HSDPA Di Ubuntu (part 3)

Ini tulisan ketiga saya tentang modem HSDPA (tulisan sebelumnya ada di sini dan di sini). Modem dalam foto di bawah ini milik rekan saya Andi, modem ZTE MF636 yang di-bundle dengan paket broadband internetnya Indosat. Hitung-hitung ini modem HSDPA yang saya coba.

Dapat petunjuk instalasinya dari sini, lebih mudah daripada modem Option yang pernah saya bahas sebelumnya. Langkah-langkah instalasinya seperti berikut ini :

1. Deteksi dulu modemnya dengan perintah lsusb. Modem ZTE ini terdeteksi dengan idVendor 19d2 dan idProduct 0031.

tedy@tedy-laptop:~$ lsusb
Bus 007 Device 003: ID 19d2:0031
Bus 007 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 006 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 004 Device 002: ID 08ff:2580 AuthenTec, Inc. AES2501 Fingerprint Sensor
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 003: ID 046d:09b2 Logitech, Inc.
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 002: ID 15ca:00c3 Textech International Ltd. Mini Optical Mouse
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
tedy@tedy-laptop:~$

tedy@tedy-laptop:~$ lsusb -v

Bus 007 Device 003: ID 19d2:0031
Device Descriptor:
bLength 18
bDescriptorType 1
bcdUSB 2.00
bDeviceClass 0 (Defined at Interface level)
bDeviceSubClass 0
bDeviceProtocol 0
bMaxPacketSize0 64
idVendor 0x19d2
idProduct 0x0031
bcdDevice 0.00
iManufacturer 2 ZTE, Incorporated
iProduct 1 ZTE CDMA Technologies MSM
iSerial 3 1234567890ABCDEF
bNumConfigurations 1

2. Kita perlu menginstal paket  libusb-dev terlebih dahulu :

tedy@tedy-laptop:~/bin$ sudo apt-get install libusb-dev
[sudo] password for tedy:
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
libusb-dev is already the newest version.
0 upgraded, 0 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.
tedy@tedy-laptop:~/bin$

3. Untuk membuat Ubuntu mengenali modem ini bukan sebagai USB drive biasa, kita perlu menambahkan rules seperti berikut ini :

tedy@tedy-laptop:~$ cat /etc/udev/rules.d/65-zte-mf628-modem.rules
ACTION!="add", GOTO="ZTE_End"
#
SUBSYSTEM=="usb", SYSFS{idProduct}=="0031",
SYSFS{idVendor}=="19d2", GOTO="ZTE_Modem"
#
LABEL="ZTE_Modem"
RUN+="/sbin/modprobe usbserial vendor=0x19d2 product=0x0031",
MODE="660", GROUP="dialout"
#
LABEL="ZTE_End"
tedy@tedy-laptop:~$

4. Ada file yang perlu kita modifikasi juga yaitu file /usr/share/hal/fdi/information/10freedesktop/10-modem.fdi. Yang harus dimodifikasi adalah baris yang berisi "@info.parent:usb.vendor_id" dan "@info.parent:usb.product_id" Ganti default value yang ada dengan idVendor dan idProduct dengan hasil yang ditampilkan oleh perintah  lsusb.

tedy@tedy-laptop:~$ cat /usr/share/hal/fdi/information/10freedesktop/10-modem.fdi | egrep "0031|19d2"
<match key="@info.parent:usb.vendor_id" int="0x19d2">
<match key="@info.parent:usb.product_id" int="0x0031">
tedy@tedy-laptop:~$

5. Reboot komputernya tapi jangan pasangkan modem sampai proses reboot selesai.

6. Setelah reboot, Ubuntu sukses mengenali modem ZTE ini. Saya tinggal membuat koneksi baru dengan Network Manager (yang ada di sisi kanan atas desktop). Langkah-langkahnya persis seperti yang sudah pernah saya tulis di  https://blog.tedytirta.info/2009/03/28/hsdpa-di-ubuntu-part-2/ (lihat bagian setelah langkah ke-10; yang menampilkan gambar-gambar hasil screenshot). Yang perlu diperhatikan mungkin adalah parameter authentifikasinya seperti berikut ini :

username = indosat
password = indosatc
APN = indosat3g

Saat saya coba menggunakan modem ini, saya juga sempat menampilkan output dari sistem lewat file /var/adm/messages seperti berikut ini :

