Windows XP Genuine Problem

Minggu lalu rekan saya cerita Windows XP bajakannya terdeteksi oleh Microsoft. Belum cerita lebih lanjut saya sudah bisa menebak bagaimana kelanjutan ceritanya. Pasti yang dimaksud rekan saya itu adalah munculnya program “Ask for Genuine Microsoft Software”. Saya sudah lihat program ini sudah beberapa tahun lalu. Saat itu laptop di kantor pertama saya juga mengalami hal yang sama. Program itu tidak membuat Windows bermasalah, hanya cukup menjengkelkan saja karena muncul saat kita hendak login ke dalam Windows XP. Dengan adanya program itu, proses login jadi terhambat 10 detik kalau tidak salah. Saya sendiri tidak yakin apakah program ini benar dikeluarkan oleh Microsoft. Biasanya komputer yang sudah “terdeteksi” itu ditandai dengan adanya tampilan seperti berikut ini di layar login bagian kanan bawah :

Kemudian bila user login, Windows tidak langsung menampilkan Desktop tapi menunggu beberapa saat sampai muncul tampilan seperti berikut ini :

Login ke dalam Desktop akan kembali berjalan setelah user mengklik “Resolve Later”. Tidak mengganggu tapi cukup menjengkelkan dapat gangguan macam ini. Nah balik lagi ke cerita rekan saya tadi, dia malah berpikir untuk menginstal ulang lagi komputernya. Hmm malas dimintai tolong untuk menginstal Windows XP lagi, saya browsing dulu di Google tentang cara mengatasi masalah “keaslian Windows” ini 😀 Eh ternyata ada banyak juga link yang sudah membahas masalah ini..salah satunya ini. Baca-baca sebentar saya jadi tahu ada 2 file yang menyebabkan masalah  “keaslian Windows” ini yaitu :

  • \Windows\system32\wgatray.exe
  • \Windows\system32\wgalogon.dll

Karena kedua file tersebut aktif saat Windows berjalan, maka tidak gampang untuk menghapusnya. Di tautan tadi memang diajarkan caranya untuk menghentikan proses yang dimiliki kedua file tersebut dan menghapus kedua file tersebut selamanya. Ah susah, daripada pusing saya ambil live CD Ubuntu. Saya boot komputer dengan Ubuntu CD, masuk ke terminal, mount partisi Windowsnya lalu hapus dua file tadi. Beres 🙂 berikut log-nya :

ubuntu@ubuntu:~$ df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
tmpfs 497M 2.4M 495M 1% /lib/modules/2.6.28-11-generic/volatile
tmpfs 497M 2.4M 495M 1% /lib/modules/2.6.28-11-generic/volatile
tmpfs 497M 0 497M 0% /lib/init/rw
varrun 497M 84K 497M 1% /var/run
varlock 497M 0 497M 0% /var/lock
udev 497M 164K 497M 1% /dev
tmpfs 497M 588K 496M 1% /dev/shm
rootfs 124M 30M 88M 26% /
/dev/sdb1 983M 827M 156M 85% /cdrom
/dev/loop0 676M 676M 0 100% /rofs
tmpfs 124M 30M 88M 26% /tmp
/dev/sda1 56G 12G 45G 21% /media/disk
tmpfs 497M 2.4M 495M 1% /lib/modules/2.6.28-11-generic/volatile
/dev/sda5 56G 12G 45G 21% /media/disk --> Windows partition
ubuntu@ubuntu:~$ cd /media/disk/WINDOWS/
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS$ ls | grep -i wga
WgaNotify.log
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS$ rm WgaNotify.log
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS$ cd system32/
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS/system32$ ls | grep -i wga
WgaLogon.dll
WgaTray.exe

ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS/system32$ rm WgaLogon.dll WgaTray.exe
ubuntu@ubuntu:/media/disk/WINDOWS/system32$

Untung ga ada “Ask for genuine Ubuntu software” =))

