam bentuk komik, nanti saya muat di postingan berikutnya.

Kami datang di lokasi gathering pukul 10.30an. Setelah mengambil kunci, ada acara pembukaan….biasa lah style Indonesia pake pidato segala. Selain pidato ada juga pengenalan karyawan dari tiap-tiap divisi. Setelah itu baru kami semua makan siang. Makan siang di restorannya hotel Safari Garden, rada-rada teu puguh makanannya. Mungkin ini karena alasan penghematan (masih untung ada acara gathering). Menu makan siangnya cuma nasi, sepotong ikan mas bakar, tahu, tempe, ikan asin, gado-gado, dan sayur asem. Setelah makan siang acara selanjutnya adalah foto bersama. Foto bersama yang juga teu puguh. Dengan kamera biasa mana bisa mencakup gambar ratusan orang. Lebih pas kalau yang memotret menggunakan lensa wide(komplain terus sih..emangnya elo punya kamera & lensa wide?). Acara foto bersama berlangsung singkat saja, lalu kami semua bubar masuk kamar masing-masing.

Setelah masuk kamar dan istirahat sebentar acara dilanjutkan dengan permainan. Permainannya dibagi menjadi 2 bagian, bagian anak-anak dan bagian orang dewasa. Entah apa yang dilombakan di bagian anak-anak, saya tidak mengambil foto-foto di arena anak-anak. Kalau tidak salah dengar sih ada lomba balap bakiak, lomba memindahkan kelereng, dll. Di kelompok orang dewasa permainannya adalah permainan beregu. Maksudnya sih mungkin untuk menjalin keakraban di antara karyawan. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Permainan pertama adalah lomba mengumpulkan bola dengan mata tertutup. Anggota kelompok yang bergantian ditutup matanya untuk mengambil bola yang disebar di lapangan; tentu dengan dipandu oleh teriakan-teriakan rekan kelompoknya.

Permainan dilanjut dengan permainan memindahkan air dengan menggunakan gelas kertas yang diikat di jidat. Setiap kelompok berbaris; dari anggota kelompok yang berbaris paling depan kami harus memindahkan air ke rekan di yang ada di belakang. Cukup sulit memindahkan air dari gelas yang diikatkan ke jidat kami. Ah..tidak ada aturan yang pasti. Diskualifikasi pun tidak ada, yah namanya juga permainan keakraban. Saya ikut serta dalam dua permainan ini, jadi sayang sekali tidak ambil foto-fotonya. Permainan ketiga adalah tarik tambang (standar banget gak sih?). Tarik tambang di mana-mana ya seperti itu. Kelompok dengan anggota-anggota berbadan besar sudah dapat dipastikan memegang sabuk juara :-p Berikut adalah komik lucu-lucuan tentang acara tarik tambang kelompok pria.

Sebenarnya masih ada permainan keempat, kalau tidak salah lomba pukul guling di atas kolam renang (yang kalah tentu basah masuk kolam renang). Saya memilih untuk main biliar sendiri bersama beberapa rekan. Ada 3 meja biliar kecil (7 feet di ruang bar & karaoke hotel). Pukul 6 saya pulang ke kamar, mandi & istirahat sebentar. Yang bikin lelah bagi saya adalah jalan kaki dari satu gedung ke gedung lainnya 🙁 . Aneh juga acara yang harusnya untuk refreshing malah bikin saya capek.

Jam 7 malam acara makan malam dengan hiburan live music, sulap (sulap badut teu puguh juga). Setelah itu ada acara pembagian President Award untuk 3 project dengan revenue terbesar. Ya itu khusus untuk para karyawan yang ikut ambil bagian dalam project….yang tidak ikut ya duduk-duduk saja di meja makan. Acara terakhir adalah pembagian door prize. Kami bubar pukul 11 malam. Saya cuma dapat voucher belanja SOGO senilai Rp300.000,-  Benar-benar melelahkan, masuk kamar langsung tidur tanpa sempat berganti pakaian (ah itu sih dasar aja males & jorok :-p ). Minggu paginya saya bangun kesiangan, jam 7 lebih baru bangun…itupun karena teman saya berbaik hati menelepon membangunkan saya. Buru-buru mandi & cepat-cepat ke restoran untuk sarapan. Setelah sarapan, saya main biliar lagi 😀 Sebenarnya sih gak enak main di meja kecil nan jelek itu. Tapi daripada gak ada kerjaan ya boleh lah.

Jam 10-an kami meninggalkan hotel Safari Garden menuju Taman Safari Indonesia. Ngapain di Taman Safari? Ya lihat binatang donk.Jam 1 siang kami selesai keliling Taman Safari. Acara berikutnya adalah makan siang…makanannya nasi kotak, lagi-lagi teu puguh. Eh dari tadi saya tulis “teu puguh teu puguh“, Anda ngerti kan maksudnya? Teu puguh itu bahasa Sunda, terjemahan bebasnya adalah “gak bagus“. Berhubung ada rekan saya yang harus berangkat ke Semarang karena ada pekerjaan emergency di sana, saya ikut saja pulang dengan nebeng mobil kantor. Ah lega rasanya kembali ke Jakarta, perjalanan yang cukup macet Puncak Jakarta kami tempuh 2.5 jam. Saya sampai di rumah pukul setengah 4 sore.

