USB Ethernet Adapter

20130228-232115.jpg

Saya hampir lupa pernah membeli USB Ethernet adapter ini. Tadinya saya membeli USB Ethernet ini untuk dipasangkan pada Macbook Air. Meskipun saya sudah punya Thunderbolt Ethernet, saya tidak bisa menggunakannya bila pada saat yang bersamaan saya sedang menggunakan monitor external. Akhirnya dulu saya putuskan untuk beli lagi Ethernet adapter tapi yang menggunakan koneksi USB. Saya beli USB Ethernet di Kaskus, kalau tidak salah harganya Rp100.000,-. Sayangnya begitu barang datang, adapter ini tidak bisa dipakai di Macbook saya. Adapter ini tidak dikenali sebagai Ethernet port.

Nah tadi saya baru ingat adapter ini, saya langsung terpikir untuk mencobanya pada Raspberry Pi. Wow, ternyata Raspberry Pi langsung mengenalinya sebagai Ethernet port.

Feb 28 21:21:42 raspberrypi kernel: [  289.862161] usb 1-1.3: new full-speed USB device number 4 using dwc_otg
Feb 28 21:21:42 raspberrypi kernel: [  289.963491] usb 1-1.3: New USB device found, idVendor=0fe6, idProduct=9700
Feb 28 21:21:42 raspberrypi kernel: [  289.963524] usb 1-1.3: New USB device strings: Mfr=0, Product=2, SerialNumber=0
Feb 28 21:21:42 raspberrypi kernel: [  289.963543] usb 1-1.3: Product: USB 2.0 10/100M Ethernet Adaptor
Feb 28 21:21:42 raspberrypi mtp-probe: checking bus 1, device 4: "/sys/devices/platform/bcm2708_usb/usb1/1-1/1-1.3"
Feb 28 21:21:42 raspberrypi mtp-probe: bus: 1, device: 4 was not an MTP device
Feb 28 21:21:42 raspberrypi kernel: [  290.489580] dm9601 1-1.3:1.0: eth1: register 'dm9601' at usb-bcm2708_usb-1.3, Davicom DM9601 USB Ethernet, 00:e0:4c:53:44:58
Feb 28 21:21:42 raspberrypi kernel: [  290.491772] usbcore: registered new interface driver dm9601
Feb 28 21:21:42 raspberrypi kernel: [  290.720167] dm9601 1-1.3:1.0: eth1: link up, 100Mbps, full-duplex, lpa 0xFFFF

^C
root@raspberrypi:~# ifconfig eth1
eth1      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:e0:4c:53:44:58  
          UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:1000 
          RX bytes:0 (0.0 B)  TX bytes:0 (0.0 B)

root@raspberrypi:~#

Untung jadi tidak sia-sia membeli adapter ini. Rasanya dengan port Ethernet tambahan ini saya bisa melanjutkan testing bandwidth controller.

Fing IP Scanner

20130227-103307.jpg

Kalau sebelumnya saya pernah tulis cara scanning IP dengan nmap, kali ini saya menemukan aplikasi yang sama di iPhone. Aplikasi ini namanya Fing. Aplikasi ini berguna untuk scanning semua IP yang aktif dalam satu jaringan. Syaratnya tentu jaringan tersebut harus punya koneksi Wi-Fi supaya iPhone bisa tersambung dengan jaringan.

Mengembalikan Gnome Classic Ubuntu 12.10

Dari awal muncul sampai versi 11.04, Ubuntu selalu tampil dengan default Gnome Desktop Environment. Sejak Ubuntu versi 11.10, Ubuntu mengubah total desain default desktop environment-nya menggunakan Unity. Tampilan Unity seperti di bawah ini :

20130226-233241.jpg

Menurut saya agak-agak mencontoh tampilan Mac OSX, dengan menu toolbar (bagian yang ada File, Edit, View, dst) yang menjadi satu untuk semua aplikasi. Entah mengapa saya (dan banyak pengguna Ubuntu lainnya) benci dengan tampilan ini. Merepotkan, masih tidak stabil & malah mengganggu produktivitas. Masih jauh dari sempurna untuk dapat menyamai tampilan Mac OSX.

Sekarang hal pertama yang saya lakukan bila menginstal Ubuntu versi baru adalah menambah Gnome klasik. Meskipun ini pun masih berbeda dengan Gnome klasik yang sudah lama dikenal. Cara menginstal Gnome klasik di Ubuntu 12.10 adalah dengan menginstall paket gnome-panel.

ttirtawi@x220:~$ sudo apt-get update
ttirtawi@x220:~$ sudo apt-get install gnome-panel

Setelah terinstal, saya tinggal logout & login kembali dengan memilih Gnome Classic sebagai pilihan desktop environment. Di halaman login, ada menu logo Ubuntu yang bila diklik akan menampilkan pilihan desktop environment yang bisa dipakai. Seperti 2 gambar di bawah ini :

20130226-232538.jpg

20130226-232600.jpg

Tampilan Gnome klasik hasil bawaan gnome-panel seperti gambar di bawah ini, jauh lebih mudah digunakan daripada Unity.