Lenovo Idepad Y450 In A Glance

Yesterday I just received this notebook, Lenovo Ideapad Y450. It belongs to my friend’s office. He asked me to prepare this notebook before being used by his employee. It was my pleasure to testing this gadget for the first time, start from opened the box and so on 😀 Quiet surprise when see the spesification listed on the box, I think it was very powerfull notebook. For the price around 8 million rupiahs, I think Ideapad Y450 can compete with other brand….at least in my mind I’ll choose this one for that price. With the elegant design and powerfull engine it serves the user with great computing and entertainment environment. Before touch the system, I prepare the photo session for this notebook. Trying how difficult the product photography :-p Only used Speedlite 430EX II and its diffuser, I shot and the result are like you see in this post.

Lenovo Ideapad Y450 has Centrino Duo processor, this type has 2.2 GHz Coreâ„¢2 Duo Processor T6600 (with front size bus as big as 800MHz, and 2MB L2 Cache). Those CPU feel more fast with 2GB DDR3 memory. Very powerfull desktop replacement for standar office usage. For storage, Ideapad Y450 has large space 320GB hard drive installed. For connectivity reason, we can find many interfaces. Gigabit Ethernet for local area network connectivity (goodbye 10/100Mbps Ethernet), Wifi, Bluetooth, and plus the old type Infrared port. Very complete connectivity solutions.

I always like the keyboard on Lenovo’s keyboard. The same with its predecessor, IBM Thinkpad, Lenovo has excellent keyboard. I like to type using that kind of notebook. The buttons are soft and easy to press. The touchpad also good. Although almost all the body made by glossy material, Lenovo make the touchpad with textured material. I like the textured material, make me easy to handle the cursor. The other brand like Compaq, I’ve tested it before, has the touchpad with same material with the body. It’s not easy to use the mouse made with glossy material. Ideapad Y450 has two major colors, white and brownish black with a red striped at the edge of lid. The cover of the screen (back of the lid) has textured coating, very elegant. Its screen has 14.1 inch WXGA. On the top of the screen we can found 1 tiny 1.3 Megapixels webcam.

This machine also has dual layer DVD writer. There are also 3 USB 2.0 ports, 1 E-sata/ USB combo, and 34mm Express Card slot. There is also one 6-in-1 Multi-card Reader slot that support several types of multimedia card. I like the idea to put the dummy card to secure the multimedia slot, to open it just press the dummy card to open the slot. Above the keyboard, there are several shortcut button, not ordinary button but touch-sensitive slide bar. If we put Windows as operating system, Lenovo provide the software to configure those slide bar. I don’t test this feature yet, but see it on Lenovo website I see the slide bar will produce shortcut with animation effect just like dock bar in Macintosh operating system. Some part of the body will illuminate when the computer turned on. For example, the Ideapad logo in the corner (below the Intel logo) illuminate when the computer turned on.

For entertainment purpose, Ideapad Y450 has nice stereo speaker. By default, I can hear the nice welcome sound when I just powered the notebook up. I think there is a parameter in the BIOS to choose whether we want to turn on this welcome sound or not. Just a quick guess. You can see the logo Dolby sound system logo in the left corner, followed by “Home Theater” text. According to Lenovo website, this notebook designed for family entertainment, that’s why Lenovo put the nice speaker system in. The speakers (2 Watt each) are located near the screen hinges.

I don’t know how’s the battery performance. As far as I know, Lenovo has good temperature control which makes the bottom of the notebook cool enough although it works for several hours. Ideapad packed with separate battery, it wasn’t installed yet. But it is easy to installed the battery pack. After put the battery in correct position don’t forget to set the battery lock to “Locked” position to safe the battery position. With the battery, Ideapad Y450 will be 2.1kg in weight…quite heavy for me.

