Cara Praktis Scanning IP

Setelah main-main dengan RaspberryPi beberapa hari lalu, saya matikan komputer kecil itu sementara waktu. Sampai malam ini saya coba hidupkan kembali tanpa menggunakan monitor, keyboard, dan mouse. Hanya kabel LAN yang tersambung. Terakhir saya hidupkan RaspberryPi ini saya belum sempat memberinya IP statis. Sedikit agak konyol memang. Raspberry masih menggunakan DHCP; tanpa mouse/keyboard, monitor bagaimana saya bisa tahu alamat IP yang sekarang digunakan oleh si Raspberry?

raspberry headless

Karena malas menyambungkannya ke monitor, saya pilih cara gampang dengan lakukan scanning IP di LAN. Cara sederhana dengan bantuan program nmap.

ttirtawi@macbook-air:~$ sudo nmap -sP 192.168.1.0/24
Password:

Starting Nmap 6.01 ( http://nmap.org ) at 2013-02-15 22:33 WIT
...
...
Nmap scan report for raspberrypi (192.168.1.131)
Host is up (0.0065s latency).
MAC Address: B8:27:EB:45:7B:E2 (Raspberry Pi Foundation)
...
...
Nmap done: 256 IP addresses (9 hosts up) scanned in 2.65 seconds
ttirtawi@macbook-air:~$

nmap (dengan opsi -sP) akan memeriksa semua host yang aktif di jaringan 192.168.1.0/24. Penggunaan sederhana dari perintah nmap bisa membantu saya menemukan IP yang dipakai oleh Raspberry saat ini, ternyata dia menggunakan IP 192.168.1.131. Saatnya memberi IP statis untuk Raspberry Pi ini supaya tidak “hilang” lagi.

UPDATE:

nmap di MacOSX tersedia di MacPorts :

ttirtawi@macbook-air:~$ port search nmap | head
Warning: port definitions are more than two weeks old, consider using selfupdate
nmap @6.01 (net)
Port scanning utility for large networks

p5-nmap-scanner @1.0.0 (perl)
Perform and manipulate nmap scans using perl

p5.8-nmap-scanner @1.0.0 (perl)
Perform and manipulate nmap scans using perl

p5.10-nmap-scanner @1.0.0 (perl)
ttirtawi@macbook-air:~$

Sementara di Ubuntu/Debian, nmap tersedia di main repository :

ttirtawi@x220:~$ apt-cache search nmap | grep ^nmap
nmap - The Network Mapper
nmapsi4 - graphical interface to nmap, the network scanner
ttirtawi@x220:~$ 

Lensa Fish Eye Untuk iPhone

Hari ini saya baru dapat lensa Olloclip 3-in-1 untuk iPhone 4s. Lensa ini unik, terdiri dari 3 lensa yaitu lensa wide, lensa macro, dan lensa fish eye. Cara pakainya tinggal disisipkan pada ujung kanan atas iPhone (bagian yang memiliki kameranya). Lensa wide & lensa fish eye ada pada kedua sisinya, tinggal dibolak-balik tergantung mana yang mau digunakan. Sementara lensa macro-nya ada pada sisi yang sama dengan lensa fish eye. Bagian depan lensa fish eye bisa dicopot (diputar sampai lepas) bila saya ingin menggunakan lensa macro-nya. Tampilannya seperti ini :

20130214-232514.jpg

Ciri khas lensa fish eye, membuat foto terlihat melengkung di semua sisinya. Lensa fish eye sendiri ada yang jenisnya circular fish eye. Circular fish eye menghasilkan foto yang berbentuk lingkaran, karenanya lensa ini memiliki cakupan area 180 derajat. Cocok untuk memotret di ruangan dengan space terbatas. Belum ada foto bagus dari lensa ini. Hanya test foto keyboard di bawah ini hasil foto menggunakan lensa fish eye.

