Menanti Bolt Super 4G

Bolt Super 4G adalah provider internet baru di Indonesia. Bolt menawarkan layanan internet cepat dengan teknologi 4G (LTE), kabarnya kecepatan internet yang ditawarkan mencapai lebih dari 72Mbps. Mungkin ini terobosan baru karena sampai sekarang belum ada provider mobile Internet di Indonesia yang menyediakan akses Internet secepat & semurah yang Bolt 4G tawarkan.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Sabtu lalu saya memutuskan untuk membeli modem Bolt 4G ini di Pazia Taman Anggrek. Sayangnya seperti banyak calon pelanggan Bolt lainnya, saya belum dapat menggunakan layanan Bolt ini. Meskipun sudah punya modemnya, kartu SIMnya belum dapat diaktifkan. Halaman web untuk aktivasi layanan masih belum bisa diakses.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Modem yang saya pilih adalah tipe Mobile Wifi. Dulu saya pikir Bolt 4G ini bisa diakses via iPhone 4S atau iPad 3G saya yang sudah memiliki fitur LTE. Ternyata tidak bisa, teknologi LTE yang dipakai oleh Bolt berbeda dengan yang digunakan di iPhone/iPad. Menurut salah satu rekan saya ini karena ada 2 standar di dunia yang mengatur tentang LTE, yang satu berkiblat ke US (yang dipakai di iPhone/iPad) sementara yang lain kiblatnya ke China (yang dipakai oleh Bolt Super 4G ini).

 photo IMG_3038_zpsbbfdfb88.jpg

Modem ini perlu bisa di-charge lewat port mini USB yang ada di bagian sisinya :

 photo IMG_3039_zpsa2c07fbf.jpg

Bagian belakangnya bisa dibuka seperti ponsel pada umumnya, terdapat slot kartu SIM, slot untuk kartu microSD & ruangan untuk batere (baterenya berukuran 2300mAH) :

 photo IMG_3041_zpsb1b75d1d.jpg

Modem Wifi yang saya beli ini mereknya ZTE tapi ternyata buatan pabrik di Sidoarjo. Saya tidak tahu apakah ini maksudnya modemnya benar-benar diproduksi di Sidoarjo atau hanya packaging-nya saja yang dilakukan di sana.

 photo IMG_3034_zps96961ae3.jpg

Dalam paket promo modemnya ini disertakan beberapa kelengkapan seperti batere, charger mini USB, dan sebuah kartu SIM seperti ini :

 photo IMG_3040_zps2e505d5d.jpg

Photobucket Pictures, Images and Photos

Saya lihat di Twitter, banyak calon pelanggan Bolt yang kecewa. Silakan baca sendiri di Internet, banyak sekali twit yang muncul dengan hashtag #bolt4g. Mereka rata-rata sudah membeli modemnya jauh-jauh hari sebelumnya. Karena gosipnya harga modem ini akan naik sampai sekitar Rp800.000,- bila layanan internet Bolt sudah aktif. Harga promo modem WiFi Bolt ini di Pazia adalah Rp299.000.- Kekecewaan mereka ditambah lagi dengan rencana launching yang tertunda alias molor beberapa kali dari jadwal semula. Saya termasuk salah satunya, minggu lalu rekan saya mengabarkan bahwa Bolt 4G akan aktif di tanggal 14 Desember 2013. Makanya Sabtu lalu saya memberanikan diri membeli modemnya. Ternyata sampai hari ini layanan Bolt masih juga belum aktif.

Entah benar atau tidak berita yang mengatakan bahwa launching aktivasi Bolt terkendala regulasi Kominfo tentang aturan penerapan teknologi 4G/LTE di Indonesia. Kalau lama sekali menunggu seperti ini, bisa-bisa Bolt Super 4G bakal disomasi oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Atau jangan-jangan ini hanya sekadar strategi marketing untuk mengumpulkan pelanggan sebanyak-banyaknya?

Update 25 Desember 2013
Tadi malam tanggal 24 Desember 2013 layanan aktivasi Bolt akhirnya dibuka. Saya baru bisa melakukan registrasi setelah pukul 9 malam. Setelah proses aktivasi layanan Internet Bolt langsung bisa dipakai. Di tempat saya aksesnya masih kalah cepat dengan layanan internet kabel dari Fastnet. Hasil tes Speedtest cuma mendapat kecepatan 3Mbps.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Mechanical Keyboard

Beberapa bulan lalu saya penasaran sekali dengan yang namanya “Mechanical Keyboard”. Awalnya saya penasaran setelah membaca salah satu artikel tentang kecepatan mengetik. Konon katanya menggunakan mechanical keyboard bisa membantu meningkatkan kemampuan mengetik. Entah benar atau tidak.

