Email Signature

Hal pertama yang saya lakukan bila menambahkan akun email di perangkat mobile adalah menghapus signature standar bawaan aplikasinya. Apa terjemahan yang lebih pas untuk “signature”? Rasanya kurang pas kalau menggunakan terjemahan “tanda tangan”.

Blackberry misalnya biasanya default signature-nya diset dari provider seperti ini :

20130326-195620.jpg

iPhone lain lagi, iPhone menggunakan default “Sent from my iPhone” seperti ini :

20130326-195553.jpg

Sama halnya dengan perangkat Android, tapi saya lupa persisnya apa default signature yang dipakai di Android.

Banyak orang mungkin tidak menyadari signature yang ada di gadget-nya. Mungkin cuma saya yang kurang kerjaan mengurusi hal sepele macam itu. Saya pribadi agak risih bila mencantumkan dari perangkat mana saya mengirimkan email. Saya lebih memilih untuk menggunakan signature yang lebih umum seperti “regards” atau sejenisnya.

Tapi katanya signature semacam itu berguna untuk memberitahu penerima email bahwa yang mengirimkan email sedang tidak berada di depan komputer sehingga harap maklum bila balasan emailnya singkat saja. Ada juga yang mengatakan signature seperti tadi menjadi semacam permohonan maaf atas “ketidaksopanan” membalas email dengan jawaban yang pendek. Untuk soal sopan tidaknya, saya kurang mengerti alasan ini. Tidak ada salahnya membalas email dengan pendek kan? Kadang ada waktunya balasan email yang diperlukan hanya sekadar konfirmasi & tidak perlu panjang bertele-tele.

Bagaimana dengan Anda? Apa isi signature email di perangkat bergerak Anda saat ini?

12AM 12PM

Dalam bahasa Inggris jam 12 siang disebut dengan 12PM & sebaliknya jam 12 tengah malam disebut sebagai 12AM. Dua penyebutan nama ini masih sedikit membingungkan untuk saya. Kadang lupa & perlu beberapa detik untuk mengingat-ingatnya. Selain kedua jam tadi bagi saya tidak ada masalah. Jam 1 malam sampai jam 11 siang ditandai dengan AM. AM ini singkatan dalam bahasa Latin “Ante Meridiem” artinya sebelum tengah hari. Sedangkan jam 1 siang sampai jam 11 malam disebut dengan akhiran PM. PM juga adalah akhiran dalam bahasa Latin yaitu “Post Meridiem” yang artinya setelah tengah hari.

Bagi saya mengingat pagi hari sebagai AM & siang hari sebagai PM sudah tidak menjadi masalah lagi. Namun membedakan jam 12 siang & jam 12 malam masih perlu sedikit usaha. Patokan saya sekarang adalah bila menyebut jam 12 siang seperti ini :

  • Saya gampang ingat jam 10 siang disebut 10AM
  • Lalu saya ingat juga jam 11 siang disebut 11AM
  • Urutannya berikutnya 12AM, tapi tidak demikan. Maka saya ingat-ingat jam 12 siang menggunakan kebalikan dari AM. Jadi jam 12 siang disebut sebagai 12PM.

Sama halnya untuk mengingat-ingat jam 12 malam.

  • Saya ingat jam 10 malam disebut 10PM
  • Lalu saya juga ingat jam 11 siang disebut 11PM
  • Urutannya berikutnya 12PM, tapi tidak demikan. Maka saya ingat-ingat jam 12 malam menggunakan kebalikan dari PM. Jadi jam 12 tengah malam disebut sebagai 12AM.

Mengapa saya tulis ini? Kemarin saya ingin perpanjang paket internet XL di iPad. Di menu 123 XL ada paket Bergadang. Tampilan informasinya seperti berikut ini :

xl-error

Agak membingungkan keterangannya internet kecepatan tinggi dari jam 12 tengah malam sampai jam 9 malam. Berarti dalam sehari hanya 3 jam internet dengan akses pas-pasan? Dari jam 9 malam sampai tengah malam? Sedikit menggelitik logika. Kok baik sekali paketnya, jadi curiga.

