Fenomena Sumbangan Masjid

20130623-234008.jpg

Dari tahun ke tahun di sepanjang jalan utama pantai utara Jawa pasti dihiasi dengan fenomena pengumpul sumbangan masjid. Biasanya yang mengumpulkan sumbangan akan berdiri di tengah-tengah jalan yang sudah diberi pembatas tong. Bersiaga dengan jaring ikan untuk menangkap uang sumbangan yang dilemparkan oleh pengendara yang melintas. Sebagian timnya berkumpul di tepi jalan dengan microphone menyapa pengendara yang melintas. Ada juga yang menyetel lagu-lagu Qasidahan.

Dapat dipastikan semua kendaraan akan melambat bila menemui para pengumpul sumbangan ini. Bagaimana tidak, satu jalur yang bisa dilewati 2 mobil dipecah dengan bekas tong minyak. Entah apa pernah ada yang meneliti bagaimana kelanjutan pembangunan masjidnya.

BBC

20130623-232215.jpg

BBC ini bukan jaringan televisi Inggris, tapi singkatan dari Banyumas Biliar Center. BBC ini adalah tempat biliar terbesar di Purwokerto. Agak menarik namanya bukan Purwokerto Biliar Center tapi Banyumas. Mungkin karena Purwokerto masih berada dalam wilayah Karesidenan Banyumas Jawa Tengah. Lokasi BBC ini di Jalan Dokter Angka Purwokerto, tepat si sebelah hotel Horizon (dulu bernama hotel Dinasti). Lokasinya tidak terlihat dari jalan karena posisi gedung BBC ini agak masuk ke dalam.

Ada lebih dari 20 meja biliar di BBC. Hanya sayang tempatnya kurang terawat, terkesan agak kumuh. Tempat ini juga dipakai sebagai tempat berlatih atlit biliar POBSI.

20130623-232943.jpg

Kaget saya saat bertanya berapa harga per jam untuk main biliar di BBC ini. Lima belas ribu rupiah per jam. Hanya seperlima harga sewa tempat biliar seperti Afterhour Jakarta. Sayangnya tempatnya kurang nyaman untuk berlama-lama main biliar meskipun harganya sangat murah.

Meja yang saya pilih cukup baik kualitas kain lakennya. Karena dipakai tempat latihan atlit, lubang meja biliar ini diset lebih kecil dari biasanya. Umumnya satu lubang di meja biliar bisa dimasuki 2 bola biliar dengan mudah, tidak demikian dengan meja ini.

Ini sekaligus mengenang kembali saat-saat saya sering bertugas ke beberapa kota besar di Indonesia. Tiap kali berkunjung ke kota baru, saya sempatkan mencoba tempat biliarnya.

Soto Sokaraja

20130623-230117.jpg

Minggu lalu saya sempat menikmato soto di Purwokerto. Soto di Purwokerto punya keunikan sendiri, disajikan dengan sambal kacang yang cukup pedas. Sambal kacang ini enak sekali, cocok untuk semangkuk soto hangat. Soto ini disajikan dengan potongan lontong, tauge, potongan daging sapi (ada juga yang menyajikan dengan daging ayam). Saya perhatikan sepertinya tidak lazim orang yang memesan semangkuk soto ini dengan sepiring nasi. Oh ya kerupuk warna-warni juga jadi ciri khas soto ini.

Selain di Purwokerto yang terkenal juga adalah soto Sokaraja. Sokaraja ini daerah di pinggir Purwokerto. Yang terkenal di daerah Sokaraja adalah Soto Kecik Pak Slamet. Di sini hanya ada soto daging sapi.

20130623-231108.jpg

Semangkuk soto ini porsinya tidak terlalu besar, kurang bisa membuat kenyang. Dua mangkuk rasanya pas untuk mengenyangkan perut. Lebih baik memesan di awal sekaligus 2 mangkuk daripada menunggu mangkuk kedua datang.

Soli Deo Gloria

20130623-222515.jpg

Tepat di halaman depan Gereja Katedral Purwokerto ada sebuah lonceng yang cukup besar. Pada lonceng itu terukir tulisan “Soli Deo Gloria”, bahasa latin yang kira-kira artinya kemuliaan hanya bagi Allah. Lonceng ini sumbangan menteri dalam negri era orde baru, Bapak Soepardjo Rustam.