DasKeyboard for Mac photo DSC_1627_zps26297e18.jpg

Mechanical keyboard ini masih menggunakan switch mekanik di setiap tombolnya. Salah satu merek switch yang populer dipakai adalah Cherry MX. Cherry MX sendiri memiliki beberapa tipe : Blue, Brown, Black, dan Red. Masing-masing switch memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Blue Switch misalnya dicirikan dengan bunyinya yang cukup keras & jarak tekan yang cukup dalam dengan sensasi clicky pada tekanan tertentu. Di halaman web http://www.daskeyboard.com/blog/mechanical-keyboard-guide/ terdapat penjelasan tentang apa itu mechanical keyboard komplit dengan gambar & animasi untuk ilustrasi.

Setelah browsing banyak artikel di Internet, ternyata saya baru tahu bahwa keyboard tipe ini popular di kalangan gamers. Ada beberapa merek mechanical keyboard yang terkenal dan sering dibahas di forum-forum, misalnya Filco, Ducky, DasKeyboard, Leopold, Razer, dll. Hasil browsing tadi membuat saya tertarik untuk membeli keyboard merek Filco, merek ini mendapat cukup banyak review yang bagus. Di Kaskus ada beberapa penjual mechanical keyboard. Sayangnya tidak ada yang memiliki stok Filco Majestouch Ninja. Saya tertarik dengan tipe Majestouch Ninja karena desain tombolnya yang unik, angka/hurufnya tidak dicetak di bagian atas tombol tapi di sisi depannya. Sehingga sepintas semua tombolnya terlihat hitam semua bila dilihat dari atas.

Setelah melihat-lihat di Kaskus saya akhirnya memutuskan untuk membeli mechanical keyboard merek DasKeyboard di salah satu seller di Kaskus. Kebetulan sekali DasKeyboard punya tipe khusus untuk Mac. Saya pilih yang menggunakan Blue Switch, saya cukup penasaran tentang bunyi click-nya. Setelah dicoba ternyata benar keyboard ini cukup berisik. Saya setuju kalau ada yang berpendapat di Internet tentang ada sensasi “serius bekerja” saat mengetik dengan menggunakan keyboard yang berisik seperti ini 🙂 DasKeyboard ini cukup berisik, hampir seperti berisiknya mesin ketik.

DasKeyboard for Mac, click photo DSC_1573_zps5cfab4eb.jpg

Tag linenya cukup merepresentasikan produknya : “The mechanical keyboard that clicks”. Link di bawah ini adalah rekaman bunyi DasKeyboard saat saya gunakan mengetik :

 

Kualitas DasKeyboard ini sangat baik, kokoh & cukup berat. Untuk menyambungkan ke komputer DasKeyboard menggunakan kabel USB. Ada 2 colokan USB di ujung kabelnya. Satu untuk jalur komunikasi keyboard-nya sendiri, satu lagi untuk keperluan USB Hub karena ada 2 USB Port di sisi kanan. Dua port USB tadi bisa dipakai untuk menyambungkan mouse atau USB flash drive.

Masing-masing tombol pada mechanical keyboard dapat dilepas tutupnya. Bila tutupnya (atau dikenal dengan keycap) dilepas, kita bisa lihat tipe switch yang digunakan. Ini misalnya foto blue switch pada keyboard saya.

CherryMX Blue Switch #2 photo DSC_1591_zpsf0b9fb14.jpg

Uniknya lagi karena masing-masing keycap bisa dilepas, kita bisa menggonta-ganti keycap-nya. Pada foto berikut misalnya, saya sudah mengganti beberapa tombol dengan custom keycap merek Keycool.

Ducky & RSS Keycap photo DSC_1620_zps2b85df23.jpg

RGB Keycap photo DSC_1618_zpsea4fabb4.jpg

Aslinya tombol ⌥ (Option/Alt) di Mac keyboard berada tepat di samping tombol ⌘ (Command/Cmd). Tapi dengan susunan seperti itu di DasKeyboard ini jari kelingking saya agak sulit beradaptasi dengan tombol ⌃ (Control) yang berada jauh di kiri. Saya lebih nyaman bila tombol Control berada lebih dekat dengan tombol ⌘. Jadi saya tukar saja susunan tombol ⌥ & Control, tentu saya perlu melakukan perubahan di OSXnya juga via System Preferences -> Keyboard seperti screenshot berikut :

Mac Keyboard Modifier Keys photo mac-modifier-key_zps1a50ce35.png

Langit Jakarta 7 Desember 2013

Sebelum mendarat di Jakarta Sabtu sore kemarin, saya lihat langit Jakarta menarik sekali untuk diabadikan.

Sementara dua foto berikut ini difoto saat pesawat sudah hampir mendarat. Waktu sekitar pukul 6.13 sore.

21K

Sabtu kemarin saya pulang dari Singapura dengan Garuda. Saya mendapat kursi 21K, agak bingung juga mengapa saya diberi stiker merah alias barisan depan. Saat saya tanya tipe pesawatnya, petugas check-in bilang Boeing 737. Saya pikir info tadi keliru karena sepanjang yang saya bepergian dengan Garuda, di pesawat sekelas 737 kursi 21K ada di barisan belakang.

