Open Office Vs. Microsoft Office

Salah satu hal yang membuat saya masih menggunakan Windows saat bekerja adalah perubahan format layout dalam dokumen. Coba lihat contoh tampilan dokumen berikut ini. Gambar ini adalah screenshot ketika dokumen dibuat dengan menggunakan Microsoft Word :

microsoft word

Semua terlihat bagus; layout, tipografi, margin terlihat sudah sempurna. Bandingkan dengan gambar ini :

openoffice

Ini adalah tampilan dokumen yang sama ketika saya buka dengan menggunakan Open Office Writer. Semuanya jadi berantakan.

Ketika saya membuat dokumen dengan menggunakan Microsoft Word lalu kemudian membukanya dengan menggunakan Open Office, saya selalu mendapati format dokumen (layout-nya) berubah. Tentu saja hal ini merepotkan. Memang isi dokumen itu sendiri tidak berubah, hanya mata saya ini jadi sebal melihat layout dokumen yang jadi berantakan. Hal yang sama juga ketika saya membuat dokumen dengan menggunakan Open Office lalu membukanya dengan Microsoft Word. Ini berlaku juga untuk spreadsheet…pasti ada perubahan layout dan pengaturan halaman saat harus berpindah editor antara Open Office Calc dan Microsoft Excel.

Di kantor hal tadi bertambah repot ketika orang lain jadi uring-uringan melihat dokumen yang saya buat terlihat kacau formatnya. Maklum hampir semua orang di kantor menggunakan Windows di komputernya. Bayangkan, tiap kali saya menulis dokumen ngotot dengan menggunakan Open Office, mereka yang menerima dokumen dari saya dan membukanya dengan menggunakan Microsoft Office; mereka pasti merasa sebal sekali melihat dokumen saya terlihat kacau. Padahal tadinya saya sudah mengatur dokumen sebagus mungkin, serapih mungkin…ada daya ketika dibuka dengan menggunakan Microsoft Office, semuanya jadi berantakan lagi. Memang semua data dan konten dokumen masih bisa dibaca dan dimengerti. Tapi sungguh suatu hal yang menyebalkan melihat layout, susunan, dan kadang tipografi jadi berubah saat berpindah sistem operasi.

Mungkin ada yang punya pengalaman yang sama? Apa Anda tahu bagaimana mengatasi masalah ini? Tolong beritahu saya bagaimana cara menyelesaikan kekurangserasian antara Open Office dan Microsoft Office ini.

The Last Day in Surabaya

I just came to Jakarta, after take a bath I wrote this post. This evening I should go back to Jakarta using flight GA329 at 7.00 pm. When I came to Juanda Airport I read the schedule on the monitor, and guess what…my flight delayed 2 hours. I was came to airport at 6 pm and I entered to the aircraft at 9 pm. Thanks God, I go back to Jakarta with my friend Harry. So I just chat with him in restaurant. The flight landed on 10 pm in Soekarno Hatta Airport. We used taxi, I go back to home and Harry went to Sari Pan Pasific Hotel. He just transit in Jakarta, tommorrow he will go back to Singapore (he works on Fujitsu Asia Pasific).

Ok lets go to my story what I was doing today. This morning I woke up lately. At 8.30 am I take a bath and then packed all my stuffs because this morning I must checked out from hotel. At 9 am, my friend called me and he said we must go to office soon. When he called me, I just finished packing (I’ve not breakfast). After my friend called, I went to restaurant and take breakfast rapidly.

Today is our last day in Surabaya. The schedule for today is give documentation to client and let they run the procedure that mention on the documentation. In the other words, they tried recover database server and applications server (please read my last post to get a clear figure). All the documentation was proven as good as all the demonstation yesterday. We stayed on office until 3 pm. We leaved office, first destination is take Usman (my other friend) to his sister’s home. Second destination is looking for souvenir :)) . Me and Harry bought some souvenir (I mean bought some food to be a souvenir 😀 ). I bought “bandeng asap” (smoked fish).  After bought some souvenir, we went to airport…and get delayed 🙁 .

Blogging Lewat Microsoft Word 2007

Baru sekitar seminggu saya mencoba menggunakan Microsoft Office 2007. Tampilan Office 2007 ini memang berbeda sekali dari versi-versi sebelumnya. Layout menu dan toolbar berbeda, perlu sedikit kesabaran untuk menemukan menu yang saya inginkan. Salah satu hal yang saya suka dari Microsoft Office 2007 adalah penggunaan default font Calibri. Font Calibri ini menurut saya cukup bagus…hampir sama bagusnya dengan Lucida Grande-nya Apple. Siang ini saya sedang iseng membuka-buka menu yang ada di Microsoft Word 2007, dan ternyata Word 2007 dilengkapi dengan menu untuk blogging juga. Menarik…langsung saja saya menguji bagaimana kerja Microsoft Word dalam hal blogging. Kalau Anda bisa membaca tulisan ini berarti saya sukses menjadikan Microsoft 2007 untuk mengirimkan posting ke blog ini.

