Tentang Hoka Hoka Bento

Ada satu hal yang menggelitik di pikiran saya soal Hoka Hoka Bento (saya singkat Hokben). Hal tersebut adalah mengapa sistem pelayanan 1 kasir terus dipertahankan di semua outlet Hokben. Padahal Hokben boleh dibilang cukup sukses, terbukti dengan ramainya pengunjung di outlet-outlet besar. Misalnya outlet Hokben di Gedung BNI 46 Sudirman, di Mal Taman Anggrek, Mal Citra Land, Mangga Dua Mall, Surabaya Plaza. Pada jam-jam sibuk (dan hari-hari libur) hampir semua outlet Hokben tersebut ramai & antrian pengunjungnya cukup “mengular”. Bayangkan saja, dengan sistem serial macam itu pelayanan terpusat pada 1 jalur saja. Bandingkan dengan restoran cepat saji lainnya macam Mc Donald, A&W, atau KFC. Mereka punya setidaknya 2 kasir, antrian pengunjung didistribusikan hampir merata di tiap kasir. Dengan sistem paralel macam itu sepertinya antrian jadi lebih manusiawi.

Foto di atas adalah foto salah satu sudut outlet Hokben di gedung BNI 46 Sudirman. Di outlet Hokben BNI 46 saat jam makan siang (apalagi hari Jumat) saya bisa antri lebih dari 15 menit (dari mulai antri sampai ambil baki & mulai memesan). Belum ditambah lagi antrian pengunjung sebelumnya yang masih sibuk memesan & sibuk membayar.

Ah jadi ingat konsep Single Point of Failure (SPOF). Konsep SPOF menjelaskan tentang salah satu bagian sistem yang bilamana rusak/terganggu akan mengganggu keseluruhan sistem. Dalam mendesain sistem (entah sistem komputer atau sistem apapun) sebisa mungkin orang akan mengurangi adanya SPOF, karena dengan sebuah titik kelemahan rentan mengganggu operasional seluruh sistem. Ada banyak cara orang menghindari SPOF dalam sistemnya, salah satunya adalah dengan menggunakan konsep redudansi. Konsep redudansi secara bodoh-bodohan adalah membuat backup sistem yang bisa sewaktu-waktu menggantikan kinerja sistem bilamana sistem mengalami gangguan.

Ah tapi teori di atas hanya sekerjap pemikiran yang lewat di benak saya. Mungkin teori antrian lebih tepat dipakai. Berhubung saya tidak pernah belajar soal teori antrian, jadi mungkin tidak terlintas di benak saya :D. Yang jelas faktanya, dari kaca mata saya sistem antrian Hokben kurang mengutamakan pelanggannya. Sepertinya kasir menjadi point of failure dalam layanan restoran Hoka Hoka Bento. Semua kegiatan pelayanan Hoka Hoka Bento mengacu pada 1 kasir pada sebuah jalur antrian tunggal. Untuk jumlah pengunjung yang biasa-biasa saja, tentu sistem ini masih terbilang aman digunakan. Tapi bayangkan kalau antrian pengunjung sudah lebih dari 10 orang. Ah kebayang gak sih sudah lapar, harus antri berlama-lama, belum lagi kalau ada orang yang dengan santainya berlama-lama memilih menu. Memang tidak bisa disamakan juga dengan KFC & Mc Donald yang menunya lebih sedikit daripada Hokben.ย  Tapi apakah tidak bisa dipikirkan cara atau konsep lain yang bisa mengurangi kepadatan antrian. Pasti ada cara yang bisa meningkatkan kecepatan pelayanan.

Bagaimana konsep mengutamakan konsumen harus jadi titik acuan menentukan inovasi layanan. Jadi ingat dulu Mc Donald menerapkan jam pasir untuk menjamin layanan yang diberikan pada konsumennya tidak melebihi waktu tertentu (kalau tidak salah 3 menit). Jika dalam 3 menit pesanan belum siap, konsumen berhak memperoleh es krim. Walaupun es krim Mc Donald tidak enak tapi nilai penghargaan pada konsumennya yang jauh lebih penting.