Setelah saya cek di website XL, ternyata yang dimaksud dengan paket Bergadang adalah internet cepat dari tengah malam sampai jam 9 pagi. Jadi mungkin yang dimaksud XL di menu tersebut adalah : from 12AM to 9AM.

Letterpress, Main-Main Dengan Kata

Saya suka permainan yang melibatkan huruf dan kata-kata. Dulu saya senang mengisi teka-teki silang di Kompas minggu. Kemarin saya baru coba permainan baru di iPhone, namanya Letterpress. Letterpress ini menyajikan permainan menyusun kata (dalam bahasa Inggris) dari sekumpulan huruf acak.

20130320-092206.jpg

Letterpress terintegrasi dengan Game Center-nya iOS karena permainan ini perlu mencari lawan. Kita bisa memilih lawan secara manual, bermain dengan teman yang sama-sama berada pada jaringan yang sama. Atau kita bisa mencari lawan secara acak, Game Center yang akan mencarikan lawan secara otomatis. Artinya permainan ini membutuhkan koneksi internet.

Skor akan dihitung berdasarkan panjang kata yang berhasil dirangkai. Permainan akan berakhir bila semua huruf sudah digunakan, atau bila lawan menyerah kalah.

20130320-091521.jpg

Asyiknya tidak ada batasan waktu bila tiba giliran kita untuk merangkai kata. Tentu agak membosankan menunggu giliran lawan selesai merangkai kata. Oleh karenanya Letterpress memperbolehkan kita untuk memainkan beberapa pertandingan sekaligus.

20130320-091919.jpg

Permainan yang menarik dan layak dicoba bila Anda gemar bermain dengan kata-kata. Berguna juga untuk memperbanyak kosakata bahasa Inggris kita.

Menginstal WordPress Pada Ubuntu Server 12.04

Membuat blog dengan WordPress di sebuah hosting server cukup mudah, pernah saya tuliskan di tulisan sebelumnya. Kemarin saya ingin mencoba memiliki WordPress server sendiri. Bukan seperti blog ini yang dipasang pada hosting server. Saya pilih untuk menginstal WordPress pada Ubuntu Server 12.04.

Untuk menginstal WordPress pada Ubuntu, saya perlu menginstal beberapa paket terlebih dahulu. Yang pertama saya perlukan adalah Apache web server & PHP5. Berikut perintah yang saya pakai untuk menginstal Apache & PHP5 :

ttirtawi@wp01:~$ sudo apt-get install apache2 php5 libapache2-mod-php5
ttirtawi@wp01:~$

Setelah Apache web server, saya perlu juga menginstal mysql-server sebagai database blognya nanti. Ini perintah yang saya pakai untuk menginstal MySQL Server :

ttirtawi@wp01:~$ sudo apt-get install mysql-server
ttirtawi@wp01:~$

Saat proses instalasi mysql-server, di bagian akhir akan muncul pertanyaan tentang siapa user yang akan menggunakan MySQL Server & apa passwordnya. Saya gunakan default-nya saja, root sebagai user-nya MySQL. Bila proses ini terlewati, Anda bisa melakukannya belakangan dengan menggunakan perintah berikut ini :

ttirtawi@wp01:~$ sudo dpkg-reconfigure mysql-server
ttirtawi@wp01:~$

Beberapa paket tambahan yang perlu diinstal juga adalah :

ttirtawi@wp01:~$ sudo apt-get install libapache2-mod-auth-mysql php5-mysql phpmyadmin
ttirtawi@wp01:~$

phpmyadmin adalah web interface untuk mengatur MySQL server.

Setelah semua paket terinstal, langkah berikutnya adalah membuat database yang akan digunakan oleh WordPress. Perintahnya seperti berikut ini :

ttirtawi@wp01:~$ mysql -u root -p
Enter password: 
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 41
Server version: 5.5.29-0ubuntu0.12.04.2 (Ubuntu)

Copyright (c) 2000, 2012, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.

