Otodidak – Aplikasi Belajar Linux

Membaca tulisan di beberapa blog, saya mampir ke blognya Ade Malsasa Akbar. Ada tulisan tentang aplikasi bernama Otodidak. Aplikasi ini berisi tutorial pengenalan Ubuntu Linux mulai dari tingkat dasar sampai tingkat lanjut.

otodidak-ubuntu

Hal yang saya suka dari aplikasi ini adalah adanya simulasi Terminal. Cocok sekali untuk menunjukkan apa gunanya terminal pada pemula yang ingin mengeksplorasi Linux lebih jauh.

otodidak-ubuntu-term

Cocok sekali untuk Anda yang ingin mengenal atau ingin belajar tentang Linux secara mudah. Aplikasi Otodidak tersedia untuk versi Windows, Linux, dan juga Mac (menggunakan Java). Silakan kunjungi link ini untuk mengambil aplikasi Otodidak secara cuma-cuma.

Format USB Flash Disk Dengan fdisk

DSCN7470-edit

Biasanya sebelum dapat menggunakan USB flash disk kita perlu melakukan format dulu. Memformat sebuah flash disk gunanya untuk membuat partisi & file system. Di Windows kita bisa klik kanan pada drive yang bersangkutan lalu pilih menu format. Di Mac ada Disk Utility yang bisa membantu kita memformat USB flash disk. Di Linux ada gparted, dengan tampilan GUI yang mudah digunakan. Sayangnya gparted memerlukan tampilan GUI & tidak semua distro Linux menyertakan gparted pada paket instalasi standarnya. Yang umumnya pasti ada di Linux adalah command line tools fdisk. Tulisn ini adalah contoh singkat cara menggunakan fdisk untuk memformat sebuah USB flash disk.

Misalnya saya baru menancapkan flash disk pada sebuah port USB. Di Ubuntu saya bisa cek di syslog bahwa Ubuntu mendeteksi USB tersebut sebagai /dev/sdb1. Pada contoh ini USB saya sudah memiliki partisi FAT32. Baik syslog maupun dmesg menginformasikan hal yang sama seperti di bawah ini :

ttirtawi@x220:~$ dmesg
[384141.590009] usb 2-1.2: >new high-speed USB device number 5 using ehci_hcd
[384141.682602] usb 2-1.2: >New USB device found, idVendor=0781, idProduct=5571
[384141.682612] usb 2-1.2: >New USB device strings: Mfr=1, Product=2, SerialNumber=3
[384141.682618] usb 2-1.2: >Product: Firebird USB Flash Drive
[384141.682623] usb 2-1.2: >Manufacturer: SanDisk
[384141.682628] usb 2-1.2: >SerialNumber: 4C532000051129104532
[384141.683662] scsi9 : usb-storage 2-1.2:1.0
[384142.681068] scsi 9:0:0:0: >Direct-Access     SanDisk  Cruzer Fit       1.26 PQ: 0 ANSI: 5
[384142.683601] sd 9:0:0:0: >Attached scsi generic sg1 type 0
[384142.685096] sd 9:0:0:0: >[sdb] 31266816 512-byte logical blocks: (16.0 GB/14.9 GiB)
[384142.686962] sd 9:0:0:0: >[sdb] Write Protect is off
[384142.686975] sd 9:0:0:0: >[sdb] Mode Sense: 43 00 00 00
[384142.687969] sd 9:0:0:0: >[sdb] Write cache: disabled, read cache: enabled, doesn't support DPO or FUA
[384142.716570]  sdb: sdb1
[384142.721248] sd 9:0:0:0: >[sdb] Attached SCSI removable disk
ttirtawi@x220:~$

Misalnya saya ingin menghapus partisi yang sudah ada & melakukan format lagi pada USB flash disk ini. Ini contoh cara menggunakan fdisk & keterangannya :

ttirtawi@x220:~$ sudo fdisk /dev/sdb

Command (m for help): p    ##### p = menampilkan partisi yang sudah ada (terlihat 1 partisi, sdb1)

Disk /dev/sdb: 16.0 GB, 16008609792 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 1946 cylinders, total 31266816 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x00000000

   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sdb1               2    31266815    15633407    b  W95 FAT32

Command (m for help): d     ##### d = delete partisi yang ada  
Selected partition 1        ##### karena cuma ada 1 partisi maka fdisk otomatis menghapus partisi itu

Command (m for help): p     ##### p = menampilkan partisi lagi (kali ini kosong tidak terlihat ada partisi)

