Remote Desktop Connections

Agar sebuah server dengan sistem operasi Windows Server 2003 dapat diakses melalui Remote Desktop Connections, ada salah satu hal penting yang bisa dikonfigurasi; lihat gambar berikut :

Jangan lupa memberi tanda cek pada bagian “Allow users to connect remotely to this computer”.

Sebenarnya ceritanya panjang tapi berhubung sedang gak mood menulis ๐Ÿ™ , nanti saja cerita lengkapnya…

Ubuntu 7.10 – Gutsy Gibbon

Ubuntu sudah merilis versi terbarunya, Ubuntu 7.10 dengan nama kode Gutsy Gibbon. Lihat cuplikan tampilan webnya ini :

ubuntu gutsy gibbon

Baru saja saya kirim permintaan CD gratisnya di http://shipit.ubuntu.com ๐Ÿ˜€ Saya penasaran dengan penamaan versi 7.10 ini, apa sih artinya Gutsy Gibbon?

Menurut Cambridge Dictionary terjemahan kata perkatanya adalah :

gutsy (adjective) = brave and determined
gib
bon = a small long-armed ape which lives in trees in the forests of S Asia

Terjemahan bodoh-bodohannya mungkin seperti ini : monyet kecil berlengan panjang yang berani dan diperhitungkan ๐Ÿ˜€ Kalau menurut Wiki Gibbon itu artinya….baca sendiri ya di sini :-p Saya pun melihat-lihat di Google mencari tahu seperti apa sih wujud monyet yang dimaksud (gak puas dengan gambar yang ada di Wiki), saya dapat banyak sekali gambar; salah satunya adalah ini :

monyet gibbon

(gambar dipinjam dari sini).

Di Indonesia jenis monyet ini apa ya namanya? Kukang?

Open Office Vs. Microsoft Office

Salah satu hal yang membuat saya masih menggunakan Windows saat bekerja adalah perubahan format layout dalam dokumen. Coba lihat contoh tampilan dokumen berikut ini. Gambar ini adalah screenshot ketika dokumen dibuat dengan menggunakan Microsoft Word :

microsoft word

Semua terlihat bagus; layout, tipografi, margin terlihat sudah sempurna. Bandingkan dengan gambar ini :

openoffice

Ini adalah tampilan dokumen yang sama ketika saya buka dengan menggunakan Open Office Writer. Semuanya jadi berantakan.

Ketika saya membuat dokumen dengan menggunakan Microsoft Word lalu kemudian membukanya dengan menggunakan Open Office, saya selalu mendapati format dokumen (layout-nya) berubah. Tentu saja hal ini merepotkan. Memang isi dokumen itu sendiri tidak berubah, hanya mata saya ini jadi sebal melihat layout dokumen yang jadi berantakan. Hal yang sama juga ketika saya membuat dokumen dengan menggunakan Open Office lalu membukanya dengan Microsoft Word. Ini berlaku juga untuk spreadsheet…pasti ada perubahan layout dan pengaturan halaman saat harus berpindah editor antara Open Office Calc dan Microsoft Excel.

Di kantor hal tadi bertambah repot ketika orang lain jadi uring-uringan melihat dokumen yang saya buat terlihat kacau formatnya. Maklum hampir semua orang di kantor menggunakan Windows di komputernya. Bayangkan, tiap kali saya menulis dokumen ngotot dengan menggunakan Open Office, mereka yang menerima dokumen dari saya dan membukanya dengan menggunakan Microsoft Office; mereka pasti merasa sebal sekali melihat dokumen saya terlihat kacau. Padahal tadinya saya sudah mengatur dokumen sebagus mungkin, serapih mungkinโ€ฆada daya ketika dibuka dengan menggunakan Microsoft Office, semuanya jadi berantakan lagi. Memang semua data dan konten dokumen masih bisa dibaca dan dimengerti. Tapi sungguh suatu hal yang menyebalkan melihat layout, susunan, dan kadang tipografi jadi berubah saat berpindah sistem operasi.

Mungkin ada yang punya pengalaman yang sama? Apa Anda tahu bagaimana mengatasi masalah ini? Tolong beritahu saya bagaimana cara menyelesaikan kekurangserasian antara Open Office dan Microsoft Office ini.

Mengapa Telapak Kaki?

gnome-footAnda kenal gambar ini? Kalau Anda pengguna sistem operasi berbasis Unix, seharusnya Anda kenal gambar di samping ini ๐Ÿ˜€ . Gambar telapak kaki ini adalah logo dari GNOME. GNOME adalah kependekan dari “GNU Network Object Model Environment”. Lalu GNU sendiri itu apa? GNU = “GNU Not Unix” bingung kan? sama saya juga bingung dengan singkatan berulang ini :))

Tahukah Anda mengapa logo GNOME adalah gambar telapak kaki berjari 4? Tadi iseng saya membuka Oxford Pocket Dictionary, di sana kata “gnome” salah satu artinya adalah “(in stories) small old man who lives under the ground”. Kalau menurut analisis bodoh-bodohan saya, ini mungkin ini bisa dijadikan alasan mengapa gambar kaki yang tidak biasa ini dijadikan logo GNOME. Bagaimana mengartikan “small old man”? Apakah itu orang kerdil atau kurcaci? Mengingat disebutkan itu hanya dalam cerita, mungkin bisa disamakan dengan tokoh Frodo di film The Lord of The Rings. Frodo di film tersebut adalah gambaran orang kerdil, disebut sebagai kelompok Hobbits. Gambar telapak kaki ini mungkin representasi dari kaki dari makhluk yang menyerupai manusia, tapi bukan manusia.

Ah ini cuma analisis bodoh-bodohan saya saja :))

GNOME adalah salah satu desktop environment (desktop manager?)yang populer terutama di sistem operasi semacam GNU/Linux dan Solaris. Desktop environment menurut Wiki adalah perangkat lunak yang berjalan di atas suatu sistem operasi dan bertindak sebagai antarmuka grafis (GUI/graphical user interface) bagi penggunanya. Selain GNOME ada juga KDE, XFCE, Aqua (milik MacOSX), dsb.

Mencoba IBM Lotus Symphony

IBM belum lama ini merilis IBM Lotus Symphony. Lotus Symphony adalah “aplikasi kantoran”; seperti Microsoft Office. Di dalamnya ada aplikasi pengolah kata (word processor), spreadsheet, aplikasi presentasi. Lotus Symphony dapat didownload secara gratis di sini. Ada versi untuk Windows dan juga ada versi untuk Linux yang bisa Anda download di situsnya IBM tadi. Ukuran file installer IBM Lotus Symphony untuk Windows sekitar 136 MB.

Tadi saya mencoba aplikasi ini di komputer kantor (Pentium IV 1.7GHz, memori 256 MB) dan rasanya berat sekali Lotus Symphony ini. Nanti saya coba lagi di komputer pribadi saya di rumah. Sepertinya aplikasi ini membutukan spesifikasi hardware yang cukup tinggi. Berikut adalah screenshot dari Lotus Symphony Documents :

lotus symphony