Itu yang menjadi keheranan saya selama ini terutama bila sedang terjebak dalam antrian di Hokben. Mengapa Hoka Hoka Bento tidak memikirkan melakukan invoasi pada sistem layanannya. Entah apakah Hokben ingin mempertahankan sistem yang ada sebagai sebuah ciri khas, atau mungkin ingin memberikan sensasi tersendiri bagi pengunjungnya (sensasi lapar & lama ngantri).ย  Mudah-mudahan ada pihak manajemen Hoka Hoka Bento yang juga punya pemikiran yang sama seperti saya. Sampai saat ini sih saya belum bosan makan di Hokben, yang sudah masuk dalam daftar bosan saya adalah KFC & Mc Donald :-p

Lenovo Ideapad S9

Jumat kemarin saya memutuskan untuk membeli sebuah netbook. Netbook tidak sama dengan notebook kecil. Netbook punya banyak keterbatasan terutama : layar yang kecil, keyboard yang ringkas, tanpa CD/DVDrom. Dengan prosesor yang terbatas pula, netbook lebih diutamakan untuk mobilitas tinggi & untuk dipakai menjalankan aplikasi berbasis internet seperti browsing, chatting, membaca/menulis email. Lalu apakah netbook tidak bisa menjalankan aplikasi yang biasa dijalankan di PC atau notebook? Tentu bisa, tapi Anda pasti akan menghadapi banyak kesulitan, atau dengan kata lain kenyamanan kerjanya berkurang. Bayangkan saja, akan sangat menyiksa mengedit foto dengan Photoshop yang diinstal pada sebuah netbook. Silakan lihat video di Youtube ini,video ini menjelaskan apa sih bedanya netbook dengan notebook.

Kemarin sebelum membeli, kandidatnya adalah Asus EEEPC 904 dan Lenovo S9. Lenovo Ideapad S9 menurut saya lebih elegan desainnya, terkesan simple. Berikut review singkatnya dalam komik :

Ketika dibeli, Ideapad S9 sudah terisi Linpus Linux. Beda dengan Asus EEEPC 904 yang secara default sudah dilengkapi dengan Windows XP. Oh ya meskipun tidak dilengkapi dengan Windows XP,ย  Bhinneka.com tetap memberi CD driver untuk Windows XP. Sebenarnya Linpus Linux sudah cukup untuk dipakai sebagai sistem operasi standar, tapi saya kok gatal ngoprekย  instal ini itu di S9 ini ๐Ÿ˜€ Jadilah saya hapus semua partisi yang ada. Jumat malam saya oprek OSnya, saya instal Ubuntu 8.10. Cara instalnya tentu dengan media USB flash disk karena Ideapad S9 tidak memiliki DVD ROM. Saya pakai unetbooting untuk menyalin Ubuntu 8.10 ke dalam USB. Masih kurang kerjaan, Sabtu malam saya coba instal Windows XP ๐Ÿ˜€ . Ternyata unetbooting tidak bisa dipakai untuk menginstal Windows XP dengan USB flash disk sebagai media. Googling sebentar saya dapat caranya di sini.

Keyboard S9 memang kecil, tapi saya menemukan hanya 2 tombol yang sulit dijangkau yaitu tombol tanda tanya, tombol Right Shift, dan hanya ada tombol Ctrl di sebelah kiri. Dengan kebiasaan mengetik saya di notebook normal, tombol-tombol huruf masih bisa dipahami oleh jari-jari saya. Kecepatan mengetik saya terhambat kalau sudah mencoba meraih tombol Right Shift & tanda tanya. Ya tapi ini bukan kendala besar, hanya masalah kebiasaan saja. Batere S9 kok sepertinya tidak terlalu kuat, saya sudah coba colok adaptornya ke listrik PLN sampai baterenya penuh. Dengan OS Ubutu 8.10, masa hidup dari batere penuh sampai mati hanya 2 jam lebih 9 menit. Entah saya belum coba dengan Windows XP. Di CD driver Ideapad S9 ada sebuah tool bernama Energy Management. Dengan tools ini saya bisa menentukan bagaimana penggunaan daya batere. Mudah-mudahan dengan bantuan software ini, daya tahan baterenya jadi bisa lebih lama untuk 1x charging.

Ketik REG Spasi Bla Bla Bla

Sudah cukup lama juga saya perhatikan bisnis SMS premium makin marak. Parameternya mudah saja, silakan tongkrongi televisi Anda akan dengan mudah melihat iklan-iklan SMS premium. Itu loh iklan yang bunyinya “ketik REG spasi….”. Ciri SMS premium biasanya nomor tujuan yang digunakan hanya terdiri dari 4 digit dan diawali dengan REG (ini mungkin karena akan direspon oleh mesin). Oh ya ciri lain adalah tarif SMS yang gila-gilaan, biasanya Rp2000,-/SMS. Berkali lipat daripada tarif SMS normal.

