Modem Sierra Wireless 885 Di Ubuntu

Sejak hebohnya orang menggunakan layanan HSDPA, saya masih belum tertarik untuk mencobanya. Saya masih mengandalkan layanan internet dari Speedy, ya memang terbatas tidak bisa berinternet secara mobile. Sejak saya tidak lagi mendapat akses internet di kantor klien (hampir setiap hari saya di sana, bukan di kantor sendiri), saya jadi merasa perlu punya layanan data sendiri.

Mendapat info dari rekan kantor tentang layanan internet unlimited dari Three yang katanya murah & kuenceng…saya jadi tertarik mencoba. Maka jadilah saya beli kartu perdana Three untuk menjajal seberapa kencang layanan data dari provider GSM yang masih baru di Indonesia ini. Karena tidak punya modem HSDPA, saya coba dengan menggunakan ponsel Sony Ericsson K610i. Ponsel saya sambungkan ke notebook dengan menggunakan kabel data. Tidak sulit konfigurasinya di Ubuntu, Ubuntu Karmic langsung mengenali K610i dengan baik. Memang ponsel ini cuma punya kemampuan 3G bukan HSDPA. Ternyata memang betul layanan internet dari Three tidak buruk-buruk amat. Saat itu saya pernah coba memasangkan SIM card-nya ke dalam modem HSPDA pinjaman, dan saya bisa dapat kecepatan download lebih dari 500Kbps. Belakangan memang kecepatannya menurun tidak sedahsyat waktu awal saya coba, tapi masih bisa ditolerir. Kalau di tempat dengan sinyal bagus, berinternet dengan Three cukup menyenangkan. Di tempat bersinyal buruk pun saya masih cukup sabar untuk menggunakan Three.

Tanggal 15 lalu saya akhirnya memutuskan untuk membeli modem HSDPA USB karena saya butuh K610i-nya untuk keperluan lain. Sampai saat itu saya sudah pernah coba beberapa macam modem HSDPA, sudah pernah saya tuliskan juga di sini, sini, dan di sini. Yang penting bagi saya adalah modem tersebut gampang dipakai di Ubuntu. Saya putuskan beli modem Sierra Wireless karena rekan kantor saya ada yang sudah menggunakannya, saya pun pernah pinjam & hasilnya modem tipe ini mudah dipakai di Ubuntu. Dari sisi harga, modem ini juga cukup murah, dengan harga 400 ribuan sudah dapat modem HSUPA (modem HSDPA yang kecepatan upload-nya cukup tinggi).

Saya beli modem ini di www.jakartanotebook.com, belanja online di situs ini cukup mudah. Tentukan barang yang akan dibeli, ikuti langkah-langkah yang cukup jelas di webnya, dan secara otomatis kita akan dikirimi daftar pesanannya lewat email. Pembayaran saya lakukan lewat transfer di ATM BCA. Dalam waktu satu hari modem sudah ada di tangan saya. Jakarta Notebook bisa menjual modem ini dengan harga cukup miring karena ternyata modem ini adalah bekas operator AT&T Amerika. Sampai sekarang saya tidak tahu apa maksudnya “Grade-A ex. operator AT&T Amerika”, entah sisa stok atau memang barang refurbished. Saya tidak terlalu peduli karena harganya cukup menggiurkan. Modem HSUPA baru merek Huawei dijual di kisaran 600 ribu, sementara modem merek Option saya kurang tertarik karena relatif sulit dipakai di Ubuntu.

Pada gambar di bawah ini Anda bisa lihat, Ubuntu (baik Karmic maupun Lucid) bisa mengenali modem Sierra Wireless ini secara otomatis.

Pengaturan internetnya pun mudah sekali, pertama pilih negara asal :

Lalu tentukan provider yang dipakai, sayang Three belum ada di daftar jadi saya harus daftarkan secara manual :

Lalu tentukan APN yang dipakai; khusus untuk Three, APN yang dipakai adalah “3data” :

Klik Apply untuk melanjutkan :

Selanjutnya tinggal masukkan username & password, layanan internet unlimited dari Three username & password-nya adalah “3data” (sama dengan nama APNnya).

Untuk melakukan koneksi, cukup klik kanan di icon Network Connection lalu pilih “Three connection”.