If I want to buy notebook, I’ll pass this beautifull notebook because of its white body….it will be dirty fast 🙂 White body has elegent look but it need more clean handling unless your white keyboard will turn to yellow soon :-p In the packaging, Lenovo only provide Windows Vista driver only. Some of the drivers work on Windows XP too. Some part need Windows XP spesific driver, VGA card is one of them. I can download the driver from Lenovo official website.

Same like other new notebook, by default Lenovo Ideapad set the harddrive in SATA AHCI mode. I’ve experienced this issue some time ago, I wrote it here. So when I tried to install Windows XP, I got the blue screen when installation begin. But I was happy to know that on BIOS there is a menu to turn off SATA mode and switch to SATA Compatibility (IDE mode). Windows XP installation process ran well after set that to IDE mode.

Overall in my opinion, this is the best choice for buyer who has 8 millions budget.

Tips Membeli Notebook

Tidak sedikit orang bertanya pada saya saat mereka ingin memilih notebook, hal yang umum ditanya adalah prosesor seperti apa yang bagus….mana yang lebih bagus Core 2 Duo atau Dual Core, bagus mana Toshiba atau Acer, dan aneka pertanyaan sejenis. Jawaban saya biasanya saya kembalikan pertanyaan pada mereka. Berapa budget mereka, untuk apa tujuan mereka membeli notebook. Jika membeli notebook hanya untuk aplikasi kantor (mengetik di Word, mengolah data di Excel, melakukan presentasi), kencangnya prosesor tidak perlu dijadikan pertimbangan utama. Lain ceritanya kalau Anda membeli notebook untuk dipakai bermain game.

Sekarang saja saya bingung dengan bermacam-macam tipe prosesor. Ambil contoh, Intel Core 2 Duo saja punya banyak varian & tiap varian berbeda-beda kecepatan prosesornya. Percayalah, Anda tidak akan terlalu merasa bedanya menggunakan prosesor Dual Core dengan speed 1.6GHz, 2.0GHz, atau 2,4GHz sekalipun. Lain halnya dengan memori, besar kecilnya memori yang terpasang sangat terasa efeknya. Tidak peduli berapapun kecepatan prosesor yang ada, Anda pasti LEBIH BISA merasakan perbedaan performa kerja notebook dengan memori 512MB dengan notebook bermemori 1GB. Dari pengalaman saya, lebih baik menambah kapasitas memori daripada meng-upgrade prosesor dengan speed yang lebih tinggi.

Tidak semua orang akrab dengan dunia IT/komputer, jadi tulisan ini lebih ditujukan bagi orang awam yang tidak terlalu familiar dengan dunia komputer. Bukan mau menggurui tapi sekadar berbagi pengalaman. Biasanya kalau saya ditanya notebook apa yang bagus, saya akan menyarankan tentukan dulu apa prioritas yang jadi pertimbangan. Apakah Anda mencari notebook dengan spesifikasi khusus atau mencari notebook dengan harga tertentu. Jika pertimbangan Anda adalah spesifikasi (asumsi harga tidak terlalu menjadi masalah), tentu hal ini tidak terlalu menjadi masalah. Pilih saja notebook merek terkenal (seperti Fujitsu atau Sony) yang harganya di atas 16juta, pasti bagus. Tapi jika Anda hanya mempertimbangkan harga, saran saya adalah tentukan dulu berapa besar budget yang ingin dianggarkan untuk membeli notebook. Dengan batasan anggaran, setidaknya kita mempersempit pilihan yang ada. Terlalu banyak spesifikasi dan fitur-fitur yang ditawarkan produsen notebook saat ini. Mengikuti teknologi tidak akan ada habisnya. Nambah 1 juta Anda sudah dapat ini itu, nambah 2 juta Anda dapat yang punya fitur ini itu, terus menerus seperti itu. Jadi paling bijaksana, tentukan titik teratas anggaran belanja notebook Anda, baru kita pertimbangkan hal teknis dan lainnya.