Menurut pengamatan saya, Global TV adalah televisi lokal yang paling banyak menayangkan iklan semacam ini. Global TV memang jarang saya tonton, tapi beberapa kali saya menonton film di Global TV saya kesal juga dengan banyaknya SMS premium macam ini. Dari 1 durasi iklan (sekitar 3-4 menit), saya setidaknya menemukan 4-5 iklan tentang SMS premium. Lebih menyebalkan lagi karena iklan yang sama selalu muncul berulang-ulang tiap kali rehat iklan.

Sejauh pengamatan saya dari beberapa stasiun TV besar (RCTI, SCTV, Metro TV, Global TV, Trans7, TransTV, ANTV, TVOne) sepertinya Metro TV-lah yang jarang menayangkan iklan semacam itu. Memang ini cara yang luar biasa efektif untuk “mencuci otak” pemirsanya (untuk membodohi masyarakat). Ah tapi itu kan hanya pandangan saya yang merasa terganggu dengan iklan-iklan semacam itu. Mungkin dari sisi bisnis sepertinya memang bisnis SMS premium ini luar biasa untungnya. Sah-sah saja orang berbisnis, tapi yang jelas saya terganggu…entah apa Anda terganggu juga apa tidak. Dari pengamatan saya pula, ada beberapa kategori iklan SMS berdasarkan konten yang ditawarkan :

  1. Kategori Percintaan
    SMS yang masuk ke kategori ini banyak ragamnya, mulai dari tips-tips sayang-sayangan, sampai SMS yang bisa menebak cocok tidaknya hubungan dengan pacar berdasar tanggal lahir.
  2. Kategori Nasib, Peruntungan, Ramalan
    Dulu saya pernah baca di Detik.com, kataya dalam 2 minggu peluncurannya SMS premium dari Ki Joko Bodo bisa menjaring jutaan SMS (tapi lupa tepatnya berapa). Gila…pantas bisnis SMS premium macam ini makin marak. Saya senang sekali saat melihat iklan Telkom Flexi yang meniru iklan SMS paranormal. Senang saja rasanya melihat Telkom seolah-olah meledek si paranormal itu ๐Ÿ˜€ Coba saja pikir, di salah satu iklan paranormal dialognya : “kamu gak cocok kerja di air, cocoknya dagang”……ya iyalah kerja jadi pembersih kolam renang sampai kapan juga bakal susah kaya, apalagi kalau dibandingkan dengan berdagang. Gak perlu bertanya pada paranormal, saya juga bisa kasih solusi begitu X-(
  3. Kategori Selebritis
    Ini termasuk salah satu jenis yang ngetop di awal-awal maraknya SMS premium. Isinya menawarkan update berita dan kegiatan sehari-hari dari artis tersebut. Tentu yang ditampilkan adalah artis yang sedang naik daun. Penipuan masyarakat yang paling jelas adalah saat si artis beriklan dengan mengatakan : “SMSnya langsung dari henpon saya”….ah geblek. Bahasa iklan memang penuh penipuan, kalau dipikir baik-baik mana mungkin tiap kali ada orang daftar terus si artis akan mengirimkan SMS langsung padanya……bisa bengkak jempolnya kalau begitu. Lagipula apa iya sesenggang itu waktu si artis untuk melayani SMS macam itu. Coba bayangkan berapa buanyak fans artis ybs yang akan terpancing untuk mendaftarkan diri pada layanan SMS premium tersebut?
  4. Kategori Games
    Katanya cukup dengan mengirimkan SMS, orang akan mendapatkan games yang bisa dimainkan di ponselnya. Terus kalau yang kirim SMS masih pakai henpon jadul (macam Nokia sejuta umat) apa bisa juga ya? :-/
  5. Kategori Rohani
    Tidak pandang agama, semua provider berlomba-lomba menyediakan layanan bernuansa rohani. Layanannya pun bervariasi, dari kiriman ayat-ayat kitab suci, lagu rohani, sampai kotbah-kotbah singkat. Biasanya yang dipajang sebagai bintang iklannya adalah tokoh yang terkenal di kalangan ulama/pendeta. Entah apa mereka ikut menikmati hasilnya atau hanya sekadar bintang iklan saja. Kalau sekarang sedang mendekati Natal, yang ditawarkan adalah lagu-lagu natal (ini juga termasuk dalam kategori ke-7). Mungkin SMS yang berkonten motivasi/kunci sukses dsb, bisa juga masuk ke kategori ini.
  6. Kategori Kuis
    Mungkin ini adalah cikal bakal kemunculan SMS premium. Dulu ada Indonesian Idol dan beberapa ajang pencarian bakat yang memanfaatkan SMS premium untuk menentukan pemenangnya. Dengan iming-iming hadiah, tentu tawaran kuis lewat SMS ini akan dengan mudah menjaring peserta. Dulu waktu sering dinas ke luar kota &ย  menginap di hotel yang biasa-biasa saja (cuma punya siaran TV lokal), tiap kali pulang malam ke hotel saya & menyalakan TV yang tampil adalah acara kuis SMS dengan host artis seksi. Wah model begini pasti lebih mudah lagi membodohi orang-orang untuk ikut berpartisipasi mengirimkan SMS. Ternyata provider GSM juga ikut-ikutan gak mau ketinggalan, saya pernah lihat iklan milik XL tentang gaji jutaan rupiah selama 1 tahun cukup dengan ikut mengirimkan SMS. Halah…hari gini iklan model ini pasti banyak peminatnya. Ekonomi sedang sulit, tentu orang (pengguna XL terutama) banyak juga yang tergiur. Apalagi dengan adanya contoh orang yang sudah pernah dapat hadiahnya.
  7. Kategori Isi Ponsel
    Termasuk di dalamnya SMS yang menawarkan ringtone, RBT (ring back tone), SMS/MMS lucu, dsb

