Beberapa Kekeliruan Berbahasa

Ada beberapa kekeliruan penggunaan Bahasa Indonesia yang sering sekali saya dengar baik di percakapan sehari-hari maupun di media massa. Di antaranya adalah :

  • “merubah”
    ini yang sering acap kali saya dengar bila orang ingin menggunakan kata “ubah”.
    Bukankah seharusnya mereka menggunakan kata “mengubah”? Saya sering kali mengomentari orang yang menggunakan kata “merubah” dengan lelucon ini : Rubah sih saudaranya Serigala…mengubah kok jadi merubah” :))
  • “analisa”
    menurut KBBI, kata yang tepat seharusnya adalah “analisis”. Ini sering sekali saya dengar, sudah berulang kali pula saya mengulangi koreksi bahwa yang tepat seharusnya “analisis”.
  • “agar supaya”
    ini merupakan bentuk pemakaian kata yang berlebihan. Kata “agar” dan “supaya” sama artinya, jadi penggunaan keduanya sekaligus tidak tepat dalam struktur Bahasa Indonesia. Saya lupa istilah untuk penggunaan kata yang berlebihan semacam ini.
  • “tivi” atau “teve”
    ini merupakan kekeliruan yang sering terjadi saat orang menyebut televisi. Televisi yang biasa disingkat TV, sering diucapkan sebagai “TiVi” padahal seharusnya diucapkan sebagai “TeVe”.

Nah baru tiga kekeliruan yang saya ingat, sebenarnya masih banyak kekeliruan yang sering kita dengar/baca sehari-hari. Nanti saya tambahkan bila ingat yang lainnya. Tadi saya tergerak menulis topik ini setelah mendengar siaran berita di televisi.

Update :

  • “sekedar”
    seharusnya “sekadar” loh..

GFF Silver

Pulang dari kantor sore tadi, ada surat dari Garuda di depan kamar saya. Kiriman kartu baru rupanya. Garuda mengirimi saya kartu Garuda Frequent Flyer Silver. Ini karena tier milleage saya sudah melampaui angka 5000. Jadi setiap kali pemegang kartu GFF terbang dengan menggunakan Garuda, dia berhak memperoleh poin. Poin itu dalam istilahnya Garuda Indonesia, disebut sebagai milleage. Ada 2 jenis milleage yang diberikan oleh Garuda kepada setiap member GFF. Pertama adalah award milleage, kedua adalah tier milleage.

Award milleage adalah poin yang bila diakumulasi sampai jumlah tertentu dapat ditukar dengan tiket terbang gratis. Terbang gratis di kelas ekonomi untuk rute Jakarta Surabaya misalnya, perlu 9000 award milleage. Nah tiap kali terbang dengan Garuda, pemegang kartu GFF memperoleh award

milleage yang berbeda-beda besarnya tergantung jarak tempuh dan tergantung di kelas apa terbangnya. Terbang dengan kelas Ekonomi V tidak ada award milleage-nya. Oh ya Anda sudah tahu kan kalau kelas Ekonomi pun masih dibagi-bagi lagi ke dalam beberapa kelas (B, C, V, ….. , & paling tinggi adalah Y). Sampai sekarang saya masih gak ngerti apa bedanya naik Ekonomi yang beda-beda itu, fasilitas sama saja kok. Mungkin pengaturan kursi saja. Award milleage itu dapat diakumulasi terus sepanjang Anda masih menjadi anggota Garuda Frequent Flyer.

Tier milleage mengukur level keanggotaan GFF Anda. Tiap tahun tier milleage akan direset kembali menjadi nol. Jadi misalnya saya sekarang ini sebagai pemegang GFF Silver, saya harus mengumpulkan setidaknya 5000 tier milleage sampai batas waktu Desember 2009. Kalau sampai Desember 2009 tier milleage yang saya kumpulkan kurang dari 5000, keanggotaan GFF saya akan balik lagi jadi Blue.

Gitu loh sedikit cerita tentang Garuda Frequent Flyer. Lalu apa keuntungannya jadi Garuda Frequent Flyer? Ya salah satunya itu tadi, bisa terbang gratis kalau award milleage-nya cukup. Keuntungan lain? Silakan baca sendiri di webnya Garuda (yang lambat sekali dibukanya).

Expired

Tidak hanya domain saya yang expired Jumat lalu, kontrak kerja saya juga expired akhir Mei kemarin. Expired = basi = kadaluwarsa. Lihat buktinya :

Dengan status yang tidak jelas, besok saya pergi ngantor atau di rumah saja tunggu kepastian? Kalau saya di rumah saja, saya salah gak sih? Jawabannya sepertinya ada 2, tinggal seberapa waras otak saya menimbang-nimbangnya sampai nanti pagi :

  1. SALAH : karena kamu masih bawa notebook kantor, ID card, obeng & spare part rusak (harddisk, memori) dari Surabaya. Kamu bakal rugi karena biaya perjalanan kamu ke Bandung (2x), Pekanbaru, Surabaya belum dibayar oleh kantor. Jaketmu masih ada di kantor. Kamu juga rugi karena teman kantormu masih ngutang sekian puluh ribu rupiah 😀
  2. GAK SALAH : mengacu pada gambar di atas.

update = otak saya mungkin sudah gak waras, jadi pagi ini saya gak ke kantor 🙂 Jam 9.24 juga baru bangun…tenang aja nanti saya balikin kok notebook dll-nya    

update 17:50 = tadi siang akhirnya saya datang ke kantor atas anjuran manajer saya 😀 membereskan uang perjalanan saya minggu lalu sekalian ambil piutang =))

Ubuntu 8.04

Dapat kiriman baru tadi pagi :

Dapat 5 CD Ubuntu 8.04 (Hardy Heron) Live CD edition, plus dapat 10 stiker 🙂 . Langsung coba boot dengan CD tadi. Yang langsung terasa beda di versi 8.04 ini : sekarang semua drive internal di-mount read-write. Seperti biasa, tidak bisa langsung membuka MP3 (untuk urusan MP3, OpenSUSE lebih bersahabat). Repositori Ubuntu 7.04 bisa gak ya dipakai untuk Ubuntu 8.04 ini? Kayanya sih gak bisa…pakai Ubuntu tanpa punya DVD repositori benar-benar menyiksa.

Satu CD + stiker langsung saya kasih ke teman saya Toto (“meracuni” orang pakai Linux).