My Passport Essential

Awal Maret ini saya dapat mainan baru 😀 Saya dapat hadiah harddisk eksternal Western Digital. Hadiah dari rekan saya Pak Edi, gara-gara saya membuatkan file server di kantornya. Produk keluaran Western Digital ini nama produknya adalah My Passport Essential. Harga memang berbanding lurus dengan kualitas. Dibandingkan dengan harddisk eksternal saya dulu, WD Passport ini jauh lebih keren. Dari segi tampilan saja casing WD terlihat lebih kokoh, lebih elegan. WD Passport juga dijual lengkap dengan soft case, seperti tempat kamera digital. Di dalamnya sudah disertakan pula beberapa aplikasi, salah satunya adalah aplikasi untuk mem-backup data dari Microsoft Outlook……hmm ga tertarik 😀 Tapi sayang juga kalau dihapus, jadi saya copy saja ke komputer siapa tahu kapan-kapan dibutuhkan. Hmm jadi ingat dulu Kang Ramdhan yang duluan pakai harddisk persis seperti ini.

Berikut foto mainan baru saya :

Sampai hari ini belum saya utak-atik, tapi sudah sempat dipinjam Budy rekan saya untuk mem-backup sementara PCnya. Hari ini baru saya sentuh lagi. Kapasitasnya besar cocok sekali untuk menyimpan hasil foto-foto saya. Harddisk portabel saya sebelumnya sudah megap-megap hampir penuh. Malam ini saya iseng mencari tahu bagaimana cara memformat harddisk menjadi partisi NTFS di Ubuntu. Biasanya di Ubuntu saya pakai gparted untuk urusan partisi, tapi  gparted belum support NTFS. Dari Google saya dapat info kalau saya harus install dulu aplikasi yang namanya  ntfsprogs. Untung ada di reponya Ubuntu. Begitu selesai instalasi, ada tambahan format baru di gparted, format NTFS sudah tersedia di sana. Tapi saya malah tidak jadi pakai gparted untuk memformat WD Passport ini. Saya pilih pakai mkfs.ntfs. Seperti ini contohnya :

tedy-laptop:/ #  lsusb
Bus 007 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 006 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 005 Device 003: ID 08ff:2580 AuthenTec, Inc. AES2501 Fingerprint Sensor
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 001 Device 003: ID 1058:0704 Western Digital Technologies, Inc.
Bus 001 Device 002: ID 046d:09b2 Logitech, Inc.
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
tedy-laptop:/ #

tedy-laptop:/ #  sudo apt-get install ntfsprogs
[sudo] password for tedy:
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
The following extra packages will be installed:
libntfs10
The following NEW packages will be installed:
libntfs10 ntfsprogs
0 upgraded, 2 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.
Need to get 0B/391kB of archives.
After this operation, 950kB of additional disk space will be used.
Do you want to continue [Y/n]? y
WARNING: The following packages cannot be authenticated!
libntfs10 ntfsprogs
Install these packages without verification [y/N]? y
Selecting previously deselected package libntfs10.
(Reading database ... 255326 files and directories currently installed.)
Unpacking libntfs10 (from .../libntfs10_2.0.0-1ubuntu2_i386.deb) ...
Selecting previously deselected package ntfsprogs.
Unpacking ntfsprogs (from .../ntfsprogs_2.0.0-1ubuntu2_i386.deb) ...
Processing triggers for man-db ...
Setting up libntfs10 (2.0.0-1ubuntu2) ...


Setting up ntfsprogs (2.0.0-1ubuntu2) ...
Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
tedy-laptop:/ #

tedy-laptop:/ #  sudo mkfs.ntfs -L tedy-wd /dev/sdb1
Cluster size has been automatically set to 4096 bytes.
Initializing device with zeroes: 38%

Astaga ternyata lama sekali format harddisk segede ini 😮 . Ditinggal tidur saja lah.

