Ketik REG Spasi Bla Bla Bla

Sudah cukup lama juga saya perhatikan bisnis SMS premium makin marak. Parameternya mudah saja, silakan tongkrongi televisi Anda akan dengan mudah melihat iklan-iklan SMS premium. Itu loh iklan yang bunyinya “ketik REG spasi….”. Ciri SMS premium biasanya nomor tujuan yang digunakan hanya terdiri dari 4 digit dan diawali dengan REG (ini mungkin karena akan direspon oleh mesin). Oh ya ciri lain adalah tarif SMS yang gila-gilaan, biasanya Rp2000,-/SMS. Berkali lipat daripada tarif SMS normal.

Menurut pengamatan saya, Global TV adalah televisi lokal yang paling banyak menayangkan iklan semacam ini. Global TV memang jarang saya tonton, tapi beberapa kali saya menonton film di Global TV saya kesal juga dengan banyaknya SMS premium macam ini. Dari 1 durasi iklan (sekitar 3-4 menit), saya setidaknya menemukan 4-5 iklan tentang SMS premium. Lebih menyebalkan lagi karena iklan yang sama selalu muncul berulang-ulang tiap kali rehat iklan.

Sejauh pengamatan saya dari beberapa stasiun TV besar (RCTI, SCTV, Metro TV, Global TV, Trans7, TransTV, ANTV, TVOne) sepertinya Metro TV-lah yang jarang menayangkan iklan semacam itu. Memang ini cara yang luar biasa efektif untuk “mencuci otak” pemirsanya (untuk membodohi masyarakat). Ah tapi itu kan hanya pandangan saya yang merasa terganggu dengan iklan-iklan semacam itu. Mungkin dari sisi bisnis sepertinya memang bisnis SMS premium ini luar biasa untungnya. Sah-sah saja orang berbisnis, tapi yang jelas saya terganggu…entah apa Anda terganggu juga apa tidak. Dari pengamatan saya pula, ada beberapa kategori iklan SMS berdasarkan konten yang ditawarkan :

  1. Kategori Percintaan
    SMS yang masuk ke kategori ini banyak ragamnya, mulai dari tips-tips sayang-sayangan, sampai SMS yang bisa menebak cocok tidaknya hubungan dengan pacar berdasar tanggal lahir.
  2. Kategori Nasib, Peruntungan, Ramalan
    Dulu saya pernah baca di Detik.com, kataya dalam 2 minggu peluncurannya SMS premium dari Ki Joko Bodo bisa menjaring jutaan SMS (tapi lupa tepatnya berapa). Gila…pantas bisnis SMS premium macam ini makin marak. Saya senang sekali saat melihat iklan Telkom Flexi yang meniru iklan SMS paranormal. Senang saja rasanya melihat Telkom seolah-olah meledek si paranormal itu 😀 Coba saja pikir, di salah satu iklan paranormal dialognya : “kamu gak cocok kerja di air, cocoknya dagang”……ya iyalah kerja jadi pembersih kolam renang sampai kapan juga bakal susah kaya, apalagi kalau dibandingkan dengan berdagang. Gak perlu bertanya pada paranormal, saya juga bisa kasih solusi begitu X-(
  3. Kategori Selebritis
    Ini termasuk salah satu jenis yang ngetop di awal-awal maraknya SMS premium. Isinya menawarkan update berita dan kegiatan sehari-hari dari artis tersebut. Tentu yang ditampilkan adalah artis yang sedang naik daun. Penipuan masyarakat yang paling jelas adalah saat si artis beriklan dengan mengatakan : “SMSnya langsung dari henpon saya”….ah geblek. Bahasa iklan memang penuh penipuan, kalau dipikir baik-baik mana mungkin tiap kali ada orang daftar terus si artis akan mengirimkan SMS langsung padanya……bisa bengkak jempolnya kalau begitu. Lagipula apa iya sesenggang itu waktu si artis untuk melayani SMS macam itu. Coba bayangkan berapa buanyak fans artis ybs yang akan terpancing untuk mendaftarkan diri pada layanan SMS premium tersebut?
  4. Kategori Games
    Katanya cukup dengan mengirimkan SMS, orang akan mendapatkan games yang bisa dimainkan di ponselnya. Terus kalau yang kirim SMS masih pakai henpon jadul (macam Nokia sejuta umat) apa bisa juga ya? :-/
  5. Kategori Rohani
    Tidak pandang agama, semua provider berlomba-lomba menyediakan layanan bernuansa rohani. Layanannya pun bervariasi, dari kiriman ayat-ayat kitab suci, lagu rohani, sampai kotbah-kotbah singkat. Biasanya yang dipajang sebagai bintang iklannya adalah tokoh yang terkenal di kalangan ulama/pendeta. Entah apa mereka ikut menikmati hasilnya atau hanya sekadar bintang iklan saja. Kalau sekarang sedang mendekati Natal, yang ditawarkan adalah lagu-lagu natal (ini juga termasuk dalam kategori ke-7). Mungkin SMS yang berkonten motivasi/kunci sukses dsb, bisa juga masuk ke kategori ini.
  6. Kategori Kuis
    Mungkin ini adalah cikal bakal kemunculan SMS premium. Dulu ada Indonesian Idol dan beberapa ajang pencarian bakat yang memanfaatkan SMS premium untuk menentukan pemenangnya. Dengan iming-iming hadiah, tentu tawaran kuis lewat SMS ini akan dengan mudah menjaring peserta. Dulu waktu sering dinas ke luar kota &  menginap di hotel yang biasa-biasa saja (cuma punya siaran TV lokal), tiap kali pulang malam ke hotel saya & menyalakan TV yang tampil adalah acara kuis SMS dengan host artis seksi. Wah model begini pasti lebih mudah lagi membodohi orang-orang untuk ikut berpartisipasi mengirimkan SMS. Ternyata provider GSM juga ikut-ikutan gak mau ketinggalan, saya pernah lihat iklan milik XL tentang gaji jutaan rupiah selama 1 tahun cukup dengan ikut mengirimkan SMS. Halah…hari gini iklan model ini pasti banyak peminatnya. Ekonomi sedang sulit, tentu orang (pengguna XL terutama) banyak juga yang tergiur. Apalagi dengan adanya contoh orang yang sudah pernah dapat hadiahnya.
  7. Kategori Isi Ponsel
    Termasuk di dalamnya SMS yang menawarkan ringtone, RBT (ring back tone), SMS/MMS lucu, dsb