Tunggu beberapa saat sampai muncul notifikasi seperti di bawah ini :

Untuk dapat menggunakan layanan internet unlimited dari Three, caranya adalah dengan mengirimkan SMS dari nomor Three ke 234. Isi SMSnya adalah “MAU DATA”. Tarif berlangganannya adalah sebesar Rp85000,-/bulan. Baru saja buka webnya Three, ternyata sekarang sudah jadi Rp90.000,-/bulan. Cukup murah bukan? Sampai saat ini saya cukup puas menggunakan layanan internet unlimited-nya Three. Proses aktivasi & deaktivasinya mudah sekali, tidak perlu repot-repot datang ke kantor layanan Three. Yang mengherankan walaupun kecepatan browsing-nya secara umum masih kalah dengan Speedy, tapi Three menang saat dipakai untuk menonton video di Youtube.Tapi kelemahan Three adalah saat sedang men-download sesuatu, kecepatan browsingnya jadi jauh melambat. Beda dengan Speedy meskipun saya sedang melakukan download, saya masih bisa membuka situs lain dengan lancar.

Kita lihat saja akan bertahan berapa lama kecepatan akses yang cukup baik ini. Dari pengalaman yang sudah-sudah, layanan broadband internet dari hampir semua operator selalu macet seiring bertambahnya jumlah pengguna. Mudah-mudahan layanan internet dari Three ini bisa bertahan lebih lama. Karena saya sependapat dengan Pak Budi Rahardjo bahwa layanan internet broadband adalah hak asasi manusia Indonesia 😀

**Ah senangnya bisa menulis postingan panjang lagi :-“ sudah cukup lama absen ngeblog…bisa balik lagi rajin nulis ga ya kaya dulu 😕 **

Tambah Memori

Minggu lalu saya menambah kapasitas memori notebook Fujitsu Lifebook S6410 saya. Notebook kantor ini sebenarnya sudah dilengkapi dengan 1GB memori, tapi selalu terasa kurang…masih terasa lambat 😀 Jadilah Kamis minggu lalu saya pergi ke Mal Ambassador membeli memori notebook. Pagi harinya saya bongkar dulu tutup memori untuk memeriksa tipe memori yang terpasang di notebook ini. Sebenarnya tanpa melihat secara langsung, saya juga bisa memeriksa tipe memori yang terpasang lewat command line.

tedy@tedy-laptop:~$ sudo lshw -short | grep memory
/0/0 memory 128KiB BIOS
/0/4/8 memory 128KiB L1 cache
/0/4/9 memory 3MiB L2 cache
/0/f memory 2GiB System Memory
/0/f/0 memory 1GiB SODIMM DDR2 Synchronous 333 MHz (3.0 ns)
/0/f/1 memory 1GiB SODIMM DDR2 Synchronous 333 MHz (3.0 ns)
tedy@tedy-laptop:~$

Tapi saya masih kurang yakin dengan informasi tadi. Memori yang terpasang adalah keping DDR2 1GB PC5300 667MHz. Di salah satu toko di Mal Ambassador, 1 keping memori DDR2 1GB PC5300 merek VGen harganya Rp210.000,-. VGen berani memberi garansi seumur hidup (lifetime waranty). Berikut adalah foto-foto ilustrasi bagaimana cara memasang memori tambahan ke dalam sebuah notebook. Video bermacam cara memasang memori tersedia juga di YouTube. Prinsipnya sama untuk kebanyakan notebook yang ada di pasaran, yang membedakan mungkin hanya letak slot memorinya

  1. Slot memori ada di bagian bawah notebook. Rata-rata notebok yang dijual saat ini memiliki 2 slot memori, satu slot sudah terpakai dan 1 slot kosong untuk cadangan tambahan memori. Balik notebook Anda dan cari tutup persegi yang dipasang dengan sekrup. Untuk notebook yang masih bergaransi, biasanya salah satu sekrup diberi stiker oleh penjualnya sebagai bukti garansi. Cek dulu apakah garansi masih berlaku, sayang kan kalau garansi notebook Anda jadi hilang hanya karena ingin mencoba memasang memori sendiri.