Ps : Thanks Pak Edi hadiahnya mantap kali :))

Hasil tes kecepatan baca WD Passport ini (lebih cepat daripada PenDrive Sense saya dulu):

wd-passport test speed

Soal Tagihan Elektronik

Tadi di meja ruang TV ada beberapa amplop tagihan telepon rekan saya berserakan begitu saja. Ada yang menarik di amplop-amplop itu, informasi soal tagihan telepon via email. Indosat menawarkan bentuk tagihan dalam bentuk email. Hmm…menarik. Sepertinya baru Indosat yang menawarkan layanan seperti ini (CMIWW).

Yang sudah saya ikuti adalah programnya tagihan elektroniknya Citibank. Sejak saya pakai kartu kredit Citibank tahun lalu, praktis saya tidak pernah menerima amplop tagihan Citibank lagi. Tiap bulan Citibank mengirimi saya email berisi tagihan dalam format PDF. Canggih juga file PDF-nya, dilengkapi dengan password. Dengan bentuk PDF seperti itu saya lebih mudah mendokumentasikannya. Kapan pun saya perlu memeriksa tagihan, saya tinggal buka komputer atau cukup memeriksa email.

Bagi saya pribadi memang lebih enak memperoleh tagihan dalam bentuk email. Lebih mudah mengarsipkannya. Di kamar saya ada setumpuk berkas tagihan, mulai dari tagihan Telkom, Speedy, Kartu Halo, sampai amplop-amplop tagihan Indovision. Dulu saya pernah memotret satu-satu dokumen tagihan macam itu, supaya saya punya berkas digitalnya. Tapi itu cuma sebentar, keburu malas dan lupa.

Telkom Speedy juga sebenarnya menyediakan versi digital dari tagihannya. Sayangnya tidak secanggih apa yang sudah dilakukan oleh Citibank. Tagihan online Speedy disimpan dalam webnya Speedy. Tiap kali saya ingin tahu berapa tagihan Speedy saya, saya harus login dulu baru kemudian bisa memeriksa tagihan. Ah cara seperti ini butuh langkah proaktif dari pelanggan. Bagaimana kalau lupa memeriksa. Lain ceritanya kalau tagihan dikirimkan ke email….seolah-olah ada yang mengingatkan. Tagihan dalam bentuk digital mungkin sulit mengalahkan dominasi tagihan dalam format cetak.Banyak alasannya,salah satunya mungkin karena tidak semua orang selalu aktif di depan komputer (tambahan lagi akses internet belum menyentuh semua lapisan masyarakat). Tapi paling tidak dengan adanya layanan digital seperti itu memberikan pilihan bagi orang-orang seperti saya.

Bulan lalu misalnya, saya sempat protes ke Telkomsel karena tagihan saya tidak datang selama 2 bulan. Karena tagihan kartu Halo saya secara otomatis dibayar oleh Citibank, saya lupa kalau 2 bulan terakhir tidak terima berkas tagihan dari Telkomsel. Tahun lalu tagihan selalu dikirimkan ke kantor. Berhubung mulai tahun 2009 saya pindah kantor akhir Desember lalu saya minta Telkomsel mengirimkan tagihannya ke rumah saja. Februari lalu saya sempat kaget melihat jumlah pemakaian kartu Halo saya melejit. Yang membuat saya kaget adalah seingat saya pemakaian telepon saya bulan Januari tidak sebesar itu. Praktis saya jadi ingin tahu detail pemakaian telepon saya di bulan Januari. Ah di situ saya baru ingat kalau saya belum terima berkas tagihan Telkomsel bulan Januari & Februari.

Langsung saya lapor ke customer care-nya Telkomsel (telepon ke 111). Saya ceritakan masalahnya, saya juga sempat minta mereka memeriksa alamat rumah yang sudah saya berikan. Ternyata benar tidak ada yang salah dengan alamat saya. Laporan saya diterima dengan baik dan Telkomsel menjanjikan akan mengirim ulang tagihannya. Keesokan harinya ada yang menelpon saya mengaku dari Telkomsel. Si mbak mengklarifikasi soal mengapa tagihan saya tidak datang selama 2 bulan terakhir. Alasan yang diberikan adalah “Bapak memberikan alamat yang salah”…….wah kontan ini menyulut emosi saya. Bukan karena merasa disalahkan tapi saya emosi karena kalau toh alamat saya salah, mengapa Telkomsel tidak menelepon saya? Entah saya tidak tahu siapa sebenarnya yang mengirimkan tagihan tersebut, Telkomsel sendiri atau pihak kurir-nya Telkomsel. Sebagai customer tentu saya emosi mengapa saya tidak diberi tahu kalau alamat pengiriman tagihan salah. Salah kode pos saja sih….ini juga saya heran, kok bisa-bisanya saya salah memberikan kode pos. Jangan-jangan kalau saya tidak butuh melihat detail tagihan sampai besok-besok tagihan saya tetap tidak datang.

