Rename Data Link Solaris 11

Biasanya nama network interface merupakan simbol dari driver yang dipakai :

root@testbed:# ifconfig -a
lo0: flags=2001000849<UP,LOOPBACK,RUNNING,MULTICAST,IPv4,VIRTUAL> mtu 8232 index 1
inet 127.0.0.1 netmask ff000000
igb0: flags=9040843<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,DEPRECATED,IPv4,NOFAILOVER> mtu 1500 index 2
inet 10.23.103.60 netmask ffffff80 broadcast 10.23.103.127
groupname CBTEAXCDR
ether 0:21:28:b3:46:68
igb0:1: flags=1000843<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,IPv4> mtu 1500 index 2
inet 10.23.103.62 netmask ffffff80 broadcast 10.23.103.127
nxge0: flags=69040843<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,DEPRECATED,IPv4,NOFAILOVER,STANDBY,INACTIVE> mtu 1500 index 3
inet 10.23.103.61 netmask ffffff80 broadcast 10.23.103.127
groupname CBTEAXCDR
ether 0:21:28:b8:c3:24
root@testbed:#

Misalnya igb (Intel Gigabit Ethernet), nxge (Sun 10/1 Gigabit Ethernet), bge (Broadcom Gigabit Ethernet), atau e1000g (Intel PRO/1000 Gigabit). Jadi seperti contoh di atas, interface pertama akan menggunakan nama igb0. Sementara interface lain diberi nama nxge0

Solaris 11 menggunakan konsep datalink yang terpisah dengan physical datalink (network interface). Dengan demikian nama datalink tidak lagi tergantung pada hardware driver. Kita jadi punya keleluasaan untuk mengganti nama link dari network interface tadi dengan nama yang lebih mudah dipahami. Default-nya, nama link adalah net0, net1, net2, dst. Misalnya seperti contoh berikut ini :

root@solaris11:~# dladm show-phys -P
LINK DEVICE MEDIA FLAGS
pci0 e1000g1 Ethernet -----
net2 e1000g2 Ethernet -----
onboard0 e1000g0 Ethernet -----
net3 e1000g3 Ethernet -----
root@solaris11:~#
root@solaris11:~# dladm show-link
LINK CLASS MTU STATE OVER
pci0 phys 1500 up --
net2 phys 1500 unknown --
onboard0 phys 1500 up --
net3 phys 1500 up --
root@solaris11:~#

Pada contoh di atas datalink net0 menggunakan driver e1000g. Misalnya kita ingin mengubah nama link net2 menjadi management0, kita bisa menggunakan perintah dladm :

root@solaris11:~# dladm rename-link net2 management0
root@solaris11:~# dladm show-phys -P
LINK DEVICE MEDIA FLAGS
pci0 e1000g1 Ethernet -----
management0 e1000g2 Ethernet -----
onboard0 e1000g0 Ethernet -----
net3 e1000g3 Ethernet -----
root@solaris11:~# dladm show-link
LINK CLASS MTU STATE OVER
pci0 phys 1500 up --
management0 phys 1500 unknown --
onboard0 phys 1500 up --
net3 phys 1500 up --
root@solaris11:~#

Selanjutnya kita bisa bekerja dengan nama link management0 :

root@solaris11:~# ipadm create-ip management0
root@solaris11:~# ipadm create-addr -T static -a 172.16.103.37/24 management0/v4static
root@solaris11:~# ipadm show-addr
ADDROBJ TYPE STATE ADDR
lo0/v4 static ok 127.0.0.1/8
net3/v4static static ok 172.16.103.30/24
oam0/link static ok 172.16.103.100/24
onboard0/onboard0 static ok 172.16.103.101/24
pci0/pci0 static ok 172.16.103.102/24
management0/v4static static ok 172.16.103.37/24
lo0/v6 static ok ::1/128
onboard0/_a static ok fe80::a00:27ff:feea:c690/10
pci0/_a static ok fe80::a00:27ff:fe77:60d1/10
root@solaris11:~# ifconfig management0
management0: flags=1000843<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,IPv4> mtu 1500 index 7
inet 172.16.103.37 netmask ffffff00 broadcast 172.16.103.255
ether 8:0:27:14:4d:92
root@solaris11:~#

Dengan kemampuan mengubah nama link, kita jadi lebih leluasa untuk menggunakan nama yang lebih informatif sesuai fungsi & peruntukan link tersebut.