Setelah tahu seberapa besar anggaran Anda untuk notebook, baru kita mencari kandidat-kandidat notebook yang harganya masuk dalam anggaran Anda. Website toko komputer seperti Bhinneka.com selalu jadi acuan saya untuk membandingkan merek, fitur, & harga notebook. Dari sekian banyak pilihan merek dan tipe notebook yang ditawarkan, kita bisa mengklasifikasikannya sesuai dengan anggaran. Berikutnya adalah masalah spesifikasi. Menurut saya setidaknya Anda perlu tahu tentang spesifikasi berikut ini, sekali lagi batasan-batasan ini sifatnya fleksibel tergantung kebutuhan Anda sendiri :

  • Memori : saran saya belilah notebook dengan memori sedikitnya 1GB
  • Harddisk : saat ini rata-rata notebook sudah dilengkapi dengan harddisk berukuran minimum 120GB.
  • Koneksi wireless : koneksi wireless yang wajib ada adalah WiFi. Infrared atau Bluetooth sifatnya opsional saja.
  • Kenyamanan touchpad & keyboard : ini tidak teknis tapi penting jadi pertimbangan. Ada baiknya Anda mecoba dulu notebook yang Anda ingin beli supaya tahu nyaman tidaknya saat dipakai mengetik.
  • Ukuran layar : kalau Anda ingin menggunakan notebook untuk mengolah data di spreadsheet (Excel) maka layar 13″ ke atas lah yang harus Anda pilih. Kalau pertimbangan mobilitas (enteng dibawa-bawa) tentu jangan beli notebook berukuran lebih dari 14″.
  • Hal lain yang perlu dipertanyakan adalah masalah garansi & kemudahan layanan purna jualnya.

Saya pribadi termasuk orang yang agak sedikit fanatik terhadap merek. Biasanya kalau ditanya orang, saya selalu merekomendasi notebook-notebook yang sudah terbukti kualitasnya dan jarang punya masalah…sebut saja merek Fujitsu atau Lenovo. Merek abal-abal tidak pernah saya sebut. Ya kurang lebihnya seperti itu tips memilih notebook versi bodoh-bodohan dari saya 😀

Head To Head Lenovo & Compaq

Ini catatan saya beberapa minggu lalu yang belum sempat saya publish. Dua orang rekan saya membeli notebook dan membawanya pada saya untuk masalah instalasi OS. Yang satu datang dengan membawa Lenovo G410 sementara yang lain membawa Compaq Presario CQ40. Kedua notebook ini harganya hampir mirip & masih berada dalam kelas yang sama; low end notebook. Saya buat tulisan ini untuk sedikit me-review kedua notebook ini. Boleh percaya boleh tidak silakan tentukan sendiri pendapat Anda.

Lenovo G410 ini dijual sekitar 6 juta rupiah. Modelnya sangat klasik, mengikuti tradisi desain notebook IBM. Berkesan kotak dan kaku. Seperti tradisi desain notebook IBM, sisi layar dibuat menonjol sehingga saat layar ditutup tidak ada celah di antara layar dan keyboard yang memungkinkan debu untuk masuk. Bagi Anda yang mempertimbangkan model dalam memilih notebook, Lenovo G410 mungkin akan terlihat kurang menarik. Untuk ukuran notebook berlayar 14″, body G410 cukup tebal dan lumayan berat. Notebook berbobot lebih dari 2 kilogram pasti terasa beratnya. Karena menekan harga, Lenovo hanya memasangkan DVD Combo (DVD ROM + CD-RW drive). Optical drive-nya hanya bisa membaca DVD, tidak bisa dipakai untuk burning DVD (hanya bisa burn CD). Jaman sekarang rasanya aneh membeli notebook tanpa kemampuan menulis DVD seperti ini.