tedy@tedy-laptop:~$ tail -f /var/log/messages
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: Plugin /usr/lib/pppd/2.4.4/nm-pppd-plugin.so loaded.
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: pppd 2.4.4 started by root, uid 0
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: Using interface ppp0
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: Connect: ppp0 <--> /dev/ttyUSB1
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: CHAP authentication succeeded
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: CHAP authentication succeeded
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: Terminating on signal 15
Mar 31 18:31:26 tedy-laptop pppd[14811]: Connection terminated.
Mar 31 18:31:28 tedy-laptop pppd[14811]: Exit.
Mar 31 18:31:34 tedy-laptop pppd[14824]: Plugin /usr/lib/pppd/2.4.4/nm-pppd-plugin.so loaded.
Mar 31 18:31:34 tedy-laptop pppd[14824]: pppd 2.4.4 started by root, uid 0
Mar 31 18:31:34 tedy-laptop pppd[14824]: Using interface ppp0
Mar 31 18:31:34 tedy-laptop pppd[14824]: Connect: ppp0 <--> /dev/ttyUSB1
Mar 31 18:31:35 tedy-laptop pppd[14824]: CHAP authentication succeeded
Mar 31 18:31:35 tedy-laptop pppd[14824]: CHAP authentication succeeded
Mar 31 18:31:37 tedy-laptop pppd[14824]: Could not determine remote IP address: defaulting to 10.64.64.64
Mar 31 18:31:37 tedy-laptop pppd[14824]: local IP address 10.173.6.216
Mar 31 18:31:37 tedy-laptop pppd[14824]: remote IP address 10.64.64.64
Mar 31 18:31:37 tedy-laptop pppd[14824]: primary DNS address 124.195.15.100
Mar 31 18:31:37 tedy-laptop pppd[14824]: secondary DNS address 124.195.15.98
Mar 31 18:32:34 tedy-laptop pppd[14824]: Terminating on signal 15
Mar 31 18:32:34 tedy-laptop pppd[14824]: Connect time 1.0 minutes.
Mar 31 18:32:34 tedy-laptop pppd[14824]: Sent 15056 bytes, received 160671 bytes.
Mar 31 18:32:34 tedy-laptop pppd[14824]: Connection terminated.
Mar 31 18:32:34 tedy-laptop pppd[14824]: Exit.
Mar 31 18:32:47 tedy-laptop kernel: [ 4671.587486] usb 7-1: USB disconnect, address 4
Mar 31 18:32:47 tedy-laptop kernel: [ 4671.588489] generic ttyUSB0: generic converter now disconnected from ttyUSB0
Mar 31 18:32:47 tedy-laptop kernel: [ 4671.588522] usbserial_generic 7-1:1.2: device disconnected
Mar 31 18:32:47 tedy-laptop kernel: [ 4671.591605] generic ttyUSB1: generic converter now disconnected from ttyUSB1
Mar 31 18:32:47 tedy-laptop kernel: [ 4671.591655] usbserial_generic 7-1:1.3: device disconnected

Ketika saya coba berinternet dengan modem ini, koneksinya buruk sekali. Ah tapi mungkin itu karena tangkapan sinyal yang buruk waktu itu. Waktu itu saya coba di kantor, tidak dipinjam untuk dibawa pulang soalnya 😀 Berharap ada yang mau meminjamkan modem HSDPA tipe-tipe lainnya, supaya saya bisa punya pengalaman lain lagi & bisa melanjutkan seri tulisan “HSDPA di Ubuntu” ini :-p

HSDPA Di Ubuntu (part 2)

Tulisan ini boleh dibilang sebagai lanjutan dari tulisan saya sebelumnya “HSDPA Di Ubuntu“. Di tulisan sebelumnya saya membahas tentang bagaimana menggunakan modem Option Globaltrotter Connect di Ubuntu. Kali ini saya akan menulis tentang modem Option juga tapi dengan tipe modem yang berbeda. Kebetulan saya sedang pegang modem HSDPA milik kantor, modem Option Icon 7.2 EL. Gambarnya seperti berikut ini :

Kali ini saya tes modem ini dengan Ubuntu di Lenovo saya. Petunjuk instalasinya saya dapat dari sini. Berikut langkah-langkah yang saya lakukan :

1. Cek apakah modem sudah dikenali oleh Ubuntu sebagai USB device :

tedy@lenovo:~$ lsusb
Bus 005 Device 003: ID 0bda:0158 Realtek Semiconductor Corp. Mass Stroage Device
Bus 005 Device 002: ID 5986:0141 Acer, Inc
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 004: ID 0af0:6901 Qualcomm, Inc.
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
tedy@lenovo:~$

2. Tanpa konfigurasi apa-apa, modem ini akan dikenali sebagai USB storage (seperti USB flash disk). Supaya bisa berfungsi sebagai modem, kita harus mengatur Ubuntu supaya memperlakukan modem ini sebagai USB serial. Untuk itu kita perlu mengambil sebuah pre-compiled program icon_switch.c dari sini.