Set IP Address Solaris 11

Mengganti IP address di Solaris 10 relatif mudah & praktis. Cukup dengan 1 perintah, tidak perlu mengedit beberapa file & perubahannya langsung permanen tanpa perlu reboot. Misalnya kita punya 1  network interface net2 yang belum diberi IP :

root@solaris:~# ifconfig net2
net2: flags=1000842<BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,IPv4> mtu 1500 index 11
inet 0.0.0.0 netmask ffffff00 broadcast 0.0.0.255
ether 0:c:29:94:85:30
root@solaris:~#

Kita ingin menggunakan interface tersebut dengan IP statis 172.16.103.222/24. Cukup jalankan perintah ipadm untuk mengaktifkan IPnya :

root@solaris:~# ipadm create-addr -T static -a 172.16.103.222/24 net2/v4static

Maka interface net2 akan aktif seketika dengan IP tersebut :

root@solaris:~# ifconfig net2
net2: flags=1000843<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,IPv4> mtu 1500 index 11
inet 172.16.103.222 netmask ffffff00 broadcast 172.16.103.255
ether 0:c:29:94:85:30
root@solaris:~#

IP tersebut tidak akan hilang walaupun kita restart mesinnya.

UPDATE :

Misalnya kita coba jalankan perintah ipadm untuk mengaktifkan IP address tapi mendapat error seperti ini :

root@solaris:~# ipadm create-addr -T static -a 172.16.103.222/24 net2/v4static
ipadm: cannot create address: No such interface
root@solaris:~#

Ini artinya belum ada IP interface pada link net2, kita perlu membuat IP interface terlebih dulu sebelum menambahkan IP address :

root@solaris:~# ipadm create-ip net2
root@solaris:~# ipadm create-addr -T static -a 172.16.103.222/24 net2/v4static
root@solaris:~#

Ganti Hostname Solaris 11

Saya baru tahu ada banyal hal yang baru dari sistem operasi Solaris 11. Salah satunya adalah hal sederhana seperti mengganti hostname sebuah server.

solaris11_logo

Misalnya saya punya server Solaris 11 dengan hostname seperti ini :

root@solaris11:~# uname -n
solaris11
root@solaris11:~# hostname
solaris11
root@solaris11:~#

Untuk mengganti hostname dari “solaris11” menjadi “sol11_testbed01” saya perlu menggunakan perintah svccfg seperti berikut ini :

root@solaris11:~# svccfg -s svc:/system/identity:node setprop config/nodename="sol11_testbed01"
root@solaris11:~# svcadm refresh svc:/system/identity:node
root@solaris11:~# svcadm restart svc:/system/identity:node

Perubahannya instant, saya cukup relogin dan hostname-nya sudah berubah :

root@solaris11:~# su -
Oracle Corporation      SunOS 5.11      11.0    November 2011
root@sol11_testbed01:~# uname -a
SunOS sol11_testbed01 5.11 11.0 i86pc i386 i86pc
root@sol11_testbed01:~# uname -n
sol11_testbed01
root@sol11_testbed01:~# hostname 
sol11_testbed01
root@sol11_testbed01:~#

Solaris 11 langsung memperbaiki file /etc/hosts juga :

root@sol11_testbed01:~# more /etc/hosts
#
# Copyright 2009 Sun Microsystems, Inc.  All rights reserved.
# Use is subject to license terms.
#
# Internet host table
#
::1 sol11_testbed01 localhost 
127.0.0.1 sol11_testbed01 localhost loghost

Tentu ini suatu kemajuan dari apa yang dimiliki oleh Solaris 10. Di Solaris 10 saya perlu mengedit secara manual beberapa file berikut :

  • /etc/hosts
  • /etc/nodaname
  • /etc/hostname.ce0 (untuk semua interface yang ada)

Dan untuk mengaktifkan hostname baru di Solaris 10, saya perlu lakukan reboot server; tentu ini sangat tidak praktis. Solaris 11 rupanya sudah menjawab keterbatasan tersebut.