Oracle is a registered trademark of Oracle Corporation and/or its
affiliates. Other names may be trademarks of their respective
owners.

Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the current input statement.

mysql> create database WORDPRESS
    -> ;
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)

mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON WORDPRESS.* TO 
    -> 'wordpress'@'localhost' IDENTIFIED BY 'password';
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> quit
Bye
ttirtawi@wp01:~$

Beberapa hal lain yang perlu diset adalah parameter ServerName pada file httpd.conf :

root@wp01:/etc/apache2/sites-available# cd /etc/apache2/
root@wp01:/etc/apache2# cat httpd.conf 
ServerName tedytirta.info
root@wp01:/etc/apache2# 
root@wp01:/etc/apache2# grep tedytirta /etc/hosts
192.168.10.15   wp01 tedytirta.info
root@wp01:/etc/apache2#

Setelah semua persiapan tadi saya perlu mengambil source WordPress dari http://wordpress.org/download/. Di dalam file wordpress-3.5.1.tar.gz ada direktori wordpress. Direktori inilah yang akan saya salin ke dalam direktory /var/www/

root@wp01:/var/www# wget http://wordpress.org/latest.tar.gz
--2013-03-18 18:06:32--  http://wordpress.org/latest.tar.gz
Resolving wordpress.org (wordpress.org)... 72.233.56.139, 72.233.56.138
Connecting to wordpress.org (wordpress.org)|72.233.56.139|:80... connected.
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
Length: unspecified [application/x-gzip]
Saving to: `latest.tar.gz'

    [                                                       <=>      ] 5,012,722    444K/s   in 13s     

2013-03-18 18:06:46 (383 KB/s) - `latest.tar.gz' saved [5012722]

root@wp01:/var/www#
root@wp01:/var/www# ls
latest.tar.gz
root@wp01:/var/www# tar zxf latest.tar.gz 
root@wp01:/var/www# ls
latest.tar.gz  wordpress
root@wp01:/var/www# mv wordpress/ blog
root@wp01:/var/www#

Berikutnya adalah masalah permission direktori blog tadi. Yang harus saya lakukan pertama kali adalah memastikan user saya sudah masuk dalam group www-data :

root@wp01:/var/www# cat /etc/group | grep www-data
www-data:x:33:ttirtawi
root@wp01:/var/www#

Lalu saya ganti permission direktori blog menjadi seperti ini :

root@wp01:/var/www# chown -R ttirtawi:www-data blog
root@wp01:/var/www# ls -tlr | grep blog
drwxr-xr-x 6 ttirtawi www-data    4096 Mar 18 04:26 blog
root@wp01:/var/www#

Setelah beres lalu saya bisa restart Apache web server-nya :

root@wp01:/etc/apache2# /etc/init.d/apache2 force-reload
 * Reloading web server config apache2                                                            [ OK ] 
root@wp01:/etc/apache2#

Langkah-langkah selanjutnya dilakukan di web browser. Saya akses http://192.168.10.15/blog seperti tampilan berikut ini :

create-wp01

Untuk memulai proses konfigurasi saya tinggal klik menu “Create a Configuration File”. Akan muncul tampilan berikut ini yang menjelaskan apa saja yang diperlukan untuk proses konfigurasi WordPress :

create-wp02

Klik menu “Let’s go!” untuk melanjutkan proses. Di halaman berikutnya ada form yang harus dilengkapi seperti berikut ini :

create-wp03

  • Database Name, saya pilih nama databasenya : wordpress.
  • User Name, saya isi root (sesuai dengan apa yang diset saat menginstal mysql-server.)
  • Password, isi password harus sama dengan apa yang diset ketika menginstal mysql-server.
  • Database Host, biarkan saja menggunakan default localhost
  • Table Prefix, biarkan saja menggunakan default wp_

Harusnya instaler ini akan menulis semua konfigurasi ke dalam file wp-config.php. Bila muncul peringatan seperti di bawah ini, berarti ada masalah permission pada direktorinya WordPress (pada contoh saya adalah /var/www/blog). Tidak menjadi masalah, saya bisa menyalin isi file-nya seperti yang ditampilkan di layar ke dalam file wp-config.php untuk kemudian memperbaiki permission-nya.

create-wp04

Untuk melanjutkan proses klik “Run the install”.

