Menghapus Password Root Solaris 10

Satu hal lain yang saya pelajari minggu ini, cara menghapus password root di Solaris 10. Saya mencobanya di server Fujitsu Primepower 450. Berikut langkah-langkahnya :

  1. Di Primepower 450 mula-mula saya merestart server dengan perintah berikut :
    # shutdown -g0 -y -i6
  2. Saat proses POST (power on self test) selesai tekan tombol Stop-A. Sistem akan masuk ke OBP (open boot prompt).
  3. Boot server dari DVD instalasi Solaris 10 for SPARC dengan perintah berikut :
    ok> boot cdrom -sw
    Perintah ini akan membuat server melakukan proses booting dari DVD instalasi Solaris.
  4. Mount slice yang dijadikan sebagai root ke dalam direktori perintah seperti ini :
    # mount /dev/dsk/c0t0d0s0 /a
  5. Buka file /a/etc/shadow dengan menggunakan vi. Hapus string yang ada di antara tanda ” :” persis di samping root, seperti ini :
    root : oooooo : xxxxx : xxxxx
    Pada contoh di atas hapus baris oooooo.
  6. Reboot server dengan menggunakan perintah berikut ini :
    # shutdown -g0 -y -i6
  7. Saat muncul ok prompt ketik perintah berikut :
    ok> boot
    Sistem akan melanjutkan booting seperti biasa (langsung dari system disk-nya).
  8. Setelah Solaris siap digunakan, segera login dengan username root tanpa menggunakan password. Ganti password root dengan perintah ini :
    # passwd root

Eh ternyata sudah ada yang pernah menulis hal ini di sini. ;))

Ramai Penculikan Anak

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin mengadakan jumpa pers di Istana Negara. Ada yang spesial dengan jumpa pers kali ini. Jumpa pers kali ini dipicu adanya penculikan anak seorang pengusaha Ali Said (Ketua II Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Sudah beberapa hari ini berita penculikan Raisya mengisi berita di televisi maupun media berita internet. Si bocah diculik sepulang sekolah. Entah apa motif penculikannya.

Raisya Ali, bocah 5 tahun yang diculik lebih dari seminggu yang lalu ini rupanya menarik perhatian Presiden kita. Tebar pesona kah? Atau memang wujud kepedulian seorang pemimpin kepada rakyatnya? Tapi kok baru sekarang ya? Rasa-rasanya ini bukan kali pertama terjadi penculikan anak di Jakarta, atau mungkin karena yang kali ini adalah anak pengusaha? Lain SBY lain pula Jusuf Kalla, Wapres kita ini mengomentari penculikan anak adalah meniru film-film Amerika…hah masa sih? Aya-aya wae :))

Detik.com bahkan memberitakan Gubernur Sutiyoso ikut buka suara soal penculikan anak ini. Sutiyoso minta aparat Pemda DKI dari walikota sampai RT untuk membantu secara aktif mencari korban penculikan ini. Katanya juga Gubernur DKI terpilih Fauzi Bowo juga menghimbau orang tua meningkatkan pengawasan pada anak-anaknya. Memang beda kalau orang terkenal yang “punya hajat”, semuanya jadi lancar 😀 Maaf bukan mau tertawa di atas kesulitan orang lain, saya hanya mengomentari tingkah polah para petinggi negri ini.

Mudah-mudahan kasus penculikan ini cepat selesai dengan baik, kasihan juga orang tuanya.

Update : siang ini katanya Raisya sudah ditemukan 😀

Roy Suryo & Supersemar

Pagi ini saya senyum-senyum sendiri menonton berita di ANTV. Roy Suryo diberitakan tampil lagi membeberkan bukti sejarah. Dalam sebuah acara di Solo, RS mengungkapkan bahwa Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) bukan merupakan perintah pemindahahan kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada LetJend Soeharto. Dalam upaya pembuktiannya RS memperdengarkan rekaman suara pidato Pres. Soekarno. Rekaman pidato tersebut berisi pernyataan tegas bahwa Supersemar adalah surat perintah untuk mengamankan negara — bukan mengambil alih kekuasaaan.

