Nothing Gonna Change …

Kalau ditanya orang apa lagu favorit saya, saya akan jawab salah satunya adalah “Nothing Gonna Change My Love for You” (kalau tidak salah ini adalah lagunya Glenn Medeiros). Liriknya kurang lebih seperti ini :

If I had to live my life without you near me
The days would all be empty
The nights would seem so long
With you I see forever oh so clearly
I might have been in love before
But it never felt this strong

Our dreams are young
And we both know they’ll take us
Where we want to go

(Chorus 1)
Hold me now
Touch me now
I don’t want to live without you

(Chorus 2)
Nothing’s gonna change my love for you
You ought know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I’ll never ask for more than your love

(Chorus 3)
Nothing’s gonna change my love for you
You ought know by now how much I love you
The world may change my whole life through
But nothing’s gonna change my love for you

If the road ahead is not so easy,
Our love will lead the way for us
Like a guiding star
I’ll be there for you if you should need me
You don’t have to change a thing
I love you just the way you are
So come with me and share the view
I’ll help you see forever too

Ini saya tulis gara-gara diberi video klipnya Kobayashi Kaori (saxophonist wanita asal Jepang) yang membawakan instrumen “Nothing Gonna Change My Love For You” dengan cantik sekali. Selain suka lagu ini, saya pun suka instrumen musik dengan menggunakan saxophone. Silakan lihat sendiri video klipnya yang saya ambil dari YouTube berikut :



Gimana? Keren kan? Thanks to Sebastian yang sudah kasih saya video klip ini.

Mainan Baru Lagi

Notebook inventaris dari kantor saya diganti hari ini. Sejak beberapa bulan lalu saya menggunakan notebook Fujitsu Lifebook S6130…notebook bekas entah siapa yang pakai. Hari ini saya dikabari untuk mengambil notebook baru di divisi IT. He..he..he..akhirnya setelah sekian lama dapat juga penggantian notebook baru. Kali ini saya diberi Fujitsu Lifebook S7110. Tampilannya kurang lebih seperti ini :

s7110

Jadi hari ini saya pindahan semua data yang ada di notebook lama ke notebook baru ini. Spesifikasi Fujitsu Lifebook S7110 ini cukup powerfull, penasaran untuk segera diutak-atik (di-install-in macem-macem). Berikut adalah daftar spesifikasi Fujitsu Lifebook S7110 :

  • Intel® Core™ 2 Duo Processor T5600 @1,66GHz
  • Memory : 1 GB
  • Intel® 945GM Express Chipset
  • Intel® PRO/Wireless 3945BG network connection
  • Harddisk 80GB
  • Dual Layer DVD Super Multi Writer
  • Integrated Intel® Graphics Media Accelerator 950 with DVMT
  • RealTek ALC262 HD audio codec with dual built-in stereo speakers, HD Audio-in: External Mic-in, Line-in, Built-in Microphone, HD Audio-out: Headphone-out, Line-out
  • PC Card Type II, Smartcard Support ExpressCard™ , Secured Digital / Memory Stick® /Memory Stick® PRO / xD Card
  • Connector Interface USB 2.0 x 3, VGA (external display), RJ45 (LAN), RJ11 (modem), IEEE1394, mini S-Video out, HDA-in, HDA-out, Power Adapter DC-in, Port Replicator Interface.
  • Lengkapnya lihat di sini 😀

Entah berapa lama notebook ini akan berada di tangan saya 🙂 Tunggu saja apa yang bisa saya lakukan dengan notebook ini.

Cerita dari Bandung

Seperti janji saya di tulisan saya sebelumnya, saya tuliskan cerita saya kemarin seharian di Bandung. Minggu siang makan siang di sate kambing Pak Gino, di jalan Sunda Bandung (reviewnya pernah saya tulis di sini). Tempatnya sekarang sedikit berubah. Rupanya rumah makan ini sudah melakukan renovasi dengan menambah luas dari rumah makannya. Sudah lama juga saya tidak ke Bandung, kangen sama sate Pak Gino 😀 Makan siang kali ini benar-benar heboh, saya yang dari pagi belum ketemu nasi menghajar 2 piring nasi, 1 porsi tongseng kambing, dan 9 tusuk sate kambing (seporsi isi 10, yang 1 dimakan Sebastian karena saya kekenyangan..ha..ha..ha..).

