Windows XP Genuine Problem

Minggu lalu rekan saya cerita Windows XP bajakannya terdeteksi oleh Microsoft. Belum cerita lebih lanjut saya sudah bisa menebak bagaimana kelanjutan ceritanya. Pasti yang dimaksud rekan saya itu adalah munculnya program “Ask for Genuine Microsoft Software”. Saya sudah lihat program ini sudah beberapa tahun lalu. Saat itu laptop di kantor pertama saya juga mengalami hal yang sama. Program itu tidak membuat Windows bermasalah, hanya cukup menjengkelkan saja karena muncul saat kita hendak login ke dalam Windows XP. Dengan adanya program itu, proses login jadi terhambat 10 detik kalau tidak salah. Saya sendiri tidak yakin apakah program ini benar dikeluarkan oleh Microsoft. Biasanya komputer yang sudah “terdeteksi” itu ditandai dengan adanya tampilan seperti berikut ini di layar login bagian kanan bawah :

Kemudian bila user login, Windows tidak langsung menampilkan Desktop tapi menunggu beberapa saat sampai muncul tampilan seperti berikut ini :

Login ke dalam Desktop akan kembali berjalan setelah user mengklik “Resolve Later”. Tidak mengganggu tapi cukup menjengkelkan dapat gangguan macam ini. Nah balik lagi ke cerita rekan saya tadi, dia malah berpikir untuk menginstal ulang lagi komputernya. Hmm malas dimintai tolong untuk menginstal Windows XP lagi, saya browsing dulu di Google tentang cara mengatasi masalah “keaslian Windows” ini πŸ˜€ Eh ternyata ada banyak juga link yang sudah membahas masalah ini..salah satunya ini. Baca-baca sebentar saya jadi tahu ada 2 file yang menyebabkan masalahΒ  “keaslian Windows” ini yaitu :

  • \Windows\system32\wgatray.exe
  • \Windows\system32\wgalogon.dll

Karena kedua file tersebut aktif saat Windows berjalan, maka tidak gampang untuk menghapusnya. Di tautan tadi memang diajarkan caranya untuk menghentikan proses yang dimiliki kedua file tersebut dan menghapus kedua file tersebut selamanya. Ah susah, daripada pusing saya ambil live CD Ubuntu. Saya boot komputer dengan Ubuntu CD, masuk ke terminal, mount partisi Windowsnya lalu hapus dua file tadi. Beres πŸ™‚ berikut log-nya :

ubuntu@ubuntu:~$ df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
tmpfs 497M 2.4M 495M 1% /lib/modules/2.6.28-11-generic/volatile
tmpfs 497M 2.4M 495M 1% /lib/modules/2.6.28-11-generic/volatile
tmpfs 497M 0 497M 0% /lib/init/rw
varrun 497M 84K 497M 1% /var/run
varlock 497M 0 497M 0% /var/lock
udev 497M 164K 497M 1% /dev
tmpfs 497M 588K 496M 1% /dev/shm
rootfs 124M 30M 88M 26% /
/dev/sdb1 983M 827M 156M 85% /cdrom
/dev/loop0 676M 676M 0 100% /rofs
tmpfs 124M 30M 88M 26% /tmp
/dev/sda1 56G 12G 45G 21% /media/disk
tmpfs 497M 2.4M 495M 1% /lib/modules/2.6.28-11-generic/volatile
/dev/sda5 56G 12G 45G 21% /media/disk --> Windows partition
ubuntu@ubuntu:~$ cd /media/disk/WINDOWS/
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS$ ls | grep -i wga
WgaNotify.log
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS$ rm WgaNotify.log
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS$ cd system32/
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS/system32$ ls | grep -i wga
WgaLogon.dll
WgaTray.exe

ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS/system32$ rm WgaLogon.dll WgaTray.exe
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS/system32$

Untung ga ada “Ask for genuine Ubuntu software” =))

Lonely Bridge

Photoblog like this can help me to keep this blog update. Just publish a nice picture and it can save my time from typing some long paragraph to make nice posting :-p I’m not joking…that’s why we hear people say A picture is worth a thousand words :))

** Just an excuse for being lazy update this blog with useful material :-p **

Snapshot of a bridge at Singapore zoo, I took this picture last year.