Masalah selesai saat dua tagihan saya (yang sudah basi) datang. Di situ saya baru tahu ternyata pemakaian telepon saya di Singapura bulan Desember lalu baru ditagihkan di bulan Februari. Pantas tagihan Februari jadi melonjak. Hmm enaknya kalau tagihan telepon bisa dikirimkan ke email saya. Sudah saatnya para provider/operator atau apapun itu yang rutin mengirimkan berkas tagihan mulai memikirkan pengiriman berkas tagihan secara elektronik. Menghemat kertas, lebih jauh katanya bisa ikut berpartisipasi mencegah pemanasan global. Bayangkan berapa banyak kertas yang dipakai untuk keperluan cetak tagihan. Ah tapi bagi saya tidak usah bicara muluk-muluk soal global warming, yang jelas tagihan elektronik (paperless) lebih mudah disimpan & didokumentasikan.

Kategori Tulisan

Sudah banyak sekali tulisan di blog ini tidak saya bubuhi dengan Tag/Category.  Jadi agak membingungkan kalau saya tiba-tiba butuh mencari tulisan lama saya. Misalnya saja tulisan saya yang membahas soal hotel, ada cukup banyak tulisan review saya soal hotel. Atau misalnya tulisan tentang Linux. Kalau dirunut halaman per halaman bisa ga ketemu-ketemu tulisannya, sudah ada 449 tulisan di blog ini (banyak atau sedikit ya?) Padahal rasa-rasanya saya tidak cukup produktif menulis.

Dulu sebenarnya saya sudah pernah menambahkan beberapa kategori di dalam blog ini. Anda bisa lihat di bagian kanan ada kolom kategori. Tapi sayangnya saya sudah cukup lama pula tidak pernah menggunakan kategori ini. Lupa (atau kurang peduli)…begitu selesai mengetik, edit sana sini, langsung klik Publish. Hmm dulu saya belum merasakan bagaimana pentingnya menambahkan kategori/tag ke dalam tiap tulisan. Baru terasa setelah tulisan saya banyak dan mulai terasa sulit untuk mencari tulisan tertentu. Ah sepertinya saya harus mulai membiasakan diri lagi untuk mencantumkan kategori/tag dalam tiap postingan.

Ah tapi bukankah ada Google.com dengan segala keperkasaannya? Hmm saya sendiri tidak terlalu memusingkan soal kategori karena tiap saat saya kesulitan menemukan tulisan saya sendiri, saya tinggal mencarinya di Google. Tapi bagi seorang pengunjung blog yang tidak tahu ada apa saja isi tedytirta.com, mungkin kategori akan membuatnya nyaman membaca blog saya. Memudahkan pembaca untuk memilih topik/tema tulisan. (narsis mode is ON…emangnya ada yang baca blog u :-p )

Pernah ada kenalan saya bilang “yah kok blognya tentang komputer”. Ya saya ingat waktu dia komplain halaman depan blog saya adalah tentang Serial Console Linux. Mungkin karena dia bukan orang yang berkecimpung di dunia komputer (baca : Unix/Linux)  akan bosan melihat tulisan tentang Serial Console Linux. Ah sayang dia tidak tahu, ada banyak tulisan saya yang bukan tentang komputer……catatan perjalanan saya keliling Indonesia, atau tulisan saya tentang review makan, review hotel-hotel, dsb. Mungkin dengan penggolongan yang jelas, orang jadi lebih mudah memilih topik sesuai minatnya. Tidak suka komputer ya bisa pilih kategori “Travelling” misalnya. Harus berapa banyak kategori yang perlu saya tambahkan ya? Kategori tulisan yang ada sekarang : Bahasa, Internet, Komputer, Kuliner, LaTeX, Sosial, Televisi, Uncategorized, Unix…….nah pertanyaan berikutnya adalah : postingan ini sendiri bagusnya masuk kategori apa ya? Komputer? Internet? atau Bahasa? atau Uncategorized?