Disk /dev/sdb: 16.0 GB, 16008609792 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 1946 cylinders, total 31266816 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x00000000

   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System

Command (m for help): n     ##### n = membuat partisi baru    
Partition type:
   p   primary (0 primary, 0 extended, 4 free)
   e   extended
Select (default p): p       ##### p di sini maksudnya primary partition.
Partition number (1-4, default 1): 1     #####  angka 1 maksudnya nomor partisi
First sector (2048-31266815, default 2048):  
Using default value 2048
Last sector, +sectors or +size{K,M,G} (2048-31266815, default 31266815): 
Using default value 31266815

Command (m for help): w     ##### w = write / tulis partisi tersebut ke dalam flash disk
The partition table has been altered!

Calling ioctl() to re-read partition table.
Syncing disks.
ttirtawi@x220:~$

Untuk dapat menggunakan flash disk tadi untuk menyimpan data, saya harus membuat file system pada partisi baru yang sudah saya buat. Perintahnya bisa dengan menggunakan mkfs. Karena saya ingin membuat file system FAT42 maka saya gunakan perintah mkfs.vfat seperti berikut ini :

ttirtawi@x220:~$ sudo mkfs.vfat /dev/sdb1
mkfs.vfat 3.0.13 (30 Jun 2012)
ttirtawi@x220:~$

Karena saya tidak memberi opsi apa-apa pada perintah mkfs.vfat, maka partisi tersebut akan menggunakan nama volume yang acak. Ini terlihat pada saat Ubuntu secara otomatis melakukan mounting pada partisi tersebut. Ini contoh tampilan USB (partisi sdb1) yang sudah ter-mount :

ttirtawi@x220:~$ df -h | grep sdb1
/dev/sdb1        15G  541M   15G   4% /media/E827-5B17
ttirtawi@x220:~$

Untuk bisa menamai volume tadi bisa ditambahkan opsi -n seperti ini :

ttirtawi@x220:~$ sudo mkfs.vfat -n "USB-TEDY" /dev/sdb1
mkfs.vfat 3.0.13 (30 Jun 2012)
ttirtawi@x220:~$

Maka saat sudah di-mount tampilannya menjadi seperti ini :

ttirtawi@x220:~$ df -h | grep sdb1
/dev/sdb1        15G  8.0K   15G   1% /media/ttirtawi/USB-TEDY
ttirtawi@x220:~$

Letterpress, Main-Main Dengan Kata

Saya suka permainan yang melibatkan huruf dan kata-kata. Dulu saya senang mengisi teka-teki silang di Kompas minggu. Kemarin saya baru coba permainan baru di iPhone, namanya Letterpress. Letterpress ini menyajikan permainan menyusun kata (dalam bahasa Inggris) dari sekumpulan huruf acak.

20130320-092206.jpg

Letterpress terintegrasi dengan Game Center-nya iOS karena permainan ini perlu mencari lawan. Kita bisa memilih lawan secara manual, bermain dengan teman yang sama-sama berada pada jaringan yang sama. Atau kita bisa mencari lawan secara acak, Game Center yang akan mencarikan lawan secara otomatis. Artinya permainan ini membutuhkan koneksi internet.

Skor akan dihitung berdasarkan panjang kata yang berhasil dirangkai. Permainan akan berakhir bila semua huruf sudah digunakan, atau bila lawan menyerah kalah.

20130320-091521.jpg

Asyiknya tidak ada batasan waktu bila tiba giliran kita untuk merangkai kata. Tentu agak membosankan menunggu giliran lawan selesai merangkai kata. Oleh karenanya Letterpress memperbolehkan kita untuk memainkan beberapa pertandingan sekaligus.

20130320-091919.jpg

Permainan yang menarik dan layak dicoba bila Anda gemar bermain dengan kata-kata. Berguna juga untuk memperbanyak kosakata bahasa Inggris kita.

Menginstal WordPress Pada Ubuntu Server 12.04

Membuat blog dengan WordPress di sebuah hosting server cukup mudah, pernah saya tuliskan di tulisan sebelumnya. Kemarin saya ingin mencoba memiliki WordPress server sendiri. Bukan seperti blog ini yang dipasang pada hosting server. Saya pilih untuk menginstal WordPress pada Ubuntu Server 12.04.