3. Setelah itu kita perlu mengedit file tersebut untuk mendaftarkan idProduct & idVendor dari modem ini :

tedy@lenovo:~$ vi icon_switch.c
# cukup edit bagian berikut ini untuk mengganti idProduct & idVendor
if (dev->descriptor.idVendor == 0x0af0 && dev->descriptor.idProduct == 0x6901) {

4. Karena file  icon_switch.c masih berupa pre-compiled program, maka kita perlu menyiapkan environment untuk melakukan kompilasi. Yang dibutuhkan adalah paket libusb-dev dan libusb++-dev seperti terlihat pada contoh di bawah ini :

tedy@lenovo:~$ sudo apt-get install libusb-dev libusb++-dev
[sudo] password for tedy:
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
libusb-dev is already the newest version.
libusb++-dev is already the newest version.
0 upgraded, 0 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.

5. Proses kompilasi dilakukan dengan perintah seperti berikut ini :

tedy@lenovo:~$ cc -l usb -o icon_switch icon_switch.c

6. Hasil kompilasinya adalah icon_switch; file tersebut perlu kita salin ke dalam /usr/sbin/ :

tedy@lenovo:~$ sudo cp icon_switch /usr/sbin/

7. Tahap berikutnya adalah membuat rules untuk mengotomatisasi proses switching dari mode USB storage ke USB serial. Caranya seperti berikut ini :

tedy@lenovo:/etc/udev/rules.d$ vi 10-local.rules
BUS=="usb",SYSFS{idProduct}=="1000",SYSFS{idVendor}=="05c6",RUN+="/usr/sbin/icon_switch"
BUS=="usb",SYSFS{idProduct}=="6901",SYSFS{idVendor}=="0af0",RUN+="/sbin/modprobe usbserial vendor=0x0af0 product=0x6901 maxsize=4096"

8. Langkah berikutnya adalah memodifikasi (re-compile) driver serial, untuk itu kita perlu menyiapkan paket-paket berikut ini untuk proses kompilasi :

tedy@lenovo:/etc/udev/rules.d$ sudo apt-get install build-essential linux-source
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
build-essential is already the newest version.
linux-source is already the newest version.
0 upgraded, 0 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.

9.  Berikut ini adalah langkah-langkah untuk meng-compile ulang driver serial :

tedy@lenovo:/etc/udev/rules.d$ cd /usr/src/
tedy@lenovo:/usr/src$ sudo tar xjf linux-source-2.6.27.tar.bz2

tedy@lenovo:/usr/src$ cd linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/
tedy@lenovo:/usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial$ sudo vi usb-serial.c
#tambahkan baris berikut ini :
static ushort maxSize = 0;
#ganti baris berikut ini :
buffer_size = le16_to_cpu(endpoint->wMaxPacketSize);
#jadi seperti ini:
buffer_size = (endpoint->wMaxPacketSize > maxSize)?endpoint->wMaxPacketSize:maxSize;
#tambahkan baris berikut ini :
module_param(maxSize, ushort,0);
MODULE_PARM_DESC(maxSize,"User specified USB endpoint size");
tedy@lenovo:/usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial$ sudo make -C /lib/modules/`uname -r`/build M=`pwd`
make: Entering directory `/usr/src/linux-headers-2.6.27-7-generic'
CC [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/usb-serial.o
CC [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/generic.o
CC [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/bus.o
CC [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/ezusb.o
LD [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/usbserial.o
........
........
........
LD [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/usbserial.ko
CC /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/visor.mod.o
LD [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/visor.ko
CC /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/whiteheat.mod.o
LD [M] /usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial/whiteheat.ko
make: Leaving directory `/usr/src/linux-headers-2.6.27-7-generic'
tedy@lenovo:/usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial$ sudo cp usbserial.ko /lib/modules/2.6.27-7-server/kernel/drivers/usb/serial/usbserial.ko
tedy@lenovo:/usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial$ sudo depmod -a

10.  Setelah selesai saya harus me-restart komputer terlebih dulu :

tedy@lenovo:/usr/src/linux-source-2.6.27/drivers/usb/serial$ reboot

Setelah komputer restart, saya baru menyambungkan modem ke notebook. Di /var/log/messages saya bisa melihat Ubuntu saya sudah mengenali modem tersebut sebagai modem GSM. Lihat contohnya seperti berikut ini :

tedy@lenovo:~$ tail -f /var/log/messages
Mar 19 20:25:58 lenovo kernel: [ 201.272143] usb 1-1: new full speed USB device using uhci_hcd and address 4
Mar 19 20:25:58 lenovo kernel: [ 201.437727] usb 1-1: configuration #1 chosen from 1 choice
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.018523] usbcore: registered new interface driver usbserial
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.021919] usbserial: USB Serial support registered for generic
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.025064] usbcore: registered new interface driver usbserial_generic
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.025087] usbserial: USB Serial Driver core
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.056566] usbserial: USB Serial support registered for GSM modem (1-port)
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.057504] option 1-1:1.0: GSM modem (1-port) converter detected
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.061537] usb 1-1: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB0
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.065018] option 1-1:1.1: GSM modem (1-port) converter detected
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.068822] usb 1-1: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB1
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.072324] option 1-1:1.2: GSM modem (1-port) converter detected
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.076305] usb 1-1: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB2
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.117374] usbcore: registered new interface driver option
Mar 19 20:25:59 lenovo kernel: [ 202.117394] option: USB Driver for GSM modems: v0.7.2