Modem Sierra Wireless 885 Di Ubuntu

Sejak hebohnya orang menggunakan layanan HSDPA, saya masih belum tertarik untuk mencobanya. Saya masih mengandalkan layanan internet dari Speedy, ya memang terbatas tidak bisa berinternet secara mobile. Sejak saya tidak lagi mendapat akses internet di kantor klien (hampir setiap hari saya di sana, bukan di kantor sendiri), saya jadi merasa perlu punya layanan data sendiri.

Mendapat info dari rekan kantor tentang layanan internet unlimited dari Three yang katanya murah & kuenceng…saya jadi tertarik mencoba. Maka jadilah saya beli kartu perdana Three untuk menjajal seberapa kencang layanan data dari provider GSM yang masih baru di Indonesia ini. Karena tidak punya modem HSDPA, saya coba dengan menggunakan ponsel Sony Ericsson K610i. Ponsel saya sambungkan ke notebook dengan menggunakan kabel data. Tidak sulit konfigurasinya di Ubuntu, Ubuntu Karmic langsung mengenali K610i dengan baik. Memang ponsel ini cuma punya kemampuan 3G bukan HSDPA. Ternyata memang betul layanan internet dari Three tidak buruk-buruk amat. Saat itu saya pernah coba memasangkan SIM card-nya ke dalam modem HSPDA pinjaman, dan saya bisa dapat kecepatan download lebih dari 500Kbps. Belakangan memang kecepatannya menurun tidak sedahsyat waktu awal saya coba, tapi masih bisa ditolerir. Kalau di tempat dengan sinyal bagus, berinternet dengan Three cukup menyenangkan. Di tempat bersinyal buruk pun saya masih cukup sabar untuk menggunakan Three.

Tanggal 15 lalu saya akhirnya memutuskan untuk membeli modem HSDPA USB karena saya butuh K610i-nya untuk keperluan lain. Sampai saat itu saya sudah pernah coba beberapa macam modem HSDPA, sudah pernah saya tuliskan juga di sini, sini, dan di sini. Yang penting bagi saya adalah modem tersebut gampang dipakai di Ubuntu. Saya putuskan beli modem Sierra Wireless karena rekan kantor saya ada yang sudah menggunakannya, saya pun pernah pinjam & hasilnya modem tipe ini mudah dipakai di Ubuntu. Dari sisi harga, modem ini juga cukup murah, dengan harga 400 ribuan sudah dapat modem HSUPA (modem HSDPA yang kecepatan upload-nya cukup tinggi).

Saya beli modem ini di www.jakartanotebook.com, belanja online di situs ini cukup mudah. Tentukan barang yang akan dibeli, ikuti langkah-langkah yang cukup jelas di webnya, dan secara otomatis kita akan dikirimi daftar pesanannya lewat email. Pembayaran saya lakukan lewat transfer di ATM BCA. Dalam waktu satu hari modem sudah ada di tangan saya. Jakarta Notebook bisa menjual modem ini dengan harga cukup miring karena ternyata modem ini adalah bekas operator AT&T Amerika. Sampai sekarang saya tidak tahu apa maksudnya “Grade-A ex. operator AT&T Amerika”, entah sisa stok atau memang barang refurbished. Saya tidak terlalu peduli karena harganya cukup menggiurkan. Modem HSUPA baru merek Huawei dijual di kisaran 600 ribu, sementara modem merek Option saya kurang tertarik karena relatif sulit dipakai di Ubuntu.

