Fun Work

Just a quick post in this weekend after passed a busy week. Yeah finally I tasted how busy the work can be…but enjoy the work. Just remember the nice statement on Pak Armien’s blog : “Why bother taking holiday when your work is more fun?” =)) Funny and ironic statement. With that statement in my mind, I smiled when see many people on Facebook whining around why this holiday come to an end tomorrow.

This photo taken by my friend Buchari when I did installation on XL data centre. Those pile of servers are some of XL’s SMS (short message service) machine, Sun Netra T5220. Each server can handle 2000 SMS per second.

Flickr Hanya 200 Foto

Beberapa hari lalu saya sedikit kaget membuka halaman Flickr saya. Ada pengumuman seperti terlihat pada gambar di bawah ini :

Flickr membuat batasanย  user regular (alias gratisan) hanya bisa melihat 200 foto terakhir saja. Misalnya saya sudah upload 200 foto, ketika saya upload foto ke-201 maka foto pertama otomatis tidak bisa dilihat lagi :(( Alternatifnya adalah dengan menjadi member Pro di Flickr dengan tambahan dana sekian dolar. Ah aneh tapi saya tahu sebagai pengguna layanan gratisan memang dilarang komplain. Hukumnya kan sudah begitu : Gratis Kok Mau Enak :-p Mau bagaimana lagi namanya juga gratisan, terserah yang punya layanan mau buat aturan seperti apa. Sayang sekali…padahal cukup menyenangkan menaruh koleksi foto di Flickr. Dilarang komplain tapi masih boleh lah saya sedikit membandingkan dengan layanan sejenis Flickr, mengingat penyedia layanan Picasa (milik Google) tidak punya aturan upload seperti ini. Picasa Google memberi kuota sebesar 1 GB bagi para penggunanya, tidak peduli berapa banyak foto yang di-upload.

Sejak awal punya kamera tahun lalu, saya selalu menaruh foto di Picasa. Itupun saya pakai untuk keperluan menampilkan foto ke dalam blog ini. Sebenarnya WordPress sendiri menyediakan ruang bagi saya untuk menaruh foto. Tapi saya pribadi lebih suka menaruh foto di Picasa. Nah sejak punya kamera DSLR, saya mulai mengefektifkan pemakaian account Flickr saya. Ah tapi tahu ada batasan 200 foto terbaru saja yang bisa terlihat membuat saya berpikir ulang untuk meninggalkan Flickr dan memaksimalkan Picasa saja :

Pidgin YM Login Problem Solved

Since last week, I’ve problem with my Pidgin. It couldn’t used for accessing Yahoo Messenger. From the several website, I knew that the problem located on Yahoo Messenger server. Yahoo change the authentication system for Yahoo Mesenger user. Many blogger also have same problem with me. For couple days, I was using Meebo to using Yahoo Messenger. Maybe you already know Meebo is web based IM client that can used for access several IM services (like MSN, YM, AOL, etc).

This evening, I’ve just tried to get rid my Pidgin’s problem. My friend at office give me update that Pidgin developer has release the update for resolve YM login problem. Open the Pidgin official website, I read the annoucement right on their website about YM problem. Pidgin version 2.5.7 has been released to resolve Yahoo Messenger problem…it just like the screenshot I attached on this post. Hmm glad to read that. I followed the instruction and it’s works like a charm. I’m be able to used Pidgin to open Yahoo Messenger again. I don’t know why Yahoo change the authentication method, too many security attack to YM servers? Just a simple guess ๐Ÿ˜€ But the next question is why web based IM client like Meebo doesn’t get impact like Pidgin got. Meebo has update their system more quick than Pidgin? Again…another fool asumption ๐Ÿ˜€

Update June 25th, 2009 :
seems that the new version of Pidgin cannot cooperate with pretty look notification system in Ubuntu Jaunty
๐Ÿ™

Command to do that :

# sudo apt-key adv --recv-keys --keyserver keyserver.ubuntu.com 67265eb522bdd6b1c69e66ed7fb8bee0a1f196a8
# sudo -s
# echo "deb http://ppa.launchpad.net/pidgin-developers/ppa/ubuntu jaunty main" >> /etc/apt/sources.list
# apt-get update
# apt-get purge pidgin
# apt-get install pidgin

Pake BB

Kemarin ada rekan saya yang jarang bertemu mengirim pesan singkat lewat Yahoo Messenger. Isinya seperti ini :

“pake bb ya Pak? online terus…”

Waks??? ๐Ÿ˜ฎ bb? what the hell is that? Ah rupanya rekan saya itu mengira saya pakai BelekBeri sehingga bisa terlihat online terus. Halah-halah…saya mah belum kelas pakai belekberi. Kan bakal jomplang kelihatannya kalau saya makan di warteg bawa-bawa belekberi. Mungkin juga bisa memancing orang-orang di warteg mengernyitkan kening sambil mikir “pasti bb-nya boleh kridit” =)) Ga pantes juga naik ojek sambil utak-atik belekberi ๐Ÿ˜€

Ada-ada saja teman saya itu,ย  lucu juga pertanyaannya. Memangnya yang bisa online 24 jam cuma yang pake bb ya. Lah saya kan cuma modal laptop & Speedy di kamar. Anytime laptop saya ketemu akses internet, YM saya pasti nyala tuh.