G410 ini juga tidak memiliki webcam. Untuk harga sekitar 6 juta rupiah, notebook merek lain sudah dilengkapi dengan webcam. Berikut adalah spesifikasi teknis Lenovo G410 ini :

  • CPU Intel Dual Core T2390 1.86GHz
  • Memory 1GB
  • Harddisk 160GB
  • DVD Combo
  • LAN 10/100Mbps
  • Wifi 802.11g
  • Modem 56Kbps
  • Layar 14″
  • Slot memory card (MMC, SD)

Dalam paket penjualannya, Lenovo hanya menyediakan CD driver untuk Windows Vista. Meskipun tidak dilengkapi dengan driver untuk Windows XP, hampir semua driver yang ada bisa dipakai di Windows XP. Untuk masalah performa, Lenovo G410 ini cukup handal. Walaupun dipakai terus menerus, notebook ini relatif tidak panas. Bagi saya pribadi, tidak adanya internal webcam dan bluetooth tidak terlalu menjadi masalah. Kekurangan yang cukup mengganggu saya adalah ketiadaan DVD-RW.

Compaq Presario CQ40 ini harganya sekitar 7 juta rupiah. Ini adalah notebook yang paling rewel yang pernah saya pegang. Keyboard-nya tidak nyaman digunakan, apalagi touchpad-nya. Sulit menggerakan jari di atas touchpad Compaq ini…terasa “kesat” (apa ya bahasa Indonesianya??? ya pokoknya kurang smooth deh) Berikut ini adalah spesifikasi teknis Compaq Presario CQ40 :

  • Prosesor Intel Pentium Dual Core T3400 2.16GHz
  • Memori DDR2 1GB
  • Layar 14″ wide screen
  • Harddisk 160GB
  • Wifi 802.11 b/g
  • LAN 10/100Mbps
  • Modem 56Kbps
  • DVD RW dual layer (with Lightscibe technology)
  • Webcam
  • 5 in 1 digital media reader (slot memory card)
  • Speaker Altec Lansing

Ingin menggunakan Windows XP dengan Compaq tipe ini? Jangan harap gampang, lupakan Compaq Presario CQ40 jika Anda ingin menggunakan Windows XP. Dari awal instalasi Windows XP saja, saya sudah menemui kendala. CQ40 ini benar-benar dirancang untuk Windows Vista. Awal booting dengan CD Windows XP, saya dapat eror blue screen dan harddisk-nya tidak dikenali (Compaq ini menggunakan harddisk tipe SATA). Saya harus melakukan remastering pada CD Windows XP saya untuk memasukkan driver SATA. Masalah instalasi pun bisa diselesaikan. Muncul masalah berikutnya ketika menginstal driver untuk tiap perangkat. Saya harus download semua driver dari webnya HP/Compaq. Proses download berlangsung super lambat, padahal koneksi Speedy saya cukup bagus…mungkin lambat di sisi servernya. Yang paling sulit adalah menginstal driver untuk sound card. Dua hari dua malam saya utak-atik notebook ini, nyerah juga akhirnya. Saya pasangi saja Windows Vista ke dalam Compaq CQ40 ini (Compaq hanya menyediakan CD driver untuk Windows Vista). Banyak tips yang saya baca di Internet soal Compaq CQ40 ini, masih ada 1 tips yang belum saya coba : melakukan downgrade BIOSnya. Halah….terlalu beresiko, salah-salah bisa mati total.

Keunggulan CQ40 ini dibandingkan Lenovo G410 terletak pada internal webcam dan DVD-RW. DVD-RW yang terpasang termasuk canggih, sudah dilengkapi dengan teknologi Lightscribe. Dengan teknolgi Lightscibe, Anda bisa mencetak cover CD/DVD langsung di atas kepingan CD/DVD. Teknologi ini hanya bisa dipakai jika Anda menggunakan keping CD/DVD khusus (yang bagian atasnya bisa dicetak dengan teknologi Lightscribe). Oh ya speaker CQ40 cukup bagus, dipasangi speaker Altec Lansing loh.

Head to head Lenovo G410 & Compaq Presario CQ40, saya lebih memilih Lenovo G410. Dengan segala kekurangan Lenovo G410, tetap saja rasanya kurang worthed kalau saya memilih CQ40 dengan segala kerepotannya itu.