Di taskbar kanan atas, Ubuntu memberi notifikasi seperti berikut ini :

Saya bisa dengan mudah menambahkan modem dengan mengklik tombol “Configure” pada notifikasi yang muncul tersebut. Saat diklik, sistem akan menampilkan jendela baru untuk menambahkan modem seperti gambar di bawah ini :

Proses penambahan modem cukup mudah, tinggal klik “Forward” sampai muncul tampilan seperti di bawah ini :

Karena modem ini berisi SIM card XL, saya jadi pilih Excelcomindo (XL) pada pilihan yang ada. Setelah menekan “Forward”, yang muncul adalah tampilan seperti di bawah ini :

Proses penambahan sudah selesai, tinggal klik “Apply”.

Untuk mulai menggunakan modem, saya tinggal klik kanan pada tombol “Network Connection” di taskbar kanan atas. Di sana sudah muncul pilihan untuk connect ke jaringan XL.

Saat sudah tersambung dengan internet lewat layanan HSDPA XL, akan muncul notifikasi seperti berikut ini :

Oh ya…saat proses koneksi dimulai, saya sempat melihat tampilan /var/log/messages seperti berikut ini :

tedy@lenovo:~$ tail -f /var/log/messages
Mar 19 21:05:54 lenovo pppd[7178]: Plugin /usr/lib/pppd/2.4.4/nm-pppd-plugin.so loaded.
Mar 19 21:05:54 lenovo kernel: [ 2597.342166] PPP generic driver version 2.4.2
Mar 19 21:05:54 lenovo pppd[7178]: pppd 2.4.4 started by root, uid 0
Mar 19 21:05:54 lenovo pppd[7178]: Using interface ppp0
Mar 19 21:05:54 lenovo pppd[7178]: Connect: ppp0 <--> /dev/ttyUSB0
Mar 19 21:05:54 lenovo pppd[7178]: CHAP authentication succeeded
Mar 19 21:05:54 lenovo pppd[7178]: CHAP authentication succeeded
Mar 19 21:05:54 lenovo kernel: [ 2597.805939] PPP BSD Compression module registered
Mar 19 21:05:55 lenovo kernel: [ 2598.026752] PPP Deflate Compression module registered
Mar 19 21:05:58 lenovo pppd[7178]: Could not determine remote IP address: defaulting to 10.64.64.64
Mar 19 21:05:58 lenovo pppd[7178]: local  IP address 10.233.73.204
Mar 19 21:05:58 lenovo pppd[7178]: remote IP address 10.64.64.64
Mar 19 21:05:58 lenovo pppd[7178]: primary   DNS address 202.152.254.245
Mar 19 21:05:58 lenovo pppd[7178]: secondary DNS address 202.152.254.246

Untuk memutus koneksi internet, saya tinggal klik pada pilihan “Disconnect” seperti terlihat pada tampilan seperti berikut ini :

Kecepatan koneksinya HSDPA XL ini cukup lumayan. Tes membuka video di Youtube cukup lancar, bisa mengimbangi kualitas koneksi Speedy saya.

HSDPA Di Ubuntu

Sejak hari Sabtu kemarin, saya mencoba menyambungkan modem HSDPA rekan saya dengan Ubuntu. Baru tadi sore saya sukses menyambungkan modem tersebut. Sudah banyak referensi di Google mengenai cara menggunakan modem HSDPA di Linux (khususnya Ubuntu) tapi tidak ada yang sukses membantu saya. Referensi yang saya temui lebih banyak menggunakan model Huawei sebagai contoh kasusnya. Sedangkan modem yang ada di tangan saya adalah modem keluaran Qualcomm, namanya Option (atau Globaltrotter Connect). Modem ini menggunakan interface USB. Modem ini adalah modem yang dijual sepaket dengan Telkomsel Flash. Tapi di pasaran saya lebih banyak melihat orang membeli Telkomsel Flash yang dijual satu paket dengan modem Huawei.