Ibu Prita VS Manohara

Dari minggu lalu saya baru tahu tentang kasus yang menimpa Ibu Prita Mulyasari. Curhatnya lewat media internet soal pelayanan yang buruk di rumah sakit Omni Internasional berbuntut panjang. Dia terpaksa ditahan pihak berwajib karena pihak rumah sakit menuntutnya dan menjeratnya dengan pasal pencemaran nama baik UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik). Halah saya benar-benar kaget membaca berita soal Ibu Prita ini. Kasihan sekali rasanya, mungkin seperti sudah jatuh tertimpa tangga, tangganya digilas kuda, kudanya hamil kembar dua belas.Berita lengkapna Anda bisa membacanya di Surat Pembaca Detik.com. Saya pun dulu pertama kali tahu kasus ini karena membaca berita di Detik.com itu. Tak menyangka belakangan banyak dibahas kalau Ibu Prita itu malah diadukan ke pengadilan oleh pihak rumah sakit. Dan lebih kaget lagi setelah tahu kalau Ibu Prita ditahan pihak berwajib selama proses pemeriksaan.

Hmm pasal pencemaran nama baik memang multiinterprestasi. Banyak sekali celah yang bisa dijadikan cara untuk menjegal lawan/pihak yang berseberangan. Kasus yang menimpa Ibu Prita itu benar suatu bukti bahwa menjegal orang lain dengan pasal pencemaran nama baik UU ITE bisa dilakukan terlepas dari fakta & latar belakang siapa yang benar dan siapa yang salah. Jangan-jangan tulisan-tulisan saya seperti misalnya review hotel bisa bernasib sama :(( Siap-siap balik lagi ke era serba tutup mulut kalau begitu. Kemarin saya juga sempat melihat banyak blogger-blogger terkenal di Indonesia sudah menuliskan keprihatinan mereka soal Ibu Prita. Sampai-sampai ada yang membuat situs khusus untuk menggalang keprihatinan dan protes keras atas tindakan ketidakadilan yang dialami oleh Ibu Prita, situsnya adalah http://ibuprita.suatuhari.com. Saya juga sudah ikut pasang banner-nya di blog ini : Selamatkan Ibu Prita Mulyasari.

Tapi herannya sepanjang pengamatan saya, di televisi jarang ada berita soal Ibu Prita ini. Entah saya yang kurang nonton TV atau memang benar tidak ada. Minggu ini saja, televisi sibuk beramai-ramai membahas yang namanya Manohara. Kasus ini sepertinya lebih menjadi favorit. Entah mana yang lebih penting, tapi menurut saya pribadi kasus Ibu Prita ini sungguh lebih pantas di-blow up ke masyrakat luas daripada kasusnya Manohara. Media memilih yang lain, kasus Manohara benar-benar jadi idola di hampir semua media massa. Lihat saja hampir semua stasiun televisi baik acara berita maupun entertainmen memberitakan model satu itu.

Saya pribadi malah tidak punya rasa simpati apa-apa dengan kasusnya Manohara, jauh berbeda dengan rasa simpati saya dengan kasusnya Ibu Prita. Sejatinya kasus Manohara dalam benak saya hanya kasus kekerasan dalam rumah tangga. Kebetulan terjadi di luar Indonesia sehingga proses perlindungan hukum sedikit tersendat. Lebih itu tidak. Perjuangan ibunya Manohara pun tidak menarik simpati saya. Kalau ABG bilang “lebay”, berlebihan lah… Ibunya mendadak jadi selebritis. Wajahnya muncul terus di televisi, sampai bosan dilihat. Disambut oleh Laskar Merah Putih di bandara Soekarno Hatta, Manohara disambut bak pahlawan negara…geli saya melihatnya. Diberi topi dan rompi loreng-loreng (mungkin pakaian kebesaran Laskar tsb)…lebay kan? Ya suka-suka mereka sih bagaimana mengadakan penyambutan. Tapi di situ memang ironisnya…saya melihat keberpihakan media pada berita yang bakal menyedot rating tinggi. Salah? Tidak juga sih, namanya juga media tentu ingin bisa menampilkan siaran yang menarik banyak pemirsanya. Sepertinya masih banyak kasus kekerasan yang menimpa warga Indonesia tapi kalah populer dengan Manohara. Berapa banyak TKI yang mendapat kekerasan di luar negeri, belum lagi kasusnya David mahasiswa asal Indonesia yang terbunuh di Singapura…sepertinya masih kalah dengan kisahnya Manohara.

Ironis….banyak yang ironis. Yang sakit & dirugikan malah ditangkap, yang bermasalah dengan rumah tangganya malah disiarkan seheboh itu.

Update 25 Juni 2009 :
Hari ini Ibu Prita dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negri Tangerang. Semua biaya pengadilan ditanggung negara. Saatnya menghapus banner “Bebaskan Ibu Prita Mulyasari” dari blog saya.