Day Two In Surabaya

This is another of my stories from Surabaya.

This morning I woke up at 6.30 am morning. After take a bath, I was planned to take breakfast, but I got stuck watching Superman Return at HBO. Actually I’ve watch this movie on DVD but this movie is so good, so I watch again. I went to restaurant at 8.10 am. Wow..the restaurant was so full. I couldn’t get table to eat. It’s about 5 minutes I confuse where I must eat my meal. Should I take breakfast with stand up? Thanks God, finally I got table. The restaurant was so full maybe because so many people stay in this hotel in this long holiday. At 9 am, our client’s driver picked me and my friends and taken us go to office.

The big event today is performing user acceptance test. It’s showing to the client how to failover server. Two servers that include in this demo are database server and applications server; the other device include in this demo is storage. This demonstation perform how to failover database server to applications server, vice versa. When database server down, applications server must take over database server’s function. So applications server will perform 2 function in the same time. Not only that, the other way scenario was performed also. How to failover applications server to the database server. Database server will run database jobs itself and run applications server jobs too.

After perform that demonstration, I was busy made some documentations about failover server. All day long we stayed in office. For lunch and dinner, we got meal…our client’s was so generous. A lot of food (snack & meal) given to us 🙂 . We went back to hotel at 9.30 pm. So tired. All day long I just sit in front of my laptop but now I feel so tired…so weird.

Ke Surabaya – part 1

Pagi ini saya berangkat ke Surabaya. Tadi pagi saya meninggalkan rumah pukul 5 pagi dengan menggunakan taksi menuju bandara. Di terminal 2F pagi tadi cukup ramai. Padat juga rupanya jadwal penerbangan pagi ini. Saya sendiri berangkat dengan penerbangan GA302. Boeing 737-400 yang saya tumpangi lepas landas pukul 7.20. Mendarat di Bandar Udara Juanda Surabaya pukul 8.30. Sampai di Surabaya, saya dijemput sopir dari kantor klien yang akan saya kunjungi. Pagi ini cuaca Surabaya panas terik ketika saya dalam perjalanan keluar dari bandara.

Saya lalu diantarkan ke kantor klien di kawasan Industri Margomulyo. Klien ini adalah perusahaan pengolahan udang dkk, nama perusahannya Bumi Menara Internasional. Seharian saya bersama 2 rekan yang sudah lebih dulu berada di Surabaya bekerja di sana. Pekerjaan saya hari ini adalah mengganti memori server yang rusak, menambah memori baru, mengkonfigurasi ulang RAID 5 dan mengatur volume dalam storage. Oh ya servernya adalah Fujitsu Primepower 450 dan 650, sementara storagenya adalah Fujitsu Eternus 3000. Sementara 2 rekan saya yang lain mengurusi konfigurasi SAP.

Yang memakan waktu paling lama adalah mengkonfigurasi ulang multipath pada koneksi server dengan storage. Ini sekilas cerita tentang multipath :

Salah satu server dihubungkan pada sebuah storage (external disks) melalui 2 buah kabel fiber. Di server terdapat 2 buah fibre channel PCI card. Server mengakses beberapa buah volume yang ada di dalam storage. Multipath di sini gampangnya adalah mengatur redundancy koneksi storage dan server. Dengan 2 buah fibre channel card, server akan membaca sebuah volume sebagai 2 volume berbeda. Dengan menggunakan multipathing, server akan mengenali volume sekali saja, sebagai sebuah volume tunggal. Keunggulan multipath adalah jika salah satu kabel putus atau salah satu card rusak, koneksi antara server dan storage tetap terjaga. Ini yang memakan waktu paling lama. Itupun sudah bertelepon-teleponan dengan rekan saya di Jakarta (untuk mohon petunjuk 😀 ) Baru sekitar pukul setengah 7 malam saya sukses mengkonfigurasi ulang multipath ini. Ah memang saya harus belajar lebih banyak lagi tentang multipathing 🙁 .

Malam ini saya menginap di Somerset Hotel. Hotelnya cukup nyaman, sayangnya cukup jauh dari keramaian kota. Setelah mandi, saya keluar untuk makan malam. Saya dan rekan memilih untuk makan di dekat hotel. Ada warung mie Ujung Pandang. Celakanya ternyata mie disajikan dengan taburan daging babi #-o …rusak deh selera makan saya malam ini. Itu saja cerita saya hari ini. Besok akan saya ceritakan pengalaman yang lain lagi selama di Surabaya 😀