  2. Sebelum membuka tutup slot memori, sangat disarankan untuk melepaskan batere notebook terlebih dahulu. Hmm melepaskan charger tentu harus sudah dilakukan terlebih dulu 😀 . Jangan nekat memasang notebook dengan charger terhubung ke listrik PLN. Langkah ini sebagai antisipasi terjadi konslet (short circuit). Di salah satu video cara memasang memori yang saya lihat di YouTube, bahkan disarankan untuk menekan tombol power setelah batere dilepaskan. Mungkin tujuannya untuk menghilangkan daya listrik yang masih ada dalam elemen-elemen kapasitif notebook. Juga disarankan untuk membuat tubuh Anda bebas listrik statis, misalnya dengan cara memegang gagang pintu yang terbuat dari logam.

  3. Untuk membuka sekrup penutup slot memori, saya menggunakan obeng plus yang sangat kecil. Karena sekrup-sekrup penutup tersebut sangat kecil hati-hati jangan sampai jatuh/hilang.

  4. Dua slot memori terletak saling menumpuk. Slot yang kosong berada di atas sehingga memudahkan kita untuk memasang memori baru. Pasangkan memori pada slot yang tersedia dengan mencocokkan slot dengan konektor memorinya. Konektor memori adalah bagian yang dilapisi kuningan yang akan masuk ke dalam slot. Kita tidak mungkin salah memasang memori (terbalik pemasangannya) karena konektornya sudah dirancang sedemikian rupa. Konektornya terbagi jadi 2 bagian (satu panjang dan satu pendek), begitu pula slotnya. Hanya dengan mencocokan konektor & slotnya kita bisa memasangkan memori ke dalam slot.

  5. Di kiri dan kanan slot ada 2 buah kunci yang bisa membuka ke kanan dan ke kiri (lihat gambar, pin putih di sisi kiri dan kanan memori adalah kuncinya). Saat memori ditekan, kedua kunci akan membuka ke kanan dan ke kiri. Kunci tersebut akan kembali lagi ke posisi semula setelah memori melewatinya.

    Tekan memori untuk memaksa memori masuk ke bawah kunci. Setelah konektor memori bisa masuk ke dalam slot, tekan kedua sisi memori untuk mengunci memori. Selesai sudah memori sudah terpasang & terkunci dengan baik.

  6. Pasang kembali tutup memori, kencangkan sekrupnya, pasang baterenya kembali.
  7. Nyalakan notebook untuk memeriksa apakah memori baru sudah terpasang. Dari BIOS saja sudah bisa terlihat memori baru sudah terpasang atau belum.

Waktu saya beli memori di Mal Ambassador, harganya sudah termasuk ongkos pasang. Dan foto-foto di atas hanya ilustrasi saja 😀 Memori yang ada di notebook saya ini dipasangkan oleh karyawan tokonya 😀 Saya hanya melakukan rekonstruksi untuk dapat menghasilkan foto-foto tadi. Hmm tapi setelah sesi foto-foto tadi, saya juga sempat memasangkan 1 memori yang sama di notebook teman saya yang kebetulan 1 tipe Fujitsu S6410. Sekarang semuanya terasa lebih cepat, menjalankan VirtualBox dalam Ubuntu juga lebih nyaman. VirtualBox dengan jatah 512MB sudah cukup untuk menjalankan Windows XP.

Oh ya tambahan saran, sebelum menambah memori sebaiknya Anda cari tahu dulu apakah notebook Anda memiliki kemampuan dual channel memori atau hanya single channel memori. Dengan teknologi dual channel, notebook hanya bisa optimal jika memiliki 2 keping memori berkapasitas sama besar. Misalnya memori yang terpasang sebesar 1GB, lalu ditambahkan 1 keping memori berukuran 2GB…maka kapasitas optimal yang dipakai hanyalah sebesar 2GB bukan 3GB. Lain ceritanya kalau notebook menggunakan teknologi single channel.

Card Reader

Belakangan semakin sering saya merasakan Ubuntu saya mendadak lambat saat membuka dan menyalin foto dari SD Card ke dalam harddisk. Sempat cari informasi di Google, saya dapat info untuk melakukan tweaking pada Ubuntu saya (oh ya sekarang saya pakai Ubuntu 9.10 Karmic Koala). Salah satunya mematikan fitur thumbnail dari Nautilus (Nautilus itu Windows Explorer-nya Ubuntu). Ah tapi tetap saja laptop terasa lambat (lag) saat membuka foto-foto yang ada di dalam SD Card. Saya membuka foto dengan aplikasi gThumb. Lambatnya benar-benar keterlaluan, mouse kadang sampai susah digerakkan, apalagi pindah window susah sekali.

