Firefox 2.0.0.7 (part 2)

Ups…setelah upgrade dari Firefox 2.0.0.3 ke Firefox 2.0.0.7 ada sedikit masalah dengan blog ini. Plugin Browser Sniff gagal mengenali Ubuntu Linux saya (hanya dikenal sebagai Pinguin doank 🙁 ). Ini screenshot dari 2 komen sebelum dan sesudah upgrade Firefox :

Firefox 2.0.0.7 PART 2

Tapi wajar saja sih, Browser Sniff sebagai salah satu plugin WordPress favorit saya kan dibuat sebelum Firefox 2.0.0.7 rilis. Mungkin nanti Mas Priyadi akan keluarkan update plugin buatannya ini. Wajar memang tapi sebel aja liat tampilan comment sendiri jadi tidak seperti biasanya.

IP Messenger

IP Messenger adalah sebuah program local instant messaging (digunakan dalam Local Area Network saja). Dengan program ini kita bisa “chatting” dan bertukar file dengan cepat dengan orang-orang yang berada dalam 1 LAN dengan kita. Saya sendiri kenal program ini di tempat kerja untuk bertukar dokumen/file. Praktis, kalau butuh file tinggal transfer saja via IP Messenger; daripada harus bawa USB flash disk kalau mau minta/menyerahkan dokumen 😀 Atau daripada repot harus attach dulu filenya ke dalam email.

IP Messenger kecil sekali ukurannya, hanya hitungan ratusan kilobyte (kalau tidak salah sekitar 104KB). Dengan metode broadcast, semua orang yang berada di dalam network kita dan menggunakan IP Messenger akan terdaftar. Cukup pilih siapa yang akan dituju, ketik pesan atau attach file…langsung kirim. Cepat sekali kan?

IP Messenger ini adalah aplikasi yang multiplatform, alias bisa berjalan di macam-macam sistem operasi komputer. Di rumah saya masih sedang mencoba menginstal IP Messenger di Ubuntu saya. Sekarang masih berkutat di instalasi GTK+nya dulu. Mainan baru di akhir pekan ini 😀 Sudah ada screenshot nih…

ip messenger

Fakta atau Cuma Iklan?

Tadi saat membuka Detik.com saya cukup terkejut melihat ada banner bertuliskan “Windows adalah OS Teraman”. Seperti ini screenshotnya :

windows secure?

Gila…benarkah ini? Dalam hati sih saya tidak yakin dengan kebenaran tulisan ini. Sayang belum punya kemampuan untuk membuktikannya. Sejauh yang saya tahu, sampai sekarang virus dan malware yang paling banyak ada di sistem operasi ini.

Ada yang bisa bantu saya membuktikan benar atau salahnya tulisan ini?

Reset Password Ubuntu

Gara-gara menulis postingan sebelumnya ini , saya iseng mencoba hal yang sama dengan Ubuntu saya. Saya hapus string yang sama (plus string yang ada di account “tedy”) pada /etc/shadow yang ada di Ubuntu saya. Lalu saya restart PC dan walah….saya tidak bisa login sama-sekali #-o .

Segera saya booting PC dengan ZenLive Linux supaya bisa mencari di internet cara mengembalikan password pada Ubuntu Linux. Ketemu sumber yang tepat di sini. Langkah-langkah yang tadi saya lakukan untuk me-reset password di Ubuntu adalah :

  1. Restart PC, masuk ke menu GRUB dengan menggunakan tombol Esc.
  2. Pada tampilan menu GRUB, edit bagian kernel dengan menambahkan init=/bin/sh
    Untuk mengedit baris kernel ini, cukup tekan “e”. Setelah baris di atas disisipkan tekan “b” untuk memulai proses booting.
  3. Dengan langkah di atas, Ubuntu akan masuk langsung ke terminal tanpa menampilkan jendela login. Kemudian saya menjalankan perintah :
    # mount / -o remount,rw
    Perintah ini melakukan mounting ulang pada partisi root.
  4. Untuk mengganti password root (maupun password account “tedy”), saya menggunakan perintah passwd.
  5. Saya jalankan lagi perintah pada nomor 3.
  6. Berikutnya saya menjalankan perintah sync lalu merestart PC saya dengan perintah reboot.

Ah sukses deh balik lagi masuk ke dalam Ubuntu 😀 .

Menghapus Password Root Solaris 10

Satu hal lain yang saya pelajari minggu ini, cara menghapus password root di Solaris 10. Saya mencobanya di server Fujitsu Primepower 450. Berikut langkah-langkahnya :

  1. Di Primepower 450 mula-mula saya merestart server dengan perintah berikut :
    # shutdown -g0 -y -i6
  2. Saat proses POST (power on self test) selesai tekan tombol Stop-A. Sistem akan masuk ke OBP (open boot prompt).
  3. Boot server dari DVD instalasi Solaris 10 for SPARC dengan perintah berikut :
    ok> boot cdrom -sw
    Perintah ini akan membuat server melakukan proses booting dari DVD instalasi Solaris.
  4. Mount slice yang dijadikan sebagai root ke dalam direktori perintah seperti ini :
    # mount /dev/dsk/c0t0d0s0 /a
  5. Buka file /a/etc/shadow dengan menggunakan vi. Hapus string yang ada di antara tanda ” :” persis di samping root, seperti ini :
    root : oooooo : xxxxx : xxxxx
    Pada contoh di atas hapus baris oooooo.
  6. Reboot server dengan menggunakan perintah berikut ini :
    # shutdown -g0 -y -i6
  7. Saat muncul ok prompt ketik perintah berikut :
    ok> boot
    Sistem akan melanjutkan booting seperti biasa (langsung dari system disk-nya).
  8. Setelah Solaris siap digunakan, segera login dengan username root tanpa menggunakan password. Ganti password root dengan perintah ini :
    # passwd root

Eh ternyata sudah ada yang pernah menulis hal ini di sini. ;))