20130226-233218.jpg

Saya sendiri masih lebih suka Gnome klasik bawaan Debian seperti ini :

20130226-235402.jpg

Simple, tanpa aneka menu grafis, dan relatif lebih ringan pula.

Setup Wi-Fi Ubuntu Dari Command Line

Di Linux desktop yang sudah memiliki Network Manager, mengatur koneksi wireless tidak terlalu sulit. GUI untuk wireless sudah cukup mudah untuk dipakai. Tapi bagaimana bila saya tidak punya tampilan GUI hanya console terminal saja? Saya belum pernah sebelumnya mengatur koneksi wireless tanpa bantuan Network Manager. Tadi saya belajar cara mengatur koneksi WiFi di Ubuntu 12.04 lewat command line. Tentu saja saya harus mematikan Network Manager (menu GUI) terlebih dulu.

root@x220:~# /etc/init.d/network-manager stop

Bila access point yang dipakai menggunakan autentikasi (WPA,WPA2) maka untuk mengatur koneksi wireless-nya kita perlu aplikasi wpa_supplicant. Install dulu dengan perintah berikut :

root@x220:~# apt-get install wpasupplicant
root@x220:~# dpkg -l | grep wpasupplicant
ii  wpasupplicant                             0.7.3-6ubuntu2                          client support for WPA and WPA2 (IEEE 802.11i)
root@x220:~#

Di laptop saya wireless adapter-nya dikenali sebagai wlan0, maka saya perlu mendaftarkannya dulu ke dalam file /etc/network/interfaces :

root@x220:~# cat /etc/network/interfaces 
auto lo
iface lo inet loopback

auto wlan0
	iface wlan0 inet dhcp
	wpa-conf /etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf

root@x220:~#

Untuk masalah autentikasi password, saya perlu mengatur file wpa_supplicant.conf seperti berikut ini :

root@x220:~# cat /etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf 
ctrl_interface=/var/run/wpa_supplicant
ctrl_interface_group=root
network={
        ssid="GBT733"
        scan_ssid=1
        proto=WPA RSN
        key_mgmt=WPA-PSK
        pairwise=CCMP TKIP
        group=CCMP TKIP
        psk=da5d79195468cf3f7cb498731beac2136e8b9fccd11d90182a8d668ddbd660bb
}
root@x220:~#

Beberapa detil yang perlu dipahami dari konfigurasi di atas adalah :

  • ssid : nama access point.
  • proto : tipe wireless security yang dipakai oleh access point. Bisa WPA (Wi-Fi Protected Access) atau RSN (Robust Security Network). RSN ini juga dikenal sebagai WPA2 (Wi-Fi Protected Access II).
  • key_mgmt : menentukan tipe enkripsi dari wireless password-nya. WPA-PSK (WPA Pre-shared Key). Kenapa WPA-PSK karena access point saya menggunakan mode sekuriti WPA2-Personal.
  • pairwise & group : mengatur tipe algoritma enkripsi dari password Wi-Fi.
  • psk : pre shared key hasil enkripsi dari ASCII password

PSK didapat dari hasil enkripsi password Wi-Fi yang berupa text (password Wi-Fi yang kita kenal sehari-hari). Misalnya access point saya menggunakan nama SSID GBT733 dan password-nya adalah ‘testingpassword‘, untuk mendapat WPA PSK saya gunakan perintah berikut ini :

root@x220:~# wpa_passphrase GBT733 testingpassword
network={
	ssid="GBT733"
	#psk="testingpassword"
	psk=da5d79195468cf3f7cb498731beac2136e8b9fccd11d90182a8d668ddbd660bb
}
root@x220:~#

Setelah semua sudah diset, tinggal restart network service-nya dengan perintah :

root@x220:~# /etc/init.d/networking restart
 * Running /etc/init.d/networking restart is deprecated because it may not enable again some interfaces
 * Reconfiguring network interfaces...                                                                                                                                                           ssh stop/waiting
ssh start/running, process 13925
                                                                                                                                                                                          [ OK ]
root@x220:~# 