Dari jalan Sunda saya dan 2 rekan (Sebastian & Boris) pergi ke Plaza Dago. Kami main biliar di Barcode. Barcode ini ada di lantai 3 & 5 gedung Plaza Dago. Katanya sih Barcode itu masih 1 manajemen dengan Hangout biliar (lihat tulisan saya sebelumnya). Kami main tidak sampai satu jam, saya ngantuk berat. Tadi malam saya baru tidur pukul 3 dini hari. Jam 8 pagi bangun dan berangkat ke kos saya dulu waktu kuliah. Kami pulang sekitar setengah 4. Sampai di kos, saya numpang tidur di kamar Sebastian…lumayan bisa tidur sampai jam 6. Bangun tidur ku terus makan :)). Saya dan rekan-rekan di kos lama pergi makan ayam kalasan Pringgodani di Dago. Ini tempat favorit saya sejak kecil (di Cirebon dulu awalnya rumah makan ini ada…pernah dibahas oleh Budy di sini.

Malamnya saya dijemput rekan saya Budy untuk pulang ke Jakarta. Saya meninggalkan Dago sekitar pukul 9 lebih. Kami berdua mampir di Paris Van Java (mall baru di jalan Sukajadi). Niatnya bukan jalan-jalan tapi mencoba tempat biliar yang dimiliki oleh Blitz Megaplex. Budy bilang tempat ini mejanya bagus, lakennya super licin. Macet jalan menuju PVJ, parkiran pun penuh, padat juga dengan orang-orang yang akan keluar meninggalkan PVJ. Saat kami datang ke tempat biliar tadi (lantai 3 Blitz Megaplex Paris Van Java), tempat ini sudah mau tutup :(( . Tempatnya sudah sepi, tinggal beberapa pegawai yang sedang beres-beres. Entah pakai trik apa, Budy berhasil memaksa mereka mengijinkan kami main selama setengah jam saja (tetap bayar tarif normal Rp25000/jam. Mejanya memang benar-benar enak untuk main. Sayang waktu terbatas dan bermain di bawah “penantian” para pegawai membuat kami jadi buru-buru dan jadi banyak melakukan kesalahan. Kelemahan tempat biliar ini adalah lantainya yang tidak dilapisi karpet sehingga terasa licin. Kelemahan kedua adalah tata letak kursi yang terlalu mepet, sehingga kadang orang yang sedang bermain biliar harus mengusir orang yang duduk di posisi tertentu saat akan memukul bola.

Kami meninggalkan Paris Van Java jam 22.40. Putar-putar cari makan dulu sebelum balik ke Jakarta, tadinya mau makan sate Blora tapi tutup. Mau makan sate ayam di jalan Pandu, juga tidak jualan. Hmm…jadi makan Perkedel Bondon di Stasion. Enaknya malam seperti itu makan perkedel kentang hangat-hangat. Selesai makan cabut deh ke Jakarta. Pukul 11.50 kami masuk gerbang tol Pasteur, sampai di rumah pukul 1.20. Langsung tidur. Haiya tetap saja saya kesiangan jadinya tadi pagi :))

Tendean Biliar Sambung Hang Out Biliar

Sabtu kemarin Jakarta sudah cerah kembali. Setelah sehari sebelumnya diguyur hujan selama lebih kurang 12 jam, Jakarta disemarakkan dengan banjir di beberapa wilayah. Sabtu 2 Februari 2008 air sepertinya sudah surut, meskipun menurut kabar dari beberapa teman masih ada daerah yang digenangi air.

Lalu lintas di seputaran Jakarta cukup lancar Sabtu kemarin. Sabtu siang saya pergi menghadiri acara gathering (kumpul-kumpul) para anggota Indobiliar. Indobiliar sendiri adalah kumpulan para pehobi dan maniak biliar :D. Acara gathering ini rutin diadakan 3 bulan sekali. Tempatnya pun berpindah-pindah dari satu pool house ke pool house yang lain. Gathering kali ini sebenarnya merupakan gathering pengganti akhir tahun 2007 kemarin. Banyaknya libur dan kesibukan para panitianya membuat acara ini mundur sampai tanggal 2 kemarin.

Kali ini gathering diadakan di Tendean Biliar. Pool house ini berada di lantai 2 gedung Tendean Plasa. Lokasinya lihat di sini. Tempatnya ternyata cukup cozy bisa untuk nyantai. Meja biliar yang lokasinya berada dekat dengan tembok, dilengkapi dengan sofa yang nyaman. Pelayanan para waiter/waitress cukup ramah, cepat pula pelayanannya. Ah sayang saya lupa bertanya berapa tarif per jam untuk main biliar di tempat ini. Soalnya kemarin yang booking meja adalah Indobilyar, saya cuma bayar Rp35000,- untuk biaya gathering.

