Mailbox Telkom Flexi

Sudah cukup lama saya jadi pengguna Telkom Flexi (dulu di Bandung dulu dan sekarang di Jakarta). Ada satu fitur yang sampai sekarang belum pernah saya gunakan dari Telkom Flexi, voice mailbox-nya. Layanan pesan suara ini secara otomatis aktif bila nomor kita sedang tidak aktif atau sedang sibuk. Kalau anda pengguna Flexi atau pernah menelepon ke nomor Flexi, pasti tidak asing dengan sapaan “Mailbox Telkom Flexi, untuk meninggalkan pesan…………….”.

Pagi ini saya melihat ada tanda pesan suara di Nokia 6585 saya. Hmm…baru kali ini ada yang meninggalkan pesan suara di Flexi saya. Selama ini ponsel saya jarang mati, kalaupun mati tidak ada yang menelpon :-p ….jadi wajar kalau saya tidak pernah dapat voice message. Rupanya ini gara-gara kemarin waktu saya sakit, saya tidak sadar kalau ponsel mati kehabisan baterai & waktu sadar pun saya masih malas men-charge ponsel.

Iseng (campur penasaran siapa yang titip pesan) saya buka voice mailbox (kotak masuk pesan suara), eh ternyata saya langsung diantarkan menelepon #88 secara otomatis….redirect gitu lah bahasa kerennya. Mesin penjawab di ujung telepon meminta saya memasukkan password untuk mendengarkan pesan suara yang ada. Waduh…bingung juga, tidak pernah pakai layanan ini, merasa tidak pernah merasa memasukkan password kok dimintai password? Saya coba berbagai kombinasi nomor yang sering saya jadikan password tapi gagal. Putus asa, saya telepon 147. Untungnya kali ini operator yang menjawab bisa memberi saya solusi. Katanya saya harus memasukkan 0000 sebagai nomor PIN. Nomor 0000 adalah default password untuk mendengarkan pesan suara yang masuk ke dalam kotak suara Telkom Flexi.

Hmm…syukurlah saya jadi bisa mendengarkan pesan yang masuk. Tidak penting memang pesan-pesan yang tadi saya dengarkan, tapi rasa penasaran itu yang lebih penting untuk dipuaskan 😀

Ngantor Paling Singkat

Sudah 2 hari ini saya hanya berbaring saja di kamar..sakit euy. Badan panas, kepala pusing, pegel-pegel…begini awal ceritanya :

Kamis lalu saya tetap pergi ke kantor seperti biasa. Jam 7 pagi saya sudah sampai di kantor. Kantor masih sepi, saya sudah buka laptop lalu browsing sambil minum kopi. Sekitar jam 8 kepala mulai terasa pusing. Leher saya terasa pegal sekali. Badan juga berasa “menghangat”…persis rasanya kalau demam. Awalnya saya menduga ah mungkin ini karena AC di ruang kantor terlalu dingin. Saya pun keluar sebentar ke smoking area di lantai dasar. Sampai di bawah tetap saja badan masih berasa demam. Waduh lama-lama kok badan makin gak karuan rasanya…meriang demam, susah juga mendeskripsikan rasa tidak enak badan ini. Sampai sekarang saya gak habis pikir kok bisa cepat sekali demam itu datang.

Akhirnya saya batalkan rencana pergi ke client (tadinya saya sudah mau berangkat jam 9 pagi). Segera saya ijin pulang ke atasan saya. Untungnya atasan saya mau mengerti kalau saya benar-benar sakit. Langsung saya bereskan laptop, ambil jaket dan bergegas keluar kantor. Ingin cepat sampai rumah, saya langsung mencegat BlueBird yang melintas di depan kantor. Jam menunjukkan pukul 8.50 ketika saya di taksi. Gila juga, praktis pagi ini saya ngantor cuma 50 menit. Sakit memang tidak pernah permisi, coba kalau tadi pagi permisi dulu, pasti saya tidak perlu bangun pagi dan pergi ke kantor :-p

Perjalanan Sudirman menuju Tomang terasa lebih lama dari biasanya. Sampai di rumah, saya langsung masuk kamar dan merebahkan diri di kasur. Sekujur badan rasanya panas, kepala pun berat sekali rasanya. AC tidak saya nyalakan, saya tidur dengan berselimut berharap keringat cepat keluar dan panas badan cepat turun.

Sabtu pagi ini badan saya sudah kembali normal. Tinggal kepala yang masih sedikit pusing..ngeblog dulu ah. Oh ya selama sakit ini, saya cuma minum antibiotik, Panadol, dan minum Tolak Angin cair.