Sate Sari Mendo Tegal

Dalam perjalanan pulang dari Semarang saya mampir makan sate kambing muda di Tegal. Atas petunjuk rekan saya via telepon, saya diarahkan ke rumah makan sate kambing Sari Mendo. Dari jalur utama Pantura yang menuju Cirebon, saya belok kiri di samping Pasifik Mal. Setelah belok jalan lurus terus mengikuti jalan itu saya harus belok kiri. Begitu belok kiri saya harus belok kanan menyeberangi rel kereta api. Dari rel kereta api tadi, lokasi Sari Mendo tidak jauh lagi di sisi kiri jalan. Parkirannya luas karena halaman ruko di sampingnya dijadikan tempat parkir juga.

Rumah makan ini terbilang luas memanjang ke belakang. Saat itu sekitar pukul 7 malam tidak terlalu banyak pengunjung yang makan di sana. Tapi ini membuat saya heran karena pelayanannya terbilang lambat. Perlu waktu lebih dari 20 menit sampai makanan datang. Mereka tampaknya tidak menjual sate kambing daging polos, semuanya diberi lemak (gajih). Dagingnya lumayan empuk tapi masih kalah empuk dengan sate kambing di Prupuk yang saya kunjungi bulan Juni yang lalu.

Selain sate saya juga pesan sop kambingnya. Sopnya terasa segar hanya sayang isi dagingnya sedikit. Untuk sopnya saya masih lebih suka sop kambing Sate Casmadi di belakang Wisma Mulia Jakarta.

Overall lumayan untuk makan malam mengganjal perut setelah berjam-jam terjebak kemacetan di Pekalongan.

Bandeng Presto

Selain lunpia, Semarang juga terkenal dengan oleh-oleh bandeng prestonya. Ikan bandeng yang sudah dimasak dalam panci presto tulangnya jadi lembut sekali dan bisa dimakan. Sepanjang jalan Pandanaran Semarang, banyak penjual bandeng presto. Salah satu gerai yang menjual bandeng presto menggunakan merek “Presto”. Toko ini terletak di pertigaan jalan Pandanaraan dan jalan MH Thamrin. Letaknya di hook belokan menuju jalan MH Thamrin.

Dalam perjalanan ke Semarang kemarin saya sempat mampir ke sana. Banyak sekali perubahan di gerai Presto, sekarang nampak lebih modern. Papan nama pun terlihat mencolok. Sekarang Presto punya area parkir sendiri di depan tokonya, tidak luas tapi cukup menampung 5-6 mobil. Gerai bandeng Presto juga menjual berbagai oleh-oleh khas Semarang.

Oh ya, gerai Presto ini lokasinya berada di seberang Menara Suara Merdeka. Saat saya datang susah sekali mencari tempat parkir karena banyaknya pengunjung. Tidak heran memang mengingat arus lalu lintas di Jalan Pandanaran sedang padat-padatnya.

Suasana dalam toko benar-benar sibuk. Sepintas seperti menunggu antrian obat di apotik karena pegawainya beberapa kali memanggil nama pembeli saat pesanannya sudah siap. Soal rasa tiap-tiap orang punya selera masing-masing. Ada juga yang bilang katanya bandeng presto yang enak adalah merek Juwana. Tapi saya sendiri lebih cocok dengan rasa Bandeng Presto, yang asli merek Presto. Hmmm sayangnya saya lupa foto ikan bandengnya :-).