20130214-232505.jpg

Lensa 3-in-1 ini saya beli di Kaskus seharga Rp245.000,-. Saya pilih jenis ini karena tidak merusak iPhone. Lensa tambahan untuk iPhone yang lainya di pasaran memerlukan adapter logam yang perlu ditempel ke body iPhone. Lensanya dilengkapi magnet agar bisa menempel pada adapter tersebut. Olloclip ini tidak menggunakan magnet, hanya perlu diselipkan pada ujung kanan atas iPhone.

olloclip-iphone

Mudahnya Membuat Website Dengan WordPress

Menyambung tulisan kemarin tentang membuat website sederhana, sekarang saya ingin menunjukkan bagaimana mudahnya membuat website dengan WordPress sebagai engine-nya. WordPress tidak lagi hanya bisa dipakai sebagai media blogging, tapi bisa juga dipakai untuk keperluan publikasi lainnya (seperti misalnya sebagai website resmi perusahaan).

Asumsi Anda sudah berlangganan hosting, tentu Anda akan diberi halaman administrator untuk mengurus hosting & domain Anda. Ada beberapa tipe halaman administrator. Salah satu contoh yang sering disediakan oleh penyedia hosting adalah halaman Cpanel. Tampilannya kira-kira seperti gambar di bawah ini. Di halaman ini ada menu Softaculous untuk membantu Anda menginstal template website & berbagai platform web. Klik saja tombol Softaculous yang ada di bagian bawah.

wp1

Di menu Softacolous Anda akan disuguhi berbagai macam pilihan platform web yang bisa diinstal. Karena tulisan ini tentang WordPress silakan klik logo WordPress yang ada. Karena WordPress cukup terkenal maka begitu Anda buka Softaculous Anda akan langsung melihat logo WordPress seperti di bawah ini.

wp2

Jika Anda tidak melihat tampilan seperti di atas, Anda bisa mencarinya di menu Blogs di sebelah kiri. Begitu Anda mendekatkan kursor ke logo WordPress, akan muncul menu Install & Demo. Klik Install untuk memulai proses instalasi WordPress.

wp3

Sebelum memulai proses instalasi, Anda akan diminta memasukkan beberapa detail informasi seperti gambar di bawah ini.

wp4

  1. Yang pertama harus Anda tentukan adalah di alamat apa Anda ingin WordPress diinstal. Default-nya adalah alamat domain utama Anda. Karena contoh ini saya ingin menempatkan contoh web ini di test.tedytirta.com maka saya harus menggantinya dari nilai default tedytirta.com.
  2. Kemudian pilihan direktori tempat WordPress akan diinstal. Misalnya Anda ingin WordPress berada domain utama anda, kosongkan saja pilihan “In Directory” tersebut. Misalnya domain Anda “dodol.com” dan anda mengisi “In Directory” dengan “blog“, maka nanti website WordPress Anda akan berada pada halaman : http://dodol.com/blog.
  3. Ketiga Anda diminta menentukan nama website Anda & deskripsinya. Pilihan ini bisa diatur ulang kemudian saat WordPress sudah bisa diakses.
  4. Keempat Anda diminta menentukan username & password untuk bisa mengatur website Anda. Anda juga diminta memasukkan alamat email user utama website WordPress Anda.
  5. Selanjutnya silakan klik tombol Install untuk memulai proses instalasi WordPress.

Proses instalasi ini cepat sekali, tidak sampai 1 menit WordPress sudah selesai diinstal. Anda akan mendapati halaman seperti ini.

wp5

Mari kita cek contoh instalasi saya tadi. Instalasi WordPress baru saya langsung bisa diakses di http://test.tedytirta.com/

wp6

Sementara itu untuk bisa login ke halaman Administrator WordPress, saya perlu mengarahkan browser saya ke alamat : http://test.tedytirta.com/wp-admin. Silakan sesuaikan dengan nama domain Anda & cukup akhiri nama domain dengan /wp-admin. Anda akan diminta login dengan username & password yang tadi diminta saat proses persiapan instalasi.

wp7

Ini adalah contoh halaman administrasi untuk mengelola website berbasis WordPress. WordPress menyebut halaman ini sebagai Dashboard.

wp8

Di tulisan berikutnya mungkin saya akan membahas apa saja hal-hal dasar yang perlu diketahui untuk mengelola WordPress melalui halaman Dashboard ini.

