Liberté, égalité, fraternité

Kalau Indonesia punya semboyan negara “Bhinneka Tunggal Ika”, negara Perancis punya motto “Liberté, égalité, fraternité”. Paling tidak itu yang saya dapatkan dari Wikipedia. Gara-gara foto di bawah ini saya jadi browsing Google untuk tahu terjemahan pasti slogan “Liberté, égalité, fraternité” tersebut. Saya lupa-lupa ingat terjemahannya terutama kata ketiga fraternité. Ketiga kata tersebut kalau di-Indonesiakan mungkin menjadi : “kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan”. Hmm I need to confirm it with Jennifer, since she speaks French fluently 😀

Sebenarnya slogan ini sudah pernah saya dengar sejak SMP dulu. Waktu pelajaran sejarah dunia, tentang topik Revolusi Perancis diungkap juga slogan ini. Slogan ini dikumandangkan rakyat Perancis dalam revolusinya menggulingkan tirani  Louis XVI. Ah saya masih ingat pelajaran itu, pelajaran IPS Sejarah kelas oleh Pak Djoko :-p Ok soal foto di atas saya ambil tahun lalu di kota Saint-Étienne Perancis. Entah gedung apa itu, kemungkinan besar gedung balaikota (atau bisa juga gedung pengadilan). Masih lanjutan acara oprek-oprek foto lama. Foto ini sudah saya ubah color balance-nya.

Ah mungkin karena semboyan negara Perancis yang seperti ini maka bos saya di kantor (yang orang Perancis itu) tidak pernah mempermasalah karyawannya datang terlambat :-p Liberte = bebas masuk/pulang jam berapa saja. Egalite = kesamaan (equality) bos dan anak buah sama-sama bisa datang siang & sama-sama bisa pulang cepat. Halah…kok jadi nyambung ke urusan jam kantor. Terlalu berlebihan kan saya kali ini? Tapi betul kok memang enak datang terlambat dan pulang lebih cepat =)) **kerjaan tetep beres loh ya**

Flickr Hanya 200 Foto

Beberapa hari lalu saya sedikit kaget membuka halaman Flickr saya. Ada pengumuman seperti terlihat pada gambar di bawah ini :

Flickr membuat batasan  user regular (alias gratisan) hanya bisa melihat 200 foto terakhir saja. Misalnya saya sudah upload 200 foto, ketika saya upload foto ke-201 maka foto pertama otomatis tidak bisa dilihat lagi :(( Alternatifnya adalah dengan menjadi member Pro di Flickr dengan tambahan dana sekian dolar. Ah aneh tapi saya tahu sebagai pengguna layanan gratisan memang dilarang komplain. Hukumnya kan sudah begitu : Gratis Kok Mau Enak :-p Mau bagaimana lagi namanya juga gratisan, terserah yang punya layanan mau buat aturan seperti apa. Sayang sekali…padahal cukup menyenangkan menaruh koleksi foto di Flickr. Dilarang komplain tapi masih boleh lah saya sedikit membandingkan dengan layanan sejenis Flickr, mengingat penyedia layanan Picasa (milik Google) tidak punya aturan upload seperti ini. Picasa Google memberi kuota sebesar 1 GB bagi para penggunanya, tidak peduli berapa banyak foto yang di-upload.

Sejak awal punya kamera tahun lalu, saya selalu menaruh foto di Picasa. Itupun saya pakai untuk keperluan menampilkan foto ke dalam blog ini. Sebenarnya WordPress sendiri menyediakan ruang bagi saya untuk menaruh foto. Tapi saya pribadi lebih suka menaruh foto di Picasa. Nah sejak punya kamera DSLR, saya mulai mengefektifkan pemakaian account Flickr saya. Ah tapi tahu ada batasan 200 foto terbaru saja yang bisa terlihat membuat saya berpikir ulang untuk meninggalkan Flickr dan memaksimalkan Picasa saja :