Di dalam modem ini disertakan aplikasi Globaltrotter Connect, sayangnya aplikasi ini adalah aplikasi Windows. Dengan adanya aplikasi ini, pengguna Windows dapat dengan mudah menggunakan modem ini untuk berinternet. Bila modem ini ditancapkan ke port USB komputer yang menggunakan Windows, aplikasi di dalamnya langsung bekerja otomatis. Aplikasi tersebut akan langsung menginstalkan dirinya ke dalam Windows. Tunggu beberapa menit sampai muncul jendela baru untuk connect ke jaringannya Telkomsel. Tidak perlu ada driver tambahan lainnya. Nah jadi masalah ketika modem ini ditancapkan pada komputer berbasis Linux. Saat disambungkan ke port USB, Ubuntu saya mengenalinya sebagai sebuah USB storage. Sudah banyak tutorial di Internet yang saya coba tapi semuanya gagal. Walaupun demikian Ubuntu sebenarnya sudah mengenali USB tersebut. Buktinya dari output perintah lsusb sudah terlihat nama produk modem ini :

tedy-laptop:/ # sudo lsusb -v
..............
..............
Bus 004 Device 013: ID 0af0:6971 Option
Device Descriptor:
bLength 18
bDescriptorType 1
bcdUSB 1.10
bDeviceClass 255 Vendor Specific Class
bDeviceSubClass 255 Vendor Specific Subclass
bDeviceProtocol 255 Vendor Specific Protocol
bMaxPacketSize0 64
idVendor 0x0af0 Option
idProduct 0x6971
bcdDevice 0.00
iManufacturer 1 Option N.V.
iProduct 2 Globetrotter HSDPA Modem

iSerial 4 Serial Number
bNumConfigurations 1

..............
..............

Baru tadi sore saya menemukan forum yang membahas soal modem Option Globaltrotter ini. Di forum itu dijelaskan bahwa modem seperti ini harus menggunakan driver hso.

Langsung lah saya coba cara-cara yang dijelaskan di sana. Langkah-langkahnya seperti berikut ini :

1. Ambil dulu driver hso di sini, lalu ekstrak; seperti berikut ini contohnya :

tedy@tedy-laptop:~$ tar zxvf hso-1.9.tar.gz
hso_26-v1.9/
hso_26-v1.9/stop.cht
hso_26-v1.9/ports.sh
hso_26-v1.9/hso_connect.sh
hso_26-v1.9/Makefile
hso_26-v1.9/connect.sh
hso_26-v1.9/setpwr.sh
hso_26-v1.9/init.cht
hso_26-v1.9/CHANGELOG
hso_26-v1.9/README
hso_26-v1.9/hso.c
hso_26-v1.9/dial.cht
tedy@tedy-laptop:~$ cd hso_26-v1.9/
edi@edi-laptop:~/hso_26-v1.9$ ls
CHANGELOG dial.cht hso_connect.sh Makefile README stop.cht
connect.sh hso.c init.cht ports.sh setpwr.sh

2. Compile driver tersebut seperti contoh di bawah ini :

tedy@tedy-laptop:~/hso_26-v1.9$ sudo make
[sudo] password for tedy:
mkdir -p /home/tedy/hso_26-v1.9/tmp/.tmp_versions
make -C /lib/modules/2.6.27-7-server/build M=/home/tedy/hso_26-v1.9 MODVERDIR=/home/tedy/hso_26-v1.9/tmp/.tmp_versions modules
make[1]: Entering directory `/usr/src/linux-headers-2.6.27-7-server'
CC [M] /home/tedy/hso_26-v1.9/hso.o
Building modules, stage 2.
MODPOST 1 modules
CC /home/tedy/hso_26-v1.9/hso.mod.o
LD [M] /home/tedy/hso_26-v1.9/hso.ko
make[1]: Leaving directory `/usr/src/linux-headers-2.6.27-7-server'
tedy@tedy-laptop:~/hso_26-v1.9$

tedy@tedy-laptop:~/hso_26-v1.9$ sudo make install
mkdir -p /home/tedy/hso_26-v1.9/tmp/.tmp_versions
make -C /lib/modules/2.6.27-7-server/build M=/home/tedy/hso_26-v1.9 MODVERDIR=/home/tedy/hso_26-v1.9/tmp/.tmp_versions modules
make[1]: Entering directory `/usr/src/linux-headers-2.6.27-7-server'
Building modules, stage 2.
MODPOST 1 modules
make[1]: Leaving directory `/usr/src/linux-headers-2.6.27-7-server'
modprobe -r hso || true
install -d /lib/modules/2.6.27-7-server/kernel/drivers/net/wwan/
install -m 644 -c hso.ko /lib/modules/2.6.27-7-server/kernel/drivers/net/wwan/
/sbin/depmod -a 2.6.27-7-server
tedy@tedy-laptop:~/hso_26-v1.9$