Kemarin saya chat dengan kawan kuliah yang sudah lama sekali tidak ketemu. Salah satu obrolannya adalah soal lambatnya Ubuntu Linux saya itu. Lung Sen, kawan saya tadi, memberi sedikit pencerahan…menurutnya Linux menggunakan generic driver bukan driver yang dibuat oleh produsen hardware-nya. Dari pernyataan tadi kemungkinan besar masalahnya adalah pada internal card reader yang ada di dalam notebook Fujitsu S6410 ini. Bukan fisik card reader-nya yang bermasalah tapi mungkin driver yang dipakai tidak bagus sehingga transfer datanya lambat sekali. Pernyataan Lungsen cukup masuk akal sekaligus membuat saya penasaran ingin membuktikannya. Hari Minggu saya pergi ke Mangga Dua untuk beli USB card reader. Dapatnya card reader merek AQR seperti yang ada di foto. Murah meriah, cuma Rp30.000,- Tidak pakai nawar langsung bayar. Sampai di rumah saya langsung tes membuka foto-foto dari dalam SD card saya. Wah benar-benar surprise…lancar sekali dan yang paling penting Ubuntu saya tidak jadi lambat gara-gara sedang membuka foto 😀

Berikut log yang muncul saat Ubuntu mengenali AQR card reader ini :

Dec 20 20:48:32 tedy-laptop kernel: [101185.168063] usb 2-1: new high speed USB device using ehci_hcd and address 3
Dec 20 20:48:32 tedy-laptop kernel: [101185.306228] usb 2-1: configuration #1 chosen from 1 choice
Dec 20 20:48:33 tedy-laptop kernel: [101185.907456] Initializing USB Mass Storage driver...
Dec 20 20:48:33 tedy-laptop kernel: [101185.915271] scsi4 : SCSI emulation for USB Mass Storage devices
Dec 20 20:48:33 tedy-laptop kernel: [101185.915460] usbcore: registered new interface driver usb-storage
Dec 20 20:48:33 tedy-laptop kernel: [101185.915491] USB Mass Storage support registered.
Dec 20 20:48:38 tedy-laptop kernel: [101190.917335] scsi 4:0:0:0: Direct-Access     Multi    Flash Reader     1.00 PQ: 0 ANSI: 0
Dec 20 20:48:38 tedy-laptop kernel: [101190.918186] sd 4:0:0:0: Attached scsi generic sg2 type 0
Dec 20 20:48:38 tedy-laptop kernel: [101191.456706] sd 4:0:0:0: [sdb] 7861248 512-byte logical blocks: (4.02 GB/3.74 GiB)
Dec 20 20:48:38 tedy-laptop kernel: [101191.457571] sd 4:0:0:0: [sdb] Write Protect is off
Dec 20 20:48:38 tedy-laptop kernel: [101191.464551]  sdb: sdb1
Dec 20 20:48:38 tedy-laptop kernel: [101191.479677] sd 4:0:0:0: [sdb] Attached SCSI removable disk
Dec 20 20:48:41 tedy-laptop pulseaudio[5439]: ratelimit.c: 1 events suppressed
Dec 20 20:50:33 tedy-laptop kernel: [101306.292149] mmc0: card e624 removed
Dec 20 20:50:40 tedy-laptop kernel: [101312.977944] mmc0: new SDHC card at address b368
Dec 20 20:50:40 tedy-laptop kernel: [101312.978118] mmcblk0: mmc0:b368 LEXAR 3.74 GiB
Dec 20 20:50:40 tedy-laptop kernel: [101312.978173]  mmcblk0: p1
Dec 20 20:51:46 tedy-laptop kernel: [101378.928123] mmc0: card b368 removed
Dec 20 20:51:52 tedy-laptop kernel: [101385.249604] sd 4:0:0:0: [sdb] 7861248 512-byte logical blocks: (4.02 GB/3.74 GiB)
Dec 20 20:51:52 tedy-laptop kernel: [101385.252211]  sdb: sdb1

Hmm salah sendiri ya pakai Ubuntu :p saatnya beli Mac untuk urusan editing foto :)) AQR card reader ini dilengkapi dengan beberapa slot untuk menangani berbagai macam kartu memori, mulai dari SD, mini SD, MMC, CF, Memory Stick, dll. Dalam bungkusnya disediakan juga kabel USB pendek untuk menghubungkan card reader ini dengan komputer. Memang jadi repot sedikit dengan tambahan 1 gadget lain macam ini, tapi masih bisa diterima daripada Ubuntu jadi lemot. Bye-bye internal card reader…you’ll be used for emergency only :p

IP Calculator

Quick post tonight after several days hibernation :D. In my Ubuntu (and other Linux environment), there is a tool named ipcalc that can used as IP address calculator. With this tool, I can easily know what the network address of an certain IP address. I can also know how many client can join into a range of IP address.

