Panduan Membeli Komputer

Salah satu teman saya bingung memilih ketika ingin merakit sebuah PC desktop (gampangnya saya sebut “komputer” saja) . Berikut saya tuliskan panduan bodoh-bodohan tentang apa saja yang perlu dipikirkan sebelum membeli sebuah komputer. Panduan ini hanya bicara secara umum khusus untuk orang-orang yang mencap dirinya sebagai orang yang “gaptek” (gagap teknologi).

Pertimbangan utama dalam memilih komponen-komponen sebuah PC tersebut menurut saya hanya ada 2 hal yaitu :

  1. Fungsi & kebutuhan
    Banyak alasan orang memerlukan PC di rumahnya, di antaranya adalah :

    • Ada yang sekadar untuk sarana hiburan (memutar musik, menonton DVD, bermain games, browsing internet),
    • Ada yang sekadar untuk menjalankan aplikasi kantor (mengetik dokumen, membuat spreadsheet)
    • Ada juga orang yang menggunakan PC untuk pekerjaan spesifik yang butuh komputer yang powerfull (mendesain web, mengedit foto/video, membuat desain rancang bangun, dsb).
    • Sebagian kecil mungkin ingin membeli komputer untuk disulap menjadi sebuah server
    • Ada juga yang punya kebutuhan bervariasi dari berbagai jenis kebutuhan tadi. Anda harus dapat menentukan terlebih dulu apa saja sih kebutuhan utama Anda yang harus terpenuhi dengan komputer tersebut. Mana yang jadi prioritas. Dengan kata lain, apa yang Anda harapkan dari komputer Anda?
  2. Budget
    Pertimbangan dana ini hanya bagi Anda yang butuh komputer tapi memiliki sedikit masalah dengan urusan pendanaan. Bagi Anda yang punya dana tak terbatas tentu hal ini tidak jadi hal yang perlu dipikirkan, berapa pun harganya toh Anda sanggup membayar kan? 😀 Ok…jika Anda butuh komputer dan dana Anda terbatas (bukan berarti sedikit dananya loh), sudahkah Anda mendeskripsikan untuk apa sih komputer bagi Anda? Kalau sudah menentukan fungsi komputer bagi Anda, tentukan berapa dana yang Anda anggarkan untuk membeli komputer?

Setelah Anda punya gambaran berapa dana untuk membeli komputer dan sudah tahu kira-kira untuk apa sih komputer yang akan Anda beli, berikut ini adalah bagian-bagian yang perlu Anda pilih sesuai dengan budget dan kebutuhan Anda (perlu diingat di sini saya tidak membahas merek) :

