Jerman (part 14) – Weekend Holiday

Ini adalah cerita saya (bersama Manggar & Pak Rully) selama 2 hari ini. Hari Sabtu Minggu ini tidak ada training, jadi kami memutuskan untuk pergi keliling beberapa kota di Jerman untuk refreshing. Berikut ini adalah beberapa gambar yang saya rasa bisa mewakili cerita kami bertiga berlibur selama 2 hari ini.

Keterangannya :

  1. Karena kami bertiga sudah membeli Eurorail ticket, kami jadi leluasa untuk pergi ke semua kota di Jerman. Hari Sabtu kemarin kami pergi ke Dusseldorf lalu ke Koln. Dari Paderborn menuju Dusseldorf memakan waktu sekitar 2 jam. Sementara dari Dussedorf ke Koln perjalanan memakan waktu sekitar setengah jam saja.
  2. Ini adalah gambar gereja St. Johanes di Dusseldorf.
  3. Foto ini adalah lapangan luas di sudut kota Dusseldorf, berada di daerah Kรถnigsallee.
  4. Ini adalah foto saya dan Manggar di dengan latar belakang sungai Rhein. Di sepanjang tepi sungai Rhein, ada banyak kafe dan ada juga beberapa kapal pesiar yang bisa dinaiki.
  5. Lihat itu adalah jembatan yang melintasi sungai Rhein.
  6. Salah satu patung di kota Dusseldorf. Banyak juta turis (termasuk kami ๐Ÿ˜€ ) yang berfoto di bawah patung tersebut.
  7. Kami tiba di kota Koln hari Sabtu sekitar pukul setengah 3 sore. Begitu keluar dari Hauptbanhof (stasiun utama) saya benar-benar takjub melihat dom. Dom adalah sebutan lain untuk Cologne Cathedral. Orang Jerman sendiri menyebut kota Koln dengan sebutan Cologne (mungkin itu masalah ejaan/dialek saja). Dom ini benar-benar besar, gereja terbesar yang pernah saya lihat seumur hidup saya. Serasa nonton film The Lord of The Ring ๐Ÿ˜€ . Ini tempat pertama bagi saya di Jerman yang mampu membuat saya terkagum-kagum.
  8. Ini adalah foto dari kota Koln dari atas menara Cologne Cathedral. Gereja ini memiliki menara yang tingginya sekitar 150 meter. Saya dan Pak Rully naik ke atas menara ini dengan membayar 2 euro per orang. Ada 500 anak tangga melingkar yang harus dilewati untuk sampai ke puncak menara. Benar-benar pengalaman yang tidak akan dilupakan, tingginya bukan kepalang apalagi naiknya dengan tangga batu melingkar yang sempit. Setelah turun dari atas menara, kaki rasanya mati rasa, senut-senut sepanjang jalan :)) . Rencana sepulang dari Koln kami mau ke Aachen menemui Rendo teman saya, tapi batal…badan lelah setengah mati kami memutuskan pulang lagi saja ke Paderborn.
  9. Hari Minggu ini sebenarnya kami berencana pergi ke Maastrich (Belanda), tapi ternyata perjalanan ke sana memakan waktu 4 jam. Kami pikir itu terlalu membuang waktu di jalan. Jadi kami bertiga sepakat untuk pergi ke Hannover saja. Ini foto saya dan Manggar di depan Galeri Kaufhof setelah lelah jalan-jalan. Di Hannover saat ini sedang dilangsungkan CEBIT, alias pameran IT ternama di dunia. Mungkin itu sebabnya mengapa walaupun hari Minggu Hannover tetap ramai; sebab katanya sih biasanya semua kota di Jerman rata-rata tutup/sepi di hari Minggu.

Jerman (part 13) – Tentang Batere

Waktu pertama membeli Nikon Coolpix, saya mendapat batere Energizer Lithium (termasuk dalam paket penjualan Nikon). Betere AA keluaran Energizer itu diklaim bisa digunakan pada Nikon Coolpix L14 sampai 1000 kali foto. Ternyata benar batere itu bisa dipakai sampai lebih dari 1000 kali foto. Saya sudah pakai batere bawaan Nikon itu selama lebih kurang 1 minggu dan baru saya ganti ketika hari Sabtu lalu tiba di Kuala Lumpur.

Sebelum berangkat saya menyempatkan diri membeli sepasang batere AA Energizer Lithium lagi di Hero Mal Citraland. Batere itu baru saya pasangkan Sabtu lalu. Tadi pagi baterenya habis, saya hitung ternyata sudah lebih dari 1000 foto saya ambil dengan Nikon yang dicatu dayanya oleh dua buah benda kecil seperti ini :

batere

Harga memang berbanding lurus dengan kualitas. Sepasang batere AA Energizer Lithium ini harganya di Jakarta sekitar Rp55000,-. Saya puas sekali menggunakan batere jenis ini.

Sebenarnya saya pun sudah membawa batere isi ulang (rechargeable) merek Sanyo Eneloop. Di Jakarta sudah saya full charge kedua batere ini. Entah mengapa tadi pagi batere ini tidak bertahan lama. Batere ini saya gunakan setelah makan pagi dan belum jam 11 batere ini sudah kosong. Padahal saya hanya sedikit memotret. Apa karena kelamaan tidak digunakan ya? Nanti saya update ceritanya setelah beberapa hari. Siang tadi batere Sanyo ini sudah saya recharge lagi, kita lihat akan tahan berapa kali shoot sampai batere ini minta diisi ulang kembali.