Lalu apa sebaiknya saya buka lagi tulisan-tulisan saya terdahulu lalu mengeditnya satu per satu, mengelompokannya  ke dalam kategori-kategori? Halah…kerjaan gak penting. Eh tapi itu bisa jadi ide bagus juga untuk mengisi waktu di libur akhir pekan yang cukup panjang ini ;))

Selamat libur akhir pekan ya …panjang nih sampai Senin liburnya 😀

Instalasi RedHat Linux Via Network

Kalau biasanya saya menginstal Linux dengan cara booting dari CD media instalasinya, kali ini saya mencoba menginstal Linux dengan cara booting dari network. Caranya saya harus  membuat sebuah server yang menyediakan media booting bagi PC lain yang terhubung dengannya. Di lingkungan Linux (dalam hal ini saya pakai Red Hat Linux) ada mekanisme Kickstart Installation.

Lewat Google saya menemukan link tentang instalasi Linux lewat network, berikut adalah panduan yang saya pakai selama utak-atik :

http://www.stanford.edu/~alfw/PXE-Kickstart/PXE-Kickstart.html#toc12

Prinsip bodoh-bodohannya bagaimana mekanisme kickstart adalah seperti ini :

“………….PC yang akan diinstal “dipaksa” untuk booting via network, dia akan mencari DHCP server yang menyediakan alamat IP. Kickstart server diatur supaya bila ada request dari PC tersebut (dia tahu dari MAC address si PC), server akan merespon dengan memberikan alamat IP tertentu. Ok setelah PC mendapat IP, dia akan mencoba menggunakan boot media yang ada pada kickstart server. Proses ini menggunakan protokol TFTP. Setelah boot media berhasil digunakan oleh PC, PC akan mencari bahan-bahan instalasi. Bahan-bahan instalasi ini akan disediakan oleh kickstart server melalui sharing NFS. Selanjutnya proses instalasi akan berjalan otomatis karena di dalam kickstart server sudah disediakan pula aturan-aturan instalasi (bagaimana partisi harddisk, apa passwordnya, aplikasi apa yang perlu diinstal, dsb)………..”

Ada beberapa hal yang perlu saya jelaskan sebelum menuliskan langkah-langkah instalasinya :

  1. Semua konfigurasi ini dijalankan oleh user root.
  2. PC yang akan dipakai sebagai installation server menggunakan sistem operasi Red Hat Linux 5.1. Untuk selanjutnya sebut saja server ini sebagai kickstart-server.
  3. PC kosong yang perlu diinstal selanjutnya kita sebut kickstart-client.

Langkah-langkah yang harus saya lakukan pada kickstart-server adalah seperti berikut ini :

1. Mount DVD Red Hat Linux (saya  pilih Red Hat Linux Enterprise). Pada contoh ini saya menggunakan file ISO image RHEL 5.1

[root@aptserver ~]# mount -o loop /home/tedy/RHEL_5-1.iso /media/iso
mount: /home/tedy/RHEL_5-1.iso already mounted on /media/iso

2. Buat sebuah direktori baru yang akan menyimpan media instalasi. Selanjutnya kita sebut direktori ini sebagai direktori-kickstart.

