Nostalgia Dengan LaTeX

Dulu beberapa kali saya pernah menulis tentang LaTeX. LaTeX adalah typesetting program. Singkatnya kita buat dokumen dengan text editor biasa lalu ditambahkan perintah-perintah formatting; terakhir text tersebut di-compile dengan LaTeX untuk menghasilkan dokumen finalnya. Dokumen finalnya bisa berupa DVI atau PDF. Saya pernah upload artikel tentang LaTeX di sini.

Kemarin ada salah seorang mahasisa elektro Institut Teknologi Sepuluh November yang menghubungi saya lewat email, dia bertanya tentang cara menambahkan file gambar pada LaTeX, baik gambar di tengah-tengah dokumen maupun pada header-nya. Wah jujur saya sudah agak lupa dengan LaTeX, saya instal dulu LaTeX di Ubuntu untuk mencoba menjawab pertanyaan tadi. Saya masih ingat bahwa memasukkan gambar pada dokumen LaTeX memang bagian yang tricky, tidak segampang memasukkan gambar pada aplikasi word processor seperti Microsoft Word.

Ini adalah contoh file *.tex untuk menjelaskan cara menambahkan gambar pada header & juga ada body dokumen (isi materinya hanya hasil copy paste untuk memperbanyak text pada halaman contohnya).

\documentclass{book}
\usepackage{graphicx}
\usepackage{fancyhdr}
\usepackage[top=3cm, bottom=4cm, left=3cm, right=2cm]{geometry}
\setlength{\headheight}{36pt} 

\fancypagestyle{basicstyle}{%
  \fancyhf{}
  % Bagian untuk menambahkan gambar pada header dokumen
  \fancyhead[RE,RO]{\includegraphics[height=1.5cm]{elektro.jpg}\rightmark}
  \fancyhead[LO,LE]{\includegraphics[height=1.5cm]{51.jpg}\rightmark}
  \fancyhead[C]{\textbf{INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOVEMBER\\ SURABAYA\\}}
  \fancyfoot[C]{\thepage}
  \renewcommand{\headrulewidth}{0.1pt}
  \renewcommand{\footrulewidth}{0.1pt}}
\fancypagestyle{otherstyle}{%
  \fancyhf{}
  \renewcommand{\headrulewidth}{0pt}}
\pagestyle{basicstyle}

\begin{document}

\thispagestyle{otherstyle}
This page never use the header
\clearpage

\thispagestyle{basicstyle}
Sistem piring/mesin surya mengkonversi panas menjadi tenaga mekanik dengan mengkompresi fluida ketika cuaca dingin, dan dengan memanaskan cairan yang terkompresi tadi, cairan akan menggerakkan turbin atau dengan piston menghasilkan kerja. Mesin ini digabungkan ke generator listrik untuk mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik.
Sistem piring/mesin surya mengkonversi panas menjadi tenaga mekanik dengan mengkompresi fluida ketika cuaca dingin, dan dengan memanaskan cairan yang terkompresi tadi, cairan akan menggerakkan turbin atau dengan piston menghasilkan kerja. Mesin ini digabungkan ke generator listrik untuk mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik.

% Bagian untuk menambahkan gambar di tengah-tengah dokumen
\begin{figure}[ht]
\begin{center}
  \includegraphics[width=7cm]{pltn.jpg}
\end{center}
\caption{Nama Gambar}
\end{figure}

Sistem piring/mesin surya mengkonversi panas menjadi tenaga mekanik dengan mengkompresi fluida ketika cuaca dingin, dan dengan memanaskan cairan yang terkompresi tadi, cairan akan menggerakkan turbin atau dengan piston menghasilkan kerja. Mesin ini digabungkan ke generator listrik untuk mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik. Sistem piring/mesin surya mengkonversi panas menjadi tenaga mekanik dengan mengkompresi fluida ketika cuaca dingin, dan dengan memanaskan cairan yang terkompresi tadi, cairan akan menggerakkan turbin atau dengan piston menghasilkan kerja. Mesin ini digabungkan ke generator listrik untuk mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik.

Hasil dokumen yang sudah di-compile seperti ini :

latex-output

Si pengirim email rupanya sedang menulis buku tugas akhirnya. Seperti nostalgia saja rasanya, karena tahun 2006 lalu saya juga menulis buku skripsi dengan menggunakan LaTeX.