3. Untuk mencegah supaya modem tidak dikenali sebagai usb storage biasa, saya harus menginstal Ozerocdoff. Ambil source-nya di sini lalu instal seperti contoh berikut ini :

tedy@tedy-laptop:~$ tar zxvf udev.tar.gz
udev/
udev/Makefile
udev/ozerocdoff.o
udev/hso.udev
udev/README
udev/ozerocdoff
udev/ozerocdoff.c
udev/ozerocdoff.8
udev/10-wwan-quirk.fdi
udev/osetsuspend
udev/hso-suspend.conf
udev/osethalproperty
udev/osetsuspend.8
udev/hal-serial-hsotype
udev/10-wwan-hso-preprobe.fdi
udev/ofindhsx
tedy@tedy-laptop:~$
cd udev/

tedy@tedy-laptop:~/udev$ sudo make install
install -d /usr/sbin
install -d /etc/udev/rules.d
install ozerocdoff /usr/sbin
cp hso.udev /etc/udev/rules.d/51-hso-udev.rules
install -d /usr/share/hal/fdi/preprobe/20thirdparty
cp 10-wwan-hso-preprobe.fdi /usr/share/hal/fdi/preprobe/20thirdparty
install -d /usr/share/hal/fdi/information/20thirdparty
cp 10-wwan-quirk.fdi /usr/share/hal/fdi/information/20thirdparty
install -d /usr/lib/hal/scripts/
install hal-serial-hsotype /usr/lib/hal/scripts/
install -d /etc
install osetsuspend /usr/sbin
cp hso-suspend.conf /etc
tedy@tedy-laptop:~/udev$

4. Supaya mudah saya juga perlu menginstal hsoconnect (aplikasi GUI untuk memudahkan setup koneksi). Selain hsoconnect, saya juga perlu menginstal hsolink. Keduanya dapat diambil di sini dan di sini.

tedy@tedy-laptop:~$ sudo dpkg -i hsolink_1.0.118-1_i386.deb
Selecting previously deselected package hsolink.
(Reading database ... 203111 files and directories currently installed.)
Unpacking hsolink (from hsolink_1.0.118-1_i386.deb) ...
Setting up hsolink (1.0.118-1) ...
Post install completed

Processing triggers for man-db ...
tedy@tedy-laptop:~$ sudo dpkg -i hsoconnect-py2.5_1.1.83_all.deb
Selecting previously deselected package hsoconnect-py2.5.
(Reading database ... 203119 files and directories currently installed.)
Unpacking hsoconnect-py2.5 (from hsoconnect-py2.5_1.1.83_all.deb) ...
Setting up hsoconnect-py2.5 (1.1.83) ...
Processing triggers for man-db ...
tedy@tedy-laptop:~$

5. Setelah semua selesai diinstal, baru saya tancapkan modem ke port USB. Jika modem sudah bisa “dipegang” oleh driver hso, di /var/log/messages akan muncul pesan-pesan seperti berikut ini (juga bisa dilihat interface baru /dev/ttyHS0) :

tedy-laptop:/ # tail -f /var/log/messages
Mar 9 21:04:42 tedy-laptop kernel: [14778.280084] usb 4-1: new full speed USB device using uhci_hcd and address 10
Mar 9 21:04:42 tedy-laptop kernel: [14778.446957] usb 4-1: configuration #1 chosen from 1 choice
Mar 9 21:04:42 tedy-laptop kernel: [14778.448977] scsi9 : SCSI emulation for USB Mass Storage devices
Mar 9 21:04:43 tedy-laptop kernel: [14779.750120] usb 4-1: USB disconnect, address 10
Mar 9 21:04:45 tedy-laptop kernel: [14781.280113] usb 4-1: new full speed USB device using uhci_hcd and address 11
Mar 9 21:04:45 tedy-laptop kernel: [14781.446963] usb 4-1: configuration #1 chosen from 1 choice
Mar 9 21:04:45 tedy-laptop kernel: [14781.449891] hso0: Disabled Privacy Extensions
^C
tedy-laptop:/ #
ls -lh /dev/ttyHS*
crw-rw---- 1 root dialout 252, 0 2009-03-09 21:04 /dev/ttyHS0
crw-rw---- 1 root dialout 252, 1 2009-03-09 21:04 /dev/ttyHS1
crw-rw---- 1 root dialout 252, 2 2009-03-09 21:04 /dev/ttyHS2
tedy-laptop:/ #

6. Buka aplikasi  hsoconnect seperti terlihat pada gambar di bawah ini :

7. Saya harus mengatur dulu beberapa parameter Telkomsel Flash. Caranya adalah pada jendela hsoconnect klik Profile, lalu Edit Connection. Telkomsel Flash unlimited menggunakan APN=internet (tanpa username & password). Sementara Telkomsel Flash volume based, APN yang digunakan adalah “flash“. Lihat contohnya di bawah ini.

8. Pada jendela utama hsoconnect klik Connect untuk mulai berinternet 🙂 Saat saya sudah bisa terhubung ke Internet dengan Telkomsel Flash, perintah ifconfig menghasilkan keluaran seperti berikut ini :

tedy-laptop:/ # ifconfig hso0
hso0 Link encap:UNSPEC HWaddr 00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00
inet addr:114.121.189.94 P-t-P:114.121.189.94 Mask:255.255.255.255
UP POINTOPOINT RUNNING NOARP MULTICAST MTU:1486 Metric:1
RX packets:2 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:8 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:10
RX bytes:116 (116.0 B) TX bytes:524 (524.0 B)

Ubuntu saya mendapat IP 114.121.189.94. File /etc/resolv.conf juga sudah ter-update dengan baik (file ini berisi alamat IP DNS server yang dipakai oleh Telkomsel Flash).

tedy-laptop:/ # cat /etc/resolv.conf
#Created by hsolinkcontrol
nameserver 202.3.210.11
nameserver 202.3.208.11
tedy-laptop:/ #

Yup selesai, sekarang bisa internetan dengan modem HSDPA walaupun tidak pakai Windows lagi…lega nya 😀 Yang masih belum bisa malah bagaimana menyambungkan ponsel Nokia 6585 sebagai modem CDMA 🙁  Next time deh saya ngoprek lagi.