[root@aptserver ~]# mkdir -p /export/cdrom

3. Salin isi DVD RHEL ke dalam  direktori-kickstart, kali ini saya menggunakan rsync :

[root@aptserver ~]# rsync -rtv /media/iso/ /export/cdrom/
building file list ... done
./
.discinfo
EULA
GPL
README-as.html
README-bn.html
README-de.html
..............
..............
..............
isolinux/rescue.msg
isolinux/splash.lss
isolinux/vmlinuz

sent 2987057878 bytes  received 52700 bytes  11083898.25 bytes/sec
total size is 2986502132  speedup is 1.00

4. Share  direktori-kickstart dengan menggunakan NFS. Caranya adalah dengan mendaftarkan direktori tersebut ke dalam file  /etc/exports seperti pada contoh berikut ini :

[root@aptserver cdrom]# cat /etc/exports
/export/cdrom/      192.168.1.20/255.255.255.0 (ro)
[root@aptserver cdrom]#

Kita juga mengatur komputer mana saja yang boleh mengakses NFS share direktori tersebut. Pada contoh di atas, yang boleh mengakses hanyalah komputer dengan alamat IP 192.168.1.20. Oh ya, client hanya boleh mengakses direktori tersebut secara read only. Setelah konfigurasi selesai baru kita mulai menjalankan service NFS server seperti berikut ini :

[root@aptserver cdrom]# service nfs start
Starting NFS services:                                     [  OK  ]
Starting NFS quotas:                                       [  OK  ]
Starting NFS daemon:                                       [  OK  ]
Starting NFS mountd:                                       [  OK  ]
[root@aptserver cdrom]# service nfs status
rpc.mountd (pid 2460) is running...
[root@aptserver cdrom]# showmount -e
Export list for aptserver:
/export/cdrom 192.168.1.20/255.255.255.0

5. kickstart-client akan mencari media boot yang tersedia di jaringan melalui protokol TFTP (trivial file transfer protocol). Buat sebuah direktori baru yang akan berfungsi sebagai boot directory, selanjutnya kita sebut direktori-TFTP.

[root@aptserver ~]# mkdir /tftpboot/
[root@aptserver ~]# mkdir /tftpboot/pxelinux.cfg/

6. Copy kernel image ke dalam direktori-TFTP :

[root@aptserver ~]# cp /export/cdrom/images/pxeboot/initrd.img /tftpboot
[root@aptserver ~]# cp /export/cdrom/images/pxeboot/vmlinuz /tftpboot

7. Copy file pxelinux.0 ke dalam direktori TFTP. File pxelinux.0 dapat diambil di dalam direktori-kickstart atau bisa juga diambil di dalam /usr/lib/syslinux/  :

[root@aptserver ~]# cp /export/cdrom/syslinux-3.73/core/pxelinux.0 /tftpboot/

8. Buat kickstart profile di dalam direktori-TFTP.  Contohnya seperti berikut ini :

[root@aptserver ~]# cat /tftpboot/pxelinux.cfg/default.netks-7.2
default linux
serial 0,9600n8
label linux ks=192.168.1.5:/export/cdrom/
kernel vmlinuz
append ksdevice=eth0 console=ttyS0,38400 console=tty0 load_ramdisk=1 initrd=initrd.img
network ks=nfs:192.168.1.5:/export/cdrom/ks.cfg
[root@aptserver ~]#

9. Buat softlink dari kickstart profile tadi. Pada contoh di bawah ini, link yang dibuat adalah  C0A80114. Kombinasi itu berasal dari alamat IP 192.168.1.20 yang diubah ke dalam bentuk hexadecimal : 192 -> C0, 168 -> A8, 1 -> 01, 20 -> 14. IP ini adalah alamat IP yang akan dipakai oleh  kickstart-client, akan dibahas di langkah selanjutnya.

[root@aptserver pxelinux.cfg]# ln -s default.netks-7.2 C0A80114
[root@aptserver pxelinux.cfg]# ls -lh
total 8.0K
lrwxrwxrwx 1 root root  17 Jan 31 04:30 C0A80114 -> default.netks-7.2
-rw-r--r-- 1 root root  38 Jan 31 02:04 default
-rw-r--r-- 1 root root 222 Jan 31 05:01 default.netks-7.2

10. Tahap berikutnya adalah menginstal TFTP server . Pada contoh ini saya menggunakan atftpd sebagai TFTP server. Oh ya karena paket atftpd tidak tersedia di dalam DVD instalasi Red Hat, jadi saya harus download dulu.

