Bentuk iseng pagi ini. Tadi membaca tentang blog readability (tingkat “kebacaan” blog?? :)) ) jadi ikutan iseng tes berapa sih tingkat kesulitan blog ini untuk dibaca. Tesnya ada di sini. Hasilnya “College” (mungkin maksudnya lulusan S1 yang cocok membaca tulisan-tulisan di blog ini). Ah ada-ada saja. Tenang saja…siapapun Anda, apapun pendidikan Anda bisa kok membaca tulisan-tulisan di blog saya ini. Entah bagaimana metode yang ada digunakan oleh situs tadi untuk menentukan blog readability tiap site. Mungkin benar-benar acak kali ya, jadi kebetulan saja saya diberi peringkat ini. Coba tes saja blog Anda..
Category Archives: Internet
Internet Murah…Emang Ada?
Sejak pindahan ke blog baru ini, blog lama saya masih saja dibaca orang. Tulisan yang paling sering dibaca dan dikomentari adalah tulisan Internet via Handphone CDMA. Yang membuat saya geli adalah banyaknya komentar yang menanyakan tentang internet gratisan dengan menggunakan CDMA.
Topik tadi sebenarnya sering saya baca juga di beberapa milis IT. Ada gosip yang mengatakan kita bisa mengakses internet gratis dengan menggunakan kartu CDMA (dengan ponsel CDMA juga tentunya). Ada-ada saja ide orang dalam menawarkan dagangannya. Cukup banyak yang menawarkan trik berinternet gratis dengan ponsel CDMA. Ha…hari gini kok cari gratisan.
Bocoran yang saya terima dari beberapa milis IT dan komentar yang saya terima di blog, trik yang dimaksud adalah mengakses internet dengan terlebih dulu mengatur proxy dengan alamat IP tertentu. Katanya beberapa server di luar negeri bisa kita pakai proxynya untuk mengakses internet. Dengan cara itu katanya kita bisa mengakses internet secara gratis. Saya memang tidak pernah mencoba teknik ini, tapi ini tidak masuk sama sekali ke dalam logika saya. Kalaupun benar bisa dapat internet murah dengan teknik tersebut, saya jamin pasti lemot alias lambat sekali aksesnya.
Jujur sejak awal kali saya dengar ada rumor tentang internet gratis dengan ponsel CDMA, saya sama sekali tidak tertarik. Logika saya simpel saja, kalau rumor itu benar adanya….semua orang pasti sudah beralih menggunakan CDMA untuk mengakses internet. Apalagi setelah tahu bahwa kita harus bayar sekian ratus ribu rupiah untuk mendapatkan triknya…halah itu sih bayar juga namanya. Sampai sekarang saya masih tidak percaya dengan segala sesuatu yang ada embel-embel gratis. Bohong lah kalau ada yang menjual servis secara gratisan. Eh tapi Canonical mengirim-irimkan CD Ubuntu gratisan ya 🙂 . Secara umum tidak ada lah yang menjual servis gratisan, anggap saja apa yang dilakukan oleh Canonical itu tindakan amal.
Sekarang tiap kali ada yang mampir ke blog saya menanyakan bagaimana cara berinternet gratis, saya akan jawab : mau internet gratisan, silakan nebeng ke teman Anda yang punya akses internet =)). Tapi ini bisa dijadikan gambaran bahwa akses internet di Indonesia masih cukup mahal harganya. Dari situ saya juga bisa menyimpulkan bahwa pasar untuk internet murah di Indonesia sangat terbuka lebar. Banyak sekali orang yang menginginkan akses internet murah, saya juga masih mengidamkan internet murah loh ( murah dan kencang aksesnya :-p ). Ada tuh Fastnet….hmm tapi sialan tidak masuk ke tempat saya.
Terima kasih untuk Ridwan (salah satu yang mengirim komentar di blog saya) yang sudah berbagi pengalamannya tertipu membeli trik cara mengakses internet gratisan lewat CDMA di blog saya. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang tertipu.
Ubuntu 7.10 – Gutsy Gibbon
Ubuntu sudah merilis versi terbarunya, Ubuntu 7.10 dengan nama kode Gutsy Gibbon. Lihat cuplikan tampilan webnya ini :

Baru saja saya kirim permintaan CD gratisnya di http://shipit.ubuntu.com 😀 Saya penasaran dengan penamaan versi 7.10 ini, apa sih artinya Gutsy Gibbon?