Agak sedikit janggal menurut saya ukiran “Soli Deo Gloria” tadi kalah besar dengan ukiran nama pemberi lonceng ini. Rasanya akan lebih elegan bila komposisinya dibalik.

Cerita SSD Macbook Air

apple-survey

Setelah selesai mengisi survei kepuasan pelanggan dari Apple, saya diberi tampilan terima kasih seperti gambar di atas. Ucapan terima kasih dalam banyak bahasa. Saya diminta mengisi survei kepuasan pelanggan karena minggu lalu saya baru saja memperbaiki Macbook Air saya. Tanggal 10 Juni lalu Macbook Air saya bermasalah, tiba-tiba saja tidak bisa boot masuk ke OS. Aneh padahal sebelum berangkat ke kantor, Macbook saya masih baik-baik saja. Saya sudah coba masuk recovery mode (dengan menekan tombol Option saat restart) dan sepertinya ada masalah dengan SSDnya. Macbook Air tidak menggunakan harddisk konvensional lagi tapi menggunakan SSD (Solid State Disk) sebagai gantinya. SSD yang dipakai pun tidak seperti yang gampang didapati di pasaran. Bentuknya yang kecil nyaris mirip seperti memory laptop. Hari itu juga saya bawa Macbooknya ke service center resmi Apple di gedung Menteng Central lantai 2. Lokasi service center Apple ini berada satu ruangan dengan iBox (toko yang menjual Apple).

Untuk memastikan kerusakan benar pada SSDnya, teknisi Apple tadi perlu menjalankan aplikasi troubleshooting khusus Apple yang diakses dari jaringan. Benar dugaan saya menurut hasil pengecekan teknisi, SSD Macbook saya rusak. Teknisi Apple mengatakan perlu waktu sekitar 14 hari kerja untuk memperbaiki SSD yang rusak ini. Perlu waktu cukup lama karena katanya spare part SSD ini didatangkan dari Apple Singapore.

Cukup mengecewakan mengingat saya beli Macbook ini belum lebih dari satu tahun. Teorinya SSD lebih awet daripada harddisk biasa karena tidak ada komponen mekanik yang bergerak. Harddisk biasa memiliki komponen yang bergerak yaitu pirangan (platter) dan head (bagian yang melakukan pembacaaan data). Tidak disangka malah umur SSD ini pendek sekali. Untungnya karena masih berumur kurang dari satu tahun, Macbook ini masih memiliki garansi. Garansinya habis bulan Agustus depan. Mengapa saya bilang untung? Karena ternyata harga SSD dengan kapasitas 128GB untuk Macbook Air itu sekitar 9 juta rupiah. Harganya sangat tidak masuk akal mengingat harga Macbook Air ini sekitar 11.5 juta rupiah. Tadinya saya pikir saya bisa sekalian lakukan upgrade SSD dengan ukuran yang lebih besar. Tapi harga SSD yang fantastis itu membatalkan niat saya. Mungkin ini bisa jadi tambahan bahan pertimbangan bagi Anda yang ingin membeli Macbook Air. Spare part yang mahal dan opsi upgrade yang menurut saya mustahil.

Lima hari berselang saya terima email pemberitahuan kalau Macbook saya sudah selesai diperbaiki. Saya cukup surprise membaca emailnya karena ternyata prosesnya jauh lebih cepat daripada perkiraan awal. Sayangnya saya sedang berada di luar Jakarta sehingga tidak bisa langsung mengambil Macbook Air tadi. Tidak lama berselang ada 2 panggilan masuk ke ponsel saya. Saya abaikan saja karena nomornya tidak saya kenal & kebetulan saya sedang nyetir. Lebih dari dua kali nomor yang sama mencoba menelpon ke 2 nomor ponsel saya. Karena nomor tadi gigih menelepon saya angkat juga teleponnya. Rupanya teknisi Apple yang menelepon ingin mengabarkan kalau Macbook saya sudah bisa diambil. Saya hargai kegigihan mereka untuk mencoba mengabari saya via telepon meskipun toh saya sudah baca email mereka.

Nah survei tadi ini berkaitan dengan cerita di atas. Tentu saya beri nilai sempurna untuk pelayanan service center Apple tadi. Nilai sempurna pada kecepatan mereka melakukan perbaikan, kejelasan dalam menerangkan masalah yang timbul, serta kegigihan mereka dalam mengabarkan hasil perbaikannya via telepon.