Untuk menginstal WordPress pada Ubuntu, saya perlu menginstal beberapa paket terlebih dahulu. Yang pertama saya perlukan adalah Apache web server & PHP5. Berikut perintah yang saya pakai untuk menginstal Apache & PHP5 :

ttirtawi@wp01:~$ sudo apt-get install apache2 php5 libapache2-mod-php5
ttirtawi@wp01:~$

Setelah Apache web server, saya perlu juga menginstal mysql-server sebagai database blognya nanti. Ini perintah yang saya pakai untuk menginstal MySQL Server :

ttirtawi@wp01:~$ sudo apt-get install mysql-server
ttirtawi@wp01:~$

Saat proses instalasi mysql-server, di bagian akhir akan muncul pertanyaan tentang siapa user yang akan menggunakan MySQL Server & apa passwordnya. Saya gunakan default-nya saja, root sebagai user-nya MySQL. Bila proses ini terlewati, Anda bisa melakukannya belakangan dengan menggunakan perintah berikut ini :

ttirtawi@wp01:~$ sudo dpkg-reconfigure mysql-server
ttirtawi@wp01:~$

Beberapa paket tambahan yang perlu diinstal juga adalah :

ttirtawi@wp01:~$ sudo apt-get install libapache2-mod-auth-mysql php5-mysql phpmyadmin
ttirtawi@wp01:~$

phpmyadmin adalah web interface untuk mengatur MySQL server.

Setelah semua paket terinstal, langkah berikutnya adalah membuat database yang akan digunakan oleh WordPress. Perintahnya seperti berikut ini :

ttirtawi@wp01:~$ mysql -u root -p
Enter password: 
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 41
Server version: 5.5.29-0ubuntu0.12.04.2 (Ubuntu)

Copyright (c) 2000, 2012, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.

Oracle is a registered trademark of Oracle Corporation and/or its
affiliates. Other names may be trademarks of their respective
owners.

Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the current input statement.

mysql> create database WORDPRESS
    -> ;
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)

mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON WORDPRESS.* TO 
    -> 'wordpress'@'localhost' IDENTIFIED BY 'password';
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> quit
Bye
ttirtawi@wp01:~$

Beberapa hal lain yang perlu diset adalah parameter ServerName pada file httpd.conf :

root@wp01:/etc/apache2/sites-available# cd /etc/apache2/
root@wp01:/etc/apache2# cat httpd.conf 
ServerName tedytirta.info
root@wp01:/etc/apache2# 
root@wp01:/etc/apache2# grep tedytirta /etc/hosts
192.168.10.15   wp01 tedytirta.info
root@wp01:/etc/apache2#

Setelah semua persiapan tadi saya perlu mengambil source WordPress dari http://wordpress.org/download/. Di dalam file wordpress-3.5.1.tar.gz ada direktori wordpress. Direktori inilah yang akan saya salin ke dalam direktory /var/www/

root@wp01:/var/www# wget http://wordpress.org/latest.tar.gz
--2013-03-18 18:06:32--  http://wordpress.org/latest.tar.gz
Resolving wordpress.org (wordpress.org)... 72.233.56.139, 72.233.56.138
Connecting to wordpress.org (wordpress.org)|72.233.56.139|:80... connected.
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
Length: unspecified [application/x-gzip]
Saving to: `latest.tar.gz'

    [                                                       <=>      ] 5,012,722    444K/s   in 13s     

2013-03-18 18:06:46 (383 KB/s) - `latest.tar.gz' saved [5012722]

root@wp01:/var/www#
root@wp01:/var/www# ls
latest.tar.gz
root@wp01:/var/www# tar zxf latest.tar.gz 
root@wp01:/var/www# ls
latest.tar.gz  wordpress
root@wp01:/var/www# mv wordpress/ blog
root@wp01:/var/www#

Berikutnya adalah masalah permission direktori blog tadi. Yang harus saya lakukan pertama kali adalah memastikan user saya sudah masuk dalam group www-data :

root@wp01:/var/www# cat /etc/group | grep www-data
www-data:x:33:ttirtawi
root@wp01:/var/www#

Lalu saya ganti permission direktori blog menjadi seperti ini :

root@wp01:/var/www# chown -R ttirtawi:www-data blog
root@wp01:/var/www# ls -tlr | grep blog
drwxr-xr-x 6 ttirtawi www-data    4096 Mar 18 04:26 blog
root@wp01:/var/www#

Setelah beres lalu saya bisa restart Apache web server-nya :

root@wp01:/etc/apache2# /etc/init.d/apache2 force-reload
 * Reloading web server config apache2                                                            [ OK ] 
root@wp01:/etc/apache2#