Ademnya Saung

Masih terkesan dengan teknik soft focus, malam ini saya balik lagi utak-atik foto dengan teknik itu. Cari-cari dulu foto yang pas untuk dioprek, nemu foto berikut ini :

Foto di atas adalah foto saung (rumah bambu) yang saya ambil di Taman Wisata Mekarsari, bulan Mei lalu. Saungnya dibuat di atas sawah, lengkap dengan kerbau yang sedang berkubang di air. Dulu waktu saya ambil foto tersebut, saya rasa fotonya kok biasa-biasa saja. Nah tadi saya olah foto tersebut dengan GIMP, masih dengan teknik yang itu-itu saja (belum ada ilmu “sotosop” baru lagi :-p ). Hasilnya seperti ini :

Rasa-rasanya kok lebih menarik setelah di-retouch, entah bagaimana dengan pendapat Anda. Yang jelas saya lebih suka foto hasil edit-an ini…terlihat lebih adem. Duh jadi merasa bersalah mau jadi photographer atau photoshoper? Masih bingung sebenarnya foto yang baik itu apakah harus murni hasil jepretan kamera atau boleh berupa hasil editing seperti ini. Masih merasa bersalah, konflik batin….apalagi guru yang ngajari saya motret ga pernah edit-edit fotonya πŸ™Β Eh tapi saya kan ga pake Photoshop, harusnya bukan “photoshoper” tapi “gimperkali ya :-p

Oh ya lupa cerita, saung itu sebenarnya dipakai sebagai galeri/studio mini oleh pelukis wajah. Pelukis yang duduk di sana menjual jasa lukisan wajah Anda dengan harga Rp50.000,- Waktu yang dibutuhkan oleh si pelukis untuk menggambar wajah Anda ke atas kanvas cuma sekitar 15 menit. Kok tahu? Soalnya ada papan iklannya di depan saung πŸ˜€

Don’t Disturb My Sleep

I really hate when something disturb my sleep. Like this morning, I just woke with bad mood because my neighbour play the damn Diana Krall’s music so loud. I like jazz music, but it was so irrittatting to hear it in the sleeping time. Especially I just go to bed this morning around 5 am. Stupid Diana Krall … I really really hate any disturbance to my sleeping time. Not only loud music like this morning, any noisy thing in the morning could make me awake….yeah maybe I’m to selfish but I don’t want my sleep terminate because things like people making conversation in front of my room with damn loud voice,Β  or the crazy maid sings dangdut in the morning,Β  or somebody turn the TV on with loud volume. Maybe I must put the large sign at my doorabout : KEEP IT SILENT, STUPID!!!

Soft Focus – The Power of GIMP

Malam ini saya baru belajar tentang bagaimana membuat foto jadi punya efek “soft focus”. Awalnya saya sering lihat foto-foto di Fotografer.net, banyak yang sudah dioleh dengan software semacam Photoshop. Tadi iseng-iseng browsing dan saya dapat petunjuk yang luar biasa berguna di sini. Petunjuk tersebut dibuat untuk Photoshop, tapi ternyata bisa juga diimplementasikan di GIMP (Photoshop-nya Linux). Langsung cari foto yang bisa dijadikan objek latihan. Ada foto Pak Imam (rekan di kantor) dari liputan makan-makan Jumat lalu. Berikut fotonya :

update 28/07/2009 : ganti model biar lebih “ceria” πŸ˜€
(kedua foto saya taruh di Picasa. Picasa menyediakan 3 macam ukuran foto untuk ditampilkan di blog. Saya pilih ukuran medium, eh kok malah bikin fotonya terlihat agak pecah-pecah ya πŸ™ )

Foto kiri adalah foto aslinya sementara foto di sebelah kanan adalah hasil olahan di GIMP. Saya cukup puas belajar teori baru ini. Hasil fotonya memang terasa lebih “soft“. Dipikir-pikir cara ini bagus juga dipakai untuk memperhalus wajah modelnya. Bahasa kerennya mengolah “skin tone” πŸ˜€ Dari hasil tes tadi saya rangkum langkahnya seperti berikut ini :

  1. Sebelum membuat efek soft focus, kita harus pastikan Brightness dan Contrast foto sudah diatur dengan benar (sesuai selera tentunya).
  2. Buat duplikat dari Layer utama, sebut layer ini “duplikat”.
  3. Klik pada layer “duplikat”, lalu ubah modenya dari ‘Normal” menjadi ‘Screen’.
  4. Masih pada layer “duplikat”, beri filter Gaussian Blur. Di GIMP saya pakai Blur Method-nya IIR dan saya set Blur Radius-nya 50.
  5. Setelah diberi efek blur, atur Opacity layer “duplikat” tersebut untuk mengatur terang gelapnya foto.
  6. Untuk lebih menggelapkan foto, buat duplikat dari layer “duplikat”. Sebut layer ini “duplikat2”.
  7. Klik pada layer “duplikat2” dan ubah modenya jadi “Multiply”. Atur juga Opacity-nya sampai mencapai kombinasi yang pas.
  8. Sampai tahap ini proses pembuatan efek “Soft Focus” sudah selesai. Tapi bisa saja ditambahkan layer lain di atas layer yang sudah ada untuk menambah efek lain. Pada contoh foto di atas tadi saya tambahkan layer warna putih untuk mengatur Saturasi warna.

Kurang lebih seperti itu….sekadar sharing dari newbie di dunia olah digital…masih modal Ubuntu Linux dan GIMP, belum pakai Apple Macintosh :-p Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Thanks a lot to Sholihin Wijaya yang sudah berbagi ilmunya di forum Fotografer.net.

ps : Pak Imam, sorry fotonya saya jadikan contoh ;))