Di syslog saya bisa lihat DHCP client mencoba mengakses access point & meminta IP address :

root@x220:~# tail -f /var/log/messages
Feb 26 10:53:27 x220 kernel: [273753.765617] iwlwifi 0000:03:00.0: L1 Enabled; Disabling L0S
Feb 26 10:53:27 x220 kernel: [273753.765806] iwlwifi 0000:03:00.0: Radio type=0x1-0x2-0x0
Feb 26 10:53:27 x220 kernel: [273753.894034] ADDRCONF(NETDEV_UP): wlan0: link is not ready
Feb 26 10:53:27 x220 dhclient: DHCPDISCOVER on wlan0 to 255.255.255.255 port 67 interval 3
Feb 26 10:53:30 x220 dhclient: DHCPDISCOVER on wlan0 to 255.255.255.255 port 67 interval 4
Feb 26 10:53:31 x220 wpa_supplicant[13818]: Trying to authenticate with 90:f6:52:43:82:44 (SSID='GBT733' freq=2437 MHz)
Feb 26 10:53:31 x220 wpa_supplicant[13818]: Trying to associate with 90:f6:52:43:82:44 (SSID='GBT733' freq=2437 MHz)
Feb 26 10:53:31 x220 kernel: [273757.284480] wlan0: authenticate with 90:f6:52:43:82:44 (try 1)
Feb 26 10:53:31 x220 kernel: [273757.287179] wlan0: authenticated
Feb 26 10:53:31 x220 kernel: [273757.287454] wlan0: associate with 90:f6:52:43:82:44 (try 1)
Feb 26 10:53:31 x220 kernel: [273757.291546] wlan0: RX AssocResp from 90:f6:52:43:82:44 (capab=0x431 status=0 aid=2)
Feb 26 10:53:31 x220 kernel: [273757.291550] wlan0: associated
Feb 26 10:53:31 x220 wpa_supplicant[13818]: Associated with 90:f6:52:43:82:44
Feb 26 10:53:31 x220 kernel: [273757.299586] ADDRCONF(NETDEV_CHANGE): wlan0: link becomes ready
Feb 26 10:53:31 x220 wpa_supplicant[13818]: WPA: Key negotiation completed with 90:f6:52:43:82:44 [PTK=CCMP GTK=TKIP]
Feb 26 10:53:31 x220 wpa_supplicant[13818]: CTRL-EVENT-CONNECTED - Connection to 90:f6:52:43:82:44 completed (auth) [id=0 id_str=]
Feb 26 10:53:31 x220 kernel: [273757.358903] wlan0: Wrong control channel in association response: configured center-freq: 2437 hti-cfreq: 2417  hti->control_chan: 2 band: 0.  Disabling HT.
Feb 26 10:53:34 x220 dhclient: DHCPDISCOVER on wlan0 to 255.255.255.255 port 67 interval 9
Feb 26 10:53:34 x220 dhclient: DHCPREQUEST of 192.168.1.112 on wlan0 to 255.255.255.255 port 67
Feb 26 10:53:34 x220 dhclient: DHCPOFFER of 192.168.1.112 from 192.168.1.1
Feb 26 10:53:34 x220 dhclient: DHCPACK of 192.168.1.112 from 192.168.1.1
Feb 26 10:53:34 x220 dhclient: bound to 192.168.1.112 -- renewal in 36185 seconds.

Terlihat proses autentikasi sukses & wireless adapter saya mendapat IP 192.168.1.112.

root@x220:~# ifconfig wlan0
wlan0     Link encap:Ethernet  HWaddr 10:0b:a9:a1:f5:b8  
          inet addr:192.168.1.112  Bcast:192.168.1.255  Mask:255.255.255.0
          inet6 addr: fe80::120b:a9ff:fea1:f5b8/64 Scope:Link
          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:556117 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:1859518 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:1000 
          RX bytes:96155942 (96.1 MB)  TX bytes:2764438662 (2.7 GB)

root@x220:~# 

Problem Dengan External HardDisk Di Mac

Beberapa waktu lalu saya sempat heran, external harddisk Seagate FreeAgentGoFlex saya sering terputus secara tiba-tiba dari Mac. Biasanya saya tinggalkan Mac tetap hidup & harddisk tetap tersambung meskipun saya pergi tidur. Pagi hari saya sering melihat pesan error seperti ini :

mac-disk-eject-1

Agak aneh pesannya “The disk was not ejected properly”, sungguh aneh karena harddisk masih tetap tersambung & saya tidak pernah mencabut harddisk-nya secara sengaja.

Lama-lama saya perhatikan lagi error di atas juga terjadi kalau saya lama tidak mengakses file dalam harddisk external tersebut. Awalnya saya pikir harddisk Seagate ini rusak atau paling tidak kabelnya bermasalah. Saya coba cari informasi di Google dulu untuk mencari tahu apa banyak orang yang mengalami problem yang sama dengan Seagate FreeAgentGoFlex ini. Ternyata banyak juga tulisan tentang kasus serupa & bukan hanya pengguna harddisk Seagate.

Rupanya yang jadi pemicu harddisk sering terputus tiba-tiba adalah fitur “Put hard disks to sleep when possible”. Fitur ini ada di menu Energy Saver seperti di gambar di bawah ini :

20130218-231602.jpg

Solusinya adalah dengan membuang tanda centang pada pilihan “Put hard disks to sleep when possible”. Tanpa opsi itu, harddisk saya tidak pernah terputus lagi secara tiba-tiba meskipun tersambung ke Mac selama berjam-jam bahkan berhari-hari.