Memindahkan File Ke iPhone

Tadi teman saya bertanya bagaimana cara memindahkan file presentasi (*ppt) ke iPhone. Sebenarnya cara paling praktis adalah dengan mengirimkan file tersebut ke email Anda sendiri. Kemudian setelah emailnya masuk ke iPhone, kita bisa langsung membuka file presentasi tersebut. Tapi cara ini tentu sangat bergantung seberapa besar file presentasi yang ingin kita pindahkan & juga bergantung pada seberapa cepat akses internet yang kita miliki.

Cara lain adalah dengan menggunakan iTunes. Dalam contoh tadi teman saya sudah memiliki aplikasi Keynote di iPhone-nya. Keynote adalah aplikasi dari Apple untuk membuat presentasi, sama seperti Microsoft Power Point. Dari iTunes kita bisa memindahkan file presentasi langsung ke fitur file sharing yang disediakan oleh Keynote. Contohnya seperti gambar screenshot di bawah ini :

copyfileipad

  1. Setelah iPhone sudah terhubung dengan iTunes (baik lewat kabel atau wifi), klik iPhone
  2. Setelah muncul menu iPhone, lalu klik tab Apps.
  3. Di bagian bawah ada menu File Sharing, pilih aplikasi Keynote
  4. Di kolom sebelah kanan ada tombol Add. Tombol ini bisa dipakai untuk menambahkan file presentasi yang ingin dikirim ke iPhone.
  5. Setelah selesai menambahkan file, tinggal klik tombol Sync.

Langkah-langkah di atas hanya bisa dilakukan untuk mengirimkan file presentasi (*.ppt, *key, *pptx) ke iPhone. Tidak bisa dipakai untuk mengirimkan file jenis lain karena Keynote hanya bisa membaca file presentasi. Aplikasi yang bisa dipakai untuk mengakses & mengirimkan berbagai jenis file salah satunya adalah FileBrowser. Sayangnya aplikasi FileBrowser tidak gratis, di Apple Store harganya Rp49.000,-. Langkah-langkah untuk menambahkan file-file lain dengan bantuan FileBrowser serupa dengan langkah-langkah di atas. Bedanya di langkah ketiga saja, di langkah ketiga cukup klik aplikasi FileBrowser. Semua cara tadi bisa dipakai juga untuk memindahkan file dari komputer ke iPad.

Saya sendiri lebih senang untuk menggunakan aplikasi seperti Dropbox atau Google Drive untuk berbagi file antara komputer dengan gadget. Cukup masukkan file yang ingin di-share ke dalam folder Dropbox/Google Drive dan tunggu sampai semuanya tersinkron dengan servernya. Di iPhone saya tinggal ambil file-nya melalui aplikasi Dropbox/Google Drive. Tapi keterbatasannya adalah perlu akses internet yang cukup kencang supaya bisa cepat proses sinkronisasinya.

Set IP Statik Raspberry Pi

20130215-232649.jpg

Karena Raspberry Pi ini menggunakan OS Raspbian yang notabene adalah Debian Wheezy, cara set IP statiknya pun sama persis seperti Debian (sama juga seperti Ubuntu). Tinggal daftarkan IP statiknya di file /etc/network/interface lalu restart Raspberry-nya.

ttirtawi@raspberrypi:~$ cat /etc/network/interfaces
auto lo

iface lo inet loopback

allow-hotplug wlan0
iface wlan0 inet manual
wpa-roam /etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf

iface eth0 inet static
address 192.168.1.101
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255
gateway 192.168.1.1
dns-nameservers 192.168.1.1

ttirtawi@raspberrypi:~$

Setelah direstart Raspberry ini akan langsung menggunakan IP statik tersebut :

ttirtawi@raspberrypi:~$ ifconfig eth0
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr b8:27:eb:45:7b:e2  
          inet addr:192.168.1.101  Bcast:192.168.1.255  Mask:255.255.255.0
          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:610 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:303 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:1000 
          RX bytes:70466 (68.8 KiB)  TX bytes:39427 (38.5 KiB)

ttirtawi@raspberrypi:~$ 

Cara Praktis Scanning IP

Setelah main-main dengan RaspberryPi beberapa hari lalu, saya matikan komputer kecil itu sementara waktu. Sampai malam ini saya coba hidupkan kembali tanpa menggunakan monitor, keyboard, dan mouse. Hanya kabel LAN yang tersambung. Terakhir saya hidupkan RaspberryPi ini saya belum sempat memberinya IP statis. Sedikit agak konyol memang. Raspberry masih menggunakan DHCP; tanpa mouse/keyboard, monitor bagaimana saya bisa tahu alamat IP yang sekarang digunakan oleh si Raspberry?

