Bebek Goreng H. Slamet

Begitu senang saya begitu ada restoran bebek goreng yang dekat dengan tempat saya tinggal sekarang. Awalnya saya tidak sengaja melihat ada rumah makan baru waktu melintas dengan taksi di jalan Musi. Langsung saya coba, dan ternyata ueeenakkkk….dagingnya sangat lembut. Selain daging bebeknya lembut, keistimewaan bebek goreng H.Slamet ini adalah sambalnya yang super pedas. Mereka sebut sambalnya adalah “sambal korek”, entah apa maksudnya disebut demikian. Bagi yang suka pedas, makan sambal ini bisa jadi kesenangan tersendiri…makan sambal sampai berkeringat. Tapi bagi yang tidak suka pedas, saya sarankan coba dulu sedikit 😛

Bebek goreng H.Slamet ini lembut sekali dagingnya.

Sambel korek Bebek Goreng H.Slamet, super pedas

Bebek goreng H.Slamet ini lokasinya di Jalan Musi Jakarta Barat (dekat dengan Cideng & Tomang). Kalau Anda melintas dari arah Tanah Abang menuju Cideng, silakan belok kiri tepat di lampu merah pertama. Belok kiri ke jalan Musi lalu belok kanan, tidak jauh setelah Anda belok kanan Anda akan menemukan papan nama yang cukup mencolok. Lokasi rumah makan bebek goreng ini tepat di depan show room Suzuki. Rumah makannya tidak mewah malah cenderung sederhana, interiornya didominasi cat warna hijau senada dengan papan nama di depan. Sekat-sekat antar ruangan dibuat dari bambu. Tidak ada pendingin udara hanya kipas angin yang ada. Meskipun demikian, disediakan akses WiFi gratis untuk pengunjung 🙂

Daftar menu sekaligus note bebek goreng H.Slamet

Harganya tidak terlalu mahal, sepotong paha/dada bebek goreng seingat saya harganya sekitar 18-20 ribuan. Beberapa kali pergi ke sana dengan beberapa rekan, makan bebek plus minum total tidak sampai Rp150.000,- Selain bebek goreng di sana ada alternatif penyajian bebek goreng, yaitu bebek remuk. Maksudnya daging bebeknya sudah di-suwir-suwir (jadi pakai bahasa Jawa ;)) ya maksudnya sudah dicabik-cabik lah). Kalau Anda ke sana sempatkan pula mencicipi tempe mendoan-nya. Di sana disediakan paket-paket makanan, bundle nasi+ bebek atau nasi + ayam.

Kotak Bungkus Bebek Goreng H.Slamet

Seringnya saya beli bebek ini titip rekan saya di rumah. Kotaknya dibuat senada juga dengan interior rumah makannya, warna hijau. Pemilik rumah makan ini sepertinya orang muslim yang religius. Di kotak bungkus bebeknya sampai ditulisi bahasa Arab “Bismillahir Rahmanir Rahim”, kalau menurut Google terjemahannya adalah “Dengan NAMA Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. Sepertinya H. Slamet ini sudah cukup lama membuka usaha rumah makan bebek goreng. Di kotaknya ditulis informasi bahwa bebek goreng ini sudah ada sejak tahun 1986. Mungkin awalnya dibuka di kota Kartosuro, karena ditulis asli Kartosuro 😀

Pokoknya bagi pecinta bebek goreng, silakan jangan ragu untuk mencicipi enaknya bebek goreng H. Slamet….so far buat saya ini bebek goreng terenak yang saya temui di Jakarta.