Agak ngantuk juga waktu tiba saat boarding, saya masuk pesawat tanpa melihat lagi nomor kursi di barisan depan. Reflek saya berjalan ke barisan belakang. Setelah melewati beberapa baris kursi di kelas ekonomi saya kaget karena ternyata nomor kursinya sudah 30an. Astaga ternyata 21K adalah baris pertama kursi di kelas ekonomi, tepat di belakang kelas bisnis. Alhasil saya agak bersusah payah balik lagi ke barisan depan, melawan penumpang lain yang bergerak menuju barisan belakang.

Rupanya sekarang di pesawat Boeing 737-800 New Generation ini, Garuda menggunakan penomoran yang tidak urut seperti biasanya. Kelas ekonomi menggunakan nomor kursi mulai dari 21. Entah apa alasannya menggunakan penomoran yang agak janggal ini.

Firefox Java Runtime Plugin Di Linux

Sehari-hari saya memerlukan Java plugin untuk mengakses aplikasi Oracle NCC. Di Linux biasanya Firefox web browser terpasang tanpa dilengkapi dengan Java plugin (JRE/Java Runtime Environment). Untuk memeriksa apakah Firefox sudah dilengkapi dengan JRE, saya biasanya mengakses web ini : http://www.java.com/en/download/installed.jsp. Halaman web ini akan otomatis mendeteksi apakah Firefox sudah dilengkapi dengan JRE. Bila tidak ada JRE yang terpasang, saya akan mendapat hasil seperti tampilan berikut ini :

Cara untuk memasang JRE cukup sederhana, berikut langkah-langkah yang biasa saya lakukan untuk memasang JRE di Linux :

1. Pertama saya download file installler JRE dari website Java, ambil file yang sesuai dengan sistem operasi Anda. Pada contoh ini saya menggunakan distribusi elementary OS Linux 64bit (turunan dari Ubuntu?)

ttirtawi@x220:~$ ls -tlr Downloads/jre-7u45-linux-x64.tar.gz
-rw-rw-r-- 1 ttirtawi ttirtawi 46842143 Nov 20 00:19 Downloads/jre-7u45-linux-x64.tar.gz
ttirtawi@x220:~$

2. Copy installer JRE tadi ke /usr/local :

ttirtawi@x220:~$ sudo cp Downloads/jre-7u45-linux-x64.tar.gz /usr/local/
[sudo] password for ttirtawi:
ttirtawi@x220:~$

3. Ekstrak file JRE yang sudah ada di direktori /usr/local :

ttirtawi@x220:~$ cd /usr/local/
ttirtawi@x220:/usr/local$ ls -tlr jre-7u45-linux-x64.tar.gz
-rw-r--r-- 1 root root 46842143 Nov 20 00:31 jre-7u45-linux-x64.tar.gz
ttirtawi@x220:/usr/local$ sudo tar zxf jre-7u45-linux-x64.tar.gz
ttirtawi@x220:/usr/local$ ls -tlr | grep jre
drwxr-xr-x 6 uucp 143 4096 Oct 8 20:00 jre1.7.0_45
-rw-r--r-- 1 root root 46842143 Nov 20 00:31 jre-7u45-linux-x64.tar.gz
ttirtawi@x220:/usr/local$

4. Lalu saya pindah ke direktori profile Firefox yang ada di home directory, dalam contoh ini saya hanya punya 1 default profile hylavoon.default:

ttirtawi@x220:/usr/local$ cd ~/.mozilla/firefox/
ttirtawi@x220:~/.mozilla/firefox$ cd hylavoon.default/
ttirtawi@x220:~/.mozilla/firefox/hylavoon.default$

Bila sistem operasi yang digunakan adalah Linux 32 bit, nama direktorinya seperti ini : /usr/local/jre1.7.0_45/lib/i386/libnpjp2.so

5. Di dalam direktori profile tadi saya buat direktori baru dengan nama  “plugins” :

ttirtawi@x220:~/.mozilla/firefox/hylavoon.default$ mkdir plugins
ttirtawi@x220:~/.mozilla/firefox/hylavoon.default$ cd plugins/
ttirtawi@x220:~/.mozilla/firefox/hylavoon.default/plugins$

6. Dalam direktori plugins saya buat soft link file libnpjp2.so :

ttirtawi@x220:~/.mozilla/firefox/hylavoon.default/plugins$ ln -sf /usr/local/jre1.7.0_45/lib/amd64/libnpjp2.so .
ttirtawi@x220:~/.mozilla/firefox/hylavoon.default/plugins$ ls -tlrh
total 0
lrwxrwxrwx 1 ttirtawi ttirtawi 44 Nov 20 00:33 libnpjp2.so -> /usr/local/jre1.7.0_45/lib/amd64/libnpjp2.so
ttirtawi@x220:~/.mozilla/firefox/hylavoon.default/plugins$

7. Restart Firefox & test kembali, sekarang Firefox sudah dilengkapi dengan JRE plugin :

Sekarang saya bisa mengakses aplikasi Oracle NCC, Java applet-nya terbuka dengan sukses :