Saya baru 2 kali ikut acara gathering-nya Indobiliar. Gathering sendiri diisi dengan kompetisi kecil. Semua peserta dikelompokan ke dalam grup-grup kecil beranggotakan 4-5 orang. Nanti tiap anggota grup bertanding dengan sistem setengah kompetisi (tiap pemain bermain melawan tiap anggota dalam grup tersebut). Saya cuma menang 1 kali, so tidak bisa lolos ke putaran berikutnya. Putaran berikutnya adalah tahap 16 besar, ini langsung menggunakan sistem gugur. Begitu pun dengan putaran-putaran selanjutnya sampai final.

Kemarin setelah penyisihan grup selesai, saya segera pulang tidak mengikuti acara sampai selesai. Biasanya sih ada acara foto bersama setelah acara selesai. Tulisan ini saya sebenarnya mau saya tulis kemarin tapi karena setelah gathering saya langsung ke Bandung jadi baru sekarang baru menuliskan cerita ini. Nah tadi malam saya berangkat ke Bandung jam setengah 9, sampai Bandung jam 10 malam. Perjalanan lewat jalan tol Cipularang sangat lancar, rekan saya yang mengemudikan mobil bisa memacu mobilnya cukup kencang. Niat saya ke Bandung sebenarnya cuma 1…meladeni tantangan teman saya Fendi untuk bertanding biliar. Sudah cukup lama Fendi tidak bertanding lawan saya. Dulu saya selalu kalah, mendengar saya lebih sering berlatih Fendi penasaran.

Jadi tadi malam kami pergi ke HangOut biliar di Giant Pasteur. Letaknya tidak jauh setelah keluar dari pintu tol Pasteur. Ah tempat ini pun cukup nyaman. Saya sudah pernah main di sini sebelumnya. Skor akhir lawan Fendi adalah 12-7 untuk kemenangan saya 😀 . Gila mencari kemenangan 12 memang tidak mudah. Saya yang sudah memimpin sampai 7-2 dikejar Fendi sampai akhirnya dia kalah dengan poin 7. Biasanya saya dan rekan-rekan di Indobiliar selalu mencari kemenangan 7. Fendi yang ngotot mencari kemenangan 12. Mata saya yang sudah pedes…nguantuk, makin lama makin ngaco pukulannya. Tapi untungnya saya masih bisa menang melawan Fendi :-p

Kami pulang saat HangOut tutup. Kami benar-benar menjadi pengunjung terakhir yang meninggalkan tempat ini. Jam sudah menunjukkan waktu pukul 1.40 pagi saat kami berjalan ke parkiran. Badan saya sudah pegal-pegal, mata ini sudah mengantuk sekali.

Ok nanti saya sambung lagi cerita saya dari Bandung.

(diposting saat mampir ke kos saya dulu….numpang internetan😀 )

Sharing Internet Over WLAN

Eksperimen pagi ini sebelum berangkat kerja, sambil menunggu hujan reda.

Notebook saya terhubung ke modem Speedy dengan menggunakan kabel LAN. Saya menggunakan pengaturan IP dinamik untuk koneksi Speedy ini. Eksperimennya adalah menghubungkan notebook teman saya via Wireless LAN. Saya buat koneksi AdHoc antara notebook saya dengan notebook teman saya. Ini pernah saya bahas di tulisan saya yang judulnya Bertukar Data dengan Wireless LAN. Wireless LAN interface di notebook saya, saya beri IP 192.168.0.1. Menurut Windows, untuk dapat menggunakan Internet Connection Sharing IP yang digunakan harus 192.168.0.*.

Yang perlu diatur adalah menyalakan opsi Internet Connection Sharing di koneksi LAN saya (koneksi wireline yang dipakai Speedy). Lalu saya harus menyalakan DHCP server supaya notebook teman saya dapat memperoleh IP dinamik dari komputer saya. Selain DHCP server saya juga harus mengaktifkan DNS servis. Lihat contoh berikut ini :

internet connection sharing

Nah beres…teman saya sekarang bisa internetan dari Speedy saya. Tugas saya sekarang tinggal menyiapkan bon tagihan pemakaian internet teman saya =))