LaTeX Lagi

Di blog saya yang dulu banyak tulisan saya yang membahas tentang LaTeX. Semenjak beralih ke blog ini, saya jarang (kayanya hampir tidak pernah) menulis tentang LaTeX. Sederhana saja sebabnya, saya belum tahu caranya menyisipkan kode LaTeX ke dalam WordPress saya. Akibatnya saya tidak bisa menyisipkan contoh dokumen yang dibuat dengan LaTeX.

latex

Kemarin ada yang mengirim email pada saya bertanya tentang bagaimana caranya mempelajari LaTeX. Si penanya rupanya sudah membaca tutorial saya tentang LaTeX yang pernah saya upload di sini. Hmm…jadi semangat lagi menulis tentang LaTeX.

Tahap mempelajari LaTeX menurut saya sangat mudah, gampangnya seperti ini :

  1. Instal dulu LaTeX ke dalam komputer Anda. Installer LaTeX bisa Anda unduh di Internet. Kalau Anda pengguna GNU/Linux, sudah banyak distro yang menyertakan LaTeX di dalam kumpulan paketnya (misalnya OpenSuSe, RedHat, Fedora). Saya menyarankan Anda untuk menggunakan TeXLive sebagai media instalasi, karena media ini cukup lengkap (dalam 1 DVD ada paket untuk Windows, GNU/Linux, & MacOS). Yang kesulitan mengunduh TeXLive dari Internet, silakan hubungi saya nanti saya kirimkan copy-nya.
  2. Mulai latihan dengan mencoba-coba perintah sederhana LaTeX. Misalnya bagaimana menampilkan teks pendek ke dalam sebuah halaman. Tentunya harus dipelajari juga prinsip kerja LaTeX. Ketik teks, beri perintah-perintah, compile, lihat hasilnya.
  3. Lanjutkan latihan dengan membuat dokumen-dokumen sederhana. Nanti pasti Anda akan menemui banyak masalah yang bisa dijadikan sumber belajar. Misalnya bagaimana mengatur margin dokumen, bagaimana menyisipkan tabel, gambar, dsb.

Selamat mencoba LaTeX, silakan hubungi saya untuk bertanya-tanya tentang LaTeX. Sebisa mungkin saya akan coba bantu Anda belajar LaTeX 😀 .

Masalah Pulsa Isi Ulang Flexi

Semalam seorang rekan minta tolong diisikan pulsa Flexinya. Lembar kartu isi ulang itu saya gosok lalu saya isikan dengan cara menelepon #99. Di ujung telepon, mesin penjawab memandu saya mengisikan pulsa isi ulang. “Masukan 14 digit kode voucher dan akhiri dengan tanda #“, seperti itu kira-kira. Betapa kagetnya saya waktu suara mesin di sana menjawab “maaf nomor yang Anda panggil salah“. Baru pernah saya alami gangguan saat mengisi pulsa Flexi.

Ah mungkin saya yang salah mengetikkan kode pulsa isi ulang. Saya ulangi lagi prosesnya, telepon #99, tekan 1, lalu ketik 14 kode pulsa plus tanda #. Gagal lagi. Sialan…saya coba cara kedua. Cara kedua adalah menekan *99*<kode_pulsa># lalu tekan tombol Call. Cara ini pun malah memunculkan pesan “Kode voucher yang Anda masukkan salah“. Sedang ada gangguan kah layanan Telkom Flexi malam ini?

Segera saya menelepon ke 147. Customer service yang menerima malam tadi namanya Eko. Setelah bercerita tentang masalah saya mengisi pulsa isi ulang, Eko meminta saya memberitahu nomor Flexi dan nomor seri dari lembar pulsa isi ulang (nomor yang ada di bawah barcode). Setelah menunggu beberapa saat Eko memberitahu saya bahwa nomor seri pulsa isi ulang yang saya beli belum terdaftar di Telkom. Katanya, Telkom mempunyai rekanan yang mengurusi pencetakan dan pendistribusian lembaran pulsa isi ulang untuk Telkom Flexi Trendy. Kemungkinannya adalah rekanan Telkom tadi belum mendaftarkan nomor-nomor pulsa isi ulang tadi ke kantor Telkom…ini versi Eko. Masuk akal juga analisisnya. Eko menyarankan saya untuk menukarkan kembali lembar pulsa isi ulang yang saya pegang ini ke tempat penjualnya. Jelas usul ini saya tolak. Alternatif lain menurut Eko, saya bisa mendatangi Plasa Telkom terdekat untuk minta diaktifkan pulsa yang sudah dibeli ini.

Walah….saya sungguh heran atas kejadian ini. Kok bisa-bisanya ada lembar pulsa yang belum terdaftar kok sudah dirilis ke pasar. Ini kan menyusahkan pengguna Flexi.