HSDPA Di Ubuntu (part 3)

Ini tulisan ketiga saya tentang modem HSDPA (tulisan sebelumnya ada di sini dan di sini). Modem dalam foto di bawah ini milik rekan saya Andi, modem ZTE MF636 yang di-bundle dengan paket broadband internetnya Indosat. Hitung-hitung ini modem HSDPA yang saya coba.

Dapat petunjuk instalasinya dari sini, lebih mudah daripada modem Option yang pernah saya bahas sebelumnya. Langkah-langkah instalasinya seperti berikut ini :

1. Deteksi dulu modemnya dengan perintah lsusb. Modem ZTE ini terdeteksi dengan idVendor 19d2 dan idProduct 0031.

tedy@tedy-laptop:~$ lsusb
Bus 007 Device 003: ID 19d2:0031
Bus 007 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 006 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 004 Device 002: ID 08ff:2580 AuthenTec, Inc. AES2501 Fingerprint Sensor
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 003: ID 046d:09b2 Logitech, Inc.
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 002: ID 15ca:00c3 Textech International Ltd. Mini Optical Mouse
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
tedy@tedy-laptop:~$

tedy@tedy-laptop:~$ lsusb -v

Bus 007 Device 003: ID 19d2:0031
Device Descriptor:
bLength 18
bDescriptorType 1
bcdUSB 2.00
bDeviceClass 0 (Defined at Interface level)
bDeviceSubClass 0
bDeviceProtocol 0
bMaxPacketSize0 64
idVendor 0x19d2
idProduct 0x0031
bcdDevice 0.00
iManufacturer 2 ZTE, Incorporated
iProduct 1 ZTE CDMA Technologies MSM
iSerial 3 1234567890ABCDEF
bNumConfigurations 1

2. Kita perlu menginstal paket  libusb-dev terlebih dahulu :

tedy@tedy-laptop:~/bin$ sudo apt-get install libusb-dev
[sudo] password for tedy:
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
libusb-dev is already the newest version.
0 upgraded, 0 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.
tedy@tedy-laptop:~/bin$

3. Untuk membuat Ubuntu mengenali modem ini bukan sebagai USB drive biasa, kita perlu menambahkan rules seperti berikut ini :

tedy@tedy-laptop:~$ cat /etc/udev/rules.d/65-zte-mf628-modem.rules
ACTION!="add", GOTO="ZTE_End"
#
SUBSYSTEM=="usb", SYSFS{idProduct}=="0031",
SYSFS{idVendor}=="19d2", GOTO="ZTE_Modem"
#
LABEL="ZTE_Modem"
RUN+="/sbin/modprobe usbserial vendor=0x19d2 product=0x0031",
MODE="660", GROUP="dialout"
#
LABEL="ZTE_End"
tedy@tedy-laptop:~$

4. Ada file yang perlu kita modifikasi juga yaitu file /usr/share/hal/fdi/information/10freedesktop/10-modem.fdi. Yang harus dimodifikasi adalah baris yang berisi "@info.parent:usb.vendor_id" dan "@info.parent:usb.product_id" Ganti default value yang ada dengan idVendor dan idProduct dengan hasil yang ditampilkan oleh perintah  lsusb.

tedy@tedy-laptop:~$ cat /usr/share/hal/fdi/information/10freedesktop/10-modem.fdi | egrep "0031|19d2"
<match key="@info.parent:usb.vendor_id" int="0x19d2">
<match key="@info.parent:usb.product_id" int="0x0031">
tedy@tedy-laptop:~$