Jerman (part 12) – Liputan Kuliner

Ini adalah cerita lengkap saya tentang makanan-makanan apa saja yang sudah saya makan selama di Jerman. Berikut kumpulan foto-fotonya :

Ini keterangan foto-foto di atas :

  1. Makan di restoran Timur Tengah di stasiun kereta utama Frankfurt. Saya pilih menu nasi dengan ayam. Ayamnya super besar (ayamnya bule mungkin jadi besar juga ๐Ÿ˜€ ). Rasanya = gak enak.
  2. Sampai di Paderborn Minggu malam saya dan Pak Rully makan malam di restoran Burger Point. Saya pesan beef burger. Lumayan lah rasanya.
  3. Itu gambar foto menu sarapan pagi saya di hotel tiap hari. Sudah pernah saya bahas di postingan sebelumnya.
  4. Menu makan siang pertama saya di kantinnya Fujitsu Siemens Computer. Steak dada ayam. Rasanya tidak seenak tampangnya, lain di mata lain di lidah. Dimakan bersama kentang goreng yang dipotong kecil-kecil (bisa juga pesan meshed potato). Minumnya Coca Cola.
  5. Hari Selasa saya makan siang dengan menu “vegetarian cutlet with herb sauce” (foto 5 bagian kanan). Rasanya seperti perkedel kentang di Indonesia. Cuma ini lebih banyak rasanya, mungkin karena lebih banyak macam sayuran nya. Sosis babi tuh yang sebelah kiri (akhirnya makan babi juga di Jerman :(( ) campur kentang goreng lagi. Kurang banyak, saya ambil lagi roti Perancis bulat yang dijamin bikin kenyang. Minumnya Granini jus jeruk.
  6. Hari Rabu saya makan sosis daging burung (entah burung apa….katanya daging dari sejenis burung tapi bukan ayam). Lagi-lagi dimakan dengan kentang goreng. Menunya itu saja plus ice cream, snack (KitKat), & ambil permen juga. Minumnya Granini jus apel.
  7. Hari Kamis menu yang saya ambil terlalu besar porsinya. Babi lagi euy…kali ini daging babi cincang dibuat semacam bakso tapi bentuknya bulat pipih. Ditambah kentang goreng lagi. Saya pesan spagheti tapi liat porsinya besar (gak abis tuh :-p ). Benar-benar kekenyangan. Minumnya Coca Cola lagi.
  8. Kamis malam saya balik lagi ke restoran Burger Point. Kali ini idenya Manggar beli chicken wings. Ternyata enak betul sayap ayam gorengnya. Mungkin karena beberapa hari ini makan makanan yang flat saja rasanya, jadi makan sayap goreng yang spicy ini terasa enak sekali. Beli chicken wing yang porsi isi 6 sayap, plus kentang goreng (di sini kentang goreng disebut “pommens” kalau tidak salah). Gila ya di sini masa minta saus tomat saja dikenakan biaya 0.3 euro.

Dari 8 menu di atas yang paling cocok dengan lidah saya cuma sayap ayam goreng dan kentang gorengnya Burger Point. Makanan yang lain bisa masuk ke perut saya tapi tidak berbekas (alias tidak mak nyuss ;)) pinjam istilahnya Bondan Winarno). Beberapa yang unik di sini antara lain : bubuk lada tidak terasa pedas, sambal kering pun tidak terasa pedas walaupun saya sudah makan cukup banyak.

Jerman (part 11) – Our Teacher

Here is the photographs that I’ve already taken yesterday. The first photo is me, Helmut Gaber, and Manggar; and the second one is Manggar, Helmut Gaber, and Rully. The pictures taken just after we arrived at the class Thursday morning. Helmut Gaber is our instructor for Primepower Enterprise series (Primepower 900, 1500, and 2500). He’s a professional trainer for all Fujitsu Siemens enterprise machines.

He’s looks like Albert Einstein right? ๐Ÿ˜€

Jerman (part 10) – Breakfast

Sudah 4 hari ini tiap hari saya sarapan dengan pilihan menu yang sama di hotel. Sosis (entah daging apa ๐Ÿ˜€ ), scrambled egg (telur orak arik), roti Perancis (karena cukup keras rasanya benar-benar nendang di perut).

Tiap hari saya ketemu makanan ini di hotel. Sebenarnya ada salmon juga tapi saya tidak bisa menikmati. Beberapa jenis croissant juga tidak bisa masuk, karena sudah kepalang kenyang setelah makan roti Perancis tadi. Roti tawar, keju, selai, madu pun ada. Di restorannya juga disediakan aneka sereal, hmm tapi saya juga gak suka sereal. Telur rebus bagi yang suka juga disiapkan di sana. Buah disiapkan jeruk, apel, eh ada juga yogurt.

Biasa ketemu nasi, di sini ketemu telur lagi sosis lagi…tapi kok bisa kenyang ya? Kandungan kalori sarapan tadi sudah cukup mungkin untuk badan saya tiap pagi hari.