For example, I get IP address 10.34.31.34 with network mask 255.255.255.248, with ipcalc I know that the network address for IP 10.34.31.34 is 10.34.41.32. See the log below as appear on my desktop :

tedy@tedy-laptop:~$ ipcalc 10.34.31.34 255.255.255.248
Address:   10.34.31.34          00001010.00100010.00011111.00100 010
Netmask:   255.255.255.248 = 29 11111111.11111111.11111111.11111 000
Wildcard:  0.0.0.7              00000000.00000000.00000000.00000 111
=>
Network:   10.34.31.32/29       00001010.00100010.00011111.00100 000
HostMin:   10.34.31.33          00001010.00100010.00011111.00100 001
HostMax:   10.34.31.38          00001010.00100010.00011111.00100 110
Broadcast: 10.34.31.39          00001010.00100010.00011111.00100 111
Hosts/Net: 6                     Class A, Private Internet
tedy@tedy-laptop:~$

Theoretically to find out what is the network address of any given IP address is simply by do Boolean operation AND between IP address and its netmask. So the step to calculate network address manually is like these :

  1. Convert the IP address & network mask into biner form. This should be long explanation how to convert IP address into biner form.
  2. Then perform Boolean operation : <IP Address> AND <Network Mask>,  just keep in mind that in the AND operation if 1 meet 0 then the result will be 0 (vice versa). Only if 1 meet by 1 then the result would be 1.

That’s it, I can explain it longer, Wikipedia explains t well here. I know the theory but I’m too lazy to do math operation like that :p I’m glad to found simple tool like ipcalc. It makes my life a little bit easier 😀

Selamat Idul Fitri 2009

Lebih 2 minggu ke belakang, saya tidak menulis apa-apa di blog ini. Tidak terasa besok sudah hari raya Idul Fitri, ijinkan saya mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri bagi Anda semua yang merayakannya.

Foto di atas diambil saat saya ikut berbuka puasa bersama rekan-rekan kantor di Grand Melia Hotel Jakarta. Ya harus diakui walaupun saya tidak ikut berpuasa, tapi saya cukup rajin ikut acara buka puasa bersama 😀 tentu untuk menghargai ajakan rekan-rekan kantor. Terhitung 4 kali ikut acara buka puasa bersama, dua kali di Grand Melia, satu kali di Ritz Carlton, dan satu kali di Tomodachi Cafe. Dua di antaranya adalah makan-makan internal eServglobal Indonesia, sementara dua lainnya adalah acara buka puasa bersama customer kantor. Biasanya saya cukup rajin motret kalau ada acara makan-makan, tapi 4 kali ini saya tidak banyak memotret. Kehilangan mood dan tidak bawa DSLR jadi alasan…agak malas memotret dengan kamera saku yang tiap hari nempel di ikat pinggang saya. Foto di atas misalnya, foto seadanya dengan kamera saku saya….kebetulan melihat objek yang cukup menarik komposisinya.

Kalau musim lebaran tahun lalu saya bertugas di Surabaya, tahun ini saya di Jakarta saja. Ada tugas monitoring server-server Intelligent Network-nya Excelcomindo. Eservglobal kantor saya saat ini punya produk aplikasi IN (intelligent network), salah satu client-nya adalah XL. Seperti pengalaman yang sudah-sudah, dipastikan ada lonjakan trafik telepon dan SMS pada hari-hari sebelum dan sesudah lebaran. Makanya perlu monitoring khusus untuk beberapa hari ini. Ada sekitar 75 server yang harus diamati, pekerjaan yang menegangkan sekaligus membosankan. Mudah-mudahan tidak ada masalah selama periode ini. Sejak kemarin saya masih bekerja dari rumah, melakukan remote untuk monitoring. Tapi besok saya berangkat ngantor ke XL :(( .

Ya sudah cukup postingnya, lanjut monitoring lagi 😀