Makassar (part 1) – Hotel Valentino

Sore ini lagi-lagi saya ke Makassar dan sama seperti minggu lalu, kali ini pun saya tidak dapat voucher hotel. Jadi setibanya di Makassar saya harus cari hotel sendiri. Ada banyak event di kota Makassar (olimpiade sains tingkat pelajar SD kalau tidak salah, konferensi dokter mata, dll) jadi hampir semua hotel berbintang sudah kehabisan kamar alias fullbooked.

Berangkat dengan pesawat GA610, saya tiba di Makassar sekitar pukul 16.30 (waktu Makassar). Di bandara Hasanuddin, saya ditawari hotel oleh travel agent yang buka stand di depan pintu kedatangan domestik. Hmm….katanya tinggal 1 kamar di hotel Valentino yang tersisa (itupun kamar suite dengan harga Rp880.000,-). Ah sepertinya travel agent ini bohong. Buktinya waktu saya minta kamar terpisah karena akan ada rekan yang datang, dia bisa memesan 2 kamar lagi di Valentino (harganya katanya Rp520.000,-). Karena malam ini Pak Rully (manager saya) akan ikut menyusul ke Makassar, saya telepon dia dulu. Di Jakarta Pak Rully browsing tentang hotel Valentino untuk cari tahu apakah layak hotel sekelas itu berharga Rp520.000,-. Setelah dapat nomor teleponnya, Pak Rully coba untuk memesan kamar. Ternyata memang ada kamar deluxe yang masih available dengan harga Rp350.000,-….wah gila kan travel agent tadi. Untung belum deal, karena si ibu travel agent tadi bilang bahwa saya harus bayar cash untuk 2 kamar. Brengsek…ya tapi biarin aja lah toh mereka cari makan dari situ.

Berikut review singkat hotel Valentino dalam komik :

Hotel ini adalah hotel baru di kota Makassar (info ini saya dapat dari ibu travel agent tadi). Memang benar sih, kelihatan masih serba baru di mana-mana di dalam hotel Valentino. Hotel ini ada di Jl.Sutomo tidak jauh juga dari hotel Singgasana. Saat diminta deposit, credit card saya error (aneh, padahal belum menyentuh limit). Jangan-jangan itu cuma trik hotel…mudah-mudahan tidak (mencoba berpikir positif 😀 ). Jadi lah saya bayar cash, untung tadi bawa uang tunai cukup banyak. Di kamar juga segalanya masih terlihat serba baru. Sayang siaran TVnya lokal semua, itupun dengan kualitas gambar yang pas-pasan. Saya juga tidak menemukan buku menu, kulkas dikunci (alias tidak ada mini bar)….jadi deposit itu untuk apa gunanya ya kalau mini barnya tidak ada? Heran…

Makassar (part 4) – Garuda Pecah Ban

Tadi sore saat saya menunggu pesawat di bandara Hasanuddin Makassar, ternyata ada pesawat Garuda yang mengalami pecah ban. Untung bukan pesawat yang akan saya gunakan yang pecah bannya, kalau tidak bisa delay lebih lama lagi. Tadi saja GA603 yang saya tumpangi terlambat hampir 1 jam. Beruntung juga saya bisa ambil fotonya saat teknisi Garuda mengganti ban pesawat itu 😀 (memang manusia pada dasarnya senang lihat sesamanya susah =)) ).

Tadi saya cek di Detik.com ternyata pesawat yang harus diganti bannya adalah GA615 yang baru mendarat dari Jakarta. Kalau menurut Detik.com sih pesawat mengerem dengan kuat sehingga ada ban Boeing 737-400 itu kempes. Kasihan juga para penumpang yang akan menggunakan pesawat itu, pasti delay cukup lama. Berikut fotonya, saya ambil saat saya sudah naik pesawat di pesawat :

Hmm..bannya pesawat itu ban pejal atau tetap berisi angin ya?

Makassar (part 3) – Telkom Hotspot

Di hotel Yasmin ini ada fasilitas hotspot yang menggunakan layanan Telkom Hotspot. Sayangnya layanan ini tidak gratis. Saya harus membeli voucher dulu seharga Rp15000,- untuk pemakaian 1 jam. Seperti ini foto voucher-nya :

Tadi pagi setelah makan siang, saya beli voucher ini. Sayangnya hampir 1 jam saya tidak bisa connect ke Internet. Terus-menerus notebook saya gagal memperoleh IP address dari access point.  Untuk manajer hotelnya cukup peduli, dia segera melapor ke Telkom untuk memperbaiki koneksi Internet. Sabar menunggu 1 jam akhirnya saya bisa berinternet. Hmm…kencang juga akses Internet dari lobi hotel ini. Cepat-cepat saya ketik postingan yang dari kemarin belum ter-publish karena semalam saya batal ke Telkomsel.