[root@aptserver ~]# wget http://www.silfreed.net/download/repo/packages/atftp/atftp-0.7-5.fc8.i386.rpm
--04:18:14--  http://www.silfreed.net/download/repo/packages/atftp/atftp-0.7-5.fc8.i386.rpm
Resolving www.silfreed.net... 66.59.109.136, 2002:423b:6d88::1
Connecting to www.silfreed.net|66.59.109.136|:80... connected.
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 83279 (81K) [application/x-rpm]
Saving to: `atftp-0.7-5.fc8.i386.rpm'

100%[====================================================================================>] 83,279   28.0K/s   in 2.9s

04:18:18 (28.0 KB/s) - `atftp-0.7-5.fc8.i386.rpm' saved [83279/83279]

[root@aptserver ~]# rpm -i atftp-0.7-5.fc8.i386.rpm
warning: atftp-0.7-5.fc8.i386.rpm: Header V3 DSA signature: NOKEY, key ID ed00d312
error reading information on service atftp: No such file or directory
error: %post(atftp-0.7-5.fc8.i386) scriptlet failed, exit status 1
[root@aptserver ~]#
[root@aptserver ~]# rpm -ivh atftp-0.7-5.fc8.i386.rpm
warning: atftp-0.7-5.fc8.i386.rpm: Header V3 DSA signature: NOKEY, key ID ed00d312
Preparing...                ########################################### [100%]
package atftp-0.7-5.fc8 is already installed
[root@aptserver ~]#

11. Setelah TFTP server terinstal, yang harus dilakukan adalah melakukan konfigurasi seperti berikut ini :

[root@aptserver ~]# /usr/sbin/atftpd --daemon --no-multicast --group nobody --tftpd-timeout 0 -m 1000 /tftpboot/

Dengan perintah di atas, kita memberitahu TFTP server untuk menggunakan /tftpboot/ sebagai direktori TFTP.

12. Saat mulai proses booting dari network, kickstart-client akan meminta alamat IP dari kickstart-server. Oleh karenanya, selain menjalankan TFTP server,  kickstart-server juga berfungsi sebagai DHCP server. Untuk menjalankan servis DHCP di Red Hat Linux, kita harus mengatur file /etc/dhcpd.conf terlebih dulu. Lihat contohnya sebagai berikut :

[root@aptserver Server]# cat /etc/dhcpd.conf
#
# DHCP Server Configuration file.
#   see /usr/share/doc/dhcp*/dhcpd.conf.sample
#
ddns-update-style interim;
ignore client-updates;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
deny unknown-clients;
not authoritative;
option domain-name "tedytirta.com";
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.1.255;
allow bootp;
allow booting;
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.25.0 {
range 	192.168.1.18 192.168.1.21;
option routers		192.168.1.1;
option subnet-mask	255.255.255.0;
}
group {
next-server 192.168.1.5;
filename "gpxelinux.0";
host JumpstartClient {
hardware ethernet 08:00:27:E4:57:BB;
fixed-address 192.168.1.20;
}
}
[root@aptserver Server]#

Di dalam file/etc/dhcpd.conf kita mendaftarkan MAC address dari kickstart-client supaya bisa memperoleh IP address. Selain itu pada contoh di atas, saya juga mendefinisikan bahwa kickstart-client akan menggunakan alamat IP 192.168.1.20. Setelah file /etc/dhcpd.conf selesai diatur, baru kita bisa menjalankan DHCP server seperti terlihat pada contoh berikut ini :

[root@aptserver Server]# service dhcpd start
Starting dhcpd:                                            [  OK  ]
[root@aptserver Server]#

13. Langkah terakhir adalah membuat sebuah file konfigurasi. File ini mendeskripsikan proses instalasi yang harus dijalankan oleh kickstart-client (bagaimana partisi harddisk, apa password rootnya, aplikasi apa yang perlu diinstal, alamat IP yang harus dipakai, dsb). File ini disimpan di dalam  direktori-kickstart. Dengan adanya file ini tidak perlu lagi ada intervensi user pada saat instalasi, kita cukup boot kickstart-client lewat network dan tunggu sampai instalasi selesai. Makanya penting sekali mengatur file ini, file ini mendeskripsikan segala detail proses instalasi. Lihat contohnya berikut ini :