Apa Komisi Penyiaran Indonesia tidak gerah ya melihat tayangan iklan SMS yang bertubi-tubi mengisi jam tayang televisi? Harusnya sih KPI ikut serta mengatur penayangan iklan SMS premium macam itu, coba saja periksa berapa banyak konten yang kurang mendidik di dalam iklan-iklan macam itu. Hmm mendidik atau bukan memang bukan urusan saya, tapi yang jelas pasti banyak juga orang yang merasa terganggu melihat iklan macam ini terus-terusan.

Restoran Bangkok ’69

Selasa malam saya pergi makan malam ke rumah makan Bangkok ’69 di kawasan Bendungan Hilir Jakarta. Ini hasil rekomendasi teman saya, katanya kodok goreng di sana enak. Hmm berhubung saya ulang tahun, teman saya memesankan mie goreng juga. Kurang lebih seperti ini menu makan malam kami tadi malam :

Ah satu menu yang tidak sempat terfoto, sup asparagus kepiting. Di foto itu ada mie goreng, cumi goreng (entah tepatnya dimasak apa), cakwe udang (yang diletakkan di atas alumunium foil), dan kodok goreng mentega. Semangkuk kecil nasi putih, segelas jus mangga, dan segelas fresh orange juice juga tidak terfoto.

Dari pilihan menu itu, yang menurut saya cukup enak rasanya cuma 3, diurut dari tingkat kelezatannya : sup asparagus kepiting, kodok goreng mentega, dan mie goreng. Cumi goreng & cakwe udangnya? Ancur rasanya :(( Lebih baik yang enak saja yang dibahas. Sup asparagusnya enak, daging kepitingnya & asparagusnya banyak. Kodok goreng menteganya juga cukup bisa dicoba kembali. Kodok alias swike yang dimasak cukup besar-besar dagingnya. Tapi masih kalah rasanya dengan kodok goreng Jatiwangi Cirebon. Mie gorengnya enak sayang terlalu banyak campuran kecambah (tauge) di dalamnya. Mie goreng ini dilengkapi juga dengan udang & daging (lupa daging ayam atau sapi ya tadi?).

