Tentang Bakwan

Entah sebenarnya apa nama untuk makanan seperti ini, ada yang bilang bakwan tapi ada juga yang menyebutnya seperti bakso malang. Saya sih terbiasa menyebutnya sebagai bakwan. Dulu sempat heran juga kenapa ada orang yang menyebut perkedel jagung dengan nama bakwan.

Foto diambil tadi sore saat makan bakwan di belakang gedung kantor. Semangkuk bakwan ini isinya campur-campur, ada mie, bihun, tauge, bakso, pangsit goreng, siomay. Cukup kenyang dan bisa mengganjal perut sampai nanti makan malam. Saya tidak tahu persis berapa harga semangkuk bakso malang ini, biasanya semangkuk bakso malang plus teh botol harganya Rp8500,-. Karena saya suka pangsit gorengnya, saya sering nambah pangsit gorengnya lagi. Pangsit gorengnya murah, Rp1500 dapat 2. Jauh lebih murah daripada makan pangsit gorengnya bakmi GM 😀 . Jadwal makan bakwan biasanya pukul 5 sore. Di saat orang-orang banyak yang segera pulang ke rumah, saya biasanya turun ke dekat parkiran mobil makan bakwan dengan rekan-rekan. Habis itu lanjut lagi duduk manis di kantor sampai sekitar pukul 8, kerja lagi? Gak juga, kadang ngeblog, bikin komik, atau utak-atik server lagi :-p

Demokrasi Makan Siang

Lagi-lagi hasil candid camera kemarin siang saat saya dan rekan-rekan di kantor pergi makan siang bersama. Mungkin Anda juga pernah lihat komik saya sebelumnya hasil candid camera juga. Lagi-lagi pula ada 2 orang yang memisahkan diri berjalan mendahului sehingga bisa saya ambil fotonya 🙂 Nah ini hasilnya :

Demokrasi makan siang…melobi atasan saat makan siang bisa jadi alternatif untuk menyampaikan pendapat/aspirasi/keinginan dalam suasana keakraban. Si pemohon bisa mengungkapkan keinginannya secara santai tanpa beban 🙂 lebih tidak berbeban apabila makan siangnya dibayar semua oleh si pemohon. Tentu si bos akan dengan senang hati mendengarkan aspirasi & keinginan si pemohon kan? :))