  1. Processor
    Processor adalah otaknya sebuah komputer, maka penting sekali memilih processor yang tepat sesuai kebutuhan & budget. Ada 2 jenis processor yang umum dipakai dalam sebuah komputer pribadi : Intel & AMD. Saat memilih processor, Anda perlu memutuskan arsitektur yang seperti apa (single core atau dual core misalnya). Hal lain yang biasa jadi pertimbangan adalah kecepatan processor Anda, biasanya Anda menjumpai spesifikasi dalam hitungan GHz (gigahertz). Kalau Anda memerlukan komputer hanya untuk mengetik, memutar musik/film, berinternet, Anda tidak terlalu butuh speedprocessor dengan kecepatan 1.6GHz sudah sangat memadai. Tapi kalau Anda butuh komputer untuk menjalankan aplikasi yang berat (Photoshop misalnya), pilihlah processor dengan speed yang lebih tinggi. Perlu diingat, kenaikan kecepatan processor tidak akan terlalu terasa efeknya dibandingkan dengan memperbesar jumlah memory yang Anda gunakan.
  2. Memory (RAM)
    Memory
    di pasaran dijual dalam satuan byte (256MB maksudnya 256 Megabyte, 1GB maksudnya 1 Gigabyte). Semakin berat aplikasi yang akan Anda jalankan (baik itu sistem operasi maupun aplikasinya), semakin besar memory yang perlu Anda pasangkan ke dalam komputer Anda. Anda akan merasa komputer Anda bekerja lambat kalau Anda menggunakan Windows XP dengan dukungan memory hanya 128MB. Kalau Anda berencana menggunakan Windows Vista, berpikirlah ulang untuk menggunakan memory 512/1GB. Kalau Anda hanya menggunakan komputer untuk mengetik dokumen, memutar musik/film, berinternet; memory seukuran 256MB tentu sudah cukup memadai. Semakin besar ukuran memory yang Anda gunakan, semakin cepat rasanya komputer Anda.
  3. Harddisk
    Harddisk yang umum dijual untuk pengguna kebanyakan berkisar 80-250GB. Semakin besar ukuran harddisk, semakin banyak pula data yang Anda bisa simpan di dalam komputer Anda. Ada 2 tipe harddisk saat ini yang umum dipakai di komputer pribadi : IDE & SATA. Dua tipe ini adalah tipe koneksi harddisk dengan motherboard-nya. Sekarang rata-rata Anda akan menjumpai harddisk dengan tipe SATA dijual di toko komputer. Untuk ukuran yang sama, harddisk IDE lebih murah dibandingkan dengan harddisk SATA.
  4. Motherboard
    Motherboard
    adalah sebuah sirkuit elektronik tempat semua komponen komputer dipasangkan. Yang dipasangkan ke motherboard antara lain adalah processor, memory, harddisk, berbagai macam PCI Card (sound card, LAN card, graphic card). Yang penting diingat dalam memilih sebuah motherboard adalah processor apa yang Anda gunakan. Tipe motherboard sangat bergantung dari tipe processor yang Anda pilih….Intel atau AMD, single core atau dual core processor? Jangan sampai Anda salah memilih motherboard. Motherboard sekarang rata-rata dilengkapi juga dengan graphic card (sering disebut pula VGA card), sound card, LAN card internal. Kalau budget Anda terbatas, Anda bisa tertolong dengan menggunakan semua yang serba internal ini. Cukup membeli motherboard dengan sound card, graphic card, & LAN card internal, Anda sudah bisa menyambungkan CPU Anda dengan monitor, speaker dan bisa menghubungkan komputer Anda ke dalam sebuah jaringan.
  5. Optical drive
    Saat ini orang rata-rata sudah memilih membeli DVD-ROM. DVD ROM bisa digunakan untuk membaca keping DVD dan juga keping CD. Tapi optical drive macam ini tidak dapat dipakai untuk “membakar” DVD ataupun CD (Anda tidak dapat menyalin data ke dalam keping DVD/CD dengan menggunakan DVD ROM). Pilihlah DVD-RW jika Anda butuh menyalin data ke dalam keping CD/DVD). Ada juga pilihan DVD Combo, dengan drive model ini Anda bisa membaca keping CD/DVD tapi hanya bisa membakar/menyalin data ke dalam kepingan CD. Pilihan DVD-RW juga ada beberapa jenis, ada DVD-RW yang bisa menyalin data ke keping DVD dual layer (ukuran 8GB) ada yang hanya bisa menyalin data ke dalam keping DVD biasa (ukuran 4GB).
  6. Casing CPU
    Casing CPU merupakan tempat semua komponen dipasangkan (kecuali monitor, keyboard, mouse). Saat memilih casing, yang perlu dipertimbangkan selain model adalah besar ukuran power supply yang disertakan di dalamnya. Ada berbagai macam ukuran power supply dari 300 Watt sampai 500 Watt. Semakin banyak komponen yang terpasang ke dalam komputer, semakin besar juga daya yang dibutuhkan.
  7. Monitor
    Anda bisa memilih membeli monitor CRT atau LCD. LCD saat ini masih lebih mahal dibandingkan dengan monitor CRT. Kalau budget masih menjadi masalah utama, pilih saja monitor CRT. Monitor CRT ada yang memiliki layar cembung, ada juga yang memiliki layar datar.
  8. Keyboard + mouse
    Tidak banyak yang perlu dibahas soal keyboard & mouse. Cuma mungkin tipe koneksinya saja, ada yang memakai konektor PS/2 ada yang menggunakan USB. Ada mouse yang masih menggunakan bola, ada mouse yang sudah menggunakan sistem optik (LED maupun laser). Memilih dua komponen ini bukan hal yang prinsip. Cuma masalah nyaman atau tidak Anda menggunakan keyboard dan mouse tersebut. Kalau bicara merek tentu lain lagi urusannya.
  9. VGA Card
    Kalau Anda membutuhkan tampilan grafis yang OK dan powerfull, Anda perlu mempertimbangkan membeli tambahan sebuah card VGA. Misalnya Anda butuh komputer untuk bermain games 3D atau mengedit foto/video, jangan berharap banyak hanya dengan menggunakan graphic card bawaan motherboard. Ada beberapa jenis VGA card menurut tipe koneksinya, ada AGP & PCI Express.
  10. Sound Card
    Sound card
    perlu Anda beli bila memang kualitas suara benar-benar menjadi sesuatu yang wajib bagi Anda. Motherboard sekarang hampir semua sudah dilengkapi dengan sound card internal. Untuk orang kebanyakan sound card internal sudah mencukupi. Lagi-lagi kalau memang budget Anda terbatas, penambahan sound card dapat dipikirkan belakangan.
  11. Speaker
    Bila Anda beli komputer untuk sarana entertainment, tentu Anda wajib membeli sebuah speaker. Ada tipe speaker pasif (tidak butuh listrik lagi, langsung colok ke sound card saja); ada juga yang tipe aktif (butuh catu daya listrik sendiri). Masalah kualitas suara? Ya harga berbanding lurus dengan kualitas pastinya.
  12. Printer
    Printer sebenarnya hanya komponen tambahan bagi sebuah komputer. Jika kebutuhan mencetak dokumen cukup tinggi, pertimbangkan juga anggaran Anda untuk membeli sebuah printer.
  13. Modem
    Jika Anda berencana menggunakan komputer Anda untuk berinternet dengan menggunakan Telkomnet Instan, Anda perlu melengkapi komputer Anda dengan dial up modem. Ada tipe modem eksternal (disambungkan ke CPU dengan kabel serial/USB), ada juga tipe modem internal (dipasangkan ke motherboard di slot PCI).
  14. LAN card
    LAN card biasanya sudah ada di dalam motherboard (internal LAN). Bila Anda butuh koneksi lebih dari 1 ke jaringan komputer, Anda bisa menambah LAN card ke dalam komputer Anda. Pertimbangannya adalah berapa kecepatan maksimum yang Anda harapkan. Ada LAN card yang bekerja di 10/100Mbps, ada juga yang sampai hitungan giga (gigabit ethernet 10/100/1000Mbps)