Hari ulang tahun katanya harus dirayakan dengan mie. Ah jadi ingat Mamah saya di Cirebon, dia juga punya kebiasaan tentang mie saat ulang tahun. Katanya mie yang panjang melambangkan umur yang panjang, berharap bisa panjang umur saat usia bertambah. Entah hanya orang Chinese yang punya kepercayaan macam itu atau tidak. Tapi memesan sepiring mie goreng dengan tambahan beberapa lauk lalu memesan nasi putih, memang bukan pilihan yang bijaksana. Malam ini saya benar-benar kekenyangan. Mie goreng masih tersisa lebih dari separuh, nasi putih saya pun hanya habis setengah mangkuk. Cumi goreng & cakwe udang apalagi, hampir utuh. Hanya kodok goreng yang habis kami makan. Oh ya soal minuman, jus mangga yang saya pesan cukup enak rasanya. Sayang fresh orange juice yang dipesan teman saya malah sebaliknya, katanya terasa bukan fresh orange juice.

Dari sisi pelayanan, restoran ini cukup OK. Dengan jumlah pelayan yang banyak, pelayanannya sigap dan boleh dibilang cukup ramah. Mungkin karena jumlah pengunjung yang cuma sedikit malam tadi, sehingga satu meja dilayani 2 sampai 3 orang pelayan. Agak sedikit mengganggu privasi kalau tiga pelayan terus-terusan memperhatikan dalam jarak 3-4 meter. Ya memang, mereka menunggu kalau-kalau tamu butuh sesuatu atau hendak memesan sesuatu. Tapi siap siaga di posisi yang tidak terlalu dekat masih bisa kan?

Overall, tidak ada yang sesuatu yang cukup bisa membuat saya balik lagi ke restoran Bangkok ’69. Ya mungkin kalau diajak lagi ke sini; tapi pergi sendiri atau merekomendasikan ke orang lain? Ah sepertinya tidak. Eh ada promo diskon 25% bagi pemegang kartu kredit HSBC di sini (berlaku sampai Januari 2009)…sayang saya bukan pemegang kartu kredit HSBC ๐Ÿ˜€

26th Anniversary

Entah sudah berapa kali hari ini saya terima ucapan selamat ulang tahun yang diiringi dengan embel-embel : “makan-makannya di mana?” X-( (upsss….maaf salah ya smiley-nya; jadi ingat kata Mellisa adik saya : orang yg lagi ultah dilarang marah-marah) Hari ini saya ceritanya ulang tahun….16 Desember 2008 pas 26 tahun. Kenapa sih banyak orang latah, entah benar minta ditraktir atau cuma basa basi, kenapa orang selalu latah mulut soal kapan makan-makannya. Tapi terlepas dari itu semua, saya mau mengucapkan terima kasih buat semua yang sudah ingat hari ulang tahun saya. Really appreciate your attention for me…..

Dua kali saya pergi makan bersama teman-teman hari ini. Makan-makan yang pertama siang tadi bersama rekan-rekan satu tim (maaf Pak Rully, Anto, Rindu, Mas Dwi yang luput ๐Ÿ˜€ ) Oh ya, sebelumnya saya juga pernah pergi makan bersama rekan-rekan kantor di Hoka-Hoka Bento (dulu pernah juga ada liputannya di sini). Makan-makan yang kedua kapan? Makan-makan yang kedua tadi malam sepulang kantor. Tapi yang bisa dilaporkan dalam komik cuma makan-makan di Hoka-Hoka Bento tadi siang :

Tiap kali ulang tahun & tiap kali mendapat ucapan selamat ulang tahun, satu hal yang saya gak pernah lupa adalah ucapan teman kuliah saya dulu, Victor Iman, tentang saya yang kurang care. Dulu pernah Victor bilang pada saya kalau saya orangnya gak care, saya masih ingat waktu itu kita berdua sedang membahas kenapa saya selalu lupa ulang tahun orang lain. Ya kadang malu sendiri kalau lupa kapan ulang tahun orang lain, apalagi kalau sampai orang yang bersangkutan malah ingat betul kapan ulang tahun saya. Ah rupanya Victor lupa tentang obrolan waktu, tadi saat diklarifikasi lewat YM (Yahoo Messenger) dia lupa pernah berkata seperti itu. Biarlah Victor lupa, tapi kata-kata itu berkesan bagi saya sampai sekarang. Maafkan teman-teman yang kadang saya lupa hari ulang tahunnya.

Ah tahun ini sepertinya akan bertambah lagi gelarnya selain “Tedy yang gak care”, tambah satu lagi : “Tedy yang gak bisa berkomitmen” =)) Eh untuk masalah “gak bisa berkomitmen” mungkin akan saya bahas di postingan lain.

ย **refleksi bodoh-bodohan di ultah ke 26, ditulis saat pikiran ruwet malam ini**