Pulang Cirebon

Sabtu siang kemarin saya pulang ke Cirebon, katanya adik saya sakit. Adik perempuan saya terpaksa dirawat di rumah sakit karena terkena demam berdarah. Ya sudah pulanglah saya dengan kereta api jam 1 siang…padahal tadinya saya tidak punya rencana pulang ke Cirebon. Ah sayang Sabtu siang kemarin saya harus puas duduk di gerbong bisnis kereta Cirebon Ekspress. Tidak ada lagi kursi di kelas eksekutif, perjalanan yang kurang menyenangkan….siang-siang menuju Cirebon dengan hawa panas, duduk di kelas bisnis pula. Untung saya duduk persis di bawah kipas angin, jadi masih bisa duduk sambil baca novel. Hmm iseng sebentar waktu menunggu kereta datang di Gambir, sambil menunggu kereta datang…motret-motret.

Foto ini diambil saat kereta Cirebon Ekspress dari Cirebon menuju Jakarta baru merapat di Stasiun Gambir. Kereta ini pula lah yang akan saya naiki kembali ke Cirebon. Begitu ada pengumuman akan masuk kereta dari Cirebon, saya langsung ambil posisi di samping rel 😀 Mencari titik fokus dulu supaya saat kereta melintas saya tinggal ambil gambarnya.

Kalau foto di bawah ini adalah foto keramaian penumpang kereta Cirebon Ekspress yang baru datang tadi. Tidak terlalu ramai penumpang KA Cirebon Ekspress siang kemarin.  Susah juga ternyata memotret di tengah keramaian orang berlalu lalang. Jadi yang ada di dalam foto di bawah ini adalah penumpang yang turun belakangan dari kereta.

KA berangkat dari Gambir menuju Cirebon tepat pukul 13.15, tepat sesuai jadwal. Tiba di Cirebon juga tepat sesuai jadwal, pukul 16.15 sudah masuk stasiun Cirebon.

Indovision Billing Error

Rabu malam lalu (29 April 2009) muncul sebuah gambar amplop di layar televisi saya. Biasanya amplop tersebut berisi pesan dari Indovision untuk pelanggannya. Informasinya misalnya pemberitahuan promosi, event yang diselenggarakan Indovision, atau juga alert soal jumlah tagihan yang belum terbayar. Saat saya buka pesan tersebut ternyata isinya adalah peringatan tagihan yang belum terbayar untuk periode bulan ini. Screenshot-nya seperti ini :

Kaget juga saya membaca pesan ini karena saya ingat Jumat lalu saya sudah membayar tagihan Indovision lewat ATM BCA. Kaget yang kedua karena melihat jumlah yang ditagihan lebih besar daripada jumlah yang biasa saya bayarkan tiap bulannya (Rp239.000,-). Saat itu posisi saya sudah di kasur, menjelang tidur. Terdorong rasa penasaran saya bangun lagi. Pertama ambil kamera motret tampilan pesan itu lalu mencari struk transfer BCA sekadar ingin mencocokkan nomor account Indovision saya. Untung slip transfer BCA masih saya simpan. Nomor account yang tercantum di pesan yang muncul di layar TV saya ternyata berbeda dengan nomor account Indovision saya.

Saya masih belum yakin, jangan-jangan saya salah mentransfer pembayaran Indovision. Saya cari lagi amplop tagihan Indovision bulan sebelumnya, ternyata saya tidak salah. Nomor account Indovision saya sudah benar. Saya yakin ada yang salah dengan sistem billing-nya Indovision. Saat itu sudah hampir jam setengah 1 malam, inginnya segera komplain tapi mata sudah benar-benar ngantuk. Saya putuskan besok saja telepon ke Indovisionnya. Ini di luar kebiasaan saya, ngantuk mengalahkan keinginan saya untuk ngomel-ngomel :-p

Hari Kamis saya malah lupa telepon ke Indovision. Kamis malam sepulang kantor saat saya menyalakan TV, ada lagi gambar amplop kecil tepat di bagian atas layar. Saat saya buka ternyata isinya informasi kesalahan tagihan dari Indovision. Screenshot-nya seperti ini :

Ok clear masalahnya, Indovision salah mengirim pesan informasi tagihan.