Secara bodoh-bodohan, Anda sebenarnya bisa saja datang ke sebuah toko komputer lalu minta dibuatkan sebuah skenario spesifikasi komputer sesuai kebutuhan dan budget Anda. Tapi bagi sebagian orang (seperti teman saya misalnya), ada kekuatiran akan dibohongi oleh penjual. Makanya sedikit banyak Anda perlu tahu apa saja sih komponen yang perlu dibeli. Soal harga, kalau budget jadi hal yang penting, saran saya rajin-rajinlah keluar masuk toko komputer untuk membandingkan harga. Bawa catatan spesifikasi komputer yang Anda inginkan, lalu kunjungi toko-toko komputer untuk mencari toko yang berani menjual dengan harga paling murah.

Ada sebuah situs web yang cocok bagi Anda untuk mensimulasi harga komputer, rakitan.com. Selamat membeli komputer.

Tes Baca PenDrive Sense

Tadi saya tes PenDrive Sense untuk mencari tahu berapa kecepatan baca komputer pada external harddisk ini. Hasilnya seperti ini nih :

tes baca sense portable harddisk

Hasilnya 22.5MB/sec…..Aneh juga, masa kecepatan baca ke harddisk lebih besar daripada kecepatan baca ke media USB flash disk ya? Kan teorinya komputer akan membaca data lebih cepat dari flash memory daripada ke harddisk. Atau sebenarnya command hdparm itu bukan untuk menentukan kecepatan baca yang sebenarnya?