Langkah-langkah selanjutnya dilakukan di web browser. Saya akses http://192.168.10.15/blog seperti tampilan berikut ini :

create-wp01

Untuk memulai proses konfigurasi saya tinggal klik menu “Create a Configuration File”. Akan muncul tampilan berikut ini yang menjelaskan apa saja yang diperlukan untuk proses konfigurasi WordPress :

create-wp02

Klik menu “Let’s go!” untuk melanjutkan proses. Di halaman berikutnya ada form yang harus dilengkapi seperti berikut ini :

create-wp03

  • Database Name, saya pilih nama databasenya : wordpress.
  • User Name, saya isi root (sesuai dengan apa yang diset saat menginstal mysql-server.)
  • Password, isi password harus sama dengan apa yang diset ketika menginstal mysql-server.
  • Database Host, biarkan saja menggunakan default localhost
  • Table Prefix, biarkan saja menggunakan default wp_

Harusnya instaler ini akan menulis semua konfigurasi ke dalam file wp-config.php. Bila muncul peringatan seperti di bawah ini, berarti ada masalah permission pada direktorinya WordPress (pada contoh saya adalah /var/www/blog). Tidak menjadi masalah, saya bisa menyalin isi file-nya seperti yang ditampilkan di layar ke dalam file wp-config.php untuk kemudian memperbaiki permission-nya.

create-wp04

Untuk melanjutkan proses klik “Run the install”.

Langkah berikutnya adalah mengatur nama blog, username/password blog dan email seperti tampilan berikut ini :

create-wp06

Akhiri dengan mengklik “Install WordPress”. Bila proses instalasinya sukses akan muncul tampilan seperti ini :

create-wp07

Saya bisa akses Dashboard WordPress seperti ditunjukkan oleh 2 gambar berikut ini :

create-wp08

create-wp09

Masih banyak hal yang masih belum saya lakukan seperti bagaimana caranya mengatur supaya WordPress ini bisa diakses dari internet. Mungkin di tulisan-tulisan berikutnya.

Menyiapkan Windows 7 USB Bootable Di Macintosh

Beberapa hari lalu salah seorang rekan minta tolong saya untuk membantu menginstal Windows di laptopnya yang terkena virus. Sayangnya saya lupa di mana DCD installer Windows 7. Tapi untungnya saya masih menyimpan ISO file Windows 7. Saya putuskan untuk menggunakan USB sebagai media instalasi. Di Mac saya bisa membuat USB bootable untuk menginstal Windows 7 dengan menggunakan aplikasi BootCamp Assistant.

Untuk dapat menggunakan Boot Camp Assistant ini, kita perlu siapkan sebuah USB flashdisk berukuran paling tidak 4GB & juga file image Windows 7nya. Berikut contoh cara menggunakan BootCamp Assistant untuk menyiapkan USB Bootable Windows 7.

BootCamp Assistant dapat diakses dari folder Application atau dengan mengaksesnya lewat Spotlight seperti gambar di bawah ini :

usdboot-1

Berikut adalah contoh tampilan awal Boot Camp Assistant. Klik Continue untuk melanjutkan proses.

usdboot-2

Karena harddisk internal saya hanya punya sedikit ruang kosong, tadi sempat muncul peringatan seperti di bawah ini. Karena saya hanya perlu Boot Camp Assistant bukan untuk menginstal Windows ke dalam internal harddisk, maka saya bisa abaikan peringatan ini.

usdboot-3

Di halaman berikutnya hanya satu opsi yang diperlukan “Create a Windows 7 or later version install disk“. Opsi kedua untuk download Windows update tidak diperlukan, jadi bisa di-uncheck. Klik Continue untuk melanjutkan proses.

usdboot-4

Di halaman berikutnya Boot Camp Assistant akan meminta kita menentukan di mana kita menaruh ISO image Windows 7. Selain itu kita diminta juga untuk menentukan mana USB flashdisk yang akan dipakai sebagai media instalasi Windows.

usdboot-5

Boot Camp Assistant akan memberi peringatan bahwa semua data yang ada di dalam flashdisk akan dihapus.

usdboot-6

Saya tinggal klik Continue untuk melanjutkan proses. Boot Camp Assistant akan mulai mentransfer file-file instalasi Windows dari ISO image ke dalam USB flashdisk.

usdboot-7

Menjelang akhir proses transfer, saya diminta untuk memasukkan password Mac saya.

usdboot-8

Proses transfer Windows installer ini selesai dalam waktu lebih kurang 10 menit.

usdboot-9

Cukup simpel proses untuk membuat USB bootable ini. Setelah selesai saya bisa langsung pakai USB ini untuk menginstal Windows 7 ke dalam laptop teman saya tadi.