Sensasi lain dari RS? Kita tunggu saja ;))

Firefox Vs. Opera

Dua web browser alternatif selain Internet Explorer adalah Mozilla Firefox dan Opera. Hari ini saya tanpa sengaja melihat-lihat kedua website masing-masing web browser tersebut. Lihat potongan gambar website Firefox dan Opera di bawah ini.
opera_firefox2

Saya baru sadar kalau keduanya mengklaim sebagai web browser yang telah memenangkan penghargaan. Setelah saya perhatikan kembali, ada beberapa persamaan dari iklan kedua web browser tersebut. Paling tidak ada 3 hal yang diangkat di sana, kurang lebihnya seperti berikut ini :

  • Sama-sama mengklaim produknya sebagai web browser yang telah memenangkan penghargaan. Opera mendapat penghargaan The Best Web Browser versi PC World tahun 2004. Firefox mendapat penghargaan PC Magazine Editor Choice Oktober 2006, CNET Editor Choice Oktober 2006, dan CNET Webware 100 tahun 2007.
  • Sama-sama mengklaim sebagai web browser yang cepat kerjanya. Firefox lebih rendah hati dengan mengatakan dirinya “faster” (lebih cepat). Opera mengklaim dirinya “fastest” (paling cepat performanya). Seingat saya dulu pernah ada artikel yang membuktikan bahwa Firefox lebih cepat membuka halaman web daripada Opera. Sayang saya lupa URLnya.
  • Sama-sama mengklaim sebagai web browser yang aman. Firefox menulis bahwa browsernya “safer” (lebih aman), sementara Opera mengganggap dirinya “most secure” (paling aman). Setelah bertanya sana-sini termasuk buka kamus, saya lihat keduanya (safer dan most secure) menggunakan pendekatan yang berbeda. Safe dan secure punya arti berlainan, meskipun keduanya serupa. Mungkin ini salah satu strategi supaya tidak dibanding-bandingkan secara frontal satu sama lain. Bahaya juga kalau yang satu bilang safer lalu yang lain bilang safest…bisa dianggap yang satu menyerang produk lain.
  • Sama-sama menganggap web browser-nya “hebat”. Firefox mengatakan dirinya “very customizable” (mudah disesuaikan tampilan & fiturnya). Firefox menyediakan banyak pilihan themes, plugins, extension yang bisa dipilih sesuai kebutuhan penggunanya. Opera menganggap dirinya “coolest” (paling keren). Dalam hal ini sepertinya Firefox lebih jelas dalam mendefinisikan kehebatannya. Mengatakan browser-nya lebih mudah disesuaikan tentu lebih mudah dimengerti orang, lebih mudah diukur daripada sekadar “paling keren” kan?

Dilihat dari iklan kedua web browser tadi, aspek emosional pengguna menjadi target iklan dan tagline yang digunakan. Meminjam istilahnya Hermawan Kertajaya, dunia marketing saat ini sudah masuk era “marketing in Venus”. Memasarkan produk seperti di dunia Venus (Venus adalah gambaran dari wanita); sementara kita tahu wanita kebanyakan memilih produk, membeli produk lebih karena pertimbangan emosional. Nah rupanya pemasaran software (meskipun Firefox dan Opera adalah gratisan) juga menggunakan kaedah yang sama; memasukkan juga aspek-aspek emosional dalam iklannya (pernah dapat penghargaan, paling keren, paling mudah dipakai, paling mudah disesuaikan dengan selera).

Saya sendiri lebih sering menggunakan Firefox sebagai web browser, bagaimana dengan Anda?

Eh katanya web browser itu kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesianya menjadi “perambah internet”….apa enak ya pake istilah itu?

Menikmati Hujan

Dari pukul sebelas siang ini Jakarta (atau tepatnya tempat tinggal saya) diguyur hujan. Entah bagaimana situasi di kawasan lain Jakarta, tapi kemungkinan besar hujan juga. BMG kabarnya memang sudah meramalkan siang hari ini akan turun hujan di seputaran Jakarta. Tadi awalnya cuma gerimis kecil, tapi lama-lama hujan semakin lebat. Memang tidak sampai deras seperti ketika Februari lalu saat hujan terus-menerus dan memicu banjir di Jakarta. Hari ini saya cuti (bos saya ngomel karena saya minta cutinya mendadak sekali :-p ), makanya saya bisa menikmati hujan siang ini. Sekitar pukul sebelas saya keluar ke teras, menikmat hawa udara gerimis yang cukup “segar”. Cukup “segar” maksudnya kalau dibandingkan dengan hawa Jakarta pada hari-hari biasanya. Udara siang ini pun jadi sejuk. Kalau saya menikmati hujan ini mungkin ratusan orang di luar sana sedang mengomel-omel karena hujan mengganggu aktivitasnya. Saat hujan semakin lebat saya pun masuk lagi ke rumah karena percikan air di teras sudah mulai mengenai saya.

Update : eh ternyata benar hujan siang ini membuat Jakarta terganggu gerak kehidupannya. Barusan saya membaca Detik.com diberitakan Jl. Thamrin digenangi air setinggi kurang lebih 50cm. Belum lagi katanya puluhan motor mogok akibat genangan ari dan memacetkan daerah Kebon Jeruk.