Membuat Website Sederhana

Minggu lalu saya dimintai saran oleh salah seorang rekan tentang bagaimana sih caranya membuat website. Rekan saya bukan orang yang sehari-hari bergelut dengan dunia IT. Dia ingin membuat sebuah website sebagai website resmi kantornya. Saya jelaskan secara sederhana, paling tidak ada 4 langkah untuk membuat website :

  1. Membeli nama domain yang diinginkan. Singkatnya nama domain adalah alamat yang diakses orang untuk membuka website kita. Contohnya www.tedytirta.com.
  2. Menyewa hosting, hosting adalah tempat di mana kita akan meletakkan website kita di internet.
  3. Menginstal program untuk menjalankan website kita.
  4. Memasukkan data & mengatur tampilan website.

Biasanya langkah pertama dapat digabung dengan langkah kedua. Rata-rata hampir semua perusahaan penyedia jasa hosting menyediakan paket sewa sekaligus beli nama domain. Kemarin saya anjurkan rekan saya untuk menyewa hosting di Qwords.com. Saya rekomendasi menggunakan Qwords, karena saya sudah beberapa kali saya menggunakan jasa Qwords.com & sejauh ini cukup puas dengan pelayanannya.

Awalnya rekan saya ingin punya domain dengan akhiran .co.id. Saya bilang mengurus domain co.id tidak semudah mengurus domain bebas seperti .com, .net, dsb. Mengurus domain co.id paling tidak memerlukan surat ijin usaha (SIUP?) dan beberapa persyaratan lainnya. Sementara mengurus domain .com sangat mudah, asal nama domainnya tersedia (belum dibeli orang lain) maka kita bisa langsung menyewanya. Biaya sewa domain .com pertahun di Qwords.com adalah Rp80.000,-.

Biaya hosting sendiri biasanya bergantung dari berapa besar kapasitas yang ditawarkan. Ada paket yang menawarkan kapasitas 100MB, 250MB, dsb. Besarnya paket hosting yang perlu disewa tentu bergantung pada seberapa besar data akan ditaruh di website. Misalnya website diprediksi akan menampilkan banyak foto dengan resolusi tinggi, tentu ini harus diperhitungkan supaya hosting cukup untuk menampung semua foto.

Lalu soal isi websitenya sendiri. Sekarang banyak jasa hosting sudah menyediakan fasilitas instalasi otomatis, Softacoulus.  Dengan bantuan Softaculous kita bisa menginstal bebagai platform dengan sangat mudah. Tersedia banyak platform yang bisa digunakan seperti WordPress, Joomla, OpenCart (website untuk membuat toko online), bahkan sampai aplikasi untuk keperluan HRD tersedia di sana.

softaculous

 

Berhubung saya bukan web developer & rekan saya juga tidak terlalu paham soal internet, saya sarankan rekan saya untuk menggunakan WordPress saja. Sekarang platform WordPress tidak hanya dipakai untuk keperluan blogging, WordPress sekarang bisa dipakai untuk membuat website kantor (untuk keperluan bisnis). WordPress relatif mudah untuk dipakai, di-configure, dan dimodifikasi untuk keperluan sebuah website bisnis. Tentu website bisnis di sini lebih ke arah sebuah web statis. Bila keperluannya hanya untuk menampilkan portfolio perusahaan, visi & misi, company profile, produk yang dijual, jasa service yang disediakan, rasanya WordPress sudah bisa mengakomodir  semuanya.