Apa Komisi Penyiaran Indonesia tidak gerah ya melihat tayangan iklan SMS yang bertubi-tubi mengisi jam tayang televisi? Harusnya sih KPI ikut serta mengatur penayangan iklan SMS premium macam itu, coba saja periksa berapa banyak konten yang kurang mendidik di dalam iklan-iklan macam itu. Hmm mendidik atau bukan memang bukan urusan saya, tapi yang jelas pasti banyak juga orang yang merasa terganggu melihat iklan macam ini terus-terusan.

Restoran Bangkok ’69

Selasa malam saya pergi makan malam ke rumah makan Bangkok ’69 di kawasan Bendungan Hilir Jakarta. Ini hasil rekomendasi teman saya, katanya kodok goreng di sana enak. Hmm berhubung saya ulang tahun, teman saya memesankan mie goreng juga. Kurang lebih seperti ini menu makan malam kami tadi malam :

Ah satu menu yang tidak sempat terfoto, sup asparagus kepiting. Di foto itu ada mie goreng, cumi goreng (entah tepatnya dimasak apa), cakwe udang (yang diletakkan di atas alumunium foil), dan kodok goreng mentega. Semangkuk kecil nasi putih, segelas jus mangga, dan segelas fresh orange juice juga tidak terfoto.

Dari pilihan menu itu, yang menurut saya cukup enak rasanya cuma 3, diurut dari tingkat kelezatannya : sup asparagus kepiting, kodok goreng mentega, dan mie goreng. Cumi goreng & cakwe udangnya? Ancur rasanya :(( Lebih baik yang enak saja yang dibahas. Sup asparagusnya enak, daging kepitingnya & asparagusnya banyak. Kodok goreng menteganya juga cukup bisa dicoba kembali. Kodok alias swike yang dimasak cukup besar-besar dagingnya. Tapi masih kalah rasanya dengan kodok goreng Jatiwangi Cirebon. Mie gorengnya enak sayang terlalu banyak campuran kecambah (tauge) di dalamnya. Mie goreng ini dilengkapi juga dengan udang & daging (lupa daging ayam atau sapi ya tadi?).