[root@aptserver cdrom]# cat /export/cdrom/ks.cfg
# Kickstart file automatically generated by anaconda.
install
text
nfs --server 192.168.1.5 --dir /export/cdrom
key --skip
lang en_US.UTF-8
keyboard us
network --device eth0 --bootproto=static --ip=192.168.1.231 --netmask=255.255.255.0 --gateway=192.168.1.1
rootpw --iscrypted $1$.dZrkeXj$CLB4rgZWpI7bzX5W5NINS/
firewall --enabled --port=22:tcp
authconfig --enableshadow --enablemd5
reboot
selinux --enforcing
timezone --utc Asia/Jakarta
bootloader --location=mbr --driveorder=hda --append="acpi=off rhgb quiet"
clearpart --all --drives=hda --initlabel
part /boot --fstype ext3 --size=100 --ondisk=hda --asprimary
part / --fstype ext3 --size=1024 --grow --ondisk=hda --asprimary
part swap --size=128 --grow --size=256 --ondisk=hda --asprimary
%packages
@mysql
@editors
@system-tools
@text-internet
@legacy-network-server
@dns-server
@dialup
@core
@base
@ftp-server
@network-server
@java
@smb-server
@base-x
@kde-desktop
@development-libs
@web-server
@printing
@mail-server
@server-cfg
@sql-server
@admin-tools
@development-tools
@graphical-internet
audit
kexec-tools
bridge-utils
device-mapper-multipath
dnsmasq
vnc-server
#xorg-x11-utils
xorg-x11-server-Xnest
xorg-x11-server-Xvfb
-compiz-kde
-knetworkmanager
-amarok
imake
-sysreport
mc
festival
libgnome-java
libgtk-java
libgconf-java
kexec-tools
%post
useradd -d /home/tedy -m -p tedy123 tedy
mv /etc/motd /etc/motd.orig
echo "" >> /etc/motd
echo "========================================" >> /etc/motd
echo " Kickstart Client Server" >> /etc/motd
echo "========================================" >> /etc/motd
echo "" >> /etc/motd
[root@aptserver cdrom]#

Pada contoh di atas, password root yang saya pakai dalam bentuk terenkripsi. Supaya mudah, saya salin saja password kickstart-server (lihat dari file  /etc/passwd ).

Ok sampai di sini semua konfigurasi kickstart-server sudah selesai. Tinggal tes, lihat hasil yang saya dapat :

Dalam contoh ini  kickstart-client yang saya pakai adalah sebuah virtul mesin (dibuat dengan Sun VirtualBox). Saya masuk BIOSnya lalu saya set supaya boot via network. Dan lihat proses instalasi berjalan otomatis sampai selesai. Saya tinggal tunggu sampai muncul halaman login…..ah senangnya 😀 Proses ini berguna sekali kalau ingin menginstal Linux ke dalam beberapa PC sekaligus.

Wah ternyata tulisan ini panjang sekali, lega juga bisa selesai menulisnya di blog ini. Padahal sudah lama juga saya melakukan tes instalasi kickstart. Ok sekarang saatnya berangkat ke kantor :-p

Akumulasi Tidur

Satu minggu kemarin saya selalu merasa kurang tidur. Sabtu malam kemarin saya balas semua akumulasi kekurangan tidur saya. Saya tidur dari sekitar jam 7 malam, pagi ini saya bangun hampir jam 7 pagi. Badan terasa lebih segar, keluar kamar segar suasana juga lebih segar….gerimis 😀

Ah tidak terasa sudah bulan Maret, selamat bulan baru bagi Anda semua 😀 Bulan baru, semangat baru, postingan-postingan baru (I hope.. :-p ). Lalu apa hubungannya dengan foto pantai di atas? Ya gak ada hubungan apa-apa, biar menarik aja postingannya :))

***tulisan ga mutu, pendek kali ya ;)) ***