Kunci Membuat Dokumentasi Teknis Yang Baik

Kunci membuat dokumentasi yang baik adalah menganggap semua calon pembaca sebagai orang awam yang tidak tahu apa-apa. Kasarnya, anggap saja semua calon pembacanya bodoh & perlu dibimbing dengan jelas. Kunci kedua adalah memahami apa sih pertanyaan yang mungkin timbul ketika orang membaca dokumen kita. Kita harus bisa mengantisipasi munculnya pertanyaan “mengapa begini” & “mengapa begitu”. Bagaimana antisipasinya? Dengan menjelaskan latar belakang mengapa kita menuliskan sebuah statement.

Tentu kita masih perlu membatasi siapa calon pembaca dokumentasi yang kita buat. Tidak mungkin kita mengakomodasi semua orang dengan berbagai macam latar belakang pengetahuan. Ini memang bagian yang sangat “tricky” untuk menentukan siapa calon pembaca dokumentasi kita.

Misalkan saja kita akan membuat dokumentasi untuk staf di kantor tentang cara menambahkan printer pada Windows 7, lalu kita tulis dalam dokumentasi kita :

  1. Klik Windows Start menu dari pojok kiri bawah layar.
  2. Lalu klik Control Panel,
  3. Lalu klik Devices & Printers.

Sepintas terlihat sudah detil setiap langkahnya. Tapi apa yang terjadi bila user yang menggunakan dokumentasi kita belum familiar dengan Windows 7? Misalnya user akan komplain “Pak..di Control Panel tidak ada pilihan Devices & Printers“. Ternyata di Control Panel-nya Windows 7, Devices & Printers hanya keliatan bila kita pilih opsi “View by : Large Icon”.  Mungkin di komputer user yang bersangkutan opsi “View by” masih diset sebagai Category.

win7-printer

Langkah sepele yang rasanya perlu ditambahkan dalam dokumentasi untuk mengantisipasi kasus seperti itu.

Hal lain yang bisa menjadikan sebuah dokumentasi gampang dipahami adalah dengan memberikan contoh hasil yang diharapkan. Dalam dunia komputer misalnya, kita bisa menambahkan log hasil test kita sendiri atau mungkin dengan menambahkan screenshot apa yang kita lakukan. Dengan adanya contoh pembaca memiliki referensi sukses atau tidaknya dia mengikuti petunjuk yang dijelaskan dalam dokumentasi tadi. Akan lebih baik lagi jika kita juga menuliskan error apa yang kemungkinan didapatkan oleh user sewaktu mengerjakan apa yang kita tulis dalam dokumentasi kita.

Waktu saya bekerja di perusahaan Jepang, saya dapat pelajaran berharga tentang bagaimana pentingnya membuat dokumentasi yang baik. Baik dalam arti tersusun dengan sistematis, jelas sampai pada detil terkecil. Orang Jepang punya kebiasaan mencatat segala detil informasi. Tidak heran bila kita temui orang Jepang ke mana-mana mengantongi buku catatan kecil. Mereka seperti memiliki filosofi bahwa semua orang seperti robot, siapa pun yang memegang dokumentasi mereka akan bisa mengerjakan apa yang ditulis di sana.

Tips lain adalah menghindari penggunakan kalimat yang terlalu panjang. Dokumentasi yang baik tidak berarti menggunakan kalimat yang panjang dan bertele-tele. Tips ini menurut saya sifatnya universal, tidak hanya cocok untuk penulisan sebuah dokumentasi teknis. Memang tidak gampang membuat sebuah dokumentasi teknis yang bagus. Perlu extra waktu, extra tenaga & perlu kepekaan tersendiri. Kepekaan berkait juga dengan kepedulian jangan sampai pembacanya kebingungan. Mentalitas “asal saya ngerti” itulah yang menghalangi orang menghasilkan sebuah dokumentasi yang baik.