Hari ulang tahun katanya harus dirayakan dengan mie. Ah jadi ingat Mamah saya di Cirebon, dia juga punya kebiasaan tentang mie saat ulang tahun. Katanya mie yang panjang melambangkan umur yang panjang, berharap bisa panjang umur saat usia bertambah. Entah hanya orang Chinese yang punya kepercayaan macam itu atau tidak. Tapi memesan sepiring mie goreng dengan tambahan beberapa lauk lalu memesan nasi putih, memang bukan pilihan yang bijaksana. Malam ini saya benar-benar kekenyangan. Mie goreng masih tersisa lebih dari separuh, nasi putih saya pun hanya habis setengah mangkuk. Cumi goreng & cakwe udang apalagi, hampir utuh. Hanya kodok goreng yang habis kami makan. Oh ya soal minuman, jus mangga yang saya pesan cukup enak rasanya. Sayang fresh orange juice yang dipesan teman saya malah sebaliknya, katanya terasa bukan fresh orange juice.

Dari sisi pelayanan, restoran ini cukup OK. Dengan jumlah pelayan yang banyak, pelayanannya sigap dan boleh dibilang cukup ramah. Mungkin karena jumlah pengunjung yang cuma sedikit malam tadi, sehingga satu meja dilayani 2 sampai 3 orang pelayan. Agak sedikit mengganggu privasi kalau tiga pelayan terus-terusan memperhatikan dalam jarak 3-4 meter. Ya memang, mereka menunggu kalau-kalau tamu butuh sesuatu atau hendak memesan sesuatu. Tapi siap siaga di posisi yang tidak terlalu dekat masih bisa kan?

Overall, tidak ada yang sesuatu yang cukup bisa membuat saya balik lagi ke restoran Bangkok ’69. Ya mungkin kalau diajak lagi ke sini; tapi pergi sendiri atau merekomendasikan ke orang lain? Ah sepertinya tidak. Eh ada promo diskon 25% bagi pemegang kartu kredit HSBC di sini (berlaku sampai Januari 2009)…sayang saya bukan pemegang kartu kredit HSBC 😀

26th Anniversary

Entah sudah berapa kali hari ini saya terima ucapan selamat ulang tahun yang diiringi dengan embel-embel : “makan-makannya di mana?” X-( (upsss….maaf salah ya smiley-nya; jadi ingat kata Mellisa adik saya : orang yg lagi ultah dilarang marah-marah) Hari ini saya ceritanya ulang tahun….16 Desember 2008 pas 26 tahun. Kenapa sih banyak orang latah, entah benar minta ditraktir atau cuma basa basi, kenapa orang selalu latah mulut soal kapan makan-makannya. Tapi terlepas dari itu semua, saya mau mengucapkan terima kasih buat semua yang sudah ingat hari ulang tahun saya. Really appreciate your attention for me…..

Dua kali saya pergi makan bersama teman-teman hari ini. Makan-makan yang pertama siang tadi bersama rekan-rekan satu tim (maaf Pak Rully, Anto, Rindu, Mas Dwi yang luput 😀 ) Oh ya, sebelumnya saya juga pernah pergi makan bersama rekan-rekan kantor di Hoka-Hoka Bento (dulu pernah juga ada liputannya di sini). Makan-makan yang kedua kapan? Makan-makan yang kedua tadi malam sepulang kantor. Tapi yang bisa dilaporkan dalam komik cuma makan-makan di Hoka-Hoka Bento tadi siang :

Tiap kali ulang tahun & tiap kali mendapat ucapan selamat ulang tahun, satu hal yang saya gak pernah lupa adalah ucapan teman kuliah saya dulu, Victor Iman, tentang saya yang kurang care. Dulu pernah Victor bilang pada saya kalau saya orangnya gak care, saya masih ingat waktu itu kita berdua sedang membahas kenapa saya selalu lupa ulang tahun orang lain. Ya kadang malu sendiri kalau lupa kapan ulang tahun orang lain, apalagi kalau sampai orang yang bersangkutan malah ingat betul kapan ulang tahun saya. Ah rupanya Victor lupa tentang obrolan waktu, tadi saat diklarifikasi lewat YM (Yahoo Messenger) dia lupa pernah berkata seperti itu. Biarlah Victor lupa, tapi kata-kata itu berkesan bagi saya sampai sekarang. Maafkan teman-teman yang kadang saya lupa hari ulang tahunnya.