Pada gambar di bawah ini Anda bisa lihat, Ubuntu (baik Karmic maupun Lucid) bisa mengenali modem Sierra Wireless ini secara otomatis.

Pengaturan internetnya pun mudah sekali, pertama pilih negara asal :

Lalu tentukan provider yang dipakai, sayang Three belum ada di daftar jadi saya harus daftarkan secara manual :

Lalu tentukan APN yang dipakai; khusus untuk Three, APN yang dipakai adalah “3data” :

Klik Apply untuk melanjutkan :

Selanjutnya tinggal masukkan username & password, layanan internet unlimited dari Three username & password-nya adalah “3data” (sama dengan nama APNnya).

Untuk melakukan koneksi, cukup klik kanan di icon Network Connection lalu pilih “Three connection”.

Tunggu beberapa saat sampai muncul notifikasi seperti di bawah ini :

Untuk dapat menggunakan layanan internet unlimited dari Three, caranya adalah dengan mengirimkan SMS dari nomor Three ke 234. Isi SMSnya adalah “MAU DATA”. Tarif berlangganannya adalah sebesar Rp85000,-/bulan. Baru saja buka webnya Three, ternyata sekarang sudah jadi Rp90.000,-/bulan. Cukup murah bukan? Sampai saat ini saya cukup puas menggunakan layanan internet unlimited-nya Three. Proses aktivasi & deaktivasinya mudah sekali, tidak perlu repot-repot datang ke kantor layanan Three. Yang mengherankan walaupun kecepatan browsing-nya secara umum masih kalah dengan Speedy, tapi Three menang saat dipakai untuk menonton video di Youtube.Tapi kelemahan Three adalah saat sedang men-download sesuatu, kecepatan browsingnya jadi jauh melambat. Beda dengan Speedy meskipun saya sedang melakukan download, saya masih bisa membuka situs lain dengan lancar.

Kita lihat saja akan bertahan berapa lama kecepatan akses yang cukup baik ini. Dari pengalaman yang sudah-sudah, layanan broadband internet dari hampir semua operator selalu macet seiring bertambahnya jumlah pengguna. Mudah-mudahan layanan internet dari Three ini bisa bertahan lebih lama. Karena saya sependapat dengan Pak Budi Rahardjo bahwa layanan internet broadband adalah hak asasi manusia Indonesia 😀

**Ah senangnya bisa menulis postingan panjang lagi :-“ sudah cukup lama absen ngeblog…bisa balik lagi rajin nulis ga ya kaya dulu 😕 **

Card Reader

Belakangan semakin sering saya merasakan Ubuntu saya mendadak lambat saat membuka dan menyalin foto dari SD Card ke dalam harddisk. Sempat cari informasi di Google, saya dapat info untuk melakukan tweaking pada Ubuntu saya (oh ya sekarang saya pakai Ubuntu 9.10 Karmic Koala). Salah satunya mematikan fitur thumbnail dari Nautilus (Nautilus itu Windows Explorer-nya Ubuntu). Ah tapi tetap saja laptop terasa lambat (lag) saat membuka foto-foto yang ada di dalam SD Card. Saya membuka foto dengan aplikasi gThumb. Lambatnya benar-benar keterlaluan, mouse kadang sampai susah digerakkan, apalagi pindah window susah sekali.

Kemarin saya chat dengan kawan kuliah yang sudah lama sekali tidak ketemu. Salah satu obrolannya adalah soal lambatnya Ubuntu Linux saya itu. Lung Sen, kawan saya tadi, memberi sedikit pencerahan…menurutnya Linux menggunakan generic driver bukan driver yang dibuat oleh produsen hardware-nya. Dari pernyataan tadi kemungkinan besar masalahnya adalah pada internal card reader yang ada di dalam notebook Fujitsu S6410 ini. Bukan fisik card reader-nya yang bermasalah tapi mungkin driver yang dipakai tidak bagus sehingga transfer datanya lambat sekali. Pernyataan Lungsen cukup masuk akal sekaligus membuat saya penasaran ingin membuktikannya. Hari Minggu saya pergi ke Mangga Dua untuk beli USB card reader. Dapatnya card reader merek AQR seperti yang ada di foto. Murah meriah, cuma Rp30.000,- Tidak pakai nawar langsung bayar. Sampai di rumah saya langsung tes membuka foto-foto dari dalam SD card saya. Wah benar-benar surprise…lancar sekali dan yang paling penting Ubuntu saya tidak jadi lambat gara-gara sedang membuka foto 😀