Langkah berikutnya adalah mengatur nama blog, username/password blog dan email seperti tampilan berikut ini :

create-wp06

Akhiri dengan mengklik “Install WordPress”. Bila proses instalasinya sukses akan muncul tampilan seperti ini :

create-wp07

Saya bisa akses Dashboard WordPress seperti ditunjukkan oleh 2 gambar berikut ini :

create-wp08

create-wp09

Masih banyak hal yang masih belum saya lakukan seperti bagaimana caranya mengatur supaya WordPress ini bisa diakses dari internet. Mungkin di tulisan-tulisan berikutnya.

Dropbox Untuk Menyimpan Foto-Foto Website

Dropbox sebagai aplikasi cloud storage ternyata bisa juga dipakai sebagai sarana hosting foto yang akan ditampilkan di website. Biasanya saya upload foto langsung ke dalam WordPress, atau menyimpannya di Picasa sebelum ditampilkan dalam sebuah artikel. Kemarin saya coba untuk meletakkan foto di dalam folder (baca: direktori) Dropbox/Public. Hanya foto-foto yang diletakkan dalam direktori Public yang bisa digunakan untuk keperluan web (istilahnya embeeded image)

Kita harus punya direktori Public terlebih dahulu di dalam direktori Dropbox kita. Direktori Public ini dibuat secara otomatis oleh Dropbox untuk semua pengguna lama (seperti saya). Pengguna Dropbox yang baru membuat akunnya setelah 1 Agustus 2012 tidak lagi mendapatkan direktori Public secara otomatis. Untuk pengguna baru yang ingin mengaktifkan Public direktorinya, mereka perlu mengakses URL : www.dropbox.com/enable_public_folder seperti contoh di bawah ini

enable-dropbox-public

Nanti Dropbox akan meminta verifikasi email terlebih dahulu. Setelah kita terima email verifikasinya silakan klik link yang ada di email tersebut :

verify-dropbox

Setelah verifikasi lengkap kita akan mendapati tampilan seperti ini :

verify-dropbox-2

Setelah itu untuk membuat direktori Public, cukup kunjungi kembali halaman www.dropbox.com/enable_public_folder, Dropbox akan otomatis membuatkan direktori Public untuk Anda. Direktori tersebut akan berisi 1 file teks petujuk pemakaian direktori Public.

new-public-folder-dropbox

Nah dengan begitu setiap foto yang disimpan dalam direktori Dropbox/Public ini akan bisa disisipkan ke dalam website/blog selama kita punya Public Link-nya. Ada dua cara mendapatkan public link. Pertama dengan klik kanan pada nama file-nya di Windows Explorer  (di Windows) atau Finder (di Mac). Lalu pilih Dropbox & Copy Public Link, lihat contoh di bawah ini :

embeed-foto-dropbox-public

Cara kedua adalah dengan mengunjungi website Dropbox lalu memilih file yang akan di-copy public link-nya. Lihat contoh di gambar berikut ini :

copy-publiclink-dropbox

Lalu klik Copy public link, tampilannya seperti berikut ini :

copy-publiclink-dropbox-2

Nah link tersebut sekarang bisa ditampilkan di web/blog lain. Misalnya saya ingin menggunakan gambar tadi di WordPress. Cukup dengan menu Add media lalu pilih Insert from URL seperti contoh gambar berikut ini :

Gambar di bawah ini (courtesy of Fotografer.net) adalah contoh gambar yang saya letakkan pada direktori Dropbox/Public :

Dengan cara ini kita tidak perlu repot lagi meng-upload foto terlebih dulu sebelum bisa menampilkannya dalam website.