Soal Tagihan Elektronik

Tadi di meja ruang TV ada beberapa amplop tagihan telepon rekan saya berserakan begitu saja. Ada yang menarik di amplop-amplop itu, informasi soal tagihan telepon via email. Indosat menawarkan bentuk tagihan dalam bentuk email. Hmm…menarik. Sepertinya baru Indosat yang menawarkan layanan seperti ini (CMIWW).

Yang sudah saya ikuti adalah programnya tagihan elektroniknya Citibank. Sejak saya pakai kartu kredit Citibank tahun lalu, praktis saya tidak pernah menerima amplop tagihan Citibank lagi. Tiap bulan Citibank mengirimi saya email berisi tagihan dalam format PDF. Canggih juga file PDF-nya, dilengkapi dengan password. Dengan bentuk PDF seperti itu saya lebih mudah mendokumentasikannya. Kapan pun saya perlu memeriksa tagihan, saya tinggal buka komputer atau cukup memeriksa email.

Bagi saya pribadi memang lebih enak memperoleh tagihan dalam bentuk email. Lebih mudah mengarsipkannya. Di kamar saya ada setumpuk berkas tagihan, mulai dari tagihan Telkom, Speedy, Kartu Halo, sampai amplop-amplop tagihan Indovision. Dulu saya pernah memotret satu-satu dokumen tagihan macam itu, supaya saya punya berkas digitalnya. Tapi itu cuma sebentar, keburu malas dan lupa.

Telkom Speedy juga sebenarnya menyediakan versi digital dari tagihannya. Sayangnya tidak secanggih apa yang sudah dilakukan oleh Citibank. Tagihan online Speedy disimpan dalam webnya Speedy. Tiap kali saya ingin tahu berapa tagihan Speedy saya, saya harus login dulu baru kemudian bisa memeriksa tagihan. Ah cara seperti ini butuh langkah proaktif dari pelanggan. Bagaimana kalau lupa memeriksa. Lain ceritanya kalau tagihan dikirimkan ke email….seolah-olah ada yang mengingatkan. Tagihan dalam bentuk digital mungkin sulit mengalahkan dominasi tagihan dalam format cetak.Banyak alasannya,salah satunya mungkin karena tidak semua orang selalu aktif di depan komputer (tambahan lagi akses internet belum menyentuh semua lapisan masyarakat). Tapi paling tidak dengan adanya layanan digital seperti itu memberikan pilihan bagi orang-orang seperti saya.

Bulan lalu misalnya, saya sempat protes ke Telkomsel karena tagihan saya tidak datang selama 2 bulan. Karena tagihan kartu Halo saya secara otomatis dibayar oleh Citibank, saya lupa kalau 2 bulan terakhir tidak terima berkas tagihan dari Telkomsel. Tahun lalu tagihan selalu dikirimkan ke kantor. Berhubung mulai tahun 2009 saya pindah kantor akhir Desember lalu saya minta Telkomsel mengirimkan tagihannya ke rumah saja. Februari lalu saya sempat kaget melihat jumlah pemakaian kartu Halo saya melejit. Yang membuat saya kaget adalah seingat saya pemakaian telepon saya bulan Januari tidak sebesar itu. Praktis saya jadi ingin tahu detail pemakaian telepon saya di bulan Januari. Ah di situ saya baru ingat kalau saya belum terima berkas tagihan Telkomsel bulan Januari & Februari.

Langsung saya lapor ke customer care-nya Telkomsel (telepon ke 111). Saya ceritakan masalahnya, saya juga sempat minta mereka memeriksa alamat rumah yang sudah saya berikan. Ternyata benar tidak ada yang salah dengan alamat saya. Laporan saya diterima dengan baik dan Telkomsel menjanjikan akan mengirim ulang tagihannya. Keesokan harinya ada yang menelpon saya mengaku dari Telkomsel. Si mbak mengklarifikasi soal mengapa tagihan saya tidak datang selama 2 bulan terakhir. Alasan yang diberikan adalah “Bapak memberikan alamat yang salah”…….wah kontan ini menyulut emosi saya. Bukan karena merasa disalahkan tapi saya emosi karena kalau toh alamat saya salah, mengapa Telkomsel tidak menelepon saya? Entah saya tidak tahu siapa sebenarnya yang mengirimkan tagihan tersebut, Telkomsel sendiri atau pihak kurir-nya Telkomsel. Sebagai customer tentu saya emosi mengapa saya tidak diberi tahu kalau alamat pengiriman tagihan salah. Salah kode pos saja sih….ini juga saya heran, kok bisa-bisanya saya salah memberikan kode pos. Jangan-jangan kalau saya tidak butuh melihat detail tagihan sampai besok-besok tagihan saya tetap tidak datang.