Ah tahun ini sepertinya akan bertambah lagi gelarnya selain “Tedy yang gak care”, tambah satu lagi : “Tedy yang gak bisa berkomitmen” =)) Eh untuk masalah “gak bisa berkomitmen” mungkin akan saya bahas di postingan lain.

 **refleksi bodoh-bodohan di ultah ke 26, ditulis saat pikiran ruwet malam ini**

Banjarmasin (part 4) – Menu Hotel Arum

Sedikit agak basi update cerita dari Banjarmasin ini. Beberapa kali ke Banjarmasin, saya menginap di hotel Arum Kalimantan. Seperti biasa, saya pesan makan lewat layanan room service. Dari 3 kali kunjungan saya ke hotel Arum, saya simpulkan tidak ada makanan yang spesial di hotel ini. Spesial maksudnya yang rasanya bikin ketagihan. Ok silakan dilihat dulu review makanannya di komik berikut ini :

Dari 6 menu makanan di atas, yang enak menurut saya cuma 2 : nasi goreng kepiting & sup asparagus kepitingnya. Nasi goreng kepitingnya dimasak dengan porsi daging kepiting yang cukup banyak. Di atas nasi goreng dibubuhkan juga daging kepiting. Tidak sulit juga menemukan suiran daging kepiting di dalam nasi gorengnya. Sup asparagus kepitingnya enak, tapi ini sepertinya lebih mahal daripada sup asparagus kepiting yang pernah saya coba di hotel lain. Saya baru ingat harga sup asparagus itu Rp30.000,-

Menu lainnya tidak spesial, cenderung tidak pas dengan selera saya. Misalnya ayam bakar kecapnya, di dalam kecap dicampurkan irisan bawang merah. Bawang merah dicampur kecap mungkin enak kalau tepat takarannya. Tapi kalau bawangnya terlalu banyak tentu lain ceritanya, apalagi nasi, ayam, dan kecapnya diletakkan dalam 1 piring. Rasanya jadi seperti makan nasi dicampur kuah kecap 🙁 . Aroma bawangnya kuat sekali…menyebalkan. Ayam bakarnya pun tidak bagus, dari tekstur dagingnya sepertinya ayam yang dimasak bukan ayam kampung. Serat dagingnya lebih mirip daging ayamnya KFC. Ini mungkin menu yang tidak akan pernah saya pesan lagi.

Menu lain cukup standar rasanya (masih bisa lah kapan-kapan pesan lagi). Udang saos asam manisnya cukup OK. Selain besar-besar udangnya, dagingnya pun masih cukup fresh. Nasi goreng Arum juga standar saja. Saat memesan bistik sapi ala China, saya berharap akan dapat daging dengan tambahan sayur-sayuran. Ternyata polos saja, tanpa sayur (hmm ada sih kacang polong doank). Cukup menyesal kenapa tidak pesan daging sapi masak lada hitam sekalian. Overall, tidak ada menu yang benar-benar spesial.

Banjarmasin (part 3) – Pungutan di Bandara

Di Indonesia, bila kita bepergian menggunakan jasa angkutan udara dapat dipastikan kita harus membayar airport tax (pajak pelayanan bandara). Resminya dituliskan sebagai Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara/ PJP2U. Tarifnya ada beberapa jenis tergantung dari tipe bandar udara dan tipe perjalanan. Waktu pulang dari Paris bulan Maret lalu, saya sempat heran karena di Charles De Gaul Airport Paris saya tidak perlu membayar airport tax. Maklum, waktu itu pertama kali pergi ke luar negri 😀

Di Jakarta misalnya, biaya PJP2U untuk penerbangan domestik tarifnya sebesar Rp30.000,- sementara untuk penerbangan internasional tarifnya sebesar Rp100.000,-. Tarif PJP2U penerbangan domestik tidak melulu sebesar Rp 30.000,- tergantung kelas bandar udaranya. Beberapa bandar udara internasional di Indonesia selain Soekarno Hatta Jakarta (bandar udara Juanda Surabaya, Hang Nadim Batam & Ngurah Rai Denpasar) sama membebankan tarif Rp30.000,- untuk tiap penumpang. Bandar udara lain di Indonesia ada yang menerapkan tarif Rp25.000,- ada juga yang menerapkan tarif PJP2U domestik sebesar Rp20.000,-. Berikut beberapa data airport tax untuk penerbangan domestik di beberapa bandara di Indonesia (data diambil dari perjalanan saya tahun 2008 ini) :