raspberry headless

Karena malas menyambungkannya ke monitor, saya pilih cara gampang dengan lakukan scanning IP di LAN. Cara sederhana dengan bantuan program nmap.

ttirtawi@macbook-air:~$ sudo nmap -sP 192.168.1.0/24
Password:

Starting Nmap 6.01 ( http://nmap.org ) at 2013-02-15 22:33 WIT
...
...
Nmap scan report for raspberrypi (192.168.1.131)
Host is up (0.0065s latency).
MAC Address: B8:27:EB:45:7B:E2 (Raspberry Pi Foundation)
...
...
Nmap done: 256 IP addresses (9 hosts up) scanned in 2.65 seconds
ttirtawi@macbook-air:~$

nmap (dengan opsi -sP) akan memeriksa semua host yang aktif di jaringan 192.168.1.0/24. Penggunaan sederhana dari perintah nmap bisa membantu saya menemukan IP yang dipakai oleh Raspberry saat ini, ternyata dia menggunakan IP 192.168.1.131. Saatnya memberi IP statis untuk Raspberry Pi ini supaya tidak “hilang” lagi.

UPDATE:

nmap di MacOSX tersedia di MacPorts :

ttirtawi@macbook-air:~$ port search nmap | head
Warning: port definitions are more than two weeks old, consider using selfupdate
nmap @6.01 (net)
Port scanning utility for large networks

p5-nmap-scanner @1.0.0 (perl)
Perform and manipulate nmap scans using perl

p5.8-nmap-scanner @1.0.0 (perl)
Perform and manipulate nmap scans using perl

p5.10-nmap-scanner @1.0.0 (perl)
ttirtawi@macbook-air:~$

Sementara di Ubuntu/Debian, nmap tersedia di main repository :

ttirtawi@x220:~$ apt-cache search nmap | grep ^nmap
nmap - The Network Mapper
nmapsi4 - graphical interface to nmap, the network scanner
ttirtawi@x220:~$ 

Lensa Fish Eye Untuk iPhone

Hari ini saya baru dapat lensa Olloclip 3-in-1 untuk iPhone 4s. Lensa ini unik, terdiri dari 3 lensa yaitu lensa wide, lensa macro, dan lensa fish eye. Cara pakainya tinggal disisipkan pada ujung kanan atas iPhone (bagian yang memiliki kameranya). Lensa wide & lensa fish eye ada pada kedua sisinya, tinggal dibolak-balik tergantung mana yang mau digunakan. Sementara lensa macro-nya ada pada sisi yang sama dengan lensa fish eye. Bagian depan lensa fish eye bisa dicopot (diputar sampai lepas) bila saya ingin menggunakan lensa macro-nya. Tampilannya seperti ini :

20130214-232514.jpg

Ciri khas lensa fish eye, membuat foto terlihat melengkung di semua sisinya. Lensa fish eye sendiri ada yang jenisnya circular fish eye. Circular fish eye menghasilkan foto yang berbentuk lingkaran, karenanya lensa ini memiliki cakupan area 180 derajat. Cocok untuk memotret di ruangan dengan space terbatas. Belum ada foto bagus dari lensa ini. Hanya test foto keyboard di bawah ini hasil foto menggunakan lensa fish eye.

20130214-232505.jpg

Lensa 3-in-1 ini saya beli di Kaskus seharga Rp245.000,-. Saya pilih jenis ini karena tidak merusak iPhone. Lensa tambahan untuk iPhone yang lainya di pasaran memerlukan adapter logam yang perlu ditempel ke body iPhone. Lensanya dilengkapi magnet agar bisa menempel pada adapter tersebut. Olloclip ini tidak menggunakan magnet, hanya perlu diselipkan pada ujung kanan atas iPhone.

olloclip-iphone