Masalah selesai saat dua tagihan saya (yang sudah basi) datang. Di situ saya baru tahu ternyata pemakaian telepon saya di Singapura bulan Desember lalu baru ditagihkan di bulan Februari. Pantas tagihan Februari jadi melonjak. Hmm enaknya kalau tagihan telepon bisa dikirimkan ke email saya. Sudah saatnya para provider/operator atau apapun itu yang rutin mengirimkan berkas tagihan mulai memikirkan pengiriman berkas tagihan secara elektronik. Menghemat kertas, lebih jauh katanya bisa ikut berpartisipasi mencegah pemanasan global. Bayangkan berapa banyak kertas yang dipakai untuk keperluan cetak tagihan. Ah tapi bagi saya tidak usah bicara muluk-muluk soal global warming, yang jelas tagihan elektronik (paperless) lebih mudah disimpan & didokumentasikan.

Kategori Tulisan

Sudah banyak sekali tulisan di blog ini tidak saya bubuhi dengan Tag/Category.  Jadi agak membingungkan kalau saya tiba-tiba butuh mencari tulisan lama saya. Misalnya saja tulisan saya yang membahas soal hotel, ada cukup banyak tulisan review saya soal hotel. Atau misalnya tulisan tentang Linux. Kalau dirunut halaman per halaman bisa ga ketemu-ketemu tulisannya, sudah ada 449 tulisan di blog ini (banyak atau sedikit ya?) Padahal rasa-rasanya saya tidak cukup produktif menulis.

Dulu sebenarnya saya sudah pernah menambahkan beberapa kategori di dalam blog ini. Anda bisa lihat di bagian kanan ada kolom kategori. Tapi sayangnya saya sudah cukup lama pula tidak pernah menggunakan kategori ini. Lupa (atau kurang peduli)…begitu selesai mengetik, edit sana sini, langsung klik Publish. Hmm dulu saya belum merasakan bagaimana pentingnya menambahkan kategori/tag ke dalam tiap tulisan. Baru terasa setelah tulisan saya banyak dan mulai terasa sulit untuk mencari tulisan tertentu. Ah sepertinya saya harus mulai membiasakan diri lagi untuk mencantumkan kategori/tag dalam tiap postingan.

Ah tapi bukankah ada Google.com dengan segala keperkasaannya? Hmm saya sendiri tidak terlalu memusingkan soal kategori karena tiap saat saya kesulitan menemukan tulisan saya sendiri, saya tinggal mencarinya di Google. Tapi bagi seorang pengunjung blog yang tidak tahu ada apa saja isi tedytirta.com, mungkin kategori akan membuatnya nyaman membaca blog saya. Memudahkan pembaca untuk memilih topik/tema tulisan. (narsis mode is ON…emangnya ada yang baca blog u :-p )

Pernah ada kenalan saya bilang “yah kok blognya tentang komputer”. Ya saya ingat waktu dia komplain halaman depan blog saya adalah tentang Serial Console Linux. Mungkin karena dia bukan orang yang berkecimpung di dunia komputer (baca : Unix/Linux)  akan bosan melihat tulisan tentang Serial Console Linux. Ah sayang dia tidak tahu, ada banyak tulisan saya yang bukan tentang komputer……catatan perjalanan saya keliling Indonesia, atau tulisan saya tentang review makan, review hotel-hotel, dsb. Mungkin dengan penggolongan yang jelas, orang jadi lebih mudah memilih topik sesuai minatnya. Tidak suka komputer ya bisa pilih kategori “Travelling” misalnya. Harus berapa banyak kategori yang perlu saya tambahkan ya? Kategori tulisan yang ada sekarang : Bahasa, Internet, Komputer, Kuliner, LaTeX, Sosial, Televisi, Uncategorized, Unix…….nah pertanyaan berikutnya adalah : postingan ini sendiri bagusnya masuk kategori apa ya? Komputer? Internet? atau Bahasa? atau Uncategorized?

Lalu apa sebaiknya saya buka lagi tulisan-tulisan saya terdahulu lalu mengeditnya satu per satu, mengelompokannya  ke dalam kategori-kategori? Halah…kerjaan gak penting. Eh tapi itu bisa jadi ide bagus juga untuk mengisi waktu di libur akhir pekan yang cukup panjang ini ;))

Selamat libur akhir pekan ya …panjang nih sampai Senin liburnya 😀