Surabaya (part 2) – Hotel Sahid Surabaya

Saya tiba di Surabaya pukul 09.30. Dari bandara Juanda saya naik taksi ke hotel Garden. Belum sampai ke Garden, saya dikabari kalau saya disuruh menginap di Santika karena hotel Garden sudah penuh. Tinggal beberapa ratus meter dari Santika, rencana berubah lagi saya disuruh ke Hotel Ibis Rajawali. Sama seperti Santika, Ibis pun sudah. Baru turun dari taksi pun sudah disambut door man, “selamat siang Pak, sudah booking? kalau belum, hotelnya sudah penuh Pak”. Akhirnya saya numpang duduk selama beberapa menit di lobi hotel Ibis sambil menunggu kabar dari Dwidaya travel tentang hotel saya. Lebih kurang 15 menit saya tunggu, saya dikabari Dwidaya kalau hotel yang tersedia adalah Hotel Sahid. Ya sudah, dari situ naik taksi lagi ke Hotel Sahid.

Sampai di Sahid sekitar pukul 10.40, tahu yang terjadi? Belum ada kamar yang siap…saya harus menunggu lagi sampai sekitar pukul 1 siang sampai ada kamar yang siap. Kebayang gak sih rasanya, kesal tapi ya gak bisa komplain lagi (lagian saya kan harus belajar menghargai perasaan orang lain, jangan terlalu banyak komplain, takut ada yang kecewa lagi dengan sikap saya yang sering komplain 😀 ). Duduklah saya di lobi sambil baca novel. Sejam lebih menunggu, kamar saya siap sekitar pukul 12.35. Hotel Sahid ini rupanya salah satu hotel tua di Surabaya. Kesannya bulukan…nyesel deh nginep di sini. Silakan lihat review-nya di komik berikut ini :

Tidak ada akses internet gratis di Hotel Sahid. Yang tersedia hanya layanan Telkomnet Instan di kamar. Di kamar sudah disediakan petunjuk untuk menggunakan Telkomnet Instan, seperti ini :

Tahu berapa biaya untuk menggunakan Telkomnet Instan di sini? Rp1250,-/menit Gila…semahal itu untuk layanan Telkomnet Instan yang pas-pasan? Hari gini masih pake Telkomnet Instan???

Surabaya (part 1) – Airbus A330 & Rebutan Kursi

Jam 3 pagi saya dapat morning call dari Manggar. Katanya bagaimana kalau saya berangkat ke Surabaya pagi ini untuk ganti harddisk internal Primepower 1500? Meskipun masih dalam masa “tenggang”, saya tetap refleks menjawab : OK (ya namanya juga “anak kecil”, biar dibilang orang kadang sering ngambek, disuruh-suruh ya nurut saja 😀 )  Akhirnya saya tidak bisa tidur lagi. Tidak lama kemudian saya dapat info pesawat saya jam 8 pagi ini. Pukul 5.15 saya sudah keluar dari rumah, pergi dulu ambil harddisk spare part.

Pagi ini sampai di airport pukul 6.15. Masih ada banyak waktu. Setelah print tiket di loket Garuda, saya pergi makan di Mc.Donald. Jam 7 saya sudah masuk ke ruang tunggu F2. Infonya pagi ini, Garuda akan menggunakan pesawat berbadan lebar untuk penerbangan ke Surabaya, karena 2 jadwal penerbangan digabungkan jadi 1. Sekitar setengah 8, kami semua disuruh pindah ke pintu F1. Di sana sudah menanti pesawat Airbus A330-300.

Di pesawat saya duduk di 20A. Belum ada duduk, ada seorang pria Jepang (bisa bahasa Indonesia) bilang kalau dia juga pegang tiket dengan nomor kursi 20A…waduh kok bisa begitu. Saya yang sudah duduk dari tadi, tidak beranjak dari tempat duduk. Kasihan juga tuh si Jepang, sampai semua penumpang duduk dia belum dapat kursi. Akhirnya staf Garuda mengganti kursi dia entah ke mana. Untung dia yang dipindah bukan saya, saya kan sudah di posisi yang enak 🙂 .