Menurut Cambridge Dictionary terjemahan kata perkatanya adalah :
gutsy (adjective) = brave and determined
gibbon = a small long-armed ape which lives in trees in the forests of S Asia
Terjemahan bodoh-bodohannya mungkin seperti ini : monyet kecil berlengan panjang yang berani dan diperhitungkan 😀 Kalau menurut Wiki Gibbon itu artinya….baca sendiri ya di sini :-p Saya pun melihat-lihat di Google mencari tahu seperti apa sih wujud monyet yang dimaksud (gak puas dengan gambar yang ada di Wiki), saya dapat banyak sekali gambar; salah satunya adalah ini :

(gambar dipinjam dari sini).
Di Indonesia jenis monyet ini apa ya namanya? Kukang?
Secara Lagi Secara Lagi
Belakangan saya jadi lebih sering memperhatikan penggunaan kata “secara” yang aneh. Entah apa maksudnya orang menggunakan kata “secara” secara tidak tepat (eh ini betul kan penggunaannya?). Kalau saya perhatikan, orang-orang yang menggunakan kata “secara” sebenarnya mau mengatakan “karena”. Aneh kan? Masa kata “kalau” jadi “secara”? Misalnya : “Hari ini gua gak berangkat kerja, secara tadi pagi perut mules.”
Dulu saya tidak memperhatikan banyaknya orang yang menggunakan kata secara dengan cara yang aneh ini. Suatu kali saya pernah membaca tulisan Sdr.Mertanus tentang hal ini, tapi saya belum ngeh kalau ada orang yang sering menggunakan kata ini. Gara-gara membaca tulisan itu saya jadi memperhatikan tiap kali ada orang yang menggunakan kata “secara” dalam perkataannya. Tiap kali mendengar kata “secara” dipakai dengan gaya baru itu, saya selalu heran kok bisa-bisanya “karena” diganti “secara”.
Akhir-akhir ini saya cukup “gerah” setiap kali mendengar orang menggunakan kata “secara” ala gaul ini. Kalau ada yang bicara pada saya dan menggunakan kata tadi pasti saya tanyakan apa sih artinya? Tahu sih artinya, sekadar ingin mengingatkan mereka saja dengan bahasa yang ngawur itu. Yang repot dan yang lebih membuat gerah adalah kalau saya mendengar orang lain ngobrol dan menggunakan kata “secara”. Rasanya ingin saya ikut ngobrol untuk bertanya pada orang tersebut apa sih maksudnya dia menggunakan kata secara dengan cara aneh ini. Sayang bukan urusan saya untuk mencampuri obrolan mereka.
“Secara” itu sebenarnya berarti “dengan cara” (silakan liat tulisan Sdr Mertanus tadi untuk melihat kutipan dari kamus tentang penggunaan kata “secara”); contoh penggunaannya :
“Menyelesaikan tiap masalah harus secara damai”.
Coba apa jadinya kalau kalimat ini diartikan menggunakan “secara” versi gaul :
“Menyelesaikan tiap masalah harus karena damai”.
Jadi ngaco kan artinya. Sampai saat ini saya belum menemukan literatur dalam Bahasa Indonesia yang mengatakan bahwa kata “secara” memiliki arti “karena”. Atau ini semua terinspirasi Debby Sahertian yang sukses mempopulerkan bahasa gaulnya yang membingungkan itu?
Tidak hanya dalam penggunaan lisan, di beberapa blog ternyata saya pun menjumpai ada blogger yang menggunakan kata secara baik dalam tulisannya maupun dalam menuliskan komentar. Di televisi juga saya lihat beberapa artis dalam acara infotainment juga ada yang menggunakan kata “secara”. Hal yang aneh. Mengapa hal yang salah kok dijadikan tren seperti ini.
Ayo yang sering menggunakan kata “secara” silakan dikomentari…. 😀
Mencoba IBM Lotus Symphony
IBM belum lama ini merilis IBM Lotus Symphony. Lotus Symphony adalah “aplikasi kantoran”; seperti Microsoft Office. Di dalamnya ada aplikasi pengolah kata (word processor), spreadsheet, aplikasi presentasi. Lotus Symphony dapat didownload secara gratis di sini. Ada versi untuk Windows dan juga ada versi untuk Linux yang bisa Anda download di situsnya IBM tadi. Ukuran file installer IBM Lotus Symphony untuk Windows sekitar 136 MB.
Tadi saya mencoba aplikasi ini di komputer kantor (Pentium IV 1.7GHz, memori 256 MB) dan rasanya berat sekali Lotus Symphony ini. Nanti saya coba lagi di komputer pribadi saya di rumah. Sepertinya aplikasi ini membutukan spesifikasi hardware yang cukup tinggi. Berikut adalah screenshot dari Lotus Symphony Documents :