  1. Bandar Udara Hang Nadim Batam – Rp30.000,-
  2. Bandar Udara Polonia Medan -Rp30.000,-
  3. Bandar Udara Minangkabau Padang – Rp25.000,-
  4. Bandar Udara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru – R25.000,-
  5. Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang – Rp25.000,-
  6. Bandar Udara Soekarno Hatta Jakarta – Rp30.000,-
  7. Bandar Udara Adi Soemarmo Solo – Rp20.000,-
  8. Bandar Udara Juanda Surabaya – R30.000,-
  9. Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin – R25.000,-
  10. Bandar Udara Sepinggan Balikpapan – Rp30.000,-
  11. Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar – Rp30.000,-
  12. Bandar Udara Hasannudin Makassar – Rp 30.000,-

Selain pungutan resmi PJP2U, masih ada beberapa pungutan “tidak biasa” di beberapa bandar udara lokal Indonesia. Biasanya disebut sebagai biaya retribusi. Tidak sama halnya dengan PJP2U yang dipungut oleh pihak otoritas bandara, biaya-biaya retribusi tersebut biasanya diambil oleh Pemerintah Daerah. Di bandar udara Hasannudin Makassar misalnya, ada biaya retribusi sebesar Rp5000,- oleh pemerintah daerah Maros (tempat bandara dibangun), foto karcis retribusinya seperti berikut ini :

Di Palembang pungutan macam itu juga ada, retribusinya sebesar Rp3000,- Retribusi ini sama besarnya dengan yang dipungut pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Yang menunggui konter retribusi ini biasanya adalah para pegawai berseragam PNS. Lucu kan contoh retribusi di Makassar itu? Di karcis ditulis “DONASI” tapi semua orang harus membayar, bukankah yang namanya donasi itu diberikan secara cuma-cuma/sukarela? Ada kesan “pemaksaan” yang saya rasakan tiap kali membayar biaya yang tidak seberapa tersebut. Ah memang apa peduli saya, toh semua biaya itu akan dikembalikan oleh kantor saya (karena tiap kali pergi pasti karena urusan kantor :-p ). Di Banjarmasin, pada karcis retribusinya tertulis “retribusi penggunaan fasilitas landasan bandara”…wakakakakak…lucu gak sih? Bagi saya sih lucu, apalagi kalau sudah merasakan take off dari bandara Syamsudin Noor Banjarmasin….landasan pacunya benar-benar keriting, sukses membuat pesawat terguncang-guncang hebat saat lari di landasan pacu.

Kamis pagi kemarin saya juga terheran-heran di bandar udara Syamsudin Noor Banjarmasin, ada lagi pungutan lain yang tidak biasa : biaya strapping. Tiap bawaan penumpang Garuda yang dimasukkan ke dalam bagasi pesawat harus diikat dengan tali khusus, ini yang dikenal dengan strapping. Seperti ini hasil strapping di bandara :

Pagi ini saat mengikat tas troli saya, saya dimintai biaya sebesar Rp5000,- lihat foto kuitansinya berikut ini :

Yang melakukan strapping adalah pihak ketiga, bukan dari pihak Angkasa Pura sendiri selaku penyedia jasa di tiap bandar udara. Halah, ada-ada saja kekonyolan macam ini; segalanya dibisniskan…semuanya ingin ikut menikmati “kue”-nya. Bukankah Garuda sendiri yang menetapkan aturan semua bagasi penumpang harus diikat? Lalu mengapa biaya ikat semacam ini jadi dibebankan pada penumpang. Lagi-lagi ada kesan “pemaksaan” yang saya rasakan dalam pungutan ini. Bukan nilai uang Rp5000,-nya yang mengherankan saya, tapi karena seumur-umur baru kali ini saya membayar biaya strapping bagasi. Ah jangan-jangan nanti-nantinya akan ada biaya retribusi untuk duduk di dalam ruang tunggu bandara.