Naik Airbus besar kok rasanya gak enak ya, gluduk gluduk terus. Mau take off semua bagasi tengah goyang semua. Mau landing juga begitu. Landing-nya juga kasar…kayanya pilotnya mantan pilot tempur.

Portable Harddisk

Ini pengalaman saya pertama belanja barang elektronik secara online. Kemarin saya berniat membeli sebuah portable harddisk. Pilih-pilih di Bhinneka.com (sebenernya cari yang paling murah 😀 ) akhirnya saya pilih PenDrive Sense 160GB. Sayangnya tadi siang sales Bhinneka menelepon dan mengatakan mereka tidak punya stok PenDrive 160GB. Jadi saya ditawari PenDrive 120GB. Bhinneka.com memberikan fasilitas antar pesanan dengan ongkos kirim Rp25000,- (untuk wilayah Jakarta). Tadi sore sekitar pukul 5, barang sudah datang ke tempat saya. Bentuknya seperti ini nih :

Simpel bentuknya. Ini adalah portable harddisk keluaran PenDrive (sama merek dengan flash disk saya). Koneksi ke laptop lewat sebuah kabel USB. Dari sekian banyak produk portable harddisk, PenDrive Sense ini paling murah & paling besar ukurannya. Dengan harga Rp633.000,- saya sudah bisa memperoleh harddisk seukuran 120GB. Bandingkan dengan merek lain (Western Digital, Maxtor, Seagate) dengan harga yang sama saya hanya memperoleh harddisk dengan ukuran 80GB. Produk ini digaransi selama 5 tahun oleh Bhinneka.

Ketika tadi saya coba hubungkan dengan notebook, PenDrive Sense ini rupanya menggunakan harddisk merek Samsung. Di dalamnya sudah ada file system FAT32 (jadi saya tidak perlu memformatnya lagi), space yang tersedia hanya 111GB….boros ya hilang 9GB duluan. Soal kecepatan baca tulis belum saya tes nih, nanti saya update kalau sudah tes kecepatan baca tulis harddisk ini (hasilnya ada di sini). Sekarang tinggal cari wadah untuk menyimpan PenDrive ini…sayang juga kalau lecet.

update : berhubung belum sempat cari casing untuk melindungi PenDrive Sense saya, saya bungkus saja dengan bubble wrap seperti ini (Bubble wrapnya ngembat bekas bungkus memory Primepower server di kantor 😀 ) :

Di dalam boks PenDrive Sense ini, saya juga diberi kartu berisi nomor registrasi untuk dapat men-download beberapa macam software dari websitenya PenDrive. Salah satu yang boleh diambil dan digunakan secara bebas adalah Carry it Easy +Plus. Carry it Easy +Plus sebenarnya adalah shareware software yang bisa Anda download di internet untuk 30 hari hak pakai. Khusus untuk pembeli PenDrive Sense, diberi gratis lisensi untuk 365 hari pakai. Software ini dapat digunakan untuk mengatur backup dari PC ke dalam harddisk eksternal. Baru saja saya coba mengamankan data-data email dari Microsoft Outlook dengan Bantuan Carry it Easy +Plus ini. Cukup mudah, tinggal klik dan pilih bagian email mana yang perlu diamankan. Lihat screenshot-nya ini :

Ada juga fitur untuk menjadikan PenDrive Sense ini sebagai PC lock (user harus menghubungkan Sense ini supaya PC dapat dipakai). Selain mengamakan data email, software ini juga dapat dipakai untuk mensinkronkan folder yang ada di dalam notebook dengan backup-nya di dalam Sense ini. Rasanya ini penting bagi saya untuk mengamankan foto-foto dari kamera Nikon saya yang tiap hari semakin bertambah banyak. Ada gak ya software macam ini yang freeware? 😀 Di web PenDrive, ada juga disediakan software yang sifatnya gratis, misalnya Firefox Portable, GAIM Portable, Thunderbird Portable, OpenOffice Portable….cukup menarik untuk diambil. Tidak perlu instalasi, penting kalau sedang nebeng pakai komputer orang lain.

Mainan berikutnya adalah menginstal Linux di portable harddisk ini 😀