5. Reboot komputernya tapi jangan pasangkan modem sampai proses reboot selesai.

6. Setelah reboot, Ubuntu sukses mengenali modem ZTE ini. Saya tinggal membuat koneksi baru dengan Network Manager (yang ada di sisi kanan atas desktop). Langkah-langkahnya persis seperti yang sudah pernah saya tulis di  https://blog.tedytirta.info/2009/03/28/hsdpa-di-ubuntu-part-2/ (lihat bagian setelah langkah ke-10; yang menampilkan gambar-gambar hasil screenshot). Yang perlu diperhatikan mungkin adalah parameter authentifikasinya seperti berikut ini :

username = indosat
password = indosatc
APN = indosat3g

Saat saya coba menggunakan modem ini, saya juga sempat menampilkan output dari sistem lewat file /var/adm/messages seperti berikut ini :

tedy@tedy-laptop:~$ tail -f /var/log/messages
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: Plugin /usr/lib/pppd/2.4.4/nm-pppd-plugin.so loaded.
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: pppd 2.4.4 started by root, uid 0
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: Using interface ppp0
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: Connect: ppp0 <--> /dev/ttyUSB1
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: CHAP authentication succeeded
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: CHAP authentication succeeded
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: Terminating on signal 15
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: Connection terminated.
Mar 31 18:31:28 tedy-laptop pppd[14811]: Exit.
Mar 31 18:31:34 tedy-laptop pppd[14824]: Plugin /usr/lib/pppd/2.4.4/nm-pppd-plugin.so loaded.
Mar 31 18:31:34 tedy-laptop pppd[14824]: pppd 2.4.4 started by root, uid 0
Mar 31 18:31:34 tedy-laptop pppd[14824]: Using interface ppp0
Mar 31 18:31:34 tedy-laptop pppd[14824]: Connect: ppp0 <--> /dev/ttyUSB1
Mar 31 18:31:35 tedy-laptop pppd[14824]: CHAP authentication succeeded
Mar 31 18:31:35 tedy-laptop pppd[14824]: CHAP authentication succeeded
Mar 31 18:31:37 tedy-laptop pppd[14824]: Could not determine remote IP address: defaulting to 10.64.64.64
Mar 31 18:31:37 tedy-laptop pppd[14824]: local IP address 10.173.6.216
Mar 31 18:31:37 tedy-laptop pppd[14824]: remote IP address 10.64.64.64
Mar 31 18:31:37 tedy-laptop pppd[14824]: primary DNS address 124.195.15.100
Mar 31 18:31:37 tedy-laptop pppd[14824]: secondary DNS address 124.195.15.98
Mar 31 18:32:34 tedy-laptop pppd[14824]: Terminating on signal 15
Mar 31 18:32:34 tedy-laptop pppd[14824]: Connect time 1.0 minutes.
Mar 31 18:32:34 tedy-laptop pppd[14824]: Sent 15056 bytes, received 160671 bytes.
Mar 31 18:32:34 tedy-laptop pppd[14824]: Connection terminated.
Mar 31 18:32:34 tedy-laptop pppd[14824]: Exit.
Mar 31 18:32:47 tedy-laptop kernel: [ 4671.587486] usb 7-1: USB disconnect, address 4
Mar 31 18:32:47 tedy-laptop kernel: [ 4671.588489] generic ttyUSB0: generic converter now disconnected from ttyUSB0
Mar 31 18:32:47 tedy-laptop kernel: [ 4671.588522] usbserial_generic 7-1:1.2: device disconnected
Mar 31 18:32:47 tedy-laptop kernel: [ 4671.591605] generic ttyUSB1: generic converter now disconnected from ttyUSB1
Mar 31 18:32:47 tedy-laptop kernel: [ 4671.591655] usbserial_generic 7-1:1.3: device disconnected

Ketika saya coba berinternet dengan modem ini, koneksinya buruk sekali. Ah tapi mungkin itu karena tangkapan sinyal yang buruk waktu itu. Waktu itu saya coba di kantor, tidak dipinjam untuk dibawa pulang soalnya 😀 Berharap ada yang mau meminjamkan modem HSDPA tipe-tipe lainnya, supaya saya bisa punya pengalaman lain lagi & bisa melanjutkan seri tulisan “HSDPA di Ubuntu” ini :-p