Berikut log yang muncul saat Ubuntu mengenali AQR card reader ini :

Dec 20 20:48:32 tedy-laptop kernel: [101185.168063] usb 2-1: new high speed USB device using ehci_hcd and address 3
Dec 20 20:48:32 tedy-laptop kernel: [101185.306228] usb 2-1: configuration #1 chosen from 1 choice
Dec 20 20:48:33 tedy-laptop kernel: [101185.907456] Initializing USB Mass Storage driver...
Dec 20 20:48:33 tedy-laptop kernel: [101185.915271] scsi4 : SCSI emulation for USB Mass Storage devices
Dec 20 20:48:33 tedy-laptop kernel: [101185.915460] usbcore: registered new interface driver usb-storage
Dec 20 20:48:33 tedy-laptop kernel: [101185.915491] USB Mass Storage support registered.
Dec 20 20:48:38 tedy-laptop kernel: [101190.917335] scsi 4:0:0:0: Direct-Access     Multi    Flash Reader     1.00 PQ: 0 ANSI: 0
Dec 20 20:48:38 tedy-laptop kernel: [101190.918186] sd 4:0:0:0: Attached scsi generic sg2 type 0
Dec 20 20:48:38 tedy-laptop kernel: [101191.456706] sd 4:0:0:0: [sdb] 7861248 512-byte logical blocks: (4.02 GB/3.74 GiB)
Dec 20 20:48:38 tedy-laptop kernel: [101191.457571] sd 4:0:0:0: [sdb] Write Protect is off
Dec 20 20:48:38 tedy-laptop kernel: [101191.464551]  sdb: sdb1
Dec 20 20:48:38 tedy-laptop kernel: [101191.479677] sd 4:0:0:0: [sdb] Attached SCSI removable disk
Dec 20 20:48:41 tedy-laptop pulseaudio[5439]: ratelimit.c: 1 events suppressed
Dec 20 20:50:33 tedy-laptop kernel: [101306.292149] mmc0: card e624 removed
Dec 20 20:50:40 tedy-laptop kernel: [101312.977944] mmc0: new SDHC card at address b368
Dec 20 20:50:40 tedy-laptop kernel: [101312.978118] mmcblk0: mmc0:b368 LEXAR 3.74 GiB
Dec 20 20:50:40 tedy-laptop kernel: [101312.978173]  mmcblk0: p1
Dec 20 20:51:46 tedy-laptop kernel: [101378.928123] mmc0: card b368 removed
Dec 20 20:51:52 tedy-laptop kernel: [101385.249604] sd 4:0:0:0: [sdb] 7861248 512-byte logical blocks: (4.02 GB/3.74 GiB)
Dec 20 20:51:52 tedy-laptop kernel: [101385.252211]  sdb: sdb1

Hmm salah sendiri ya pakai Ubuntu :p saatnya beli Mac untuk urusan editing foto :)) AQR card reader ini dilengkapi dengan beberapa slot untuk menangani berbagai macam kartu memori, mulai dari SD, mini SD, MMC, CF, Memory Stick, dll. Dalam bungkusnya disediakan juga kabel USB pendek untuk menghubungkan card reader ini dengan komputer. Memang jadi repot sedikit dengan tambahan 1 gadget lain macam ini, tapi masih bisa diterima daripada Ubuntu jadi lemot. Bye-bye internal card reader…you’ll be used for emergency only :p